E L A N A

E L A N A
100. Membujuk Arga Dengan Logika


__ADS_3

Anita dan Arga masuk ke dalam kamar, mereka kini duduk di ranjang saling berhadapan. Acara makan siang bersama yang akan di lakukan untuk menyambut calon menantu malah gagal total karena kejadian tadi.


Anita benar-benar tidak menyangka suaminya akan keluar dari ruang kerjanya. Dia mengira suaminya akan sibuk dan keluar dari ruang kerja ketika di panggil untuk makan siang bersama. Dan rencananya tadi jika Arga bingung kenapa ada Elana, dia akan mengenalkan saja dulu sebagai kekasih Chiko.


Tapi kenyataan sangat berbeda, Arga keluar dari ruang kerjanya dan justru menghampirinya. Lalu mendengar ucapan Elana yang sangat jelas itu mengenai penculikan Chiko. Anita kaget ketika Arga datang dan berteriak.


Kini keduanya duduk saling berhadapan, kaki masih menjuntai ke bawah. Di ambilnya tangan Arga dengan lembut, lalu di cium juga tangan laki-laki itu. Lama Anita mencium tangan suaminya, membuat Arga heran. Namun dia diam saja, dia tahu ini salah satu cara istrinya untuk mengambil hatinya.


Anita masih diam, dia kemudian menatap suaminya. Meneliti setiap lekuk kulit wajah yang mulai sedikit kendor karena usia. Dia tersenyum lalau wajahnya mendekat dan mencium bibir Arga lembut. Dan mau tidak mau Arga menyambutnya juga, mengulumnya dan mengecapnya.


Tangan Arga kini memegang tengkuk Anita, mendorong kepala istrinya agar ciumannya semakin dalam dan penuh kenikmatan. Anita sadar dengan perbuatannya itu akan memancing sesuatu di dalam sana untuk keluar. Namun dia hanya ingin menenangkan suaminya.


Ciuman itu berakhir karena Anita melepaskannya dengan paksa. Dia tidak mau kebablasan, karena bukam saatnya mereka bermain di ranjang. Dia ingin membicarakan masalah Chiko dan Elana, terutama tentang Elana.


"Ga, aku sangat mencintaimu." kata Anita membuka pembicaraan.


"Aku tahu sayang, dan aku juga sangat memcintaimu." kata Arga kembali mengecup bibir istrinya.


"Maka dari itu, aku berusaha melupakan hal-hal yang menyakitkan. Aku juga tidak menyesal bertemu denganmu pertama kali di pasar itu dan aku sangat senang sekali saat itu." kata Anita lagi.


"Sayang, kenapa kamu mengungkit kisah tentang kita?" tanya Arga membelai pipi Anita dengan lembut.


"Karena ini ada hubungannya dengan masa laluku juga. Aku menikah dengan mas Rendi itu takdir, dan mas Rendi juga menceraikanku juga takdir Ga. Meski cara bercerai memang tidak ada yang baik dan karena perselingkuhannya dengan Mourin waktu itu. Tapi kamu tahu? Itu juga cara Tuhan mempertemukan kita di pasar, kita sama-sama tidak punya pasangan dan kembali merajut cinta kita yang belum sempat kita miliki sewaktu SMA dulu." kata Anita lagi.


Arga mendengarkan cerita istrinya itu, dan mang benar serta masuk akal. Memang semua adalah takdir Tuhan mempersatukan mereka lagi di saat keduanya sudah tidak dengan pasangannya masing-masing.


"Aku tahu sayang, semua memang takdir. Lalu, apa yang akan kamu bicarakan lagi?" tanya Arga.

__ADS_1


"Tadinya Chiko juga memberitahuku tentang gadis itu siapa. Aku juga syok mendengarnya ketika Chiko mengatakan kalau gadis itu anaknya Mourin. Aku benar-benar marah sampai hampir seminggu mendiamkan anak itu, bahkan dia juga merasa aku marah padanya hingga tidak lagi mau makan malam dan ada saja alasannya untuk tidak makan malam bersama. Aku jadi sadar, bahwa anak kita dan gadis itu di satukan juga oleh takdir. Tahu kenapa Tuhan mempersatukan mereka dengan cinta pada keduanya?" tanya Anita pada Arga.


"Aku tidak mengerti sayang, jelas sekali aku tidak terima gadis itu dengan Iko."


"Kenapa kamu tidak mau menerimanya?"


"Ya sudah jelas sayang, dia anak seseorang yang sudah menyakitimu. Aku tidak mau kamu sakit lagi dan di sakiti." jawab Arga.


"Ya, terima kasih atas perhatian itu. Tapi kembali lagi pada gadis itu dan Iko. Awalnya juga Iko marah dan dia tidak mau bertemu dengan gadis itu berhari-hari karena gadis itu anaknya orang yang telah menculiknya. Tapi dia sadar, cintanya lebih besar dari kemarahannya.. Kita harus belajar dari Iko, belajar memaafkan Mourin yang kini sudah tiada dua tahun lalu setelah setahun bebas dari penjaran. Kamu ingin tahu kisah dari gadis itu?" tanya Anita.


"Buat apa?"


"Agar kamu tahu kehidupan gadis itu setelah dia di tinggal Mourin masuk penjara sampai dia bertemu dengan anak kita di Rusia." kata Anita.


Dia menatap suaminya yang enggan mendengarkan apa yang akan di katakan istrinya. Namun, kini Arga akhirnya penasaran juga kenapa Chiko sangat mencintai gadis itu bahkan dia juga tadi memohon padanya sampai bersimpuh di hadapannya. Apakah begitu besar pengaruhnya tentang gadis itu sampai Chiko memohon padanya untuk merestui hubungannya dengan gadis itu.


Anita pun tersenyum lalu mengangguk, dia yakin suaminya itu akan ikut sedih dan akhirnya mau menerima Elana. Anita tidak perlu bertengkar dengan suaminya hanya masalah anaknya, atau membujuknya dengan bermain di ranjang lebih dulu. Baru dia menyetujui hubungan Chiko dan Elana.


Lalu Anita pun menceritakan dari awal sampai akhir, dari Elana di operasi dan di rawat oleh Sandra hingga besar, dan tentang kehidupan di sekolahnya yang selalu di buly bahkan di jauhi karena ibunya. Bahkan Sandra juga pernah mengusirnya. Di sini Anita diam, dia menahan sesak membayangkan begitu pahit kehidupan Elana saat itu.


Dia kemudian meneruskan lagi, menceritakan ketika Mourin keluar dari penjara dan tetap tidak punya teman, sampai Mourin meninggal karena penyakit paru-parunya dia masih bertahan hidup sendiri. Di sini Anita menceritakan kalau gadis itu sangat tangguh, sungguh tangguh karena hidup sendiri tanpa siapa pun dan kesedihan karena kehilangan ibu yang selama sembilan tahun tidak pernah bersama.


"Lalu, papanya kemana? Kenapa dia tidak tahu kalau anaknya hidup sebatang kara?" tanya Arga.


"Itu juga, pada akhirnya Evan papanya itu datang dan membawanya ke Rusia dan hidup dengan mama tirinya serta adiknya juga."


"Jadi papanya menikah dengan orang Rusia? Apa mereka bercerai?"

__ADS_1


"Menurut cerita Iko, papanya selingkuh dengan orang Rusia itu dan menceraikan Mourin. Makanya Mourin jadi sering mabuk-mabukan dan perusahaan perbankannya bangkrut, sampai dia meminta rumah peninggalan mas Rendi milik Iko." ujar Anita.


"Jadi begitu ceritanya, kasihan sekali."


"Ya, aku juga kasihan mendengar cerita tentang gadis itu. Itu juga belum selesai penderitaannya, sejak tinggal di Rusia dia menjalin hubungan dengan Iko. Dan gadis itu selalu di musuhi istri papanya dan adik dari istrinya, sampai bertengkar dan tidak sengaja gadis itu menampar ibu tirinya. Dan papanya tahu, lalu Elana di kurung selama satu minggu tidak boleh keluar. Baru setelah itu dia di pulangkan oleh papanya. Benar-benar sangat menyedihkan nasib gadis itu." kata Anita.


Arga diam, dia mencerna ucapan Anita tentang gadis itu. Memang sangat menyedihkan, sejak kecil selalu di rundung kemalangan. Dan papanya sendiri mengusirnya.Jika dia di posisi seperti itu, maka dia akan melawan. Arga kesal juga dengan sikap Evan yang ternyata tidak menyayangi anaknya sendiri.


"Lalu, dia sekarang dengan siapa?" tanya Arga.


"Dia sekarang dengan Sandra, tinggal di kontrakan karena dia tidak mau Sandra berubah lagi seperti dulu. Menurutmu, apakah gadis itu membutuhkan pertolongan dan perlindungan?" tanya Anita memancing logika suaminya.


"Tentu yang di butuhkan gadis itu adalah perlindungan." jawab Arga.


"Perlimdungan hukum?"


"Tidak ada hubungannya dengan hukum, dia butuh perlindungan seseorang yang mencintainya dengan tulus." jawab Arga.


Anita pun tersenyum, dia lega suaminya memahami ceritanya dan tersentuh dengan kehidupan malang gadis itu. Dia tahu suaminya juga pasti menyetujui Chiko berhubungan dengan Elana.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2