
Untuk perpisahan Chiko dan Chila kembali ke tempat kuliahnya masing-masing. Chiko akan kembali ke Rusia dengan Antonio sedangkan Chila akan kembali ke Jogja. Anita dan Arga bersepakat untuk liburan bersama ke tempat di mana pernah di datangi dulu.
Di vila, mereka akan berlibur ke vila yang dulu pernah liburan. Semenjak anak-anaknya kuliah, vila itu jarang sekali di kunjungi. Dan sekarang mereka meminta liburan ke vila meski hanya dua hari saja.
"Kita ke vila aja pa, vila yang dulu itu. Kan udah lama kita ngga kesana." kata Celine di setujui oleh Chila.
"Benar ma, kesana aja. Udaranya masih sejuj ngga ya." kata Chila.
"Tapi kamar di sana cuma ada empat, mana muat kamarnya untuk kalian. Apa lagi di tambah dua orang lagi." kata Anita.
"Tambah siapa ma?" tanya Celine.
"Pacarkulah, sama sahabatku. Memangnya mau di kemanakan Antonio jika aku ikut liburan?" tanya Chiko.
"Hemm, yang enak mah si kembar sekarang." celetuk Celine melirik ke arah Chila.
Chila yang dapat lirikan Celine hanya menunduk lalu membuang muka ke samping. Chiko hanya tersenyum senang, dia membayangkan akan berjalan-jalan berdua dengan Elana. Sedangkan Chila sendiri masih bingung, dia mau apa nanti di sana. Apakah akan mendekat pada Antonio atau sebaliknya Antonio yang mendekat padanya.
"Nanti bisa kok ma, tidur satu kamar. Yang laki-laki tidur sama laki-laki lagi, Yang perempuan juga sama. Kan kasurnya juga ada dua yang satu kamar itu." kata Chila.
"Ya, baiklah. Sebelum kak Chila dan bang Iko berangkat lagi, kita liburan ke vila. Antonio dan Elana juga boleh di ajak, bang." kata Arga.
"Siap pa, besok aku pulang ke rumah. Antonio sekarang sedang berkunjung ke kerabatnya di luar kota." kata Chiko.
"Eh, dia punya saudara juga di sini?" tanya Anita.
"Iya ma, aku juga baru tahu. Saudaranya itu, sepupunya menikah dengan orang Indonesia. Jadi dia datang liburan itu sekalian main ke rumah saudaranya. Sepupunya laki-laki, tapi sudah menetap di sini dan bekerja di sini juga." kata Chiko lagi.
"Ooh, begitu."
"Ya udah, besok abang kasih tahu aja dia dan juga pacarmu itu. Hari Jum'at sore kita berangkat, pulangnya Minggu sore. Biar hari Senin abang bisa istirahat dan Selasa berangkat lagi kan?" kata Anita.
"Pa, memang semua ikut?" tanga Angga.
"Iya, abang ngga ikut?"
"Ikutlah pa, enak aja aku di tinggalin."
"Kevin juga mau ikut?"
"Ikut ma, kan momen langka kita berkumpul. Aku suka kangen berkumpul semua." jawab Kevin.
"Heh, ucapanmu dek. Kayak kamu suka diam di rumah aja." kata Angga mencibir Kevin.
"Iyalah bang, aku suka naik gunung. Rasanya tuh tenang dan damai kalau udah berada di puncak." kata Kevin lagi.
__ADS_1
"Ya, Kevin kan hobinya naik gunung, asal bisa jaga diri aja dek. Kalau di gunung berbuat macam-macam ya, penunggunya bisa marah." kata Chiko menanggapi.
"Iya bang, aku ngerti kok. Yang penting hidup masing-masing aja di sana." kata Kevin lagi.
Pembicaraan mengenai liburan bersama semakin menarik dan seru karena semua mempunyai rencana masing-masing di vila nanti. Arga dan Anita senang dengan rencana itu, dia melihat satu persatu anak-anaknya yang sekarang sudah tumbuh besar dan mungkin dua tahun lagi akan ada yang berkeluarga.
Anita memperhatikan suaminya yang menatap anak-anaknya satu persatu. Dia juga merasa senang melihat keakraban anak-anaknya itu, pemandangan langka menurutnya setelah ketiga anaknya kuliah di luar kota dan sebentar lagi Angga juga akan kuliah jurusan teknik di Bandung.
Kevin sendiri sekarang lebih senang dengan hobinya naik puncak gunung, jadi sekarang tinggal kedua putrinya yang mulai tumbuh menjadi gadis remaja. Anita menggenggam tangan suaminya dan menciumnya. Arga menoleh ke arahnya lalu tersenyum.
"Ini pemandangan langka ya Ga?" kata Anita.
"Iya sayang, aku jadi rindu saat-saat seperti ini nantinya. Sekarang saja mereka sudah berbeda pikiran dan akan berkeluarga nantinya, kita akan hidup hanya berdua saja sayang." kata Arga.
"Iya, sekarang kita nikmati kebersamaan ini dengan anak-anak. Jangan pernah berubah sama aku, Ga." kata Anita menyenderkan kepalanya di pundak suaminya.
"Ngga sayang, kamu adalah teman hidupku selamanya. Sampai kita nenek kakek dan meninggal." kata Arga memeluk istrinya itu.
Semua anak-anak Arga dan Anita asyik bercengkrama, sampai waktu menunjukkan pukul sebelas malam dan akhirnya masing-masing masuk ke kamarnya untuk istirahat.
_
"Jadi mama kamu mengajakku liburan ke vila?" tanya Elana.
"Iya, semua ikut. Termasuk Antonio, dia kelihatannya sangat senang sekali." kata Chiko.
"Eh, siapa? Celine? kak Chila?" tanya Chiko.
"Ngga tahu juga, lihat aja nanti di vila siapa yang dia dekati." kata Elana.
"Ah, aku sendiri ngga sadar kalau Antonio itu suka sama saudaraku. Tidak akan aku biarkan dia mendekati kak Chila atau Celine." kata Chiko.
"Terus, bang Iko akan membuntuti dia terus?" tanya Elana.
"Iya."
"Lha, aku? Mau di diamkan aja, ngga di ajak jalan-jalan di sana nanti?"
"Ya ngga, nanti kita akan jalan-jalan berdua di sana. Rasanya aku ingin jalan-jalan sama kamu, aku kangen jalan berdua sama kamu." kata Chiko.
Kini dia sedang makan siang di pinggir jalan, Elana sangat senang sekali. Dia bisa makan di pinggir jalan bersama kekasihnya.
"Emm, bang. Kalau memang Antonio suka sama salah satu saudaramu, biarkan aja bang. Jangan menghalanginya. Kalau pun saudaramu nanti menolak, kan dia bisa pergi." kata Elana.
Dia merasa menyesal mengatakan kalau Antonio menyukai saudaranya. Dia tidak tahu kalau Chiko sangat posesif pada saudaranya. Dia melihat Chiko makan dengan lahap.
__ADS_1
Sedang asyik makan di pinggir jalan dengan Elana, ponsel Chiko berbunyi. Dia melihat Antonio meneleponnya.
"Mau apa dia?" tanya Chiko mengambil ponselnya.
"Halo?"
"Kamu di mana?"
"Aku lagi makan sama Elana, kenapa memangnya?"
"Aku udah pulang, tapi rumah kamu di kunci. Gimana aku bisa masuk?"
"Tunggu aku pulang, duduk aja dulu di teras."
"Ck, kamu kapan pulang? Kalau udah sama Elana, kamu lupa sama aku."
"Haish, iya nanti aku pulang. Tunggu aja, jangan berisik!"
"Ish, ya udah cepat pulang."
"Iya bawel!"
Klik!
Sambungan terputus, Chiko kesal sekali sama Antonio. Dia sedang asyik makan sama Elana malah terganggu. Akhirnya dia mempercepat makannya, Elana memperhatikan makan Chiko yang terburu-buru itu.
"Mau pulang bang?" tanya Elana.
"Iya, Antonio udah ada di rumah. Kunci aku bawa, jadi dia ngga bisa masuk." jawab Chiko.
"Ya udah, cepat pulang. Jum'at besok abang jemput aku kan?" tanya Elana.
"Iya sayang, kamu siap-siap aja. Kita menginap di sana selama dua hari, Minggu sore kita pulang." kata Chiko lagi.
"Iya, nanti butik aku tutup aja deh. Kasihan pegawai di sana, karena selalu ramai jadi waktu untuk istirahat kadang tersita karena pengunjung banyak yang datang." kata Elana.
"Terserah kamu, yuk kita pulang. Abang harus pulang dan juga menyiapkan buat besok juga."
"Iya."
Setelah membayar makanan, Chiko dan Elana pun pergi. Chiko mengantarkan Elana sampai butiknya lalu dia pun langsung pulang ke rumah.
_
_
__ADS_1
_
😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤