
Sesuai apa yang di sudah di bicarakan tadi malam, kini Chiko berada di ruang bagian administrasi untuk kemahasiswaan yang akan di tugaskan magang di firma hukum. Chiko mengurus akan mengurus kepindahan magang ke Indonesia.
Antonio heran kenapa Chiko sangat sibuk hari ini. Biasanya dia akan di kelas terus dan melamun. Akhirnya dia pun bertanya pada Chiko.
"Kamu sibuk banget, Chiko?" tanya Antonio.
"Aku ingin mengurus kepindahan magangku di negaraku saja." jawab Chiko.
"Mau pindah magang? Di negaramu?"
"Iya."
"Tapi kenapa? Bukankah dulu kamu menginginkan magang di Moscow?"
"Ini karena Elana, aku ingin mencari dia di sana. Dia di pulangkan oleh papanya ke Indonesia." jawab Chiko lagi.
"Hei, aku heran sama kamu. Hanya karena seorang gadis kamu sampai rela mengorbankan sesuatu yang sejak lama kamu impikan. Ck ck ck, ajaib memang cinta dan wanita." kata Antonio meledek.
"Kamu belum tahu pahitnya kehidupan Elana, seperti katamu dulu, dia butuh pertolongan. Bukankah kamu mendukungku tentang Elana?" tanya Chiko sedikit kesal.
"Hahah, maaf aku lupa tentang itu. Tapi percayalah memang dia harus kamu tolong bukan sekedar menolongnya. Aku melihat ketulusan di matamu tentang gadis itu."
"Makanya aku ingin pindah magang di negaraku saja, di sana papaku juga punya kantor firma hukum. Jadi aku bisa magang di sana." kata Chiko.
"Hem, ya syukurlah. Lalu bagaimana dengan adikmu Celine?"
"Jika permintaanku di kampus di setujui, aku ingin titip Celine sama kamu. Jaga dia untukku Antonio." kata Chiko.
"Tentu, Celine seperti adikku juga. Kalau boleh ku jadikan pacar." kata Antonio bercanda.
"Mimpi aja sekalian." ujar Chiko.
"Hahah, kamu pelit banget sih sama sahabat sendiri." kata Antonio.
Chiko pun di panggil oleh bagian administrasi kepengurusan magang. Dia pun memberitaju dan mengajukan surat pemindahan magang di Indonesia.
Lama dia mengurus itu, di tanyakan banyak sekali pertanyaan. Apakah firma hukumnya kredibel atau legal, karena di kampus Chiko dia salah satu mahasiswa dari luar yang di tugaskan di firma hukum terbesar di Moscow.
__ADS_1
Tapi nyatanya Chiko ingin pindah ke Indonesia, jadi berbagai pertanyaan dan meminta surat izin pun di lakukan. Chiko pun menghubungi Arga di Indonesia untuk meminta persetujuan dan surat izin dari kantor Arga dan di kirim melalui email.
Satu hari Chiko di kampus untuk mengurus segala kepindahan magang. Celine pulang lebih dulu di antar oleh Antonio.
Sedangkan Chiko sampai sore masih di kampus. Dia tidak akan pulang dan terus mengurus surat itu.
"Elana, tunggu abang di sana ya. Aku harap kamu tidak marah sama aku karena lama tidak juga mencarimu. Aku takut kamu lupa sama aku, Elana." gumam Chiko di sela lamunanya.
"Chiko Prasetya."
"Ya."
_
Angela adalah adik dari Dimitri dan Ana, dia tinggal di kota kecil di Moscow. Agak jauh dari rumah Ana, kakaknya.
Dia berusia satu tahun lebih tua dari Elana. Dia sebenarnya tinggal dengan pamannya. Karena kedua orang tua Angela sudah meninggal.
Jika Ana dan Evan berlibur pasti datang ke rumah pamannya. Ana sangat sayang pada pamannya itu, perusahaan ayahnya juga yang mengurus adalah pamannya. Sedangkan Evan bekerja sebagai direktur keuangan di perusahaan itu.
Angela, sewaktu Evan menikahi Ana masih usia delapan tahun. Dan kini sejak dia dewasa merasa tertarik dan suka sama kakak iparnya itu sejak tiga tahun lalu sebelum Elana datang ke rumah Ana.
Namun begitu, Evan merasa Angela suka padanya ketika malam di mana dia sedang bekerja di ruang kerjanya. Memberinya kopi untuk teman lemburnya.
"Kak Evan lembur?" tanya Angela duduk di hadapan Evan dengan memakai baju tidur tipis.
Evan kaget, kenapa Angela seperti itu? Tapi dia diam saja, mengerjakan pekerjaannya yang tertunda tadi siang di kantor.
Evan tidak mempedulikan Angela yang seperti sengaja memperlihatkan bagian tubuh sensitifnya. Dia tetap fokus pada pekerjaannya, dia hanya tidak ingin menghianati istrinya Ana.
"Angela, ini sudah malam. Apa kamu tidak tidur?" tanya Evan ketika dia agak risih dengan Angela yang terus saja memperlihatkan bagian tubuhnya itu.
"Belum mengantuk kak, sebentar lagi. Rasanya panas di kamar." jawab Angela.
Evan pun segera menyelesaikan tugasnya, dia benar-benar merasa terganggu oleh sikap Angela itu.
Dan tiba-tiba Angela bangkit dari duduknya lalu memegang pundaknya dari samping. Evan kaget dia semakin diam kaku, kenapa Angela seperti itu padanya.
__ADS_1
"Kak Evan cinta banget ya sama kak Ana?" tanya Angela.
"Dia istriku, jadi aku sangat mencintai kakakmu." jawab Evan.
"Kalau bukan istrinya, berarti kak Evan tidak mencintainya kan?" tanya Angela lagi.
"Kamu bicara apa Angela, tentu saja aku mencintai Ana. Meski pum dulu sebelum jadi istriku." kata Evan lagi.
"Tapi kakak sepertinya tidak peduli pada kak Ana."
"Apa yang kamu bicarakan Angela? Jangan bicara omong kosong!" kata Evan kesal pada Angela.
"Kakak tahu, aku mengagumi kak Evan sejak lama." kata Angela.
Dan benar saja dugaan Evan, ternyata Angela punya perasaan padanya. Tapi dia tidak peduli, dia punya Ana dan Diego. Sudah cukup cintanya untuk keduanya. Dia tidak akan lagi berselingkuh, apa lagi dengan adik istrinya.
Angela semakin berani, dia membelai leher Evan, Evan pun terkejut dan berteriak pada Angela.
"Angela! Apa-apaan kamu!" teriak Evan pada adik iparnya itu.
"Kak Evan jangan munafik. Kakak juga jarang di sentuh oleh kak Ana kan? Kak Ana itu bodoh, kakak yang baik dan juga tampan dia menyia-nyiakan kak Evan." kata Angela dengan berapi-api.
"Tutup mulutmu Angela, jangan bicara seperti itu!" kata Evan.
Dia semakin marah pada adik iparnya, sedangkan Angela menatap tajam pada Evan. Dan tak lama Angela pun melangkah pergi keluar dari ruang kerja Evan.
Evan menarik nafas kasar, dia lega. Ternyata Angela pergi juga dari hadapannya.
"Syukurlah, dia memang harus di beri peringatan. Sejak kapan dia berani seperti itu? Apa memang dia menyukaiku?" gumam Evan.
Kembali dia duduk di kursinya dan meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda karena Angela.
_
_
_
__ADS_1
😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤