
Chiko melajukan motornya menuju rumah Antonio, dia memarkirkan motornya di depan rumah Antonio. Sebelumnya dia sudah menghubungi sahabatnya itu kalau dia akan menginap beberapa hari di rumahnya.
Pintu rumah Antonio terbuka, tampak Antonio berdiri di depan pintu menyambut Chiko yang menuju ke arahnya dengan tas ransel di punggungnya.
"Pochemu tu khochesh' ostat sya v moyem dome? Selin kak?" ("Kenapa kamu mau menginap di rumahku? Celine bagaimana?") tanya Antonio.
"U nego yest' drug, ne volnuysya. Ya khochu osvezhit'sya v tvoyem dome na neskol'ko dney." ("Dia ada temannya, tenang aja. Aku ingin menenangkan diri di rumahmu beberapa hari.") jawab Chiko.
Antonio mengajak Chiko masuk dan menuju kamarnya. Dia penasaran, ada masalah apa Chiko sampai menginap beberapa hari ke rumahnya.
Chiko melempar tas ranselnya di kursi belajar Antonio, dia lalu berbaring di kasur empuk dan memejamkan matanya. Antonio memperhatikan apa yang di lakukan sahabatnya itu, dia duduk di samping Chiko yang masih memejamkan matanya.
"Ty possorilsya s sestroy?" ("Kamu bertengkar dengan adikmu?") tanya Antonio.
Chiko menggeleng, matanya masih terpejam. Saat ini dia tidak ingin membicarakan Elana. Antonio tahu kalau gadis yang bernama Elana itu yang di sukai Chiko. Chiko sering bercerita kalau dia menyukai Elana. Dan sampai saat ini dia belum menyatakan cinta pada Elana.
"Chiko, u tebya problemy s etoy devushkoy?" ("Chiko, apa kamu ada masalah dengan gadis itu?") tanya Antonio lagi.
Chiko diam, dia tidak mengiyakan apa lagi menggelengkan kepalanya. Jadi karena gadis itu yang jadi masalah Chiko.
"U nego yest' devushka?" ("Dia sudah punya kekasih?") tanya Antonio lagi.
"Problema ne prosto v lyubovnike, a glubzhe." ("Masalahnya bukan sekedar kekasih, tapi lebih dalam lagi.") jawab Chiko.
"Skazhi mne, chto imenno ty s toy devushkoy?" ("Katakanlah padaku, ada apa sebenarnya kamu dengan gadis itu?") tanya Antonio semakin penasaran dengan sahabatnya.
Karena dia tahu, pasti Chiko punya masalah besar di rumah kontrakannya dengan gadis itu.
Chiko bangun dari pembaringannya, dia menghelan nafas panjang dan menatap Antonio.
__ADS_1
"Ya sbit s tolku, zol i razocharovan etoy devuskhoy, ya ne znayu, chto ya seychas chuvstvuyu Chto yasno seychas ya khochu byt' podal'she ot nego." ("Aku lagi bingung, marah dan kecewa sama gadis itu. Entah saat ini apa yang aku rasakan, yang jelas saat ini aku ingin jauh darinya.") kata Chiko.
"On otverg tvoye priznaniye v lyubvi?" ("Apa dia menolak pernyataan cintamu?") kembali Amtonio menebak.
"Delo ne v etom, ya dazhe ne priznalsya yey v lyubvi. Potomu chto ya, khochu znat' yego proshloye i yego zhizn', potomu chto ya vsegda chuvstvuyu glubokaya pechal', kogda on so mnoy. Ya podumal, chto dozhen znat', v kakiye nepriyatnosti ona popala, raz ona takaya skrytnaya i takaya tikhaya devushka. I znayete pochemu?" ("Bukan itu, aku bahkan belum menyatakan cinta padanya. Karena aku ingin tahu masa lalunya dan kehidupannya dulu, karena aku selalu merasakan kesedihan yang dalam ketika dia bersamaku. Aku pikir aku harus tahu masalah apa yang dia alami sehingga dia begitu tertutup dan jadi gadis pendiam. Dan kamu tahu kenapa?") tanya Chiko.
"Rasskazhi mne vse, mozhet u menya yest' resheniye dlya tebya." ("Ceritakan padaku semuanya, barangkali aku mempunyai solusi untukmu.") kata Antonio.
Chiko menghela nafas panjang, dia diam sejenak. Antonio menunggu Chiko bercerita.
Lalu Chiko bercerita dari awal sampai dia bertanya pada Elana, awalnya memang sangat kasihan dan menyedihkan bagi Chiko. Karena Elana selalu saja tidak di terima oleh orang-orang. Bahkan ayahnya sendiri mengusirnya dari rumahnya.
Mungkin karena Elana anak yang pendiam, entah kenapa Elana selalu di musihi. Bahkan Elana itu tidak pernah punya rasa dendam, hatinya baik. Tapi kenapa ada saja yang memusuhi dan tidak suka padanya.
Dari kecil yang punya riwayat sakit jantung, hingga dia hidup sendiri sampai ibunya keluar dari penjara.
"Vy zneyete, pochemu yego mat' v tyur'me?" ("Tahu kenapa ibunya di penjara?") tanya Chiko.
"On pokhitil malen'kogo rebenka i renil mat'." ("Dia menculik anak kecil dan melukai seorang ibu.")
"A on uzhe poluchil pravil'noye nakazaniye togda chto tebya zlit?" ("Tapi dia sudah dapat hukumannya kan? Lalu apa yang membuatmu marah?") tanya Antonio lagi semakin penasaran.
"Rebenkom, kotorogo pokhitila mat' Elany, byl ya, v to vremya ya byl malen'kim. On pokhitil menya i derzhal dva dnya, ne kormya. K schast'yu v eto vremya priyekala moya mat', a tazkhe moy otets. Okazalos', chto on khotel svidetel'tvo o dome, ostavllennom moim ottsom. On khochet snachala dom, ostavlennyy moim papoy." ("Anak yang di culik oleh mamanya Elana itu aku, waktu itu aku masih kecil. Dia menculikku dan menyekapku bahkan dua hari aku tidak di kasih makan. Untung mamaku datang waktu itu, juga papaku. Ternyata yang dia inginkan adalah sertikat rumah peninggalan papaku yang dulu. Dia menginginkan rumah peninggalan papaku dulu.") kata Chiko dengan menggebu.
Antonio diam, dia merasa bingung dengan cerita Chiko itu. Ada dua papa, bahkan ibunya Elana adalah mantan papanya dulu. Lalu kenapa Elana bisa lain lagi papanya?
"Menya smushchayet tvoya istoriya, ona slishkom slozhnaya." ("Aku bingung dengan ceritamu itu, terlalu rumit sekali.") kata Antonio dengan kebingungannya.
"Snchala ya tozhe byl v zameshatel'stve, kogda Elana skazala mne, chto ya tizhe v zameshatel'stve. U nego slishkom mnogo problem, ni ya privetstvuyu yego. Ona sil'naya devushka, i zhestkaya. Poetomu on mne i nravitsya, zrya koplyu gor'kiye sitorii proshlogo. Ona devushka kotoraya nkogda ne derzhit zla i dobra, poetomu ya lyublyu yeye. Ya razozlilsya, kogda uznal, chto yego mat' pokhitila menya. Pochemu on syn? khik khik khik." ("Aku juga bingung awalnya, waktu Elana cerita aku juga bingung. Terlalu banyak masalah yang dia hadapi, tapi aku salut sama dia. Dia gadis kuat, dan tangguh. Makanya aku menyukai dia, dia menyimpan banyak cerita masa lalu yang pahit. Dia gadis yang tidak pernah mendendam dan baik, karena itu aku mencintainya. Aku marah ketika tahu mamanya itu yang pernah menculikku. Kenapa dia yang jadi anaknya? Hik hik hik.") ucap Chiko sambil menangis.
__ADS_1
Antonio terkejut, Chiko menangis? Bahkan laki-laki dingin pada gadis di kampus itu menangis karena seorang gadis? Antonio heran sekaligus takjub.
"Chiko, podumay khoroshen'ko o svoyey probleme. Ya na samom dele smushchen, chtoby ponyat' istoriyu devochki, ni vy odnazdhy kazali, chto mat' devochki umerla ot bolezni. Razve mat' etoy devochki uzhe ne progovorena k devyati godam tyyur'my? Nesmotrya na to, chto on poluchil vechnoye nakazaniyr ot Boga, on umer. Togda chto tebya zlit? Ne potomuli, chto devushka doch' prestupnika? Podumayte yeshche raz, devushka nevinovna. To chto on syn prestupnika, ne oznachayet, chto on ne zasluzhivayet lyubvi." ("Chiko, pikirkan baik-baik masalahmu. Aku sebenarnya bingung untuk memahami kisah gadis itu, tapi kamu pernah bilang kalau mamanya gadis itu sudah meninggal karena penyakit. Bukankah mamanya gadis itu sudah mendapatkan hukuman di penjara selama sembilan tahun? Bahkan dia juga sudah mendapatkan hukuman abadi oleh Tuhan, dia meninggal. Lalu, apa yang membuatmu marah? Apa karena gadis itu anak seorang penjahat? Coba kamu pikirkan lagi, gadis itu tidak bersalah. Hanya karena dia anak seorang penjahat, bukan berarti dia tidak pantas untuk di cintai.") kata Antonio dengan bijak.
"No pochemu ya vlyubilas' v nego?" ("Tapi kenapa aku yang jatuh cinta padanya?")
"Potomu chto bog izbral tebya lyubit' etu devushka Yey nuzhna pomoshch', po-moyemu, ona khoroshaya devochka, ty tak ne dumayesh?" ("Karena Tuhan yang memilihmu untuk mencintai gadis itu. Dia butuh pertolongan menurutku, dia gadis baik kan menurut pendapatmu?") kata Antonio.
Chiko terdiam, dia mencerna ucapan sahabatnya itu. Terkadang Antonio itu bisa di andalkan jika Chiko mengalami masalah sulit seperti sekarang. Jarang seorang laki-laki remaja berpikir dewasa seperti antonio, Chiko bersyukur bisa bersahabat dengan Antonio. Meski dia kadang anaknya suka amburadul.
"Ya ne mogu poverit', chto Antonio, kotoryy svoboden s devushksmi, mozhet govorit' kak muderets." ("Aku tidak percaya, Antonio yang bebas dengan gadis-gadis bisa berkata seperti orang bijak.") cibir Chiko.
"Ey, ya znayu eto mesto. Kakoy devushke ya dolzhen sluzhit' i kakoy devushke ya dolzhen pomoch' Yeslu ty ne khochesh' pomoch' yemu illi dazhe brosit' yego, ya gotov sblizit'sya s nim." ("Hei, aku tahu tempat. Gadis mana yang harus aku ladeni dan gadis mana yang aku tolong. Ku kira gadis pujaanmu itu butuh pertolongan. Jika kamu tidak mau menolongnya bahkan mencampakkannya, aku siap mendekat padanya.") kata Antonio memancing kemarahan Chiko lagi.
"Ne svyazyvaytes' s Elanaku!" ("Jangan macam-macam sama Elanaku!") ancam Chiko dengan sengit.
"Kha kha kha! Moy poryv? Dazhe s sobstvennym brotom ty ne takoy zhestkiy. Ladno, podumay o svoyey probleme s serdtsem iz-za Elany illi o svoyem gneve na etu devushke, Chiko. No yesli ty lyubish' etu devusku, srazhaysya za neye, ona yedinstvennaya devushka, kotoruyu ya kogda-libo znal iz devusek zdes'." ("Hahaha! Elanaku? Bahkan sama adikmu sendiri kamu tidak sekeras itu. Oke, kamu pikirkan masalah hatimu untuk Elana atau kemarahanmu untuk gadis itu. Jika marah dan benci yang kamu pilih untuk gadis itu, aku serius untuk mendekati gadis itu Chiko. Tapi jika cintamu pada gadis itu, perjuangkan dia, dia gadis langka yang pernah aku tahu dari semua gadis di sini.") kata Antonio.
Chiko kembali diam, dia memikirkan apa yang di katakan oleh Antonio kali ini. Tapi saat ini Chiko tidak ingin memikirkan Elana.
"Ya pudumayu ob etom, ya ostayus' u tebya doma, prosto chtoby uspokoit'sya. Ya budu dumat' o tom, kak mne byt' s nim." ("Akan aku pikirkan, aku menginap di rumahmu hanya ingin menenangkan pikiranku. Aku akan berpikir bagaimana aku sebaiknya sama dia.") kata Chiko.
"Khorosho, ty mozhesh' ostavat'sya v moyem dome, skol'ko khochesh'." ("Oke, kamu boleh tinggal di rumahku selama kamu mau.") kata Antonio lagi.
"Spasibo." ("Terima kasih.") ucap Chiko.
_
_
__ADS_1
_
😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤