E L A N A

E L A N A
104. Akhirnya Merestui Juga


__ADS_3

Sandra sudah kembali ke rumahnya, dia sangat senang bisa bicara dengan Anita. Sejak dulu memang ingin bicara dengannya untuk mengucapkan terima kasih padanya karena telah memberikan uang untuk pengobatan Elana waktu itu, namun karena Arga tidak mengizinkannya Anita bertemu Sandra apa lagi Mourin saat itu, maka dia tidak bisa menemui Anita.


Sementara itu, Arga masih berada di kantornya, saat ini dia tidak sedang sibuk. Dia duduk merenung di ruang kerjanya, merenung masalah anak sambungnya. Memang dia tidak berhak menentukan masalah asmara anaknya itu, namun dia begitu sayang pada anak-anak Anita dari Rendi itu.


Bahkam dia juga kelak jika Chiko sudah lulus kuliah dan dia pensiun dari jabatan dan pekerjaannya akan dia serahkan nanti pada anak sambungnya. Karena kedua anak laki-lakinya Angga dan Kevin tidak mau menekuni bidang hukum.


"Pak Arga, bapak mau makan siang di mana?" tanya stafnya ketika datang ke ruangannya.


"Pesan saja, aku tidak mau makan di luar. Saya ingin di kantor saja." kata Arga.


"Baik pak."


Staf itu pun pergi dari ruangan Arga, dia akan memesan makanan yang biasa Arga pesan. Dan kini Arga kembali merenung, apakah akan merestui hubungan Elana dan Chiko.


"Sebaiknya kita harus belajar dari Chiko, memaafkan lebih baik dari pada mendendam. Aku sudah bahagia denganmu. Jadi buat apa memikirkan masa lalu yang oangnya saja sudah tidak ada."


Kalimat Anita padanya waktu itu membuat dia terus berpikir, membenarkan apa yang di katakan Anita. Tapi hati kecilnya sangat tidak terima, namun kembali lagi tentang Elana. Gadis itu tidak bersalah, dan waktu itu Elana belum lahir. Apakah kesalahan Mourin akan selalu di limpahkan pada gadis tak berdosa itu?


Sedangkan gadis sendiri tidak tahu, masa lalu ibunya. Memang kasihan sekali, di tambah setelah operasi jantung itu hidupnya selalu menderita.


Arga mengambil ponselnya, dia ingin menghubungi istrinya. Memastikan kalau istrinya sendiri tidak masalah dengan kehadiran Elana di hidup anaknya.


Tuuut


Sambungan telepon pada Anita.


"Halo Ga, ada apa? Tumben meneleponku?" tanya Anita.


"Sayang, bisa kamu datang ke kantorku?" pinta Arga.


Anita heran, ada apa dengan suaminya memintanya datang ke kantornya. Tidak biasanya dia seperti itu, apakah minta di bawakan makanan?


"Kamu mau aku bawakan makanan?"

__ADS_1


"Aku sudah pesan makanan, tapi tidak aoa bawa saja sayang makanannya. Nanti kita makan siang di kantorku."


"Baiklah, tunggu aku setengah jam ya."


"Iya sayang, aku tunggu kamu."


Klik!


Seteleh menelepon istrinya, Arga kembali diam. Dia mencoba membuka file-file lama tentang kasus yang dulu.


_


Di dalam kantor, Arga dan Anita sedang makan siang bersama. Dia masih diam sambil menikmati makanannya di mulut. Anita masih setia menunggu suaminya bicara, dia tahu suaminya itu ada masalah. Namun, entah apa itu.


"Apa ada yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya Anita.


Dia tidak sabar suaminya masih diam saja setelah makan siang selesai. Arga menghela nafas panjang, penuh pemikiran panjang baginya memikirkan masalah Chiko. Sedangkan Anita masih setia menunggu keputusan suaminya menerima hubungan Elana dan Chiko.


"Sayang, apa aku salah melarang mereka bersama dan menjalin hubungan?" tanya Arga dengan lirih.


Anita terus memberi pengertian tentang cinta yang di rasakan anaknya, sama dengan sauminya dulu. Bedanya Arga belum sempat tersampaikan namun sudah tidak ada Anita, bahkan sudah menikah dengan Rendi dulu.


"Aku merasa tersiksa sayang, saat-saat di mana aku mendengar kamu sudah menikah rasanya sangat menderita dan putus asa." kata Arga.


"Begitu juga dengan gadis itu dan Chiko, meereka saling mencintai tapi terhalang oleh restumu. Mereka selalu memendam rasa rindu yang setiap hari mendera. Sakit rasanya Ga, sama halnya perpisahan dengan orang yang kita sayangi." kata Anita lagi.


Dia pikir Arga menanggapi ucapannya di rumah sudah terbuka hatinya dengan menceritakan kehidupan Elana. Namun ternyata masih ada keraguan di hatinya.


"Aku tidak tahu apq yang membuatmu ragu, Ga. Tapi aku sebagai orang tuanya lebih baik mereka bahagia dengan cinta yang mereka miliki, namun nantinya tersiksa dengan perpisahan namun cinta mereka masih tersisa." kata Anita.


Dia lelah harus menunggu Arga merestui anaknya Chiko berhubungan bahkan nanti menikah dengan Elana.


"Sayang, maafkan aku. Aku begini karena aku sangat menyayangi keluargaku, keluarga kita. Agar kalian tetap bahagia dan menemukan pasangan yang mencintai tanpa ada masalah dari masa lalunya." kata Arga.

__ADS_1


"Tapi masa lalu itu sudah tidak bisa mengganggu mereka lagi, Ga. Mereka juga sudah melupakan apa yang telah lalu, mereka memikirkan masa depan. Jangan memikirkan hal-hal yang membuat kita akan terpuruk terus."


"Maafkan aku sayang, aku terlalu egois. Maaf kalau aku terlalu mengekang anak-anak masalah pasangan mereka. Aku akan memikirkan ini lagi."


"Apa yang perlu kamu pikirkan Ga?"


"Aku tidak tahu, hanya saja ..."


"Ga, kemarin Sandra datang ke rumah dan bicara padaku tentang gadis itu. Dia juga menceritakan tentang kehidupan Elana, dan memang seperti itu yang di alami gadis itu. Sandra bahkan memohon padaku, jika dia mau dia akan datang lagi dan memohon padamu untuk merestui mereka berdua. Atau, jika perlu aku akan memohon dan bersujud padamu untuk merestui Elana dan Chiko bersatu dan menikah." kata Anita yang sudah tidak sabar dengan Arga.


"Sayang, jangan begitu. Baiklah, aku tidak akan berpikir lagi. Aku akan menerima mereka sepenuhnya. Sejujurnya aku hanya ragu tentang nama baik Chiko nantinya. Dia nanti akan jadi pengacara hebat setelah aku pensiun nanti. Dia yang akan menggantikanku di kantor ini, itu saja. Aku takut nanti jika mereka bersama dan Chiko jadi oengacara sukses, masa lalu istrinya nanti akan jadi bumerang baginya untuk lawan-lawannya nanti." kata Arga.


Anita terdiam, dia tidak berpikir jauh kesana. Tapi Arga sudah memikirkannya, Anita pun tersenyum. Dia memeluk suaminya itu, memberikan ketenangan dan tidak perlu khawatir.


"Ga, jangan khawatirkan itu. Chiko juga akan berpikir sama denganmu. Dia akan menjaga keluarganya kelak, sama sepertimu menjagaku dan juga anak-anak kita. Aku sangat menyayangimu Ga, jangan sampai kita jadi orang tua yang di benci oleh anak-anak kita nanti. Aku tidak mau itu, kita harus menatap masa depan." kata Anita..m


Arga menghela nafas panjang, dia membalas pelukan Anita dengan erat. Rasanya kekhawatirannya tentang anak sambungnya memang terlalu jauh. Tapi kini dia akan mempercayakan semuanya, bahwa Chiko akan menjaga keluarganya dari orang-orang yang tidak suka padanya nanti.


"Baiklah sayang, aku merestui mereka berdua. Ajak gadis itu makan malam hari Sabtu besok." kata Arga.


Anita melepas pelukannya, dia sangat senang akhirnya Arga memberi restu bagi Chiko dan Elana bersatu dan menikah nanti.


"Terima kasih Ga, kamu yang terbaik buat kami. Aku sangat mencintaimu, Suamiku. Cup." kata Anita dengan wajah berseri.


"Iya sayang, kamu yang selalu mengingatkanku tentang suatu kesalahan. Terima kasih kamu masih bersamaku. Cup."


Keduanya pun kini saling memeluk kembali, rasa lega dan bahagia mereka rasakan kini menyelimuti hatinya.


_


_


_

__ADS_1


😊😊😊😊😊😊😊😊😊❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2