E L A N A

E L A N A
26. Bertemu Mantan Suster


__ADS_3

Keluarga Anita dan Arga pergi ke restoran setelah membeli buku di toko buku yang kecil tempatnya namun lengkap buku-bukunya, banyak yang membeli di sana karena literasinya lengkap. Semua hampir ada di sana.


"Angga sama Kevin ngga ikut ma?" tanya Chiko yang sedang memangku Karin.


"Ngga, mereka sibuk di sekolahnya. Angga sebentar lagi mau ujian." jawab Anita.


Arga membelokkan mobilnya ke sebuah restoran masakan sunda. Dia ingin makan makanan daerah sunda begitu.


"Abang sama kakak liburannya di ambil semua dua bulan?" tanya Arga pada kedua anaknya yang sedang libur panjang di kampusnya.


"Kalau kakak iya pa, tapi bang Iko katanya harus berangkat lagi satu bulan mendatang." jawab Celine.


"Lho, kenapa ngga di ambil semua bang?" tanya Anita.


"Abang harus mengikuti tes untuk jadi senior ma, kan nanti ada mahasiswa baru yang baru masuk ke kampus itu." jawab Chiko.


"Oooh, jadi cuma satu bulan aja dong di rumahnya. Nanti kak Chila pulang, ngga ketemu dong?" kata Anita lagi.


"Mungkin nanti abang ke kampus kak Chila deh sebelum abang berangkat lagi." ujar Chiko.


Dia juga merindukan kakak kembarnya itu. Mereka beda kampus, bahkan beda negara. Chila memilih kuliah di Jogja dengan jurusan kedokteran. Sedangkan Chiko mengambil hukum di negara Rusia dan Celine mengambil jurusan desainer di negara yang sama dengan Chiko.


Entah kenapa Chiko memilih negara beruang merah itu untuk tujuan pendidikannya itu. Banyak yang menginginkan kuliah di univesitas bergengsi seperti di Harvard atau stanford, padahal Chiko cerdas. Tapi pilihan Chiko juga tidak di tentang oleh Arga atau Anita. Mereka selalu mendukung kemana anak-anaknya meneruskan pendidikan.


Celine mengikuti jejak Chiko setelah satu tahun lulus, dan kebetulan dia juga di terima di kampus yang sama dengan Chiko. Mereka pun mengontrak rumah untuk berdua, bahkan Celine sering memasak untuk abangnya itu.


Terkadang ada teman Celine berkunjung ke rumah kontrakan itu, namun Chiko tidak pernah tertarik. aneh bagi Celien, kakakanya itu terlalu fokus belajar. Dan yang merepotkan, ketika ada teman Celine menyukai adiknya itu. Chiko yang maju lebih dulu, katanya mereka lagi menuntut ilmu tidak boleh pacaran dulu. Mau tidak mau Celine menuruti kemauan Chiko.


"Kak, katanya ada teman laki-laki yang suka kakak di sana?" tanya Anita pada Celine.


"Iya ma, tapi ngga jadi." jawab Celine melirik Chiko.


"Lho, kenapa?"


"Tuh, biangkeroknya." jawab Celine kembali melirik Chiko.


"Kenapa bang?" tanya Arga.


"Celine lagi belajar pa. Kita berdua sedang menuntut ilmu di negeri orang, kalau kuta pacaran dulu. Yang ada nanti pecah konsentrasi belajarnya, sayang-sayang kuliah jauh hanya dapat laki-laki tanpa dapat ilmu dari pendidikan yang jauh-jauh. Kalau mau kuliah sambil pacaran, mending di sini aja." jawab Chiko dengan santai.


Anita dan Arga saling pandang, memang ada benarnya juga pemikiran Chiko. Tapi rupanya Celine tidak setuju.


"Tapi aku bisa kok bagi waktu. Lagi pula, kan cuma buat senang-senang aja." jawab Celine dengan kesal.


"Berteman juga bisa kan senang-senang? Buktinya kamu sering pulang telat kalau dari kampus." jawab Chiko.


"Ya kan karena kita juga suka belajar bersama bang, jadi suka telat. Beda kalau punya pacar, bisa jalan berdua kalau libur kuliah. Abang sih ngga coba cari pacar di saja, di kenalin sama teman-teman Celine ngga mau, di coba dekat dengan mereka apa salahnya kan bang." kata Celine.


"Ck, abang ngga suka produk impor. Suka yang lokal aja." jawab Chiko beralasan.


"Ish, waktu itu aku pernah kok bawa teman yang dari Indo juga. Tapi abang tetap ngga mau." jawab Celine.

__ADS_1


"Dia terlalu agresif, abang ngga suka. Udah sih nurut aja sama abang, itu juga demi kebaikan kamu kok." ujar Chiko.


Celine cemberut, dia pun menghempaskan tubuhnya di sandaranbjok mobil.


"Benar kata abang kamu, Celine. Kamu fokus belajar aja dulu. Masalah pacar nanti juga datang sendiri, sudah jangan berdebat. Papa tuh mau lihat kalian akur ya, pulang-pulang kok dengar kalian ribut." kata Arga melerai anak-anaknya itu.


"Tadi sebelum ketemu abanh sama kak Celine, aku dengar mama sama papa ribut. Sekarang dengar abang sama kak Celine ribut. Kenapa sih orang dewasa selalu ribut terus?" celetuk Cheril dengan mimik wajah lucu.


Membuat Anita tersenyum, serta Arga juga. Lalu menggelengkan kepalanya.


Sampai di restoran yang di tuju, mobil Arga di parkirkan di tempat parikiran yang lumayan ramai pengunjung.


"Lho, kok ngga makannya di tempat burger sih pa?" tanya Karin.


"Papa pengen makan masakan sunda sayang, kangen dengan semur jengkolnya sama balado terongnya." kata Arga.


"Tapi Karin pengen makan burger pa." rengek Karin.


"Iya nanti pulangnya kita beli, udah makan dulu aja di sini." kata Arga lagi.


Karin cemberut, dia keluar dari mobil dengan malas dan membanting pintu mobilnya.


"Abang aja pa yang belikan, sini kunci mobilnya." kata Chiko menawarkan.


Arga lalu memberikan kunci mobilnya, kemudian Chiko masuk ke dalam mobil lagi.


"Bang, ikut."


Anita, Arga, Cheril dan Celine masuk ke dalam restoran sedangkan Chiko dan Karin masuk ke dalam mobil dan keluar parkiran untuk membeli apa yang di inginkan anak bungsu pasangan Arga dan Anita itu.


_


Seorang perempuan gemuk, mendekat pada Anita yang sedang mengobrol dengan suaminya menunggu makanan datang. Dia menyapa sengan sopan.


"Bu Anita ya?" tanya perempuan gendut itu sambil tersenyum.


Anita menoleh, agak memiringkan tubuhnya. Dia memicingkan matanya, mengingat siapa perempuan gemuk itu yang menyapanya. Hanya senyum kecil di bibir Anita.


"Saya suster yang pernah merawat anak ibu dulu." kata perempuan gemuk itu lagi.


Masih belum paham, tapi Arga ingat betul siapa perempuan gemuj itu. Dengan malas dia menyeletuk.


"Dia dulu yang rewel merawat Cheril, sayang. Yang mau pulang minta poto sama Cheril." kata Arga ketus.


"Ooh, suster Leni itu ya. Hahah, maaf saya ngga tahu." kata Anita ketika di ingatkan oleh Arga..


"Heheh, iya bu Anita. Emm, bayi yang dulu di rawat sama saya yang itu ya bu?" tanya suster Leni menunjuk pada Cheril.


"Iya suster, dia anaknya."


"Waaah, cantik ya. Namanya Cheril ya bu?"

__ADS_1


"Iya."


Cheril yang jadi perbincangan ibunya dan suster gendut itu hanya melirik saja lalu menunduk. Sedangkan Arga terlihat tidak senang dengan keakraban Anita dengan suster Leni.


Makanan pun datang, Arga segera mengambil piring dan menyajikan makanannya untuk segera makan. Sedangkan Anita masih terus mengobrol dengan suster Leni.


"Sayang, cepat makan. Ini sudah mau dingin makanannya, jangan ngobrol terus." ujar Arga tanpa melirik pada istrinya.


"Iya." jawab Anita singkat.


"Jadi anak ibu Anita ada tujuh?"


"Iya suster, heheh."


"Waah, banyak juga ya."


"Sayang! Cepat makan."


Suara Arga agak keras menghentikan istrinya mengobrol terus. Cheril dan Celine hanya melihat ibunya terus mengobrol dengan suster Leni, lalu menatap Arga dengan wajah kesal karena tidak segera di tanggapi oleh istrinya.


"Ma, cepat makan. Itu papa dari tadi panggil mama ngga segera makan-makan sih?!" kata Celine yang ikut kesal juga karena suster itu belum juga pergi dan masih mengajak Anita mengobrol.


"Iya sayang. Suster, maaf ya saya mau makan dulu." kata Anita memotong obrolan mereka yang tidak penting itu.


Dari pada suami dan anaknya kesal dan marah, mending dia menghentikan obrolan yang sejak tadi dia pikir hanya sekedar basa basi menyapa saja, malah justru obrolan panjang.


Iya bu, maaf. Kalau begitu saya kembali ke meja saya. Mari pak, nak Cheril." kata suster Leni itu.


Dia pun pergi, Anita melihat suaminya makan dengan cepat dengan wajah masih kesal padanya. Anita diam saja, lalu mulai menyendokkan makanannya di piringnya.


"Ma, kok bang Iko lama sih beli burgernya?" tanya Cheril.


"Ngga tahu sayang, pasti adikmu banyak maunya." jawab Anita, dia lalu menyendokkan jengkol ke piring suaminya.


"Udah, ngga usah."


"Kenapa?"


"Ngga berselera lagi, jengkolnya mirip suster tadi." ucap Arga asal karena kesal.


Tentu saja ucapan Arga membuat kedua anaknya tertawa.


"Hahaha ...!!"


"Ada apa kalian tertawa?"


_


_


_

__ADS_1


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2