E L A N A

E L A N A
77. Evan Di Pecat


__ADS_3

Ana masuk ke dalam kamarnya, dan juga Angela. Dia benar-benar takut Dimitri melakukan hal yang di luar kendali pada Evan. Tapi kemudian Angela mencari kemana Dimitri berada, dia ingin bicara jangan mencelakai Evan, dia benar-benar takut.


Karena dia tahu, jika Dimitri sudah marah maka akan buruk akibatnya bagi siapa saja yang membuatnya marah.


"Dimitri!" teriak Angela ketika Dimitri hendak pergi.


Dimitri menoleh, dia melihat Angela begitu cepat mengejarnya.


"Kenapa?" tanya Dimitri.


"Apa yang akan kamu lakukan pada kak Evan?" tanya Angela.


"Kamu pasti tahu apa yang akan aku lakukan." jawab Dimitri.


"Jangan sakiti dia!"


"Aku tidak peduli ocehanmu Angela!"


"Dimitri!"


"Angela! Kamu tidak bisa menyuruhku untuk menghentikan apa yang akan aku lakukan, ingat ya. Meskipun kamu yang memulai dan menjebaknya, tapi aku tetap akan membuat perhitungan dengannya." kata Dimitri.


Dinmitri menatap Angela tajam, dia lalu bergegas naik motornya. Pergi untuk mencari sesuatu agar bisa membalaskan pada Evan.


Angela semakin takut, dia lalu pergi juga ke rumah Ana, dia takut akan terjadi sesuatu pada kakak iparnya. Meskipun dia ketakutan, namun ternyata Angela tidak menyesal melakukan perbuatannya itu.


Angela menyetop taksi yang kebetulan lewat, dia tidak sabar ingin segera sampai di rumah kakaknya.


"Semoga kak Evan belum di apa-apakan oleh Dimitri. Aku takut dia melakukan sesuatu yang di luar batas" gumam Angela.


Sementara itu, Evan pergi ke kantor meski sudah siang. Dia ingin pergi ke kantor karena memang sedang banyak sekali pekerjaan.


Setelah pulang dari kantor, rencananya dia akan ke rumah bibi Margareta untuk membujuk Ana kembali lagi dan meminta maaf padanya.


Evan masuk kantor, dia di beritahu kalau ada rapat dadakan dengan dewan direksi. Dia di tunggu oleh dewan direksi untuk melaporkan dana keuangan yang ada di perudahaan. Berkas yang dia siapkan sudah ada, tinggal di presentase saja.

__ADS_1


Paman Simon sebagai dewan direksi pun menunggu, dia di beritahu oleh istrinya tentang kejadian yang di alami oleh keponakannya.


Dia benar-benar marah, apa lagi dia mendengar bahwa bagian keuangan sedang kebocoran. Dan yangengherankannya lagi, ternyata Evan malah terlibat sebuah penggelapan uang dengan tanda tangan di berkas itu.


Paman Simon marah besar ketika tahu Evan ceroboh tentang tanda tangannya. Evan masuk di dalam ruang direksi, di sana ada paman Simon, bagian kepala administrasi, bagian keuangan temannya sendiri dan juga direktur utama.


Evan duduk dengan tenang, semua menatap Evan yang duduk dengan tenang walau dia gugup.


"Evan, mana berkas yang kamu kerjakan?" tanya paman Simon.


Evan pun mengambil berkas yang dia kerjakan, namun berbeda dengan yang ada di tangan paman Simon.


"Ini paman Simon." kata Evan menyerahkan berkas di tangannya.


Paman Simon mengambil berkas di tangan Evan. Dia membuka dan membaca berkas itu, lalu mengerutkan dahinya.


"Apa ini Evan? Kamu salah mencatat berkas ini, yang benar ini!" kata paman Simon melempar berkas di depan Evan.


Evan kaget, namun dia mengambil berkas yang di lempar tadi. Dia membuka dan membacanya, dan betapa kagetnya kenapa isi berkas itu sangat jauh. Bahkan itu bukan rincian sebenarnya.


"Tapi kenyataannya, keuangan kita seperti apa yang ada di sana. Dan ini, beberapa berkas kebocoran uang, kamu menanda tangani beberapa berkas yang sengaja di selewengkan. Kamu menyetujuinya!"


Kembali paman Simon melempar beberapa berkas di depan Evan, Evan melihat berkas-berkas itu. Memang benar di sana tertera tanda tangannya kalau penyelewengan dana perusahaan di setujui olehnya. Tapi dia tidak tahu tentang itu.


"Paman, aku di manfaatkan oleh orang lain?"


"Cukup! Kamu selalu saja mengelak dan membantah Evan. Masalahmu terlaly banyak, tidak di perusahaan bahkan dalam rumah tanggamu. Kamu bahkan tidak bisa di andalkan lagi di perusahaan ini. Dan hari ini adalah hari terakhirmu di kantor ini, kamu di pecat Evan!" kata paman Simon.


"Paman, apa salahku?!" tanya Evan dengan anda sedikit keras.


"Sudah jelas kamu bersekongkol dengan anak buahmu untuk menggelapkan uang. Aku sudah memeriksa rekeningmu, dan ternyata memang banyak yang masuk ke dalam rekeningmu Evan.


"Paman, itu salah. Aku tidak melakukannya. Aku memang ceroboh, tapi aku yakin tidak melakukannya. Ku mohon paman percaya padaku, aku tidak melakukannya." kata Evan tetap membantahnya.


"Semuanya boleh bubar, biarkan saya bicara dengan keponakanku ini." kata paman Simon.

__ADS_1


Lalu para direksi dan bagian-bagian lainnya keluar dari ruang direksi. Mereka juga tidak menyangka Evan melakukan kecurangan, bahkan penyelewengan keuangan begitu besar.


Evan sendiri tidak tahu, dia tidak pernah memeriksa rekeningnya sendiri. Karena semuanya dia serahkan pada istrinya, Ana.


Paman Simon mendekat, dia menatap Evan sinis, lalu duduk di meja di mana Evan duduk di kursinya. Berharap paman dari istrinya itu percaya dengan perkataannya.


"Apa paman percaya begitu saja dengan data tersebut? Data sebenarnya ada pada saya, paman." kata Evan.


"Aku tahu, tapi kamu memang harus di pecat. Kamu menyakiti keponakanku dan bahkan meniduri Angela." kata paman Simon.


Evan terdiam, begitu cepat cerita itu sampai pada paman Simon itu. Memang paman Simon tidak terlalu menyukai Evan, makanya Evan bekerja dengan baik dan bersikap baik pada paman Simon.


Namun kini, ternyata semuanya sudah di rencanakan. Entah sudah di rencanakan atau memang sedang di tunggu momen kesalahan fatalnya. Evan pun pasrah, entah apa yang akan di lakukan oleh keluarga Ana itu padanya.


"Paman, maafkan aku tentang itu. Tapi Angela yang menjebakku, dia memasukkan obat perangsang di minumanku, lalu terjadi seperti itu paman. Paman tahu sendiri jika kita di beri obat perangsang akan seperti apa dan harus bagaimana." kata Evan.


"Aku tidak peduli masalah itu, yang sudah jelas kamu sudah salah. Dan itu fatal, kamu tidak bisa berbuat apa pun lagi. Kamu tahu aku dan Dimitri tidak menyukaimu, namun Ana begitu mencintaimu. Tapi sekarang kamu malah menyakiti Ana, lalu aku harus bertindak cepat dan tegas padamu. Kemasi barang-barang di kantormu, besok ada direktur keuangan yang baru. Jangan sampai dia datang, barang-barangmu masih tertinggal di ruangan itu." kata paman Simon.


Dia lalu pergi meninggalkan Evan yang terkulai lemas. Kini semuanya hancur, dia tidak bisa lagi ke rumah bibi Margareta untuk meminta maaf saat ini. Dia harus memberesi dan merapikan ruang kantornya. Memgambil barang-barangnya dan membawanya pulang.


Evan pun melangkah pergi dari ruang direksi tersebut, dengan langkah gontai dia menuju ruangannya. Membuka dengan pelan lalu duduk di kursi sejenak, memikirkan kejadian yang begitu cepay.


Mulai dari kemarin pagi, dia mau berangkat ke kantor sampai tidur dan bercinta dengan Angela hingga Ana memergokinya dan bertengkar dengannya lalu Angela yang membantah dia di perkosa.


Akhirnya Ana minggay dari rumahnya, lalu kini dia harus di pecat dari perusahaan milik paman Simon, yang selama sembilan tahun dia bekerja di sana dengan baik. Tapi kini malah di pecat hanya karena kesalahannya pada Ana.


"Aaaaargh! Brengsek!"


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2