E L A N A

E L A N A
80. Obrolan Di Meja Makan


__ADS_3

"Abang, mama mau tanya sama abang" kata Anita ketika Chiko duduk di ranjang di sisi Anita.


"Tanya apa ma?" tanya Chiko.


"Abang lagi ada masalah apa?" tanya Anita lagi.


"Ngga ada ma, abang baik-baik aja kok. Kenapa memangnya?"


Chiko masih mengelak dia baik-baik saja, padahal hatinya masih berkecamuk tentang di mana Elana berada.


"Yakin abang ngga ada masalah?" tanya Anita meyakinkan anaknya.


Dia ingin memastikan kalau Chiko tidak mempunyai masalah berat yang dia sembunyikan darinya.


"Ngga ma, mungkin abang masih meraaa lelah tadi karena perjalanan jauh." kata Chiko.


Anita menghela nafas panjang, dia tidak bisa memaksa anaknya untuk jujur. Mungkin masalahnya sepele, jadi dia bisa mengatasinya.


"Besok Cheril sama Karin minta di antar ke sekolah sama abang. Abang mau ya?" tanya Anita.


"Iya ma, abang nanti antar ke sekolah kok. Oh ya, Kevin sama Angga sekarang sibuk banget di sekolahnya ya?" tanya Chiko mengalihkan pembicaraan tentang perasaannya.


"Angga sekarang mau menghadapi ujian, kalau Kevin sibuk dengan OSISnya. Dia sekarang jadi ketua OSIS di sekolahnya, jadi sibuk terus." jawab Anita.


Malam semakin larut, obrolan Anita dengan anak keduanya itu pun terhenti karena Arga memanggilnya untuk masuk ke kamarnya.


"Sayang, aku udah ngantuk. Yuk tidur." kata Arga masuk ke dalam kamar Chiko.


"Iya. Bang, mama keluar dulu ya. Kalau ada masalah, bicarakan dengan keluarga. Jangan di simpan terus, ngga baik sayang." pesan Anita pada anaknya itu.


Iya ma." jawab Chiko singkat.


Anita pun keluar dari kamar anaknya menghampiri suaminya, Arga heran dengan Chiko dan Anita.


"Si abang memang ada masalah apa, sayang?" tanya Arga.


"Aku ngga tahu, Ga. Dia belum mau cerita sama aku. Biarkan saja, nanti dia juga bicara kok. Mungkin dia belum bisa bicara sama kita. Tapi sejujurnya, aku agak heran dengan sikapnya sejak kepulangannya kali ini. Tidak biasanya dia diam saja dan banyak melamun di jalan." kata Anita.


"Hemm, biarkan dia belajar dewasa. Bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, jika dia tidak bisa menyelrsaikannya kita bisa tanya lagi apa yang terjadi dengannya. Aku rasa Chiko sedang menuju kedewasaan sayang, jadi kita hanya memantau aja bagaimana dia menyelesaikan masalahnya sendiri." kata Arga.


Dia memeluk istrinya dengan erat, seiring berjalannya waktu kedewasaan akan di temui dengan berbagai masalah bisa di selesaikan sendiri tanpa bantuan orang lain.

__ADS_1


_


Pagi hari Chiko bersiap untuk pergi ke alamat yang pernah di berikan Evan padanya. Dia berharap semoga Elana ada di alamat tersebut.


Dia sudah berpakaian rapi, memang rencananya setelah mengantar Cheril dan Karin ke sekolah dia akan mencari alamat Elana.


"Bang, rapi bener mau nganter ke sekolah Cheril?" tanya Anita.


Dia menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Arga belum turun dari kamarnya, sedangkan Kevin sudah berangkat lebih pagi.


"Iya ma, rencananya setelah mengantar Cheril dan Karin mau ke kota ma, mau cari alamat teman di sana." jawab Chiko.


"Alamat siapa temannya bang?" Kan sahabat abang ada di Bandung semua." kata Anita lagi.


"Ya ada ajalah ma pokoknya, ngga apa-apa kan ma kalau aku ngga jemput mereka?" tanya Chiko.


"Biar nanti Angga aja yang menjemput." kata Anita.


"Lho, bukannya Angga sekolah kamu dek?" tanya Chiko pada adik laki-lakinya itu.


"Lagi bebas bang sekolahnya, minggu depan kan mau ujian." jawab Angga.


"Menjelang semester banyak kegiatan bang, kan nanti selesai semester ada festival di sekolah. Ada juga nanti setelah festival mau ada acara kamping di bukit."


"Terus kamu mau meneruskan kemana setelah lulus sekolah?"


"Aku mau jadi teknisi mesin ajalah, tapi papa ngga setuju. Bujuk papa dong bang, biar setuju dengan keinginanku kuliah di teknik mesin." kata Angga meminta pada Chiko.


"Lha, yang bisa menaklukkan papa itu kan mama. Salah kamu minta bantuan buat bujuk papa sama abang?" kata Chiko melirik Anita.


Anita hanya tersenyum saja melihat percakapan kedua anaknya.


"Tapi mama kalau di tanya diam aja, bang. Kan aku bingung mama ngga kasih jawaban mau bantu bujuk papa." kata Angga lagi.


"Bujuk apa sayang? Apa yang kalian bicarakan?" tanya Arga yang baru bergabung di meja makan.


Dia duduk di kursi paling ujung, dia senang kini bisa sarapan bersama dan tidak ada yang selalu berangkat terburu-buru.


"Itu pa Angga ingin kuliah di teknik mesin, kan mama sudah membicarakannya minggu lalu sama papa?" kata Anita.


"Ooh itu. Kenapa kamu mau ke teknik mesin di bang?" tanya Arga pada Angga.

__ADS_1


"Aku suka pa, kan papa bilang harus menekuni sesuatu sesuai keinginan dan kesenangan. Nantinya ngga terasa jika itu bisa membuat sukses." kata Angga.


"Ya papa tahu, kan papa tanya aja bang. Ya, minggu lalu mama membujuk papa untuk menyetujui keinginan kamu masuk ke teknik mesin, asal ujian nasional ini abang harus nilai tinggi. Bisa kan?"


"Bisa pa, siapa takut?"


"Tapi kalau nilai ngga tinggi, bang Angga harus tahu konsekuensiny ya kuliah sesuai apa yang papa bilang?"


"Oke, Angga terima tantangan papa."


Baik Anita dan Chiko menatap keduanya dengan senyuman. Memberikan tanggung jawab pada apa yang di inginkan itu sangat bagus, jadi Angga menerima tantangan papanya.


"Ya sudah, ayo sarapan semuanya. Jangan telat, bang Iko cepat ya sarapannya. Cheril dan Karin harus berangkat lebih pagi sekarang." kata Anita.


"Iya ma, siap."


_


Chiko mengendarai mobilnya menuju kota di mana Elana tinggal. Beberapa kali dia melihat alamat yang tertera di secarik kertas.


Jalanan begitu padat, dari sekolah Cheril dan Karin. Dia begitu cekatan dan bicara pada adiknya agar nanti yang mrnjemput bukan dirinya.


"Abang mau kemana?" tanya Cheril.


"Abang ada perlu, nanti yang jemput bang Angga ya. Jadi kalau bang Angga belum datang, jangan dulu keluar ya." pesan Chiko pada kedua adiknya itu.


"Iya bang."


"Ya udah, sana masuk. Semua sudah baris tuh."


Cheril dan Karin segera masuk gerbang pintu srkolah. Sedangkan Chiko menatap kedua adiknya masuk ke dalam sekolah.


Chiko lalu masuk ke dalam mobilnya, dia melajukannya dengan cepat Karena hari masih pagi. Jadi dia ingin lebih cepat di kota di mana Elana tinggal.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2