E L A N A

E L A N A
48. Kisah Elana


__ADS_3

Saat ini Elana sedang duduk berdua dengan Chiko, Celine pergi dengan teman-temannya. Chiko senanhg, dia bisa berdua lagi dengan Elana. Ada waktu untuk bisa menyatakan cinta pada Elana. Tapi sebelumnya, dia ingin tahu kisah Elana dari awal.


"Abang mau tahu tentang aku?" tanya Elana pada Chiko.


"Iya, aku mau tahu tentang kamu semuanya, El." jawab Chiko.


Elana diam, dia menatap Chiko dengan ragu. Di cari apakah ada ketulusan di matanya. Meski dia dulu pernah melakukan itu, namun Chiko pun bisa tahu tatapan Elana.


"Kamu masih ragu ya sama aku?" tanya Chiko menatap Elana lembut.


"Aku tidak tahu bang, tapi baiklah. Aku percaya abang akan selalu denganku." kata Elana.


Chiko tersenyum, dia mengelus kepala Elana pelan. Rasa sayang dan cintanya kini bertambah dengan sendirinya, bukan karena kasihan pada Elana. Tapi karena dia memang menyukai Elana sejak melihat pertama kali di bandara.


"Aku ini punya penyakit jantung bang, jantungku bengkak. Mamaku dulu sangat sayang sama aku, beliau adalah direktur bank. Sampai bercerai dengan papa, hidup mamaku tidak karuan. Sering mengabaikanku dan juga sering pulang malam dengan keadaan mabuk.


Kata pengasuhku dulu, mamaku sering mabuk dan akhirnya bank yang di kelola oleh mamaku jadi bangkrut. Saat itu papa ngga tahu mama sampai bangkrut dan sering mabuk-mabukan." Elana menjeda ceritanya sebentar.


"Papa sama mama kamu bercerai karena apa?" tanya Chiko.


"Aku ngga tahu, kata pengasuhku karena papa punya istri baru lagi dengan orang Rusia. Ya itu mama Ana. Masalah papa dan mama waktu itu juga aku ngga tahu, tapi tiba-tiba papa cerai sama mama. Dan sejak cerai itu aku tidak di perhatikan sama mama, sampai aku punya penyakit jantung pun mama tetap mengabaikanku. Tapi jika periksa selalu mama yang memeriksaku. Kata dokter, aku harus di operasi." kembali Elana berhenti.


Chiko tersentuh dan semakin sedih mendengar penuturan Elana. Jadi sejak kecil dia sudah menderita?


"Umur berapa kamu sakit jantung?" tanya Chiko.


"Delapan tahun, usiaku saat itu delapan tahun. Tapi aku operasi di umur sembilan tahun lebih, karena waktu aku tidak tahu juga. Karena waktu itu aku tinggal dengan sahabat mamaku. Dan yang membawaku operasi ke Singapura juga sahabat mamaku." jawab Elana.


"Kenapa kamu tinggal dengan sahabat mamamu?" tanya Chiko semakin penasaran.


Elana kembali menatap Chiko, cerita inilah yang membuat Elana ragu. Kenapa dia tidak ingin menceritakannya pada orang lain. Sampai dia besar dan sekolah SMA karena masalah Mourin di penjara dia di jauhi dan di kucilkan teman-temannya, bahkan di buli.


Hingga dia harus menjadi seorang kutu buku dan selalu berdiam di perpustakaan. Temannya saja ibu kantin di sekolah, untung wali kelasnya dulu baik sekali sama Elana.


"Dulu aku selalu di buli sama teman-teman di sekolah, dari sekolah dasar sampai lulus SMA. Aku ngga punya teman sejak kecil, sampai lulus sekolah dan kerja di loudry baru aku punya teman baik. Bahkan menerimaku dengan keadaanku dan kisahku." kata Elana.

__ADS_1


Dia sengaja tidak menjawab pertanyaan Chiko kenapa dia bisa tingga dengan Sandra dan Jhosua.


"Elana, kamu melewatkan satu cerita dan pertanyaanku." kata Chiko.


Elana diam, dia pikir Chiko akan menerima ceritanya tanpa protes. Ternyata Chiko lebih teliti dan rasa ingin tahunya sangat besar tentang dirinya.


"Yang mana bang?" pura-pura lupa pertanyaan Chiko.


Chiko menggenggam tangan Elana, agar dia tenang dalam menceritakan kisahnya. Agar tidak takut dan malu padanya.


"Kamu kenapa waktu kecil tinggal dengan sahabat mamamu. Kemana mamamu waktu itu?" tanya Chiko lagi..


"Saat itu mamaku di penjara bang, aku tinggak sama tante Sandra sahabat mama sampai aku kelas dua belas tinggal di rumah tante Sandra. Enam bulan sebelum bebas, aku pindah ke rumah peninggalan kakekku."


Elana berhenti sejenak, dia menatap Chiko memastikan bahwa Chiko tidak berubah sikapnya setelah tahu tentang ibunya di penjara. Dan Chiko terdiam, dia masih menyimak cerita Elana.


"Sejak mamaku di penjara, sejak itu pula hidupku di kucilkan teman-teman. Karena mamaku di penjara, aku jadi gadis tertutup dan pendiam, karena aku tahu jika aku ceritakan siapa mamaku pasti mereka akan menjauhiku." kata Elana lagi.


Dia kembali menatap Chiko yang masih diam, meski di hati Chiko ada rasa penasaran kenapa mamanya Elana di penjara. Apakah dia melakukan kejahatan sampai di penjara. Kejahatan apa? Hingga lama sekali di penjaranya.


"Mamaku seorang narapidana bang, karena mamaku seorang narapidana aku malu bergaul dengan siapapun. Aku malas bergaul dengan siapa pun, karena pastinya mereka akan menjauhiku. Mungkin juga bang Iko dan Celine akan sama dengan mereka, menjauhiku karena mamaku seorang narapidana." kata Elana, menunduk dan terisak.


"Aku ngga menjauh El, kamu tenang aja. Aku dan Celine tidak akan menjauhimu meski kamu anak seorang narapidana. Tapi, mamamu sudah meninggal kan?" tanya Chiko.


"Iya, sebelum aku ke Rusia mamaku meninggal karena sakit paru-paru. Saat itu duniaku runtuh bang, aku tidak punya siapa-siapa saat itu. Rasanya aku sangat putus asa, satu-satunya orang paling aku sayang meninggalkan aku. Hik hik hik."


Elana menangis, tubuhnya bergetar karena tangisnya semakin kencang. Chiko memeluk tubuh Elana untuk menenangkannya, membiarkan rasa sedih dan kesendirian di dunia ini. Dan sekarang malah papanya mengusirnya dari rumahnya, ibu tiri dan adiknya memusuhinya. Hidup ini tidak adil bagi Elana, sejak kecil selalu menderita, sakit jantung, tidak di terima oleh teman-temannya. Bahkan orang yang dulu mengasuhnya malah mengusirnya juga. Lebih menyakitkannya lagi, ibu satu-satunya yang menyayanginya sepenuh hati malah pergi meninggalkannya sendiri. Lengkap sudah penderitaan Elana. Tapi Chiko salut pada Elana, gadis kuat dan cerdas, dia hidup sendiri dalam kesendirian.


Jika gadis lain, mungkin akan putus asa dan bunuh diri. Atau bahkan jadi gadis gelandangan.


"Aku salut padamu El, kamu gadis kuat dan tangguh. Tidak ada gadia sepertimu, begitu banyak cobaan dan derita kamu alami. Tapi kamu masih menjaga dirimu dengan baik, kamu hidup dengan baik. Aku sungguh kagum sama kamu Elana." kata Chiko.


Pelukannya semakin erat, dia benar-benar akan mencintai Elana dan tidak akan meninggalkannya. Dia berjanji pada diri sendiri.


"Elana, aku ..."

__ADS_1


"Bang, apa kamu tahu kenapa mamaku masuk penjara?" tanya Elana tiba-tiba.


"Kenapa?"


"Kalau dulu abang besar dan menjadi pengacara, mungkin aku akan meminta abang untuk jadi pengacara mamaku. Agar ngga lama di penjara, setidaknya hukumannya tidak berat." kata Elana.


"Kalau tahu itu, sudah pasti papaku yang akan jadi pengacara El. Akan aku minta papaku yang jadi pengacara mamamu." kata Elana.


"Oh iya ya. Tapi saat itu kita masih kecil ya bang, kita juga tidak kenal kan?"


"Ya, kalau kenal aku akan paksa papaku untuk menjadi pengacara mamamu. Emm, maaf Elana. Memangnya mama kamu punya kesalahan apa waktu itu?" tanya Chiko.


"Aku ngga tahu persis bang, tapi kata tante Sandra dia menculik seorang anak dari mantan suami pertamanya dulu." jawab Elana.


"Menculik anak?"


"Iya, aku ngga tahu waktu itu. Kata pengasuhku, sebelum papaku menikah dengan mamaku. Mama sudah menikah lebih dulu. Lalu mereka bercerai setelah tahu aku bukan anak suami pertamanya dulu, aku anak papa Evan."


Chiko semakin penasaran, ternyata cerita orang tua Elana itu sangat rumit. Jika di tanyakan terus, pasti banyak sekali hal-hal rumit lainnya.


"Jadi mama kamu menikah dengan papamu sekarang itu sudah janda?"


"Ya, ngga tahu. Tapi waktu mama sama papa menikah itu aku udah lahir, jadi aku lahir karena perselingkuhan mamaku sama papaku."


Benar, ternyata semakin di tanyakan dan di gali lagi cerita tentang kedua orang tua Elana itu sangat rumit. Tapi yang membuat penasaran, kenapa bisa mamanya Elana menculik. Siapa yang di culik, kenapa dia menculik? Tapi dia ingat sewaktu kecil dia pernah di culik oleh mantan papanya Rendi. Apakah ada hubungannya tidak?


"Apa kamu tahu siapa yang mama kamu culik?" tanya Chiko.


"Aku tidak tahu bang, waktu kecil tante Sandra yang tahu. Tapi aku pernah dengar mamaku menculik anak seorang pengacara terkenal.


Deg!


_


_

__ADS_1


_


😊😊😊😊😊😊😊❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2