E L A N A

E L A N A
59. Celine Bercerita


__ADS_3

Hari ini Elana pulang bersama Chiko ke rumah kontrakannya, mereka sangat bahagia bisa mengungkapkan kegundahan hati masing-masing. Dan akhirnya cinta mereka pun bersatu.


Celine tampak terkejut Elana pulang dengan abangnya. Dia heran melihat kedua sejoli itu tangannya saling mengeratkan dan bertautan. Membuat Celine mencebikkan bibirnya.


"Hemm, ternyata kalian sudah jadian juga. Lha, kemarin kenapa malu-malu kucing?" sindir Celine sambil bersedekap tangannya.


Elana tersenyum malu, dia menundukkan kepalanya karena Celine sedang menyindirnya. Chiko bahkan cuek dengan sindiran adiknya.


"Kamar kamu belum di tempati kan dek?" tanya Chiko pada Celine.


"Belum, kan abang minta jangan dulu di tempati. Katanya nanti juga Elana kembali." jawab Celine.


"Kamu bisa menempati kamar Celine lagi Elana." kata Chiko.


"Iya bang, makasih."


"Kamu lelah?"


"Ngga terlalu sih bang, kenapa memangnya?"


"Ngga apa-apa Abang masuk ke kamar dulu ya, dari semalam abang belum tidur." kata Chiko.


"Iya bang, tapi nanti aku pergi ke panti ya bang. Mau ambil baju-bajuku di sana." kata Elana.


"Biar nanti abang antar, tapi abang mau tidur dulu. Jangan ke sana sendirian!"


"Iya. Ya udah sana, abang istirahat aja. Aku sama Celine dulu."


"Iya."


Chiko lalu pergi meninggalkan Elana, dia benar-benar mengantuk. Baru kali ini dia merasa mengantuk, karena sebelum-sebelumnya dia tidak mengantuk. Sebelum Elana dan dirinya mengakui hati masing-masing punya rasa cinta di antara keduanya.


"Bang Iko kemana?"


"Mau istirahat dulu katanya, memangnya bang Iko jarang tidur ya?" tanya Elana.

__ADS_1


"Sejak kamu pergi Elana, bang Iko jarang tidur. Dia sering pergi ke benteng Kremlin, katanya dia berharap nanti bertemu kamu dan menyatukan hati kalian. Menurutku agak berlebihan, tapi kenyataannya memang kalian bersatu di saja ya?" tanya Celine.


Elana mengangguk, dia pun tersenyum. Mungkin hatinya di tuntun untuk datang kesana, dan ternyata Chiko sedang menunggunya.


"Celine, aku minta maaf sama kamu. Aku pernah membuatmu kecewa dan kesal." kata Elana.


"Ngga apa-apa, mungkin juga aku pernah kecewa dan kesal sama kamu. Aku pun minta maaf, benar kata bang Iko. Kamu itu sebenarnya baik, tapi mungkin keadaan yang membuatmu menjadi seperti itu." kata Celine.


Elana hanya diam, dia sebenarnya gadis yang periang. Sejak kecil dia periang, hanya saja berbagai masalah dan cobaan membuatnya jadi gadis yang pendiam.


"Oh ya, El. Emm, bagaimana dengan papamu. Apa kamu di cari oleh papamu?" tanya Celine ragu, karena dia takut menyinggung papanya Elana.


"Aku tidak tahu, tapi papa pernah menghubungiku di telepon. Aku tidak mengangkatnya." jawab Elana.


"Apa kamu tidak kangen dengan papamu?" tanya Celine lagi.


Dia tidak terlalu banyak tahu tentang hubungannya dengan Evan, Elana hanya diam saja. Entahlah, rasa rindu pada papanya belun ada. Tapi mungkin rasa bersalah karena pergi meninggalkan Evan, meski dia yang di usir.


"Aku tidak tahu, belum merasakan rindu sama papa." jawab Elana lirih.


Elana hanya tersenyum, membayangkan betapa bahagianya keluarga Celine dan Chiko. Apa lagi ternyata mereka masih punya adik juga kakak. Jadi mereka itu keluarga besar? Pikir Elana.


"Berapa adikmu Celine?" tanya Elana penasaran, karena semenjak dia tinggal di rumah itu tidak pernah melihat Celine menelepon keluarganya ataupun bercerita tentang keluarganya.


"Adiiku ada empat." jawab Celine dengan senyum bahagianya membayangkan dia sedang bermain dengan Cheril dan Karin.


"Empat?" tanya Elana tidak percaya.


"Iya, keluarga kami itu ada tujuh orang. Aku anak ketiga, bang Iko anak kedua yang pertama kak Chila. Dan adik-adikku ada empat, dua laki-laki sudah SMA dan dua perempuan masih sekolah dasar. Mereka itu lucu sekali kalau bertemu, sering bertengkar. Sampai mama dan papa kerepotan dan bingung. Hahah, aku sering banget kangen sama mereka." kata Celine masih dengan tawa bahagianya.


Elana tersenyum getir, betapa dia iri pada Celine dengan mempunyai keluarga besar dan saling menyayangi satu sama lain. Apa lagi dia melihat Chiko begitu sayang sama Celine, meski Celine bukan adik kandungnya. Jadi mama sama papanya sangat menyayangi dan membimbing mereka dengan benar.


Sedangkan dirinya? Hanya anak seorang narapidana, yang hidup harus mandiri Di asuh oleh Sandar teman mamanya, sampai Sandra merasa bosan padanya dan mengusirnya. Hingga Mourin keluar dari penjara sampai meninggal, dia harus tetap hidup mandiri. Elana menunduk, merasa sedih dengan perjalanan hidupnya.


Celine memperhatikan Elana yang sepertinya diam karena sedih.

__ADS_1


"Hei, kamu kenapa Elana?" tanya Celine.


"Tidak, aku sangat iri dengan keluargamu. Kalian sepertinya saling menyayangi, bang Iko juga sangat sayang sama kamu." kata Elana masih dengan senyum getirnya.


"Hahah, kamu benar. Tapi kamu jangan merasa kecil hati, di dunia ini ada orang beruntung dengan hidupnya. Mungkin kamu pikir aku seperti itu, padahal kamu tahu tidak?" tanya Celine menggantung pertanyaannya.


"Apa?"


"Aku ngga pernah punya pacar, aku kurang beruntung. Kamu? Beruntung di cintai bang Iko. Dia itu posesif. Dan tahu kenapa aku ngga pernah punya pacar?"


"Kenapa?"


"Ya gara-gara bang Iko lah, dia selalu saja menghalangi teman-teman laki-lakiku mendekatiku. Katanya tidak baik, katanya dia play boy. Atau jangab cari pacar import. Aneh kan dia, aku suka kesal sama bang Iko. Kalau bukan dia kakakku, sudah aku pacari dia." ucap Celine dengan nada kesalnya.


Elana hanya tersenyum saja, memang lucu dan Chiko terlalu posesif sama adiknya. Bagaimana dengan dirinya ya?


"Oh ya Celine, emm kalian punya kakak juga ya?" tanya Elana.


"Iya, dia kak Chila. Orangnya baik banget, dia itu lembut seperti mama. Bang Iko aja nurut sama kak Chila." kata Celine mengingat kakak perempuannya itu.


"Di mana sekarang kak Chila itu?" tanya Elana.


"Dia kuliah di Jogja, ngga mau ke luar negeri. Males katanya, pulangnya lama. Benar juga sih. Tapi aku sih suka aja kuliah di luar negeri. Pengennya aku kuliah di Inggris, tapi kata papa ngga boleh. Nanti siapa yang ngawasi aku. Jadinya ya, aku kuliah dengan bang Iko. Eh, dia benar-benar menjaga aku sama aku ngga boleh pacaran dulu. Lha, dia sekarang pacaran sama kamu. Itu kan curang namanya." ucap Celine lagi dengan kesal.


Elana tertawa saja, dia senang bicara dengan Celine. Memang anaknya periang dan suka lucu jika berbicara, seperti sekarang Elana sangat terhibur mengobrol dengan Celine.


Hari beranjak malam, kini Elana kembali tidur di kamar Celine. Dia meminjam baju tidur Celine karean semua baju-bajunya masih berada di panti asuhan. Besok dia akan ke panti asuhan untuk mengambil baju-bajunya sekaligus pamit pada suster Maria dan suster Valen.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2