
Sandra di rumah memikirkan nasib Elana, dia banyak diam di kamarnya. Sampai suaminya Jhosua heran dengan sikap istrinya yang sejak pulang dari butik lebih banyak diam, bahkan melamun. Jhosua pun menghampiri istrinya yang sedang membersihkan wajahnya dari make up.
"Ma, ada yang mama pikirkan? Cerita sama papa." kata Jhosua.
Sandra menghela nafas panjang, dia menyelesaikan membersihkan mukanya lalu berganti menggunakan krim malam. Kemudian dia duduk menghadap suaminya dan menatapnya sendu.
"Mama kepikiran Elana pa, tadi siang dia datang ke butik dan bercerita tentang dirinya. Tapi dia minta padaku untuk menceritakan masa lalu Mourin sebelum menikah dengan Evan. Aku tidak tega menceritakannya, tapi Elana memaksanya sambil menangis. Aku merasa kasihan, dia punya pacar. Dan kamu tahu pacarnya siapa?" tanya Sandra.
"Siapa?"
"Anaknya Anita, perempuan yang dulu suaminya di selingkuh dengan Mourin. Dan suaminya Anita sekarang, pengacara Arga itu menolak hubungan mereka. Elana putus asa, dia tidak tahu masalah itu. Sampai suaminya itu membicarakannya jadi Elana tahu dan dia memintaku menceritakannya. Aku benar-benar kasihan, sedari kecil sampai sekarang anak itu hidupnya selalu menderita dan tidak di terima karena masalah Mourin." kata Sandra.
Dia menghela nafas panjang, rasa sedihnya benar-benar dia alami mengenai Elana. Jhosua memeluk istrinya yang terlihat sedih, dia berpikir inilah saatnya dia akan mendukung Elana. Gadis malang yang hidup penuh penderitaan.
"Rencana mama bagaimana?" tanya Jhosua.
"Aku akan menemui Anita dan suaminya, memohon untuk merestui hubungan Elana dengan anaknya. Karena Elana anak yang baik, dia tidak pernah salah. Ibunya yang salah, tapi selalu di kaitkan dengan anaknya." kata Sandra.
"Ya, meski begitu tetap saja orang akan bertanya siapa pun itu jika dekat dengan Elana pasti mencari asal usul keluarganya. Bagaimana dia hidup dan dengan siapa dia tinggal." kata Jhosua.
"Ya, tapi aku rasa Anita tidak seperti perempuan lainnya. Dia menerima Elana dengan baik, tapi suaminya yang menolaknya. Aku sedih mendengar cerita dia di tolak oleh papanya anak itu, meski bukan papa sebenarnya tapi rasa sayang pada anak sambungnya cukup besar."
"Kita harus memberi semangat pada Elana, jangan putus asa dan selalu menjalani hidup dengan baik." kata Jhosua lagi.
"Ya, kita harus memberinya semangat dan membantunya sebisa mungkin." ucap Sandra.
Kedua suami istri itu saling memeluk dari samping, setiap permasalahan Elana selalu saja ada hubungannya dengan Mourin. Apakah bisa orang tidak mengungkit lagi masa lalu mamanya Elana?
_
Sandra kini melajukan mobilnya menuju rumah Anita. Dua belas tahun silam dia pernah datang ke rumah Anita bersama Mourin dulu, menemani Mourin mengancam Anita dan meminta apa yang di kiranya miliknya.
__ADS_1
Sudah Sandra peringatkan waktu itu, namun Mourin tidak mebggubrisnya Bahkan dia sampai merencanakan menculik anaknya Anita. Sungguh di luar nalar, ternyata anak kedua orang itu saling jatuh cinta. Yang mengingatkan diirnya dan juga Anita pada Mourin.
Sekarang, dia akan menemui Anita dan meminta maaf serta membicarakan kedua anak yang saling jatuh cinta untuk di persatukan dan merestui hubungan mereka. Karena pada dasarnya cinta tidak memilih siapa yang akan memilikinya. Jika boleh memilih, ingin rasanya jangan sampai jatuh cinta pada orang yang akan mengingat kembali masa lalu.
Mobil Sandra berhenti di depan rumah besar dan megah itu, dia melihat apakah rumah itu tampak sama dengan dua belas tahun lalu. Tapi setelah di teliti, ternyata memang sama, namun dia ragu apakah penghuninya tetap sama.
Sandra pun turun, dia menghampiri pos satpam untuk bertanya apakah benar itu masih rumah Anita dan Arga.
"Iya benar bu, inj rumahnya ibu Anita dan pak Arga." jawab satpam itu.
"Baiklah, bisa tolong buka pintunya? Saya ingin bertemu dengan bu Anita." kata Sandra lagi.
"Baik bu, sebentar."
Satpam itu lalu membuka gerbangnya untuk masuk mobil Sandra. Dan mobilpun melaju dengan pelan menuju halaman luas rumah Anita. Dia menghentikan mobilnya di halaman luas itu. Sandra keluar dari dalam mobil lalu menuju pintu rumah tersebut.
membunyikan bell beberapa kali, dan tak berapa lama pintu rumah terbuka. Pembantu Anita yang membukanya.
"Ibu cari siapa?" tanya bi Ina.
"Oh, bu Anita. Ada di dalam, mari masuk."
"Ya, terima kasih."
Sandra masuk mengikuti bi Ina, dia di tunjuk untuk duduk di ruang tamu. Ada rasa deg-degan juga dia datang menemui Anita, tapi itu demi Elana. Sekali ini saja dia ingin membantu Elana mendapatkan cinta dari keluarga Anita.
Anita pun menghampiri Sandra yang sedang duduk menunduk memainkan ponselnya. Sempat berhenti meneliti, siapa yang datang menemuinya. Tapi setelah di ingat, dia sadar kalau itu adalah teman Mourin. Anita lupa siapa namanya.
Anita pun mendekat, dia berdehem dan menatap Sandra. Sandra mendongak lalu tersenyum ramah pada Anita. Bersalaman dan kembali duduk lagi.
"Siapa ya?" tanya Anita yang memang lupa siapa namanya.
__ADS_1
"Saya Sandra, Anita. Temannya Mourin almarhum. Maaf saya datang secara tiba-tiba begini." kata Sandra.
"Ya, tidak masalah. Saya lupa nama anda, tapi saya ingat pernah bertemu anda di rumah saya ini dua belas tahun lalu." kata Anita.
"Ya benar, saya mengantarkan Mourin ke rumahmu. Dia sahabatku yang sekarang sudah meninggal, kamu tahu itu kan?" tanya Sandra.
"Ya, anaknya yang bilang. Lalu, ada apa anda kemari menemui saya?" tanya Anita.
Sandra tersenyum, dia lalu menceritakan tentang Elana sejak di asuh olehnya. Sampai besar dan sekarang kembali lagi padanya. Anita mendengarkan dengan seksama, meaki dia sudah tahu dari anaknya. Tapi dia juga ingin mendengar dari mulut orang lain tentang Elana. Dan memang kehidupannya seperti itu, menderita.
"Kenapa saya menceritakan tentang gadis itu, karena dia bilang dia punya pacar. Dan pacarnya itu adalah anakmu. Dia sedih ketika suamimu tidak menerimanya karena anaknya Mourin. Saya merasa sedih sekali, kenapa dia banyak sekali bahkan sejak kecil dia banyak penolakan dari lingkungannya. Dia tidak masalah di jauhi oleh teman-temannya, tidak juga merasa sedih bahkan dia merasa sudah biasa sampai bertemu anakmu di Rusia. Dia kembali bersemangat, tapi ternyata suamimu menolaknya. Itu sangat menyakitkan hatinya." Sandra berhenti bicara.
Anita mendengarkan cerita Sandra, dia juga merasa kasihan sekali pada gadia itu. Tapi sekarang dia lega, hanya menunggu waktu Arga berpikir dan menyuruhnya datang kembali.
"Aku tahu gadis itu sangat baik dan tidak pernah melakukan macam-macam yang tidak baik. Aku juga berharap gadis itu baik-baik saja selama ini." kata Anita.
"Iya, jika saya boleh meminta padamu Anita. Biarkan Elana dan anakmu hidup bersama, meskipun aku belum tahu seperti apa anakmu itu yang mencintai dengan tulus Elana."
"Aku tahu, aku tidak masalah dengan gadis itu. Memang suamiku menolaknya, tapi tunggulah beberapa hari, atau minggu. Karena suamiku itu tidak mudah menerima yang pernah menyakitkan bagi keluarganya. Jangan khawatir, jika nanti suamiku menerimanya dia pasti lebih sayang sama dengan anaknya. Aku sudah bicara padanya, hanya menunggu waktu saja, dan aku sudah katakan pada anakku untuk bersabar." kata Anita lagi.
Sandra merasa lega, ternyata Anita memang berhati baik. Sejak Mourin di penjara dan memberikan uang untuk berobat Elana, rasanya dia ingin menemuinya dan mengucapkan terima kasih atas nama Mourin.
"Anita, entah terbuat dari apa hatimu. Sejak pemberian uang untuk pengobatan Elana, aku ingin mengucapkan terima kasi padamu. Tapi belum aku lakukan karena kesibukanku. Dan sekarang aku mau mengucapkan terima kasih sebanyak mungkin dan minta maaf atas nama Mourin padamu." kata Sandra.
"Ya, aku sudah memaafkan dia sudah lama. Jangan ungkit itu lagi"
Pembicaraan pun selesai setelah Sandra meminta maaf dan pamit untuk pulang lagi. Dia merasa lega karena Anita memahami Elana.
_
_
__ADS_1
_
😊😊😊😊😊😊😊😊❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️