Dzikir Cinta Sang Pendosa

Dzikir Cinta Sang Pendosa
S2 Bab 98. Khitbah


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 98


Keesokan harinya Alvan meminta Aulia untuk tidak pergi ke kantor, karena kedua orang tuanya akan mengunjungi rumah untuk melakukan khitbah secara resmi kepada dia. Laki-laki itu takut kalau saingannya akan mengganggu acara mereka nanti. Dia tahu kalau saat ini Gus Fathir sedang berada di Malaysia. Sementara itu, Rangga sedang berada di Sumatera menurut bisnisnya yang ada di pulau itu.


Memang terdengar seperti curang ini adalah waktu yang tepat. Agar mereka bisa secepatnya melangsungkan pernikahan untuk memikat hubungan menjadi halal.


Pihak Aulia sendiri pun setuju dengan keinginan Alvan ini. Dia juga tidak mau berlama-lama untuk menyempurnakan sebagian agamanya. 


Perempuan ini yakin dengan pilihannya, dialah yang terbaik di antara semua laki-laki yang ada di dekatnya. Meski ilmu agamanya tidak seluas milik Gus Fathir, tetapi dia merasa akan mendapatkan teman seperjuangan yang sama-sama mengharapkan ridho dan pahala dari Allah. Alvan bukanlah orang yang sempurna. Bahkan dia jauh dari kata sempurna itu, baik dari segi ucapan maupun dari perbuatannya.


"Bismillah. Ya Allah Engkau-lah yang membolak-balikkan hati aku. Dan kini hatiku tertuju kepada Alvan, semoga dia menjadi jodohku di dunia sampai akhirat." Aulia berdoa sehabis sholat Dhuha. 


"Allahumma innaka taqdiru wa laa aqdiru wa laa a'lamu wa anta 'allaamul ghuyuubi. Fa in ra'aita lii fii Alvan Mahendra Miyazaki bin Kenzo Miyazaki khairan fii diinii wa aakhiratii faqdirhaa lii."


"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Men-takdir-kan, dan bukanlah aku yang men-takdir-kan. Dan (Engkau) Maha Mengetahui apa yang tidak kuketahui. Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Maka jika Engkau melihat kebaikan antara diriku dan Alvan Mahendra Miyazaki bin Kenzo Miyazaki untuk agama dan akhiratku, maka takdirkanlah aku bersamanya."


(Aku lupa siapa nama marga Jepang keluarga Papi Kenzo 🤦🏼‍♀️ di buku catatan cuma nama depan saja. Anggap saja ini nama yang benar biar sah nikahnya 🤧)


"Nak, Alvan dan kedua orang tuanya sudah sampai di depan rumah," kata Nenek Halimah.


Aulia pun bergegas merapikan penampilan dirinya. Dia memakai setelan gamis berwarna merah muda, warna kesukaannya.


Terlihat Alvan dan kedua orang tuanya menuruni mobil yang baru saja mereka parkir di halaman depan rumah. Jantung Aulia berada semakin berdetak keras seiring dengan mendekatnya ketiga orang itu.


'Bismillah, Ya Allah lancarkanlah ajak kami hari ini.' (Aulia)


Aulia merasakan sangat gugup sekali, bahkan sekujur tubuhnya kini sudah basah dengan keringat. Dia hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke arah Mami Siska dan Papi Kenzo, apalagi melihat ke arah Alvan.


Ternyata bukan hanya Aulia saja yang merasakan kegugupan seperti itu. Hal yang sama pun dirasakan oleh Alvan. Tangannya sangat dingin dan basah oleh keringat, bahkan sampai pakaiannya pun sudah basah. Padahal acara belum sama sekali dimulai.


"Assalamualaikum, Ustadz Yusuf … Ustadzah Halimah," salam Papi Kenzo begitu mereka menampakkan kaki di teras rumah.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh," balas Kakek Yusuf dan Nenek Halimah menyambut kedatangan keluarga Alvan.


***


Diawali dengan membaca basmalah, Papi Kenzo pun mengutarakan kedatangan mereka hari ini adalah untuk mengkhitbah Aulia. Dikarenakan, kedua belah pihak calon mempelai sudah saling setuju, semua proses berjalan dengan lancar. 


Acara pernikahan pun akan dilangsungkan tiga bulan kemudian. Ini semua untuk mempersiapkan segala urusan pernikahan nanti. Baik itu dokumen untuk ke kantor urusan agama, maupun untuk acara walimatul 'urs (resepsi pernikahan) nanti.


Tidak lama kemudian datang para pekerja yang ada di rumah Papi Kenzo membawa banyak sekali hantaran ke sana. Sampai Aulia tercengang melihat begitu banyak kado yang berjajar di sudut ruangan itu.


"Tunggu. Mami ini apa? Kenapa banyak sekali membawa hantarannya?" Aulia terkejut.


"Ini semua mami yang pilih dan hanya untuk diberikan kepada calon menantu keluarga Miyazaki," balas Mami Siska.


Kakek Yusuf dan Nenek Halimah hanya tersenyum tipis. Mereka tahu kalau keluarga Alvan begitu sangat menyayangi Aulia.


"Alhamdulillah, akhirnya acara khitbah ini selesai semoga semua bisa berjalan lancar sampai kalian berdua menjadi pasangan yang halal," ucap Kakek Yusuf.


"Mari kita makan dulu!" ajak Nenek Halimah.


Mereka pun makan bersama dengan menu sederhana. Semua masakan itu dibuat oleh Aulia dan dibantu memotong sayurannya oleh BI Eneng.

__ADS_1


Semuanya suka dengan rasa masakan Aulia, sehingga semuanya hampir habis. Apalagi para pekerja di rumah Papi Kenzo juga ikut. Suasana acara makan itu sangat ramai, meski tempat laki-laki dan perempuan dipisahkan.


***


Di saat mereka selesai makan bersama, datang Gus Fathir ke sana. Betapa terkejutnya dia saat melihat ada acara di rumah Aulia.


"Sedang ada acara apa ini?" tanya laki-laki itu dengan tatapan nanar.


Aulia mau lihat tatapan mata Gus Fathir seperti yang terluka. Hati dia pun ikut terluka karena tidak bisa memilih dirinya. 


***


😭 Maafkan aku Gus Fathir tidak berada di pihak kamu saat ini. Bagaimana perasaan Gus Fathir, Alvan, dan Aulia saat ini? Mungkin kata-kata ini bisa mewakili perasaan mereka saat ini.


Alvan: Kau Ditakdirkan Untukku


Terucap syukurku


Aku memilihmu


Tuk menjadi teman


Hidup setia s'lamanya


Belahan hati ini


Kini t'lah terisi


Aku dan dirimu


Mengikat janji bahagia


Dan berlayarlah kita renda keluarga


Merentas hidup bersama


Aku bahagia


Tuhan persatukan kami untuk s'lamanya


Hingga bahagia di surga-Mu


Pegang tanganku


Tataplah mataku


Engkau ditakdirkan untukku


Ikatan suci ini


S'lalu kan kujaga


Meniti sakinah


Penuh kasih sayang dan rahmat-Nya


Dan berlayarlah kita renda keluarga

__ADS_1


Merentas hidup bersama


Aku bahagia


Tuhan persatukan kami untuk s'lamanya


Hingga bahagia di surga-Mu


Kau amanahku istriku tercinta


Engkau ditakdirkan untukku


Dan berlayarlah kita renda keluarga


Merentas hidup bersama


Aku bahagia


Tuhan persatukan kami untuk s'lamanya


Hingga bahagia di surga-Mu


Kau amanahku istriku tercinta


Engkau ditakdirkan untukku


Ditakdirkan untukku


Engkau ditakdirkan untukku


***


Gus Fathir: Dia Ditakdirkan Untukmu


Tak perlu kau ragu


dia memilihmu 'tuk menjadi teman


hidup setia selamanya


Mestinya ku yang malu


tlah berminat padanya


yang tlah ditakdirkan


'tuk menjadi pendamping hidupmu


Dan berlayarlah kau merenda keluarga


meretas hidup bersama


aku bahagia kau dipertemukan belahan jiwamu


Tak 'kan ada yang berubah antara kita


kau tetap teman terbaikku

__ADS_1


jangan menangis dia ditakdirkan


untukmu bukan untukku..


__ADS_2