
Hari libur Elana di sibukkan dengan menjaga Diego, sang adik yang mempunyai kebutuhan khusus, dia tidak bisa bicara lancar dan sangat aktif sekali. Membuat Elana kewalahan dan tidak bisa duduk tenang.
"Diyego, zatknis'. Brat khochet sidet'." (Diego, diam ya. Kakak pengen duduk." ) kata Elana.
Nafasnya terengah karena sejak tadi dia mengejar Diego yang berlari kesana kemari.
Angela masuk ke dalam ruangan bermain itu, dia duduk memperhatikan Elana yang sedang istirahat. Senyum sinisnya mengembang lalu dia melangkah mendekat pada Elana.
"Ustal da?" (Capek ya?) tanya Angela sinis.
Elana hanya memandang Angela saja, lalu dia kembali mendekat pada Diego yang sedang bermain mobil dan membantingnya hingga satu rodanya lepas.
"Diyego, ne khlopay. igruskh budet slomana." (Diego, jangan di banting. Nanti rusak mainannya.") kata Elana, dia mengambil mobil yang tadi di banting Diego.
"Hwuuaaa!"
"Da ladno, ne khlopay mashinam lishniy raz." (Eh, jangan nangis dong. Ya udah, nih ya jangan di banting lagi mobil-mobilannya.") ucap Elana menyerahkan mobil yang sudah lepas rodanya itu.
"Uy mozhete pozabatit'sya o samiykh malen' khikh?" (Kamu bisa jaga anak kecil ngga sih?") tanya Angela ketus.
Dia menggendong Diego dan membawanya pergi dari kamar bermain itu. Elana hanya diam tanpa ekspkersi, dia bingung kenapa Angela bersikap seperti itu.
Angela keluar dan menuju kamar Ana, meberitahu kalau Elana tidak becus menjaga Diego. Ana pun mengambil Diego dari gendongan Angela, dia lalu pergi ke kamar bermain dan menghampiri Elana yang masih membereskan mainan yang berantakan.
"Elana, yesli ty ne khochesh' zabotitsya o Diyego ne zastavtyay yego plakat!" (Elana, kalau kamu tidak mau menjaga Diego. Jangan membuat Diego menangis!") kata Ana dengan suara keras.
"Ya ne dovodil Diyego do slez, ma. Diyego udarigsnova yego mashinu, a potom ya zabral yeye, chtoby ona ne povredilash drugikh." (Aku tidak membuat Diego menangis ma, tadi Diego membanting mobil-mobilannya lalu aku ambil supaya jangan di rusak lagi.") kata Elana menjelaskan.
"Tolko otgovorki, ty zdes bespolezen!" (Alasan saja, kamu tidak berguna di sini!") ucap Ana ketus.
Lalu dia pergi meninggalkan Elana yang masih bingung dengaj sikap Ana yang semakin hari semakin berbeda dari waktu pertama kali datang. Dia menarik nafas panjang, rasanya berat sekali hidup dengan orang yang tidak menyukainya. Elana bingung harus bagaimana, apakah dia akan mengadu pada papanya?
__ADS_1
Elana kembali merapikan mainan yang masih berantakan, tadinya jika tidak menjaga Diego dia akan pergi ke perpustakaan umum yang dekat dengan rumahnya. Tapi Aja memberinya tugas untuk menjaga Diego.
_
Elana sedang duduk di teras belakang menikmati sore yang sepi. Dia mengira rumah sedang sepi karena Evan dan Ana sedang pergi ke rumah paman ana yang ada di Moscow.
Elana menikmati kesendiriannya, dia tidak di ajak oleh Evan. Mungkin Ana tidak mengizinkannya ikut karena tadi pagi Diego menangis karenanya. Tapi dia juga tidak berharap ikut dengan mereka karena nanti tidak akan ada yang mengajaknya bicara.
Lagi pula Elana tidak suka berbaur dengan orang-orang tidak menyukainya. Lebih baik dia menyendiri dan membaca buku, akan lebih menyenangkan berteman dengan buku-buku di tangannya. Karena buku itu teman sepi yang tidak berparnah protes ataupun marah jika tidak di baca.
Buku adalah teman setia di kala sepi, tak pernah mengomel karena tidak di baca-baca. Dan juga tidak tidak pernah dendam jika di abaikan. Elana sangat suka membaca, dia sangat nyaman jika sudah membaca. Sampai lupa dia ada di mana dan sudah berapa lama dia membaca.
Satu suara langkah kaki mendekat pada Elana yang sedang fokus membaca, Elana tidak sadar ada seseorang melangkah mendekat padanya.
"Tebe nravitsya v etom dome." (Kamu menikmati sendirimu di rumah ini.") kata suara laki-laki berdiri di samping Elana.
Elana mendongak, mencari tahu siapa yang bicara padanya.
"Ey, stranayya devochka, kogda govoryat pochemu molchit, eto deystvitel'no stranno, v sestrenki Evan yest' takoy sya kak on." (Heh, gadis aneh. Di ajak bicara kok diam terus Aneh memang, kak Evan punya anak seperti dia.") ucap Dimitri sambil berlalu meninggalkan Elana yang masih asyik membaca.
Elana mendengar ucapan Dimitri itu, dia menoleh ke arah Dimitri yang masuk ke dapur mencari makanan di kulkas. Elana memperhatikan apa yang di lakukan oleh Dimitri.
"Ey, ty be mog by slwdat' mne nemnogo yedy?" (Hei, kamu bisa tidak buatkan aku makanan?") teriak Dimitri pada Elana.
Elana menutup bukunya dan bangkit dari duduknya lalu menuju dapur. Dia melihat Dimitri kebingunan dan kesal karena kakaknya tidak menyimpan makanan yang langsung di makan.
"Chto ty khochesh' delat'." (Kamu mau di buatkan apa?") tanya Elana pada Dimitri.
"Chto ty mozhesh' dlya menya sledat'?" (Kamu bisa buatkan apa untukku?") tanya Dimitri.
Elana memeriksa isi kulkas, di sana hanya ada sayuran dan beberapa keju. Ada juga roti panjang juga daging asap.
__ADS_1
Elana pun mengambil roti panjang dan memotongnya, dia juga mengambil tomat, selada dan juga daging asap. Tak lupa juga mengambil keju cheddar.
Daging asap di panggang lebih dulu dengan rotinya. Baru setelah selesai, Elana menyusun semua bahan tersebut menjadi roti hotdog setelah di lumuri saos sambel dan juga mayones.
"Vot, yeda gotuva." (Nih, makanan sudah jadi.") kata Elana menyerahkan hotdog pada Dimitri.
Dimitri tidak langsung memakannya, dia memperhatikan apa saja yang ada dalam roti tersebut.
"Chto yeshche u vas yest' v khlebe?" (Kamu isi apa lagi rotinya?")
"Prosto vbedites' sami, yesli yest' ingrediyent, kotoryy vamne nravitsya. Prosto voz'ml l vybros'" (Lihat saja sendiri, jika ada bahan yang tidak suka. Tinggal di ambil dan buang saja.") jawab Elana.
Dimitri menatap Elana agak kesal, tapi dia memeriksa juga isi roti tersebut. Dia mengambil selada dan juga tomatnya lalu di buang ke tong sampah.
"Ty ne znayesh? Yesli ya ne lyublyu ovoshchi." (Kamu tidak tahu? Kalau aku tidak suka sayuran.") kata Dimitri.
"Ya ne tot chelovek, kotoryy lyubit zapominat' privychki drugikh. Yesli ne nravitsya to prosto vykin." (Aku bukan orang yang suka menghafal kebiasaan orang lain. Kalau tidak suka, ya sudah di buang saja.") kata Elana.
"Privet! Vu gorovite ochen korotko no mozhet byt', vy takoy kak mumiya, kotoraya ne mozhet goroviy'." (Heh! Kamu bicara ketus sekali, tapi mungkin sifatmu seperti itu. Seperti mumi yang tidak bisa di ajak bicara lembut.") kata Dimitri.
Dia mengambil hotdog yang tadi di buat Elana, tanpa mengucapkan terima kasih dia pergi membawa makanan tersebut dan memakannya di meja makan.
Elana pun pergi dari dapur, dia kembali ke teras belakang untuk meneruskan membacanya.
_
_
_
😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1