E L A N A

E L A N A
75. Petaka Di Rumah Ana


__ADS_3

Mobil taksi sampai di rumahnya, di depan rumahnya Ana keluar dari mobil taksi dan membayae ongkos sesuai tarif.


"Terima kasih." kata Ana.


"Sama-sama madam."


Ana mengambil kopernya dan melangkah menuju pintu rumahnya. Dia melihat mobil Evan masih terparkir di depan rumah. Ana heran, kenapa mobil Evan masih ada di depan?


"Apa Evan pulang cepat?" ucap Ana.


Dia terus melangkah dan membuka pintu rumah yang memang tidak di kunci. Dia masuk sambil menggendong Diego, dia turunkan Diego dan di giring ke kamar bermain lebih dulu.


Lalu Ana pun bergegas ke kamarnya, mendorong pintunya. Dan betapa terkejutnya dia melihat di ranjang mendekat Evan tidur dengan Angela sambil memeluk satu sama lain. Mereka tidur dengan masih kondisi telanjang bulat, hanya tertutup sampai bagian dada saja jika Angela, sedangkan Evan sebatas perut.


Wajah Ana memerah menahan marah, dia pun menarik selimut dan berteriak memanggil Evan.


"Evan!!" teriak Ana dengan keras.


Evan pun membuka matanya, melihat ke depan wajah Angela memejamkan matanya. Dia pun terkejut dan membuka selimutnya. Betapa tambah tekejutnya dia dengan kondisinya yang telanjang bulat sama dengan Angela.


"Jadi begini kelakuanmu dengan adikku hah?!" teriak Ana pada Evan.


Evan pun semakin kaget, dia bingung. Namun dia berusahan turun dan mengambil celana kolornya untuk menutupi bagian intinya.


"Sayang, aku di jebak oleh Angela." kata Evan mendekat pada Ana.


"Di jebak? Apa kamu pikir aku tidak tahu, kamu pura-pura menjauhi Angela. Dan sekarang kamu tidur dengannya?!" teriak Ana lagi.


"Tidak, aku benar-benar tidak menyukai Angela. Aku memang ingin menjauh darinya, aku ...." ucapan Evan terpotong.


Ana menangis, dia sakit sekali melihat suamiinya tidur dengan adiknya. Bahkan Angela seperti tidak tahu apa-apa, masih tertidur atau bahkan masih pura-pura tidur.


"Kamu benar-benar mengecewakan aku Evan kamu menyakitiku dan juga Diego. Hik hik hik." ucap Ana di sela tangisnya.


"Sayang, ku mohon percaya padaku. Aku tadinya mau berangkat ke kantor, sore mau menjemputmu pulang. Tapi entah kenapa aku pusing dan tiba-tiba saja aku bergairah lalu Angela ..."


"Kamu sengaja mau menjebak Angela dan meniduri adikku?"

__ADS_1


"Tidak seperti itu, aku yakin Angela yang menjebakku sayang."


"Cukup Evan! Kali ini tidak bisa aku maafkan, kamu bercinta dengan adikku di kamarku. Bagus sekali ya?!"


Angela pura-puran menggeliat, dia membuka matanya dan melihat tubuhnya. Dia pun kaget.


"Kenapa aku tidak memakai baju?" tanya Angela bingung.


Dia menatap Ana dan Evan yang sedang bertengkar.


"Kak Ana, kenapa aku ada di kamar kalian?" tanya Angela dengan kebingungan yang di buat-buat.


"Kamu jangan bohong dan pura-pura tidak tahu Angela. Kamu memasukkan sesuatu ke dalam minuman kopiku kan." tanya Evan agar Ana percaya dengan ucapannya.


"Apa yang kak Evan katakan, dan aku telanjang bulat begini? Apakah kak Evan ..."


"Kamu tidak sadar Angela?" tanya Ana pada adiknya.


"Tidak kak, aku tidak tahu kenapa di kamarmu dan kak Evan tidak memakai baju juga. Kaka Evan memperkosaku?"


"Angela!" teriak Evan.


"Angela, cukup dengan kebohonganmu. Jangan memperkeruh suasana ini. Aku memang salah telah meniduri Angela, tapi keadaanya tidak seperti apa yang kamu katakan. Aku seperti merasakan sesuatu dan kamu ada di depanku. Dan kita ..."


"Kakak bahkan membungkamku dan mengatakan jangan sampai kak Ana tahu. Itu berarti kak Evan sengaja ingin memperkosaku kan? Hik hik hik."


Evan diam, dia sadar posisinya salah. Dia menatap Ana yang menangis, namun kini di hapusnya air matanya. Dia lalu kembali keluar dari kamarnya, cukup baginya melihat Evan seperti itu di hadapannya.


Dia akan memutuskan sesuatu dan akan kembali lagi ke rumah bibi dan pamannya. Evan mengejar istrinya yang menangis karena melihat perbuatannya.


Sayang, tunggu. Percaya padaku Ana. Aku di jebak oleh adikmu." kata Evan mengejar Ana.


Ana pun berhenti, dia berbalik dan menatap tajam ke arah Evan.


"Jika pun kamu di jebak, seharusnya kamu sadar kalau di jebak dan lari keluar dari kamar itu. Kamu malah justru mengambil keuntungan meniduri Angela. Kamu bodoh atau memang menginginkan bercinta dengan adikku?" kata Ana dengan ketus.


Evan diam, dia menunduk. Posisinya memang dia sedang tidak berdaya dan Angela malah ada di sana. Ternyata memang Angela memanfaatkan keadaannya. Bodohnya lagi kenapa dia tergoda saat itu.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, aku salah. Tapi kamu tidak tahu posisiku saat itu, dia menggodaku dan aku lemah. Tubuhku tiba-tiba saja lemah, maafkan aku." ucap Evan lirih.


"Heh, jika di minumanmu terdapat obat perangsang, itu bukan menambah lemah. Tapi tenagan semakin meningkat dan bergairah. Itu efek sampingnya. Makanya orang di pengaruhi obat perangsang akan menjadi lebih agresif. Aku bahkan jijik melihatmu Evan." kata Ana, kini nada bicaranya melemah.


Dia pun pergi dari hadapan Evan, dia menangis tersedu menuju kamar bermain Diego. Dia membawa Diego pergi dari rumahnya.


"Sayang, jangan pergi." Evan mengejar Ana yang masih menangis sedih.


Dia benar-benar hancur melihat perselingkuhan suami dan adiknya. Entahlah, apakah Evan yang memang ingin melakukannya atau adiknya memang menjebaknya. Rasanya dia tidak ingin berpikir mereka berdua..


Sedangkan Evan juga sama hancurnya dengan kejadian tadi. Dia sangat benci pada Angela, gara-gara dia kini Ana sangat marah dan membencinya juga.


Kini Evan masuk lagi ke dalam kamarnya, dia melihat Angela masih santai di ranjangnya sambil melihat foto-foto yang dia ambil tadi. Bahkan video juga. Dia tertawa kecil juga.


"Angela, keluar kamu dari kamarku!" teriak Evan dengan wajah marah.


"Kak Evan mengusirku?"


"Keluar Angela!!"


"Apa kakak lupa dengan percintaan kita tadi siang kak? Kamu sangat menikmatinya, bahkan berulang kali kamu juga memintaku. Apa itu lupa?"


"Angela!!!"


Kembali Evan berteriak, dia pun mendekat dan menarik tangan Angela kuat lalu mendorongnya keluar. Dia tidak peduli dengan keadaam Angela yang masih telanjang bulat, hanya di tutupi selimut.


Angela kaget dia di tarik dan di suruh keluar dari kamarnya, dia kesal. Namun kemudian dia tersenyum sinis pada Evan.


"Jika aku hancur, kamu pun akan hancur kak Evan. Lihat saja, sejauh apa kamu memohon pada kakakku untuk kembali dan meminta maaf padanya. Apakah kak Ana akan memaafkanmu?"


Angela setelah berkata seperti itu, dia pun masuk ke dalam kamarnya. Sebelum masuk kamar, dia melihat kakaknya Ana menggendong Diego dan pergi dari rumah.


Menatap Ana dengan sinis juga, namun kemudian Ana menoleh padanya. Perubahan mimik wajah Angela secepat kilat seperti orang tersakiti, dia menunduk dan seolah menangis.


_


_

__ADS_1


_


__ADS_2