E L A N A

E L A N A
124. Keseriusan Antonio


__ADS_3

Setelah keberangkatannya ke Rusia, Antonio langsung memberitahu keluarganya kalau dia mempunyai seorang kekasih di negara lain. Awalnya kedua orang tua Antonio tidak percaya dengan ucapan anaknya kalau dia ingin cepat menikah dengan gadis pujaannya itu.


"Kamu yakin dengan ucapanmu itu?" tanya ibunya.


"Aku yakin momy, aku sangat mencintai dia. Dia itu berhati lembut dan juga penyayang pada saudaranya." kata Antonio.


"Bukankah gadis-gadis banyak yang memikatmu, dan kamu berkencan dengan mereka. Momy takut kamu hanya main-main saja seperti pada gadis-gadis itu." kata ibunya lagi.


"Momy, tapi dia berbeda. Dia sungguh membuat aku jatuh cinta dan ingin memilikinya seutuhnya. Kalai gadis-gadis itu tidak bisa membuatku seperti dia, aku hanya bersenang-senang. Tapi dia lain mom." kata Antonio.


Ibunya, madam Ester pun hanya menghela nafas panjang. Benarkah anaknya itu mau menikah? Lalu, kuliahnya bagaimana?


"Siapa gadis itu? Dari mana?" tanya madam Ester.


"Dia orang Indonesia mom, kakaknya Chiko." jawab Antonio.


"Kakaknya Chiko, sahabatmu itu?"


"Ya, dia sangat cantik dan lembut momy. Jika momy bertemu dengannya pasti senang sekali." kata Antonio lagi.


"Hem, coba momy ingin tahu orangnya. Apa kamu ada fotonya?" tanya madam Ester.


Antonio pun mengambil ponselnya di kamarnya, dia akan menunjukkan foto kekasihnya itu. Tentu saja dia senang karena momyinya penasaran dengan kekasihnya itu. Tak lama dia kembali lagi dan memberikan ponsel pada madam Ester untuk memperlihatkan foto Chila yang sedang tersenyum manis.


"Ini mom, gadis itu sangat cantik sekali. Coba momy lihat." kata Antonio.


Madam Ester mengambil ponsel Antonio, dia memperhatikan foto Chila itu. Dia juga melihat foto Chila memang berwajah keibuan sekali dan memang cantik. Lalu ponsel Antonio dia kembalikan pada anaknya itu.


"Antonio, momy ngga masalah kamu mau menikah cepat sekali. Tapi kamu harus pastikan dulu, kalau gadis itu memang satu-satunya gadis yang ada dalam hatimu. Momy ngga mau ya kamu mempermainkan perempuan lagi. Momy juga sebenarnya tidak suka kamu bermain-main dengan gadis-gadis itu." kata madam Ester.


"Mom, aku sudah menghindari mereka. Tapi mereka terus saja mendekat padaku, memberikan apa yang mereka berikan. Lalu, apakah aku salah mom?" tanya Antonio.


"Ya salah, seharusnya kamu itu tegas. Masa sama gadis-gadis itu kamu tidak bisa tegas sama sekali."


"Mereka tahu aku tidak bisa mengelak mom, mereka juga tahu aku ngga punya pacar. Jadi niat mereka hanya bersenang-senang saja. Lagi pula, momy harus percaya, anakmu itu cuma dua kali tidur dengan gadis-gadis itu. Semua gadia yang mendekat padaku itu hanya menemani mereka saja. Dan momy tahu, aku di cap playboy sama Chiko. Dia menentangku, mom." kata Antonio.


"Jelas dia menentangmu, dia tidak mua saudaranya itu akan di permainkan olehmu. Siapa yang rela saudaranya di sakiti. Momy juga setuju itu." kata madam Ester.


"Ck, momy mau dukung aku ngga sih?"


"Momy mau dukung kamu, kalau kamu benar-benar serius dengan pacarmu itu. Dan momy sedikit ragu, kamu di sini. Sedangkan dia di sana, jauh sekali. Itu mempermudah kamu bermain perempuan lagi Antonio." kata madam Ester.


"Tidak momy, aku tidak akan mempermainkan perempuan lagi. Momy tahu, Chiko mengawasiku. Jika aku ketahuan selingkuh, maka aku tidak akan bisa bertemu lagi dengan Chila."


"Itu bagus, tapi momy harap kamu berubah tidak hanya karena di awasi adik pacarmu itu saja, tapi memang benar-benar berubah Antonio." kata madam Ester lagi.


"Iya mom, aku sudah berubah semenjak kenal dia. Bahkan aku ingin menetap di sana jika sudah menikah dengannya." kata Antonio.

__ADS_1


"Menetap di sana? Dengan siapa?"


"Momy, Thomas itu kan punya istri orang Indonesia juga. Dia bekerja di salah satu firma hukum yang terkenal juga di sana. Aku di minta ikut kerja di sana sebagai konsultan hukum. Kupikir aku harus menerima tawaranny itu, karena aku punya kekasih orang sana juga." kata Antonio.


"Jadi, kamu serius dengan kekasihmu itu?"


"Tentu saja mom, dia yang telah memikat hatiku. Perempuan di sini tidak ada yang membuatku jatuh cinta seperti aku mencintai dia. Aku benar-benar ingin memiliki dia dan menikahinya momy." kata Antonio seperti merengek pada ibunya.


Madam Ester menghela nafas panjang, dia pun merasa senang anaknya memang benar-benar hanya mencintai satu perempuan saja. Dulu dia khawatir, meski anaknya itu tidak berbuat macam-macam. Namun teman-teman gadisnya selalu saja datang ke rumahnya dan selalu menggoda Antonio.


Mereka tahu kedua orang tua Antonio itu jarang ada di rumah. Madam Ester dan suaminya punya perkebunan apel di daerah pedesaan yang luas, jadi jika sedang panen maka madam Ester dan suaminya itu berada di sana. Dan tentu saja teman-teman Antonio itu tahu, dan memanfaatkan itu untuk mendekati anaknya.


"Nanti momy bicarakan dengan dadymu. Dia juga pasti kaget kamu mau menikah dengan orang luar." kata madam Ester.


"Iya momy, dan dalam enam bulan ini aku harus menyelesaikan kuliahku. Agar aku bisa melamarnya, nanti momy dan dady bisa datang juga ke sana denganku sekaligus melamar Chila kelasihku mom." kata Antonio.


"Ya, momy akan bicarakan dengan dady."


Pembicaraan itu pun selesai, setelah madam Ester masuk ke dalam kamarnya. Waktu Rusia saat ini sedang malam, ingin Antonio menelepon kekasihnya itu. Namun dia sudah berjanji tidak akan menghubungi Chila.


"Aah, persetan dengan aturan Chiko. Aku rindu dengan Chila, aku ingin meneleponnya. Mungkin saat ini di sana masih siang." kata Antonio.


Dia lalu mencari nomor Celine, kebetulan memang hanya nomor dia yang di simpan. Chiko melarang Chila memberikan nomor ponselnya padanya. Jadi, dia akan menghubungi Celine.


Tuuut


"Celine, ini aku Antonio."


"Ouwh, Antonio. Ada apa? Apa mau bicara dengan kak Chila?"


"Ya, dia ada di dekatmu?"


"Tidak, kamu terlambat. Kakakku sudah berangkat ke Jogja, kuliah lagi di sana."


"Yaaah, sayang sekali."


"Tapi aku bisa memberikan nomor baru kak Chila. Dia ganti nomor."


"Waah, benarkah? Coba kirim nomor Chila, aku merindukannya."


"Hahah, baiklah. Aku kirim lewat pesan, karena aku tidak hafal nomornya."


"Oke."


Klik!


Telepon di putus, Antonio menunggu pesan singkat dari Celine. Dan tak lama Celine mengirim pesan padanya, dengan tulisan nomor telepon kakaknya. Antonio senang sekali, dia lalu menyimpan nomor Chila. Kemudian dia langsung menghubungi kekasihnya itu.

__ADS_1


"Halo, siapa ini?"


"Halo, cantik. Aku Antonio, kekasihmu."


"Ooh, Antonio. Kamu bisa menghubungiku? Aku rindu sama kamu." ucap Chila di sana dengan bahagia.


"Tentu sweety. Aku juga rindu sama kamu, bagaimana kabarmu di sana? Kata Celine kamu sudah mulai kuliah lagi." tanya Antonio.


"Ya, aku sudah kuliah lagi. Dan sekarang aku sedang ada kunjungan ke rumah sakit di daerah, meneliti berbagai penyakit pasien di daerah itu apa yang kebanyakan di alami oleh masyarakat."


"Ooh, cantikku. Kamu sangat berdedikasi sekali. I love you."


"Hahah! i love you too. Kamu sedang apa?"


"Aku tadi mengobrol dengan momyku, membicarakan hubungan kita."


"Oh ya? Lalu tanggapan momymu bagaimana?"


"Tentu saja beliau senang sekali. Dan nanti kamu juga akan membicarakan dengan dady juga."


"Semoga dadymu juga setuju."


"Tentu saja cantik. Dan, kamu masih setia menungguku?"


"Tentu, selama kamu masih setia padaku."


"Hahah, kamu tahu. Aku serius padamu, enam bulan lagi aku datang melamarmu."


"Aku menunggumu, Antonio. I love you."


"Love to you."


"Aku mau ada pertemuan, Antonio. Sayang sekali harus di putus telepon ini."


"Ah, ya cantik. Semoga sukses ya kamu di sana. I miss you."


"Miss you too."


Klik!


Sambungan telepon terputus, kini Antonio hanya menghela nafas panjang. Dia senang bisa menghubungi Chila, namun sayang hanya sebentar saja. Dia letakkan ponselnya di meja, lalu Antonio membaringkan tubuhnya di ranjang untuk tidur malam.


_


_


_

__ADS_1


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2