
Semua makan malam dengan tenang, tidak ada obrolan karena memang mereka ingin mengisi perut dan langsung tidur ke tempat masing-masing. Membereskan kamar bisa menjeda waktu setelah makan malam, jadi tidak langsung tidur. Besok pagi mereka akan bersiap untuk acara liburan ke pantai, meski jauh tempatnya dari vila.
"Aku masuk dulu ma, udah ngantuk." kata Chila.
"Aku juga ma." kata Celine.
Di susul si kecil Karin dan juga Cheril. Lalu semua izin masuk kamar masing-masing. Hanya Angga saja yang masih di ruang tengah menonton tv.
"Kamu ngga masuk kamar, Ngga?" tanya Arga.
"Di mana kamarnya pa?" tanya Anga merubah chanel tv.
"Kan satu kamar dengan bang Iko juga temannya itu lalu Kevin." jawab Arga.
"Ngga ah, kasurnya juga dua. Satunya kecil, mana cukup. Angga tidur di sofa ini aja, ngga apa-apa kok pa." jawab Angga.
"Ya udah, terserah kamu. Itu pintu depan jangan lupa di kunci ya." kata Arga lagi.
"Iya pa, aku juga belum ngantuk kok." ucap Angga.
Arga lalu naik tangga dan langsung masuk ke kamarnya, dia juga merasa lelah sekali hari ini. Jadi dia ingij segera tidur. Sementara Chila sudah berada di peraduannya, mencoba memejamkan matanya. Namun, tidak bisa. Tadi di meja makan setelah makan malam dia selalu menguap, tapi sekarang di kamar dan siap tidur malah tidak bisa tidur.
Chila merubah posisinya jadi wajahnya menghadap ke atas, menatap langit-langit kamar berwarna putih. Entah apa yang dia pikirkan, apakah pertanyaan Antonio padanya tentang dia sudah punya pacar?
"Ya Tuhan, kenapa aku begini?" gumam Chila.
Dia mencoba memejamkan matanya kembali, meski susah dia berusaha untuk tidur. Karena besok sudah pasti pagi-pagi akan sibuk menyiapkan sarapan pagi. Dan di teruskan untuk memasak bekal secukupnya jalan-jalan di pantau. Karena dia anak sulung, jadi mau tidak mau Chila yang membantu Anita.
Chila pun akhirnya bisa tidur, dan justru Elana yang tidak bisa tidur. Dia masih menatap langit-langit kamar, dia tahu tadi Chila juga tidak bisa tidur dan menatap ke depan. Tapi tidak ada obrolan karena dia takut mengganggu tidur Celine.
"Bang Iko apa sudah tidur ya?" gumam Elana pelan.
Elana lalu mengambil ponselnya, dia mencoba mengirim pesan pada Chiko. Menanyakan apakah pacarnya itu sudah tidur atau belum. Lama Elana menunggu balasan dari Chiko, namun sudah lima menit tidak di jawab juga.
"Mungkin bang Iko udah tidur." kata Elana lagi.
Lalu dia meletakkan ponselnya lagi dan dia juga berusaha memejamkan matanya agar bisa cepat tidur.
_
Pagi hari, semua anak perempuan sudah sibuk menyiapkan dan membantu Anita di dapur, seperti punya hajatan. Mereka berempat sedang memasak dengan tugas masing-masing.
"Kak,siapkan piring di meja." kata Anita pada Chila.
"Iya ma." jawab Chila.
__ADS_1
Dia memgambil piring-piring di bantu Elana untuk di rapikan di meja makan. Setelah semua sudah siap, mereka lalu memanggil saudara-saudaranya dan juga Antonio serta papanya Arga yang masih di kamarnya.
"Pa, sarapan dulu." kata Chila.
"Iya kak, sebentar lagi." jawab Arga yang sedang memeriksa kasus kemarin belum dia selesaikan laporannya.
Chila menuju kamar Chiko, dia mengetuk pintu beberapa kali.
Tok tok tok
"Dek, bangun. Sarapan dulu." jata Chila di balik pintu.
Di dalam kamar, Antonio bergegas bangun setelah mendengar suara Chila memanggil Chiko. Dia masuk kamar mandi dan cuci muka agar tidak terlihat kusut di depan Chila. Tak lama, Antonio pun menuju pintu untuk membukanya dan melihat Chila. Memang itu tujuannya sebelum Chiko bangun lebih dulu.
Tok tok tok
"Dek, bang ..."
"Hai Chila."
Pintu terbuka, tampak senyum Antonio mengembang. Chila tertegun, dia menatap Antonio lalu menunduk. Menghela nafas panjang dan senyumnya tersungging.
"Kamu sudah bangun?" tanya Chila.
"Emm, kamu juga sih. Heheh, kalian cepat ke bawah untuk sarapan." kata Chila dengan tawa kecilnya, membuat Antonio bergetar hatinya karena pagi-pagi mendapatkan Chila tertawa.
"Kamu cantik kalau tertawa seperti itu." kata Antonio memuji dengan tulus.
"Heh, pagi-pagi menggombal. Cepat bangunkan adikku, dan segera kalian turun ke bawah untuk sarapan." kata Chila.
Dia sangat malu, mungkin wajahnya sudah berubah merah karena di bilang cantik oleh Antonio. Dia lalu pergi meninggalkan Antonio yang berdiri di depan pintu sambil menatap kepergiannya, dia kecewa Chila pergi begitu saja.
"Yaah, cuma sebentar aja bicara dengannya." gumam Antonio.
Dia lalu masuk lagi ke dalam kamar dan segera membangunkan Chiko untuk sarapan pagi di bawah. Lama Antonio membangunkan Chiko, memang lama membangunkan Chiko. Namun, kemudian akhirnya Chiko bangun juga. Segera masuk kamar mandi dan langsung turun ke bawah setelah mencuci muka.
_
Sampai di pantai, semua nampak senang. Mereka berpencar setelah mengganti pakaian masing-masing untuk berenang di pantai yang airnya kebetulan sedang bagus dan ombaknya tenang.
Celine dan Elana mencari kerang, Cheril dan Karin mereka berenang ke tengah pantai. Sedangkan Kevin, Angga dan Chiko bermain surfing. Di susul Antonio juga ikut surfing, tapi sayangnya ombak tidak terlalu besar. Jadi mereka hanya berenang ke tengah dan melakukan snorkling saja di bawah laut dangkal.
"Kak, kok ngga ikutan turun ke pantai?" tanya Anita pada Chila.
"Males ma, males ganti bajunya lagi." kata Chila.
__ADS_1
"Kan bisa cari kerang atau bintang laut tuh sama Celine dan Elana." ucap Anita.
"Iya nanti aja ma, mungkin nanti aku jalan-jalan aja di bawah pohon kelapa itu aha. Adem kelihatannya." kata Chila lagi.
"Hemm, cari inspirasi apa kak kesana?" tanya Anita lagi.
"Cari ketenangan ma, biar pikiran jernih. Kan tujuannya juga buat menyegarkan pikiran liburan kita ini." ucap Chila beralasan.
"Ooh, benar juga sih. Ya udah, jangan jauh-jauh."
"Sayang, Chila udah besar. Ngga perlu di ingatkan lagi kemana dia pergi. Kalau sudah bosan dia juga bisa pulang lagi." kata Arga.
Chila tertawa kecil dengan ucapan Arga, memang benar dia bukan anak kecil lagi. Di ingatkan jangan jauh-jauh mainnya. Kemudian Chila pun ke sisi pantai yang banyak beberapa pohon kelapa. Di sana dia juga mencari ketenangan, hingga tak terlihat lagi di mana tempat romobongan keluarganya itu berada.
"Kamu sendirian?" tanya Antonio yang tiba-tiba saja ada di depan Chila.
"Ish, kamu kenapa tiba-tiba ada di sini? Seperti jelangkung saja, datang tak di undang." kata Chila.
"Apa itu jelangkung?"
"Hantu."
"Oh, aku seperti hantu yang selalu menghantuimu?" kembali Antonio menggombali Chila.
"Hahaha, iya benar. Kamu seperti hantu yang menghantuiku setiap waktu." kata Chila ikut bercanda.
"Hemm, kamu manis dan cantik kalau tertawa." kata Antonio.
"Kamu suka sekali merayuku. Apa itu benar-benar pujian atau sekedar gombalanmu saja?"
"Itu pujian, sungguh. Kamu cantik jika tertawa seperti tadi." kata Antonio lagi.
"Terima kasih."
"Ayo kita jalan-jalan sepanjang pantai ini." ajak Antonio.
Dia ingin jalan berdua dengan Chila, tidak ada yang mengganggunya lagi seperti di rumah Chila sebelum berangkat liburan.
_
_
_
😊😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1