E L A N A

E L A N A
119. Mencurigai Chila


__ADS_3

Kini Antonio dan Chila menjadi sepasang keksaih, namun belum di ketahui oleh Chiko maupun kedua orang tuanya. Chila sendiri yang meminta untuk menyembunyikan status mereka. Dia ingin merasakan kebahagiaan ini tanpa harus berdebat dengan adiknya nanti.


"Kenapa di sembunyikan? Bukankah lebih baik kita umumkan, kalau kita sepasang kekasih sekarang?" tanya Antonio.


"Aku tidak mau merusak kebahagiaanku secepatnya, Antonio." jawab Chila.


Antonio tersenyum, dia juga tidak mau kebahagiaannya saat ini harus rusak begitu saja. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada Chila. Dan mereka masih di tepi pantai berdua, menikmati kebersamaan yang baru saja mereka jalani sebagai sepasang kekasih.


Jalan cinta mereka masih panjang, seperti adiknya. Mencintai Elana dan dia bisa mengatasinya dengan semua dukungan darinya juga mamanya. Dia yakin mamanya juga akan mendukungnya, meski nanti juga akan sama nasibnya dengan Chiko.


Sementara itu di pantai sebelah lain, semua berkumpul untuk makan bersama. Hanya Chila dan Antonio yang tidak ada di sana, belum ada yang menyadari kalau Chila dan Antonio tidak ada. Hingga Angga menatap satu persatu semau saudaranya, dan yang tidak ada di sana itu kakak sulungnya.


"Lho, kak Chila kemana ma?" tanya Angga.


Semua menatap Angga dan saling pandang. Benar, tidak ada Chila di tengah-tengah mereka. Lalu keributan pun terjadi, Anita yang tahu kemana anak sulungnya itu pergi hanya diam dengan tenang. Namun dia menyuruh Angga untuk mencarinya.


"Ngga, coba kamu cari ke arah barat. Tadi sih mama lihat dia ke arah sana. Katanya biar pikiran segar, jadi dia jalan-jalan sendirian ke arah sana." kata Anita.


Celine menyadari kalau kakaknya dan Antonio tidak ada, bisa jadi mereka sedang bersama. Begitu pun Chiko, dia curiga kedua orang itu pasti sedang berdua.


"Biar aku aja ma yang cari." kata Chiko dengan cepat.


Dia ingin tahu, apakah benar dugaannya itu benar Antonio bersama dengan kakaknya. Celine lalu mencegah Chiko untuk tidak mencari kakaknya, dia yang akan mencari kakaknya itu.


"Aku aja bang, aku tahu di mana kak Chila berada. Tadi aku lihat kak Chila duduk di bangku di ujung sana." kata Celine langsung berdiri sebelum Chiko segera mencari kakaknya.


Bisa gawat kalau ketahuan Chila dan Antonio sedang berdua. Dia ingin menolong kakaknya itu dari kemarahan Chiko pada Antonio. Anita dan Arga jadi heran, kenapa Celine dan Chiko begitu ingin mencari Chila. Tapi mereka pikir karena rasa sayangnya pada kakaknya.


Chiko ingin mencegah, namun Elana menarik tangannya dengan cepat agar membiarkan Celine saja yang mencarinya. Chiko menatap datar Elana, dan Elana pun menganggukkan kepalanya agar Chiko tenang saja. Akhirnya Chiko pun mengalah, dia duduk kembali. Tapi pikirannya cemas memikirkan Chila dan Antonio.


_


Celine terus berjalan, agak jauh memang tempat bangku itu. Namun, kini Celine melihat Chila dan Antonio duduk berdua saling berpelukan. Celine berhenti menatap keduanya dari jauh, dia menyadari kalau keduanya kemungkinan sudah menyatakan cinta. Tapi, apakah secepat itu kakaknya jatuh cinta pada Antonio?

__ADS_1


Celine kembali berjalan mendekat sambil memanggil kakaknya dari jauh.


"Kak Chilaaa!" teriak Celine.


Membuat Chila dan Antonio kaget dan mereka melepaskan pelukannya. Chila menoleh ke arah Celine, dia takut ketahuan telah berdua dengan Antonio. Tapi ketakutannya tidak seperti dia melihat Chiko yang memergokinya dengan Antonio. Chila berdiri dan menghampiri Celine yang mengarah padanya.


"Dek, kamu mencariku?" tanya Chila.


"Kakak sedang apa? Apa kakak dan Antonio ..." ucapan Celine terputus dengan mendekatnya Antonio dan memeluk Chila.


"Kami sudah jadian Celine, apa kamu akan menentang kami?" tanya Antonio khawatir juga Celina akan menentangnya juga.


Chila dan Celine tersenyum, lalu tertawa kecil.


"Hahah, jangan khawatir Antonio. Aku tidak marah sama kamu, dan aku mendukung kakakku yang cantik dan baik hati ini jadi pacarmu. Dia juga sepertinya mencintaimu. Aneh ya, kalian baru bertemu tapi sudah saling mencintai." kata Celine dengan senyum mengembang.


"Ya, takdir memang aneh dek. Kakak juga ngga tahu akan secepat ini mencintai laki-laki seperti dia." kata Chila.


"Bagaimana dengan Iko dek? Dia marah?"


"Tentu, sebaiknya kakak segera pergi dan ikut denganku. Kalau bisa Antonio nanti saja datangnya. Tunggu setengah jam di sini, agar bang Iko tidak curiga." kata Celine.


Chila menatap Antonio lalu dia bicara apa yang di katakan Celine. Lalu Chila dan Celine pergi meninggalkan Antonio di sana sendirian, Sedangkan Antonio merasa bersalah. Dan seolah dia seperti laki-laki pengecut yang menyembunyikan dan takut pada sahabatnya untuk mengatakan padanya, kalau dia mencintai kakaknya.


Sungguh, Antonio ingin mendapatkan Chila tanpa harus bertengkar dan berdebat dengan Chiko. Tapi Chiko sepertinya tidak bisa di ajak kompromi. Dia jadi serba salah, dan lagi pula dia akan berangkat lagi ke Rusia. Tapi dia berjanji akan kembali menemui Chila kekasih hatinya sekarang.


_


Kini mereka sudah bersiap untuk pulang ke rumah lagi. Waktu liburan dua hari sudah habis, ada rasa bahagia di hati Chila dengan liburan kali ini. Dia mendapatkan cinta Antonio yang singkat datangnya, namun dia berharap cintanya terus ada di hatinya dan hati Antonio. Tidak sesingkat datangnya cinta mereka.


"Semuanya tidak ada yang ketinggalan?" tanya Anita pada anak-anaknya.


"Ngga ma, paling kenangan aja yang ketinggalan." kata Celine membuat semua mencibir dengan ucapan Celile lalu tertawa lepas.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita berangkat. Sebelum nanti sampai rumah kemalaman. Cukup untuk istirahat besok dan kalian pasti akan kembali dengan aktifitas masing-masing." kata Anita lagi.


"Oke ma, lets go." kata Kevin.


Mereka pun menyebar ke mobil di mana mereka awalnya naik mobil dengan siapa. Kebetulan Chila, Antonio, Elana dan Chiko satu mobil. Tapi kedua sepasang sejoli itu saling diam, seolah tidak ada apa-apa. Chiko semakin curiga dengan sahabatnya, kenapa mereka berdua diam.


"Kak, kenapa diam saja?" tanya Chiko pada Chila.


"Kenapa memangnya? Apa ada yang aneh sama kakak?" tanya Chila.


"Ya, kakak aneh sejak kemarin."


"Aneh kenapa? Aku seneng kamu curiga, aku diam aja kamu juga masih curiga. Terus, kakak harus menangis gitu?" tanya Chila yang mulai kesal karena sejak kemarin Chiko selalu curiga padanya dan Antonio.


Antonio dan Elana merasa, Chiko memang aneh. Curiga terus bawaannya sama kakaknya itu. Elana melirik Antonio yang terlihat kesal namun dia tahan demi Chila agar tidak terjadi keributan.


"Bang, kamu tuh berlebihan banget sih. Memangnya kenapa dengan kak Chila? Apa yang di buat kak Chila sampai kamu curiga?" tanya Elana.


Dia kasihan juga sama calon kakak iparnya. Lama-lama sikap Chiko menyebalkan juga bagi Elana. Chiko menatap kekasihnya itu yang kesal padanya, lalu menghela nafas panjang. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sengaja dia berada paling belakang di antara mobil pak Diman dan Arga.


"Maafkan aku kak, aku hanya tidak mau kakak salah menilai sama orang." kata Chiko pada Chila.


"Sudahlah dek, aku juga sudah dewasa. Bisa menilai mana yang baik dan mana yang terlihat buruk. Kakakmu ini juga peka terhadap sesuatu yang di anggap tidak baik. Jadi kamu jangan khawatirkan kakak lagi dek." kata Chila.


Percakapan Chila dan Chiko hanya bisa di dengar oleh Antonio tanpa mengerti apa yang di bicarakan. Namun dia tahu, Chiko masih mencurigainya dan kakaknya punya hubungan.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2