
"Apa?!"
Teriak Arga, dia mendekat pada istrinya. Anita dan Elana sama-sama kaget dengan teriakan Arga. Elana merasa ketakutan dengan.kedatangan Arga, dia tertunduk dalam. Diam seribu bahasa.
Sedangkan Anita berusaha menenangkan suaminya yang kini duduk di sampingnya sambil menatap Elana tajam. Dia melihat Elana dengan teliti, dan penuh selidik.
"Ga, jangan menatapnya seperti itu." kata Anita.
"Dia siapa sayang? Kenapa dia tadi bicara masalah penculikan Chiko dulu? Apa dia itu ada hubungannya dengan perempuan itu?" tanya Arga penuh tekanan pada istrinya.
"Ga, tenang dulu. Kamu jangan bikin dia ketakutan dengan sikapmu seperti ini." kata Anita lagi.
"Tapi aku dengar dia membicarakan masalah penculikan waktu itu sayang, apa dia gadis dari anak perempuan itu" tanya Arga tanpa menghiraukan ucapan Anita tadi.
Anita diam, menatap suaminya yang terlihat marah. Lalu menghela nafas panjang dan membuang muka ke samping. Bukan saatnya Arga tahu ini, dia ingin membicarakannya nanti malam atau esoknya. Tapi ternyata pembicaraan tadi Arga mengetahuinya.
"Sayang, katakan apa itu benar?" tanya Arga lagi pada istrinya.
"Kamu sabar dulu kenapa sih, Ga. Aku jadi bingung jawabnya." kali ini Anita yang pura-pura marah pada suaminya itu.
"Ck, sayang katakan padaku. Jangan membuatku marah karena kamu ngga jujur sekarang." kata Arga kini dia yang marah pada istrinya.
"Iya om, aku anak dari orang yang pernah menculik bang Iko." jawab Elana setelah dia mengangkat wajahnya dan menatap Arga.
"Bang Iko? Kamu bilang bang Iko? Jadi kamu itu siapa? Kenapa mengucapkannya bang Iko, kamu teman dekatnya?"
"Dia pacarku pa." jawab Chiko tiba-tiba berdiri di samping Anita.
__ADS_1
Arga menoleh lalu tertawa sinis, dia pun berdiri lagi. Di usapnya wajahnya dengan tangannya, dia tidak habis pikir dengan keadaan ini. Kenapa begitu kebetulan sekali keadaannya.
"Bang, kamu tahu pasti perempuan itu telah menculik abang, hampir menyakiti mama juga. Dan abang tahu kan kalau perempuan itu juga yang memisahkan abang dengan papa Rendi dulu, bahkan juga menyakiti mama dan meremehkannya juga? Abang tahu itu kan? Lalu, kenapa abang menyukai anaknya? Pikiran abang kemana?" tanya Arga dengan keras.
Perkataan Arga tentu saja membuat Elana terkejut, dia menatap Chiko dan juga Arga yang saling menatap. Ada raut kemarahan di wajah Arga, sedangkan Chiko sendiri kebingungan. Namun, dia menunduk.
"Aku tahu pa, aku tahu sekali masalah itu. Tapi dia tidak bersalah, yang salah itu mamanya. Kenapa harus melimpahkan kemarahan pada anaknya? Bukankah memaafkan itu lebih baik?" kata Chiko yang membela Elana.
Elana pun tercekat, dia menatap Chiko sekali lagi. Apakah kekasihnya itu tahu tentang masa lalu ibunya dan mamanya juga?
"Tapi bang, ini sangat rumit hubungannya. Papa ngga habis pikir kenapa abang bisa jatuh cinta pada anak orang yang telah membuat masalah dengan keluarga kita? Seharusnya abang memikirkan perasaan mama juga, bang." kata Arga.
"Ga, sudahlah. Jangan membahas masa lalu itu, itu sudah berlalu. Benar apa yang di katakan Chiko, memaafkan lebih baik dari pada mendendam." kata Anita menenangkan suaminya.
"Sayang, dengar ya. Aku sangat sakit hati ketika tahu kamu di sakiti kesekian kali oleh perempuan itu, bahkan oleh Rendi juga. Aku sangat sakit sayang, kamu harus memahamiku juga. Kalau aku tidak terima tentang masa lalu itu, jika aku bertemu lagi. Sudah aku pastikan akan membuat perhitungan." kata Arga mengancam.
"Meninggal? Itu juga sudah pantas dia dapatkan, karena hukuman sembilan tahun di penjara itu tidak cukup bagiku." kata Arga yang semakin membuat Elana sedih.
Penolakan yang sangat menyakitkan bagi Elana, bukam hanya penolakan biasa. Namun, masalah kesalahan ibunya masih juga di bahas. Tidak ada yang bisa melepaskan Elana dengan masa lalu ibunya, jika siapa saja yang tahu tentang ibunya. Sudah pasti akan di ungkit lagi.
Dan rasa sedih serta sakit hati kembali Elana rasakan saat ini. Dan ini paling menyakitkan, bukan karena dia marah pada Arga yang telah mengungkit kesalahan mamanya. Namun, karena banyak sekali yang dia tidak tahu masa lalu mamanya sewaktu sebelum dia lahir.
Apakah masa lalu mamanya memang sangat buruk? Tapi kenapa Sandra tidak pernah menceritakannya padanya? Oh ya, dia belum tahu kalau sekarang Elana sudah punya pacar. Dan paling mengejutkannya adalah pacarnya anak dari seorang pengacara yang telah memenjarakannya.
Elana bahkan tidak bisa berpikir karena masalah itu sangat rumit sekali. Pantas saja Anita, mamanya Chiko tidak mau meneruskan ceritanya tadi. Dan tiba-tiba Elana bersimpuh di hadapan Anita sambil menangis.
Chiko dan Anita terkejut, dia menatap Elana yang sedang menunduk dalam dan terisak.
__ADS_1
"Tante, om, maafkan mama saya sekali lagi. Saya tidak tahu kalau mama saya banyak sekali menyakiti tante. Maafkan mama saya tante, maafkan mama saya tante." kata Elana masih bersimpuh di hadapan Anita.
"Elana, jangan begini. Tante tidak mempermasalahkan itu. Tante sudah melupakan semuanya, bangunlah Elana." kata Anita.
Dia risih gadis itu bersimpuh di hadapannya dan ketika di angkat tangannya malah kekeh tidak mau bangun. Chiko sendiri hanya bisa menatapnya sedih, dia bingung dan kasihan. Namun dia menatap papanya, Arga dengan penuh pengharapan.
"Pa, apa papa tidak melihat ketulusan Elana memohon maaf karena kesalahan mamanya? Apa papa tidak melihat, siapa dia? Kenapa dia yang harus minta maaf? Pa, bisakah papa melupakan semuanya dan merestui kami untuk bersatu." kata Chiko yang kini dia bersimpuh di hadapan Arga.
"Bang, kenapa kamu jadi begini? Papa ngga mau kamu seperti ini, bangunlah." kata Arga yang kebingungan kenapa anak sambungnya bersimpuh di hadapannya.
"Aku hanya meminta papa menerima kami, merestui kami pa. Itu saja, dan tentang masa lalu biar aku yang akan terus memberinya pengertian jika papa dan mama sangat sedih tentang masalah ini. Berikan kami restu pa." kata Chiko.
Anita menangis melihat anaknya kini ikut bersimpuh di depan suaminya. Dia lalu mendekat pada Chiko dan memeluknya. Lalu berkata kalau dia akan membantu membujuk suaminya.
"Bang, bangunlah. Ajak Elana pergi ke depan juga, biar mama yang bicara sama papa masalah Elan. Kamu jangan khawatir, papa pasti merestui hubunganmu dengan Elana." kata Anita pada anaknya itu.
Chiko pun berdiri, lalu mendekat pada Elana dan membangunkannya. Tapi Elana masih tetap bersimpuh, dia menatap Anita. Dan Anita pun mengangguk pasti. Setelah mendapat persetujuan Anita, Elana pun bangkit dari bersimpuhnya tadi di bantu oleh Chiko.
Chiko merangkul Elana dan membawanya pergi, sedangkan Arga masih sangat marah. Dia masih tidak terima jika Chiko dan Elana berhubungan. Anita mendekat pada suaminya dan menarik tangannya untuk segera naik tangga dan masuk ke kamar mereka.
Arga menurut, keduanya saling diam dengan pikiran masing-masing. Anita akan menceritakan kehidupan Elana semuanya pada Arga, namun kini dia akan menenangkan suaminya yang masih marah dengan kejadian tadi.
_
_
_
__ADS_1
😊😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤❤