E L A N A

E L A N A
118. Mengungkap Perasaan


__ADS_3

Chila dan Antonio berjalan sambil bercerita tentang masing-masing dirinya. Antonio masih penasaran dengan Chila, apakah dia sudah punya pacar atau belum. Mereka lalu duduk di sebuah bangku kayu yang sudah usang, duduk sambil menghadap pantai yang ombaknya lebih tenang.


"Chila, aku selalu penasaran sama kamu sejak berkenalan denganmu." kata Antonio, dia menatap Chila dari samping.


Jika biasanya dia agresif pada gadis yang mengajaknya bicara, tapi pada Chila entah kenapa dia merasa ragu dan selalu menahan untuk melakukan apa pun.


"Penasaran kenapa?" tanya Chila melirik Antonio.


"Aku melihat kamu berjiwa keibuan, sangat menyayangi semua saudaramu yang banyak itu. Bahkan pada adik kembarmu juga, apa kamu merasa itu tidak mengekang dirimu menjadi kakak tertua harus selalu mengayomi adik-adikmu?"


Pertanyaan Antonio malah berbeda dari yang di pikirkannya sejak tadi. Tapi dia ingin tahu jawaban Chila, karena semakin jawaban yang baik dari Chila. Antonio semakin kagum padanya. Chila tersenyum, dia menoleh dan berani menatap Antonio dari jarak dekat. Hanya berjarak dua jengkal tangan saja, namun kemudian dia menatap lurus lagi.


"Aku senang mengasuh adik-adikku, semuanya menyenangkan mempunyai saudara banyak. Satu sama lain saling menyayangi dan melindungi. Kami selalu di beritahu oleh mama dan papa kami untuk saling menyayangi. Kamu tahu kan Chiko begitu posesif pada adiknya Celine?" kata Chila.


Antonio membenarkan apa yang di katakan Chila, Chiko begitu menjaga Celine ketika dia di Rusia dulu. Bahkan jika ada teman laki-laki Celine yang mendekat pun, Chiko yang menghalanginya. Bisa jadi jika dia mendekat pada Chila, sudah di pastikan tantangannya adalah adiknya. Chiko. Dan jika Antonio benar-benar menyukai Chila, maka dia harus memberitahu Chiko dan meminta persetujuannya.


"Emm, apa kamu sudah punya pacar Chila?"


Kali ini Antonio memberanikan diri bertanya yang sejak tadi ada di pikirannya. Chila kembali menoleh ke arah, dia diam saja. Lalu menghela nafas panjang.


"Aku tidak punya pacar, semua temanku di kampus bahkan aku orang aneh tidak punya pacar sendiri. Tapi aku tidak peduli, belum ada yang cocok di hatiku." jawab Chila.


Antonio semakin berani bertanya lebih jauh, dia melihat angin menerpa rambut Chila menutupi kelopak matanya. Reflek tangan Antonio merapikan rambut Chila yang tadi menutupi matanya. Chila tersenyum malu lalu dia membuang mukanya ke samping, malu.


"Maaf, aku terganggu dengan rambutmu menutup matamu." kata Antonio.


"Iya, terima kasih."


"Emm, menurutmu apa aku bisa mendapatkan seorang pacar?" tanya Antonio.


"Kata Chiko, kamu seorang playboy. Jadi mungkin kamu mudah mendapatkan seorang gadis untuk di jadikan pacar, kamu itu tampan dan bisa menaklukkan semua gadis dengan titel playboymu. Hahah." kata Chila membuat Antonio pun tertawa kecil.


"Hahah, tapi aku ingin seperti adikmu. Mencintai seorang gadis dengan sepenuh hati dan ingin memiliknya selamanya." kata Antonio.


"Berapa orang?"


"Eh, apanya?"


"Gadis yang kamu inginkan?"


"Tentu saja satu, apa kamu percaya kalau sebenarnya aku hanya mencintai satu gadis?" tanya Antonio.


"Aku tidak tahu, tapi itu pertanyaan keluar dari hati kamu. Bisa saja itu kamu lakukan." kata Chila.

__ADS_1


"Chila, aku menyukaimu." kata Antonio.


"Eh? Apa?"


"Aku menyukaimu, apa kamu percaya kalau aku menyukaimu?" tanya Antonio ingin tahu jawaban Chila.


"Hahaha, apa yang kamu suka dariku? Aku bahkan tahu kalau kamu itu playboy. Dan aku rasa, perasaan sukamu itu hanya sebagai ketertarikan saja, bukan rasa suka." kata Chila mengelak apa yang di katakan Antonio.


"Emm, mungkin ini membuatmu tidak percaya. Tapi aku tidak masalah kamu tidak percaya, yang jelas aku benar menyukaimu." kata Antonio.


Chila kembali diam, dia menatap lurus ke depan. Hatinya gembira sebenarnya, namun dia berusaha menahannya yang bergejolak di dada dengan ucapan Antonio itu.


"Antonio, aku berterima kasih kamu menyukaiku sebagai teman sekarang." kata Chila.


"Bukan, bukan sebagai teman baru berkenalan. Tapi aku menyukaiku sebagai gadis yang cantik dan pendiam sepertimu. "kata Antonio.


Kali ini Chila diam, dia tidak tahu harus berkata apa. Yang ada dalam hatinya adalah gembira, ternyata Antonio menyukainya. Namun, dia belum yakin dengan ungkapan perasaan Antonio itu.


Chila bangkit dari duduknya, melangkah maju ke depan. Menatap riuh gelombang ombak yang tenang namun bisa memecah kesunyian. Antonio pun mengikuti apa yang Chila lakukan, menatap ombak dan melempar batu kecil ke dalamnya.


"Apakah kamu percaya dengan datangnya cinta yang sesaat dan perginya juga cepat?" tanya Chila.


"Tidak, aku tidak tahu itu." jawab Antonio.


Dia merasa tidak harus berbesar hati di sukai oleh Antonio. Mungkin jika Antonio pergi lagi, dia juga akan lupa dengan perasaannya sendiri padanya. Chila menghela nafas panjang, berat sekali hatinya jika memang benar nanti Antonio benar-benar melupakannya nanti setelah sampai di Rusia.


"Aku rasa tidak, aku memang menyukaimu. Tapi, aku tahu kamu ragu padaku karena mungkin kamu mendengar tentangku dari adikmu yang berbeda. Aku mungkin seorang playboy dan hanya main-main saja dengan para gadis. Itu kan yang kamu dengar dari Chiko?" tanya Antonio.


Chila diam saja, memang seperti itu yang di katakan Chiko padanya tentang Antonio. Dia menatap Antonio lekat, apakah memang dia seperti itu? Karena seorang playboy akan dengan mudah mengatakan suka dengan mata yang berbeda. Dan Chila melihat itu di mata Antonio lain.


"Kamu sedang menelitiku?" tanya Antonio.


Chila membuang wajahnya ke samping. Merasa malu karena telah ketahuan memperhatikan Antonio. Dia lalu tersenyum dan menunduk.


"Chila ..."


Chila mendongak dan kembali menatap Antonio, ada tatapan berbeda di mata Antonio. Tatapan cinta yang dia rasakan, dan keduanya pun saling menatap. Ada keinginan di hati Chila untuk menghindar, namun entah kenapa wajahnya kaku dan dia terus menatap Antonio. Antonio pun menatap Chila dengan perasaan yang penuh harap dan sendu, dia benar-benar merasakan cinta lain dalam hatinya.


Sejenak keduanya saling pandang, tanpa sadar wajah mereka saling maju dan mendekat. Kedua mata mereka saling terpaut pada bibir masing-masing. Semakin dekat dan akhirnya dua bibir saling bertemu dan diam. Antonio mengecup lembut bibir Chila, dan Chila memejamkan matanya pelan. Merasakan cinta Antonio masuk ke dalam hatinya.


Antonio mengecup bibir Chila lama, dan keduanya pun sadar lalu tiba-tiba saling menatap dan wajah mereka saling menjauh kesamping. Rasa malu dan wajah merah padam yang Chila rasakan, dia merutuki perbuatannya tadi. Namun hatinya juga semakin bergemuruh.


"Chila, aku mencintaimu." kata Antonio pada akhirnya.

__ADS_1


Entah kenapa dia merasa Chila adalah cinta yang selama ini dia cari. Chila yang membuatnya ingin memperjuangkan cinta nantinya. Dia ingin mencintai Chila dan memilikinya.


Chila menoleh lagi ke arah Antonio yang masih menatapnya lembut penuh cinta, dia benar-benar menangkap cinta di mata Antonio untuknya.


"Antonio, aku ..."


"Aku tahu kamu ragu padaku, aku orang asing, aku mungkin kamu kira playboy dan juga sebentar lagi aku akan pergi darimu. Tapi sungguh, aku mencintaimu Chila. Bukankah seorang playboy juga butuh cinta sejati?" tanya Antonio lagi.


"Aku tidak tahu Anto ...."


Kali ini Antonio yang menarik tengkuk Chila dan menciumnya lagi dengan lembut dan penuh cinta serta rasa sayang pada Chila. Dia mencium bibir Chila, mengulumnya dan mencoba apakah Chila membalas ciumannya itu. Dan tak lama Chila pun membalas ciumannya dengan lembut pula. Dan akhirnya Antonio pun lega, dia melepas pagutan bibirnya dan tersenyum senang.


Dia mengelap bibir Chila dengan tangannya lalu mengecup kening Chila. Dia tarik tubuh Chila lebih dekat dan memeluknya dari samping.


"Aku tahu kamu juga mencintaiku Chila, aku tahu." kata Antonio dengan senyum mengembang.


Sedangkan Chila memejamkan matanya, lalu tangannya memegang pinggang Antonio. Rasanya dia ingin kebahagiaan ini terus ada, merasakan cinta pada Antonio. Namun tiba-tiba hatinya pun sendu, dia melepas pelukan Antonio.


"Aku masih ragu, apakah adikku Chiko itu akan menerimamu atau keluargaku juga akan menerimamu juga Antonio." kata Chila lirih.


"Aku akan berjuang, aku akan berjuang mendapatkanmu Chila. Tapi aku mohon bersabarlah, lusa aku akan kembali lagi. Enam bulan menyelesaikan kuliahku dan aku akan datang lagi untukmu." kata Antonio.


Chila diam, dia tetap masih ragu. Karena tahapannya juga bukan hanya Chiko, namun papanya. Sama dengan Chiko dulu, dia menghadapi mama dan papanya.


"Chila, percayalah padaku. Aku akan berjuang sepenuhnya, bila perlu aku akan membawamu ke Rusia jika mereka tidak merestuiku." kata Antonio lagi meyakinkan Chila.


"Tidak, aku tidak mau tidak mendapat restu dari kedua orang tuaku." kata Chila tegas.


"Makanya kamu harus percaya padaku. Aku akan memperjuangkanmu, dan aku tahu pertama yang harus aku lalui itu adalah adikmu kan?" tanya Antonio.


"Iya, dia yang paling posesif padaku. Dan aku tahu alasannya kenapa." kata Chila dengan senyumnya.


"Dan aku akan mendapatkan restu dari adikmu. Percayalah." kata Antonio.


Kini keduanya pun kembali berpelukan, merasakan cinta yang kini keduanya ungkapkan dengan penuh kebahagiaan.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2