E L A N A

E L A N A
32. Masuk Kuliah


__ADS_3

Elana sudah mendaftar di kampus yang kebetulan sama dengan Chiko dan Celine. Elana memgambil jurusan desain, karena sejak dulu dia ingin menjadi seperti Sandra dan akan membuka butik suatu saat nanti.


Kini dia sudah mau mengikuti kegiatan mahasiswa baru yang di adakan di kampus. Saat ini kampus sedang libur selama dua bulan. Dan hanya mahasiswa baru saja yang bersngkat perkuliahan untuk mengenal seluruh seluk beluk kampus di dampingi oleh mahasiswa yang sudah mendaftar untuk menjadi pemandu bagi mahasiswa baru yang belum mengenal seluk beluk kampus.


Kini Elana dan teman satu jurusan di kampus tersebut sedang berkumpul untuk menunggu seior yang akan mengantar berkeliling kampus. Tidak ada masa orientasi mahasiswa baru, yang ada hanya pengenalan kampus pada mahasiswa baru.


Memang tidak ada hal yang menarik dari pengenalan kampus dan beberapa fakultas yang ada di universitas tersebut, namun bagi sebagian senior yang mengikuti menjadi pemandu di kampus tersebut akan di berikan beasiswa selama satu semester. Itu cukup meringankan biaya pendidikan dan juga biaya hidup bisa terpangkas.


Elana mengikuti dengan antusias acara pengenalan kampus tersebut. Dan dosen bagian panitia juga sedang memberikan pengarahan pada mahasiswa baru, bahwa nanti ada pendamping yang akan memberikan penjelasan mengenai kampus itu.


Satu jam mereka berkumpul dan mendengarkan pengarahan, dari ketua kampus dan juga jajaran dosen. Setelah selesai, mahasiswa di bagi menjadi beberapa kelompok. Ada banyak mahasiswa baru dari berbagai negara yang memang tujuannya menempuh pendidikan di negara Rusia.


Elana sekompok dengan mahasiswa dari Jepang, Turki dan juga dari Singapura dan Malaysia. Satu kelompok itu ada lima orang yang akan di pandu oleh satu mahasiswa senior.


Dan dengan kebetulan juga pemandu senior itu dari Indonesia. Ya, Chiko memandu kelompok Elana. Dia awalnya tidak tahu kalau Elana akan kuliah di kampusnya juga, tapi dia tahu dari data yang dia pegang, ternyata ada mahasiswa dari Indonesia juga. Dan dia kaget mahasiswa baru itu adalah Elana.


Mereka melakukan brifieng terlebih dahulu, mengenalkan satu persatu teman kelompok dan juga pemandu senior itu.


"Dobroye utro, privet vsem vam. Dobro pozhalovat' vnash kampus. Predstav'te, menya zovut Chiko Raditya iz Indonezii. Polse togo, kak ya skazhu eto, Vy oredstavlyayete svoye imya i otkuda vy rodom." (Selamat pagi, salam sejahtera buat kalian semua. Selamat datang di kamous kita ini. Perkenalkan nama saya Chiko Raditya dari Indonesia. Setelah saya berbicara ini, kalian perkenalkan nama kalian dan dari mana asalnya.) kata Chiko memperkenalkan diri.


Elana melihat Chiko mengenalkan dirinya hanya tersenyum tipis saja, lalu menunduk karena Chiko memperhatikan dirinya.


"Khorosho, pozhaluysta, predstav'tes'.(Oke, silakan perkenalkan diri kalian masing-masing.) kata Chiko lagi.


"Menya zovut Akio Takaydo iz Yaponii." (Nama saya Akio Takaido dari Jepang.) kata mahasiswa dari Jepang yang berperawakan tinggi dan bermata sipit.


"Menya zovut Fauziya Khamida iz Malayzii." (Nama saya Fauziah Hamidah dari Malaysia)


"Menya zovut Makhmud iz Turtsii." (Nama saya Mahmoud dari Turki.)


"I menya zovut Fatimah Azzahra iz Singapura." (Dan nama saya Fatimah Azzahra dari Singapura.) kata Fatimah yang berwajah Melayu itu.


"Posledniy?" (Yang terakhir?) kata Chiko.


"Menya zovut Elana Patrisiya iz Indonezii." ( Nama saya Elana Patricia dari Indonesia.) ucap Elana memperkenalkan diri.


"Nu, pokhozhe, u nas yest' rodnya, da. My mozhem govorit' na nashem rodnom yazyke, kogda vstretimsya pozzhe. Segodnya my predstavim nekotoryye zdaniya, a takzhe etogo kampusa. Ya ob"yasnyu pozzhe v sootvetstvii so svoimi sposobnostyami i snaniyami, kotoryye ya mogu." (Baiklah, sepertinya kita ada yang serumpun ya. Boleh nanti kita bicara pakai bahasa sendiri jika bertemu nanti. Saat ini kita akan memperkenalkan beberapa gedung dan juga bagian-bagian dari kampus di sini. Kalian bisa bertanya apa pun pada saya untuk mengenal lebih jauh tentang kampus kita ini. Nanti saya terangkan sesuai kemampuan dan pengetahuan yang saya bisa.) kata Chiko menjelaskan apa yang nanti dia bisa dan dia ketahui.


Kemudian mereka pun mengikuti kemana Chiko melangkah, dia menjelaskan apa saja yang ada di kampus, kegiatan apa saja dan berbagai fasilitas yang tersedia di kampus. Semua di jelaskan dengan gamblang oleh Chiko.

__ADS_1


Elana memperhatikan Chiko dengan penjelasannya, di samping dia kagum dengan Chiko yang sangat pandai berbahasa Rusia, juga Chiko sangat mengenal betul seluk beluk tentang kampusnya itu.


Dua jam mereka berjalan dan kadang juga duduk di taman, mereka saling bercanda dan juga mengenal satu sama lain. Elana merasa nyaman pada kelompoknya itu, dia seperti menemukan teman baru.


Tapi kemudian dia kembali murung, seandainya teman barunya itu tahu siapa dirinya ketikan di Indonesia. Apakah mereka akan menjauhinya juga? pikir Elana.


Lama mereka saling mengenal dan berbicara dengan bahasa Rusia, karena ada dua mahasiswa yang berbeda rumpun.


"Elana, kamu satu negara dengan Chiko. Sangat menyenangkan ada teman satu negara ya." kata Fauziyah yang berasal dari Malaysia.


"Iya, saya senang bisa ada teman satu negara. Apakah Fauziyah ada teman satu negara juga?" tanya balik Elana.


"Ziya, panggil saya Ziya saja Elana. Lebih simpel saja ya." kata Fauziyah.


"Oh, oke Ziya. Bisa kita nanti berteman?" tanya Elana.


"Tentu, apa kamu punya kost juga?" tanya Ziya.


"Tidak, ada papaku yang bekerja di sini dan juga ..." ucapan Elana berhenti, dia tidak meneruskan ucapannya karena ragu.


"Kenapa?"


"Ouwh, kamu ada papa ya di negara ini. Jadi kamu tidak ngekost." kata Ziya.


"Tidak, Ziya."


Kini Fatima juga ikut mengobrol dengan Elana dan juga Ziya. Mereka berbicara dengan bahasa Melayu, karena bisa lebih akrab dengan satu sama lain.


Sedangkan yang dari Jepang dan Turki berbicara sendiri. Mereka juga saling mengenal satu sama lain. Ada obrolan hangat antara kelima orang beda negara itu, membuat Elana sangat senang.


Acara pengenalan kampus itu pun akhirnya selesai di jam waktu dua belas waktu setempat. Mereka kini beristirahat dan mencari makan siang di toko dan kantin yang tersedia di kampus.


Setelah jam makan siang, pihak kampus akan membagi mahasiswa baru sesuai dengan jurusan yang di ambil. Dan nanti Elana akan berpisah dengan Ziya dan Fatima karena mereka beda jurusan.


"Oh, ternyata kita beda jurusan ya." kata Ziya pada Elana dan Fatimah.


"Ya, tapi kita bisa berteman kan?" kata Fatimah.


"Tentu saja, kita bisa berteman dan bisa bertukar nomor ponsel." kata Ziya.

__ADS_1


Elana hanya tersenyum saja, dia setuju. Namun dia juga tidak mau jika berteman nanti kedua teman barunya tahu banyak tentang dirinya.


Lalu ketiganya saling bertukar nomor telepon, baik jika masih ada di negara Rusia atau pun nanti di negaranya masing-masing ketika pulang liburan tiba.


"Halo semua." sapa Chiko mendekat pada ketiga mahasiswa yang tadi dia pandu mengenalkan seisi kampus.


"Halo, Chiko." jawab Ziya dan Fatimah.


Chiko melirik pada Elana yang diam tidak menjawab sapaannya.


"Apa ada yang bisa saya bantu dengan pengenalan kampus ini lagi?" tanya Chiko.


"Tidak, kurasa sudah cukup Chiko." jawab Ziya.


"Ouwh, baiklah. Kalau begitu saya pergi saja." kata Chiko.


"Ya, silakan."


Kembali Chiko melirik Elana saja yang hanya tersenyum menanggapi ucapan Chiko itu. Entahlah, Elana merasa canggung harus berinteraksi dengaj Chiko tapi di hadapan dua teman barunya.


"Hemm, katanya dia kuliah di jurusan hukum. Berarti kita tidak akan bertemu dengan Chiko ya."


"Ya, tapi tidak masalah."


"Jadi Chiko mengambil jurusan hukum?" tanya Elana.


"Seperti itu yang aku tahu." jawab Ziya.


Elana kembali diam, dia seperti penasaran dengan Chiko, namun terasa malu untuk mendekat padanya.


Kini ketiganya berpisah, karena mereka harus berkumpul sesuai jurusan yang di ambil masing-masing mahasiswa.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2