
"Kak, kenapa kakak mau tahu tentang mama kak El?" tanya Sandra.
"Aku ingin tahu tante, aku ingin tahu sebanarnya mama itu seperti apa sewaktu masih muda. Apakah seorang yang jahat?" tanya Elana.
"Tidak sayang, mama kamu tidak jahat." bantah Sandra.
Dia bingung kenapa Elana ingin tahu tentang masa lalu sahabatnya itu. Apakah ada yang mencemoohnya lagi?
"Kalau begitu, tante ceritakan tentang mamaku. Bagaimana dia hidup dan seperti apa menjalaninya. Selama ini aku hanya tahu papa Evan adalah papaku, dan sebelum menikah dengan papa Evan. Apakah mama pernah menikah? Dengan siapa tante?" kali ini Elana ingin sekali Sandra segera menceritakan tentang ibunya.
"Kak, kakak bertemu siapa? Katakan pada tante, biar tante yang akan memberitahu kalau mama kakak El itu orang baik." kata Sandra lagi berusaha menutupi kelakuan Mourin dulu.
"Tante Anita, istrinya om Arga." jawab Elana lantang dan tegas.
Deg!
Sandra kembali terdiam, terkejut dengan jawaban Elana itu. Kenapa Elana bisa bertemu dengan perempuan yang pernah di sakiti oleh sahabatnya itu. Apa yang di katakan Anita pada Elana? Apakah dia juga bercerita kalau suaminya dulu di rebut oleh Mourin?
"Kak, apa yang di katakan tante Anita sama kakak?"
"Tidak ada, tapi El mohon tante ceritakan tentang mama semuanya. Tanpa ada yang di tutup-tutupi, karena ini menyangkut hidup El tante. Hik hik hik." kata Elana kini mulai menangis.
Sandra mendekat dan memeluk Elana dengan erat, dia cukup sedih dengan mengingat dulu telah mengusir Elana. Dan kenyataannya sekarang hidup Elana benar-benar belum bahagia dan sekarang masih saja ada yang mengungkit masalah ibunya?
"Tante, El mohon untuk cerita tentang mama." kata Elana lagi dengan lemah.
"Baik, tante akan ceritakan semuanya. Tapi kakak El jangan marah dan jangan benci sama mama ya, karena itu hanya masa lalu. Lagi pula mama kak El sudah tiada, tidak baik mengungkit cerita orang yang sudah meninggal kak." kata Sandra.
"Aku tahu tante. Aku hanya ingin tahu masa lalu mama, bagaimana kehidupan mama dulu dengan laki-laki atau suaminya dulu." kata Elana lagi.
__ADS_1
Sandra melepas pelukannya, dia mengusap air mata Elana dan tersenyum padanya. Memang kehidupan Mourin tidak baik, dia sangat angkuh dan merasa bangga dengan kecantikannya. Dan dia punya jabatan tinggi sehingga bisa memikat Rendi dengan memberinya jabatan tinggi juga.
"Memang mama kak El itu pernah menikah dengan orang lain, yaitu Rendi." kata Sandra.
"Rendi yang pernah menikah dengan tante Anita? Bagaimana mama bisa menikah dengan om Rendi?"
"Kak, dengarkan tante dulu. Jangan berpransangka tidak baik."
"Tapi, tante harus menceritakan kalau mama Mourin menikahi om Rendi bagaimana. El ngga mau rasa penasaran El tentang mama jadi salah. Meski mama adalah mama El yang El tahu setelah besar beliau baik, tapi yang El dengar mama itu merebut suami tante Anita dulu. Apakah itu benar tante?"
"Kak?"
"Benar kan tante?"
"Iya, dan mereka menikah hanya sebentar. Setelah kak El lahir, mama Mourin dan Rendi bercerai. Lalu menikah dengan Evan." kata Sandra.
"Jadi, aku anak hasil selingkuhan tante? Papa selingkuhan mama kan tante?" tanya Elana lagi.
"Tapi selama mama bercerai, aku tidak pernah merasakan kasih sayang mama dan papaku. Aku hidup sendiri, aku hidup dengan tante Sandra sampai besar, dan setelah mama keluar dari penjara mama malah pergi. Aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tuaku sendiri. Dan mamaku sendiri juga pernah merebut suami orang, itu yang membuatku sedih dan kecewa. Entah aku ini siapa tante. Adakah yang menginginkan aku?"
"Kak El, tante sayang sama kakak, om Jho juga. Jangan berkecil hati, semua ada waktunya kakak akan bahagia." kata Sandra.
"Tapi orang yang aku cintai malah oedua irang tuanya tidak suka sama El, tante. Bukan, papanya yang tidak suka El karena mama. Karena perbuatan mama yang telah melukai hati istrinya. Hik hik hik."
Sandra bingung, apa yang di bicarakan Elana. Siapa yang dia maksud yang dia cintai?
"Kak, apakah kakak punya pacar?" tanya Sandra ragu.
"Ya, El sudah punya pacar. Dan dia sayang sama El tante, tapi papanya ngga suka sama El. Karema El anak mama Mourin yang telah banyak menyakiti tante Anita. Hik hik hik."
__ADS_1
"Anita? Kak, tante tidak mengerti. Apa hubungannya Anita dengan pacar kakak itu?"
"Pacar El itu anaknya tante Anita, yang banyak sekali di sakiti oleh mama Mourin, yang suaminya berselingkuh dengan mama Mourin. Dan sekarang menikah dengan om Arga. Om Arga tidak terima El berpacaran dengan anaknya tante Anita, tante." kata Elana.
Sudah jelas sekarang apa masalah Elana, kenapa dia meminta Sandra menceritakan masa lalu ibunya. Sandra pun ikut menangis, betapa malangnya Elana. Hidupnya selalu di rundung kesedihan. Banyak mengalami penolakan, apa lagi oleh keluarga kekasihnya.
Sandra memeluk Elana dengan erat, dia benar-benar merasa kasihan pada anak sahabatnya itu. Entah takdir yang membuat Elana seperti itu, di pertemukan dengan masa lalu ibunya yang pahit.
"El udah minta maaf sama tante Anita, tante. Beliau menerima. Dan beliau juga jangan mengungkitnya lagi, tapi begitu suaminya datang. Malah banyak sekali kesalahan yang di buat mama pada tante Anita, bukan masalah penculikan anaknya saja. Tapi mengambil suaminya juga, jadi aku anaknya seorang pelakor tante. Hik hik hik." kata Elana lagi kini dia menangis sedih.
Betapa banyak kesalahan ibunya yang harus dia tanggung, namun begitu. Dia tidak bisa menghindar dari semua itu, karena kenyataannya seperti itu masa lalu Mourin.
"Kak El, kakak tidak bersalah. Biarkan mama yang seperti itu, kakak jangan seperti itu, yang penting buktikan kalau kakak El tidak seperti mama Mourin. Dan juga kakak jangan benci mama Mourin ya." kata Sandra.
"El ngga benci mama tante, buat apa benci. Mama sudah tidak ada, tapi sekarang El bingung. Apakah El akan selalu membawa masa lalu mama yang tidak baik itu? Apakah El tidak pantas untuk di cintai, tante?" tanya Elana pada Sandra.
"Ngga kak, ngga akan seperti itu terus. Tante yakin pasti ada yang mencintai dan menyayangi kakak El dengan tulus kelak, jangan putus asa. Jika anaknya tante Anita tidak tulus mencintai kakak, biarlah dia pergi sendiri kak. Kakak pasti bisa mendapatkan cinta dan kasih sayang yang tulus, tante yakin itu. Karena kakak itu anak baik, sangat baik. Jangan putus asa sayang, dan maafkan tante yang tidak pernah bercerita masalah mama kak El." ucap Sandra.
"Sebenarnya, anaknya tante Anita itu tulus mencintai El, tante. Hanya saja papanya yang tidak terima akan hubungan anaknya dan El. Tante Anita juga sudah setuju, kakak adiknya setuju. Tapi papanya yang tidak terima El, lalu aku harus bagaimana tante?"
Sandra mendengarkan cerita Elana, ternyata banyak yang menyayangi Elana juga. Namun begitu, mungkin mereka itu karena tahu cerita Elana jadi lebih kasihan pada Elana.
"Nanti tante Sandra akan bicara dengan tante Anita, kak. Tante akan bilang sama tante Anita masalah mama Mourin jangan lagi di ungkit. Jika tante Anita meminta kakak harus menjauhi anaknya, akan tante minta dengan sangat untuk mempersatukan kakak dengan anaknya tanpa mengingat lagi masa lalu mama Mourim, karena kakak tidak bersalah." kata Sandra.
Dia akan membantu Elana dengan sepenuhnya, agar Elana di terima dengan baik di keluarga Anita. Sekali pun nanti dia akan memohon dan bersujud di depan Anita. Dia kasihan pada Elana, karena hanya dia satu-satunya keluarganya saat ini.
_
_
__ADS_1
_
😊😊😊😊😊😊😊😊😊❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️