E L A N A

E L A N A
114. Curhatan Chila Pada Celine


__ADS_3

Antonio memikirkan Chila, gadia berwajah cantik itu entah kenapa selalu ada dalam pikirannya, begitu juga Chila. Sejak dia mengobrol dengan Antonio di meja makan malam itu, dia semakin sering memikirkan Antonio.


Chila ingin mencari tahu tentang Antonio dari Chiko, tapi dia urungkan. Karena dia takut nanti Chiko malah jadi curiga. Dan akhirnya dia memilih Celine untuk mencari tahu tentang Antonio.


Chila menuju kamar Celine, dia ingin bertanya pada Celine tentang Antonio. Karena pikirannya selalu pada Antonio. Saat ini Antonio berada di rumah Chiko di kota, jadi dia bisa bertanya lebih leluasa. Celine itu anaknya selalu spontan, jika ada orang yang di bicarakan. Maka akan langsung bertanya pada orangnya, makanya Chila lebih memilih bertanya ketika Antonio tidak ada.


Tok tok tok


Chila mengetuk pintu kamar Celine. Tak lama pintu terbuka dan Celine heran kenapa kakaknya itu menetuk pintu kamarnya.


"Ada apa kak?" tanya Celine.


"Kakak boleh masuk dek?" tanya Chila.


"Boleh, kenapa kakak tanya begitu? Biasanya kan lamgsung masuk dan ngga ketuk pintu." kata Celine lagi.


"Heheh, takut kamu lagi tidur dek. Jadi kakak ngga ganggu kamu kalau mengetuk pintu." kata Chila beralasan.


Chila masuk mengikuti Celine dari belakang, dia duduk di ranjang dan mendekap bantal di sana. Celine memperhatikan ada apa kakaknya itu masuk ke dalam kamarnya.


"Kak Chila mau ada keperluan sama aku?" tanya Celine.


"Emm, iya. Sebenarnya cuma penasaran aja sih." kata Chila.


"Penasaran apa? Sama siapa?"


"Antonio, apa kamu kenal baik sama dia dek?" tanya Chila tanpa canggung agar tidak di curigai oleh Celine.


"Emm, ya. Aku kenal baik sama Antonio, kan dia sahabat bang Iko. Jadi aku kenal dia, memangnya kenapa kak Chila tanya Antonio?"


"Ngga, pengen tahu aja. Kata Iko dia orangnya playboy dan suka main, maksudnya mempermainkan perempuan di sana. Benar itu dek?"


"Emm, ngga juga sih kak. Mungkin ya, setahu aku kalau di kampus itu Antonio tidak pernah sengaja mendekati gadis-gadia di sana. Tapi para gadis-gadis itu yang selalu mendekat pada Antonio, karena dia baik dan jarang sekali menolak ajakan teman perempuannya. Mungkin juga menurut bang Iko dia playboy itu karena ya, kakak tahu kan bagaimana seorang playboy. Dia suka tidur dengan gadis-gadia di sana. Tapi kalau sama aku dia tidak pernah macam-macam atau merayuku deh kak. Mungkin karena dia berwajah tampan, jadi gadis di sana itu rela dan memaksa tidur dengan Antonio." kata Celine.

__ADS_1


Chila yang mendengarkan cerita Celine tentang Antonio jadi kecewa. Dia kecewa ternyata Antonio itu playboy. Dia menarik nafas panjang, benarkah seperti itu? Tapi kenapa dia seperti tidak melihat kalau Antonio bukan seorang playboy.


"Kak Chila?" Celine membuyarkan lamunan Chila.


"Kenapa dek?" tanya Chila.


"Apa, kak Chila tertarik sama Antonio?" tanya Celine menyelidik.


"Eh, kenapa memangnya?"


"Hahah, ketahuan kan kalau kak Chila suka sama Antonio? Hahah."


"Ish, apa sih dek. Kakak hanya tanya aja, lagian apa kamu ngga tertarik sama Antonio itu? Kan dia tampan menurutmu tadi." kata Chila.


"Emm, ngga sih kak. Antonio juga menganggapku seperti adik sama dengan bang Iko, dan aku juga ngga suka produk impor. Seperti kata bang Iko, jangan cari produk impor." ucap Celine lagi.


"Memang kenapa? Kalau cinta datang pada orang produk impor, memang tidak boleh? Cinta itu tidak bisa di paksakan, dek. Kalau sudah mencintai produk impor pun tak masalah menurut kakak, pemikiran Iko aja itu yang salah." kata Chila.


"Iya, itu tidak salah. Tapi aku aja kak yang ngga suka produk impor, aku mau cari pacar produk lokal aja. Nanti kalau lulus kuliah, setelah lulus dari sana aku mau kuliah lagi jurusan ekonomi." kata Celine lagi.


"Iya, tapi kalau cinta datangnya untuk produk impor tidak masalah. Seperti kak Chila, kakak suka sama Antonio kan?" tanya Celine.


"Kok nebaknya kakak sih? Itu kan misal contoh aja dek, kenapa kakak yang jadi contohnya." kata Chila.


"Karena kakak ngga biasa menanyakan seorang laki-laki padaku. Biasanya kakak tuh tanya tentang kuliahku, atau keadaanku di sana. Nah, ini aneh bagi aku kak. Udah deh, kak Chila ngaku aja."


"Ngaku apa?"


"Ngaku kalau kakak itu suka sama Antonio."


"Kalau suka, memangnya kenapa?"


"Ya ngga apa-apa, biasa aja kali kak. Jangan ngotot, hahah. Ketahuan kan kalau memang kak Chila suka sama Antonio. Hahaha."

__ADS_1


Wajah Chila merah padam karena ledekan adiknya itu. Memang ini di luar kebiasaannya, menanyakan Antonio pada adiknya Celine yang ceriwis itu. Tentu saja akan ketahuan karena dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya pada Celine.


"Terus, kalau memang kakak suka. Apa kamu keberatan?" tanya Chila akhirnya.


"Ngga sih kak, cuma kakak harus melalui bang Iko dulu. Dia itu posesif, sama aku aja dia ngga boleh aku pacaran atau dekat dengan laki-laki di sana." kata Celine.


"Emm, kakak hanya mau tanya tentang Antonio aja sama kamu dek. Kalau memang benar kakak menyukai Antonio, kakak juga akan bicara dengan Iko. Kakak ini lagi bingung aja, makanya kakak tanya sama kamu tentang Antonio. Agar kakak tidak salah jika menyukai dia." kata Chila.


"Ya itu benar kak. Tapi menurutku sih, Antonio itu baik deh kak. Dia bisa memberikan nasehat baik-baik pada bang Iko masalah Elana itu, berarti dia itu pada dasarnya baik. Jadi teruskan aja kak suka sama Antonionya, hahaha!"


"Ish, kamu itu. Udah deh, kakak masuk kamar aja. Udah ngantuk juga. Kamu juga udah ngantuk kan?" katq Chila.


"Ngantuk apa mau ngelamunin Antonio?" ledek Celine.


"Ngga dek, tapi kalau kepikiran mungki juga, heheh." kata Chila.


"Hahahah! Kak Chila ada-ada aja deh."


Chila lalu keluar dari kamar Celine, dia masuk ke kamarnya. Rasanya dia tahu bagaimana sesungguhnya Amtonio itu. Dia sebenarnya baik menurut Celine, terbukti dengan tidak pernah merayu atau pun selalu menjaga Celine selama Chiko pulang ke Indonesia.


"Apa benar aku suka sama Antonio?" gumam Chila.


Dia sudah berada di pembaringannya dan matanya juga tidak bisa terpejam meski di paksa. Dan akhirnya dia menatap langit-langit kamar sambil mengingat Antonio makan di dapur dengannya malam-malam itu. Dia tersenyum, ketika Antonio pernah dia lihat menatapnya lain. Seperti ada rasa suka Antonio menatapnya.


"Apa aku terlalu percaya diri ya waktu itu, aku memergoki Antonio menatapku, lalu tersenyum padaku. Apa dia memang playboy?"


Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan sendiri oleh Chila dan di jawab sendiri olehnya. Hingga malam semakin larut, Chila akhirnya menguap dan matanya pun terpejam. Chila akhirnya tertidur nyenyak.


_


_


_

__ADS_1


😊😊😊😊😊😊😊😊❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2