
Elana, Chiko, Antonio sudah berada di rumah Anita siang ini. Mereka juga membawa persiapan pakaian ganti dan juga beberapa cemilan untuk di jalan atau di vila nanti. Chila dan Celine membantu Anita persiapan liburan di vila.
Mereka berdua menyiapkan bahan makanan dan juga beberapa daging, karena nanti di sana akan mengadakan bakar, ikan atau daging panggang di malam terakhirnya.
"Kak, tuh Antonio datang." bisik Celine pada Chila.
Chila menoleh ke arah mata Celine menunjuk, mereka berada di dapur menyiapkan bahan makanan dan minuman soda juga mineral. Chila menatap Antonio dari jauh, lalu dia kembali merapikan makanan bawaannya. Elana menghampiri kedua kakak beradik itu dan membantunya.
"Apa yang bisa saya bantu kak Chila?" tanya Elana.
"Emm, udah selesai semua sih. Tinggal di masukkan ke dalam mobil aja." kata Chila.
"Biar aku bawa ke mobil kak." kata Elana.
"Ya udah, aku mau siap-siap dulu di kamar. Papa sama mama lagi kondangan dulu tadi, biar nanti papa sama mama pulang kita sudah siap dan langsung berangkat." kata Chila.
"Iya kak."
Chila menyelesaikan semua persiapannya. Elana membawanya ke mobil Chiko beberapa barang dan Celine menyiapkannya di teras rumah, agar nanti mobil Arga datang langsung di masukkan ke dalam mobil. Rencananya membawa tiga mobil, karena jika dua mobil tidak akan muat, di samping barang-barang bawaan juga banyak.
"Barang-barang di masukkan aja ke mobil satunya yang di bawa pak Diman. Biar nanti mobil bang Iko sama mobil papa isinya semua orang." kata Celine.
"Iya bener juga tuh." kata Chiko menimpali.
"Ya udah, aku keluarin lagi ya." kata Elana.
"Biar aku bantu sayang." ucap Chiko.
"Terima kasih bang." kata Elana tersenyum.
Hari mulai beranjak sore, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh. Semua sudah siap untuk berangkat, namun Arga dan Anita belum datang. Semua nampak gelisah karena kedua orang tuanya belum juga datang.
Antonio pun mendekati Chila yang sedang duduk di gazebo sambil bermian ponselnya. Dia tidak menyadari kalau Antonio berdiri di sampingnya sambil melihat apa yang di lakukan oleh Chila.
"Asyik bener ya sendirian di sini." kata Antonio membuat Chila kaget.
Dia menoleh dan tersenyum pada Antonio. Dan tentu saja senyuman Chila membuat getaran halus di hati Antonio, hingga dia salah tingkah. Mengatur nafasnya yang tidak beraturan dan membuangnya kasar.
"Kamu sedang apa?" tanya Antonio kini duduk di samping Chila.
__ADS_1
"Hanya mainan ponsel aja, menunggu itu bosan. Jadi aku mainan ponsel aja." jawab Chila.
"Mainan ponsel? Boleh aku minta nomor ponselmu?" tanya Antonio.
Chila menatap heran Antonio, lama dia menatapnya lalu tersenyum dan menyerahkan ponselnya setelah mencari nomornya sendiri. Karena Chila tidak hafal nomornya sendiri. Antonio mengambil ponsel Chila, mengetikkan nomornya dan melakukan misscall ke nomornya.
"Hahah, aku tidak hafal nomor ponselku sendiri. Jadi aku tunjukkan nomor di ponselnya." kata Chila.
"Tidak apa, biar tahu kalau kamu telah meneleponku duluan. Hehehe." kata Antonio.
"Bisa aja, tapi nomor kamu pastinya akan berubah kan?" kata Chila.
"Yang penting aku sudah menyimpan nomor ponselmu, setelah aku berangkat ke Rusia lagi aku akan meneleponmu dengan nomorku di sana." kata Antonio.
Chila tersenyum, dalam hati dia berharap apa yang di katakan Antonio itu benar adanya. Sejujurnya Chila tampak nyaman dengan Antonio, meski dia belum kenal sepenuhnya dengan laki-laki itu. Dan juga mengobrol lama juga hanya pada malam itu saja, tapi entah kenapa ada perasaan yang tiba-tiba datang padanya ke Antonio. Apakah itu jodoh?
"Chila, apa kamu sudah punya pacar?" tanya Antonio langsung saja.
"Emm, ..."
"Hei, kalian duduk berdua aja. Ngapain?" tanya Chiko tiba-tiba mengganggu kebersamaan keduanya.
Membuat Antonio kesal, namun dia diam saja. Chiko tanpa rasa bersalah duduk di antara keduanya dengan memaksa Antonio bergeser, membuat rasa kesal Antonio bertambah.
"Aku ngga mau kakakku terkontaminasi oleh virus playboymu." kata Chiko.
Celine dan Elana pun ikut bergabung dengan mereka, maka mereka pun akhirnya membuyarkan pikiran Chila dan Antonio, namun Chila hanya diam saja. Mungkin bukan saatnya dia harus dekat dengan Antonio, dan memang benar apa yang di katakan Celine dulu. Bahwa Chiko akan berusaha menghalanginya untuk dekat dengan laki-laki yang menurutnya tidak baik, apa lagi Antonio yang menurut Chiko itu playboy.
Celine memperhatikan perubahan wajah Chila yang diam namun menyimpan rasa kesal pada adik kembarnya. Namun dia juga tersenyum melihat Antonio sesekali melirik Chila.
"Tuh, om sama tante datang." kata Elana.
Semua melihat ke arah mobil Arga yang baru masuk halaman rumah. Lalu kelima orang itu pun beranjak menuju mobil Arga dan menghampiri Anita.
"Ayo ma kita berangkat, udah sore nih. Kenapa lama banget sih?" tanya Celine.
"Tahu itu papa, tadi ada temannya ngajak ngobrol lama banget. Sampe lupa dengan rencana liburannya, kalau tidak di ingatkan mama pasti tuh sampe sore." kata Anita.
"Maaf sayang, aku baru ketemu dia lagi sejak wisuda kuliah dulu. Bisa kamu bayangkan udah berapa lama kita ngga ketemu." kata Arga.
__ADS_1
"Terserah kamu, sekarang ayo kita bersiap ganti baju." kata Anita.
"Iya."
Arga dan Anita masuk ke dalam rumah untuk mengganti baju saja yang lebih santai. Lalu mereka langsung berangkat liburan ke vila bersama-sama.
_
Ketiga mobil sudah memasuki vila sekitar pukul delapan malam, mereka segera mengeluarkan barang bawaan. Membawanya masuk dengan bahu membahu agar cepat selesai, setelah itu mereka akan langsung istirahat sebentar. Dan Anita serta Chila dan Elana membuat makan malam simpel saja untuk semua penghuni vila.
Pembantu vila sudah berada di vila sejak siang tadi, merapikan vila agar mereka datang berlibur bisa langsung menempati.
"Ma, semua sudah siap makan malamnya?" tanya Chiko.
"Belum bang, sebentar lagi. Suruh yang lain makan cemilan dulu kalau sudah lapar." kata Anita.
"Lapar banget ma." kata Chiko lagi.
"Sabar dek, aku juga lapar." kata Chila menyiapkan piring untuk di tata di meja.
Chiko pun diam, dia menghampiri Elana yang sedang mencuci gelas dan sendok.
"Kamu lapar ngga?" tanya Chiko.
"Ngga." jawab Elana singkat.
"Ck, padahal aku mau ajak kamu beli sesuatu di luar." kata Chiko.
"Bang, ini udah malam. Jangan pergi kemana-mana." kata Anita mengingatkan anaknya itu, membuat Elana tersenyum mengejek.
"Ish, kamu ngga kasihan apa sama pacarmu ini." kata Chiko pada Elana yang tersenyum mengejeknya.
"Semua juga lapar bang, bukan kamu aja. Sabar sedikit kenapa sih." kata Elana menenangkan pacarnya itu.
Chiko akhirnya mengambil minuman dingin di kulkas dan menenggaknya cepat. Anita lalu membawa hasil masakannya ke meja makan, dia di bantu kedua putri dan calon menantunya menyiapkan makan malam dengan cepat. Karena tahu semuanya merasa lelah dan lapar.
_
_
__ADS_1
_
😊😊😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤❤