E L A N A

E L A N A
28. Berondong Anita


__ADS_3

Esok harinya, Chiko bersiap untuk pergi hang out dengan sahabat-sahabatnya semasa SMA. Dia sudah rapi untuk pergi, terdengar pintu di ketuk dari luar.


Tok tok tok


Chiko menoleh pada daun pintu, terbuka dan terlihat Anita masuk. Chiko heran dengan ibunya masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa ma?" tanya Chiko.


"Kamu mau kemana? Rapi benar?" tanya Anita.


Dia mencium bau wangi parfum dari baju yang di pakai Chiko. Penampilan rapi dengan baju kemeja di masukkan ke dalam celana jeansnya.


"Mau main sama teman-temana SMA dulu ma, mumpung abang ada di sini." jawab Chiko.


"Antar mama ke swalayan dulu bang, mau beanja bulanan buat dapur." ucap Anita.


"Lha, emang papa ngga bisa ma?"


"Papamu lagi ke kantor, katanya hari ini ada yang minta papa jadi pengacaranya. Kan sekarang papa itu ke kantor kalau ada yang mau panggil aja, kalau ngga ya ke pabrik."


"Terus gimana janji sama teman-temannya ma? Kan ngga enak kalau abang yang buat janji kok abang yang telat sih." ujar Chiko.


"Terus, kamu tega mama berangkat sendiri ke swalayan?"


"Huh! Mama kenapa ngga dari tadi sih ma. Tapi ada Celine kan, minta antar aja sama Celine?"


"Dia udah pergi juga tadi pagi dengan teman-temannya. Udah sih bang, nurut aja. Mama kalau ada papa juga mintanya sama papa kok." ujar Anita.


Lalu dia keluar dari kamar Chiko, sedangkan Chiko kesal dengan Anita. Kenapa tidak dari tadi saja, kemudian dia pun menelepon sahabatnya lagi.


"Halo, Markus gue telat ya datangnya. Mama gue minta antar ke swalayan mau belanja."


"Lo gimana sih? Yang buat janji kok telat, terus gimana?"


"Ya maaf deh, gue udah usaha untuk menolak mama gue. Yang lain ngga ada orang di rumah." ucap Chiko.


"Terus lo kapan datang kemari?"


"Mungkin satu jam lebih kayaknya. Ya udah ya, gue tutup dulu teleponnya."


"Oke, by."


Klik


Chiko menutup sambungan teleponnya dengan Markus sahabatnya. Dia lalu keluar dari kamarnya dan menuju luar rumah untuk mengemudi mobil yang di parkir di garasi.


Anita keluar dari dalam rumah dengan membawa dompetnya dan masuk ke dalam mobil yang sudah siap Chiko mengantarnya belanja ke swalayan.

__ADS_1


_


Sampai di swalayan, Anita mengambil troli belanjaan. Chiko mendorongnya, mengikuti kemana ibunya itu melangkah dengan sabar. Sesekali dia juga mengambil cemilan dan juga perlengkapan mandi wajah dan beberapa parfum.


Banyak sekali yang memperhatikan Chiko membawa troli dan di depannya itu Anita. Awalnya Chiko tidak peduli dengan pandangan beberapa pengunjung yang memperhatikannya bahkan menatapnya aneh.


"Ma, kenapa lama banget sih?" tanya Chiko yang tidak sabar dengan kegiatan Anita berbelanja.


"Sabar kenapa sih bang, mama masih banyak yang harus di beli." jawab Anita masih fokus dengan beberapa barang yang di pilih.


"Abang malu ma, semua melihat ke arah abang sama mama. Di kira abang berondongnya mama." jawab Chiko.


Anita menghentikan kegiatannya, memperhatikan sekeliling. Dan benar saja, banyak yang melihat Chiko dan dirinya belanja. Dia pun tersenyum sinis pada mereka yang melihatnya.


"Biarkan aja bang, mereka ngga tahu kalau kamu emang berondongnya mama." jawab Anita santai.


"Ish mama, kan abang malu. Lain kali sama Angga aja deh." ucap Chiko agak kesal.


Anita menatap anaknya tajam, lalu memperhatikan sekeliling lagi.


"Bang, mama minta antar abang ini baru sekali ya selama abang pulang liburan kuliah. Abang malu punya mama cantik seperti mama ini?"


"Eh, ya ngga dong ma. Tapi abang risih sama mereka lihat abang kayak gitu." ucap Chiko.


Tapi Anita malah mendekap pinggang Chiko, membuat semua pengunjung tambah aneh melihatnya. Bahkan Anita sengaja agak bermanja bicara dengan anaknya itu, yang sebenarnya Chiko sudah risih sekali dengan pandangan pengunjung itu.


"Ayo bang ke bagian sayur dan buah. Papa pengen di buatkan sop buah buatan mama, katanya enak sop buah buatan mama."


"Iya."


Dengan malas Chiko melangkah mengikuti kemana ibunya itu pergi..


Sampai di baguan buah, Anita memilih beberapa buah untuk membuat sop buah. Ada seorang gadis menghampiri Chiko dan menyapanya padanya.


"Hai Chiko." sapa gadis berambut sebahu itu dengan senyum mengembang.


"Oh hai, Siska. Apa kabar?" tanya Chiko pada gadis bernama Siska itu.


"Baik, waah mengantar mamamu belanja?" tanya Siska memperhatikan belanjaan di troli.


"Iya, belanjaan banyak seperti ini memang punya mamaku. Lo sama siapa?" tanya Chiko.


"Sama pacar guelah, gue kan ngga bisa pergi belanja tanpa ada yang bayarin. Hahah ...." ucap Siska dengan tawa renyahnya.


"Oh ya ya benar sekali." tanggapan Chiko seolah mencibir.


Anita menoleh ke arah gadis bernama Siska, dia menatap Chiko seolah ada cibiran di wajahnya untuk Siska.

__ADS_1


"Ayo bang ke bagian sayur." ucap Anita.


"Ooh, kamu menggandeng tante-tante ya Chiko. Kenapa ngga sekalian ngga nenek-nenek yang lo bawa?" kata Siska lagi.


"Tapi tante-tante juga cantik kok, royal lagi sama aku." ujar Chiko seolah menjawab kalau dia suka tante-tante.


"Hemm, benar juga ya. Tante-tantenya cantik, dan banyak duitnya pastinya." ucap Siska.


Dia lalu pergi meninggalkan Chiko dan menggandeng seorang laki-laki seusia Chiko.


Anita lalu mengajak Chiko untuk membayar belanjaannya di kasir, dia kembali bertemu dengan Siska yang sama juga mengantri.


"Eh, tantenya Chiko ya?" sapa Siska pada Anita.


"Kenapa memangnya?"


"Emm, Chiko senengnya tante-tante ya. Ngga suka gadis seperti saya yang cantik." kata Siska.


Anita mengerutkan dahinya heran, apa maksud ucapan Siska ini?


"Makaud kamu apa?"


"Emm, emang banyak sih tante. Cowok-cowok ganteng tapi sukanya sama tante-tante seperti tante ini yang royal sama brondongnya." kata Siska lagi.


Dan kini Anita tahu apa maksud ucapan Siska ini, di lihatnya sekeliling semua menatapnya heran. Yang sejak tadi memperhatikannya dengan Chiko ketika memilih barang juga ada ikutan melihatnya lagi dengan heran. Dia pun tersenyum, pantas saja tadi Chiko kesal karena banyak sekali menyangka kalau dia dan anak bujangnya itu di sangka sedang pacaran.


Memang wajah Chiko itu ganteng mirip sekali dengan almarhum mantan suaminya.


"Tante, kasih uang berapa pada berondong tante Chiko itu?" bisik Siska pada Anita.


"Banyak kok, malah tante kasih mobil juga. Tante kuliahin juga keluar negeri, pokoknya banyaklah yang tante keluarkan untuk berondong tante itu." jawab Anita dengan santai.


"Ooh, jadi Chiko kuliah di luar negeri juga karena tante ya. Kok tante mau sih, kan bisa aja Chiko ninggalin tante karena punya pacar di luar negeri itu. Sakit lho tante kalau di tinggal pergi sama pacar itu." kata Siska seolah menyindir Anita.


"Ngga juga kok, Chiko orangnya setia. Penurut lagi, udah dulu ya. Tante mau bayar belanjaan tante."


Anita melangkah maju di depan kasir, dia tersenyum sambil mengambil barang-barang di troli untuk di hitung.


Sedangkan Chiko menunggu di tempat parkiran, dia menunggu sambil melihat-lihat perkembangan di kampusnya di Rusia.


"Yuk bang kita pulang."


_


_


_

__ADS_1


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤


__ADS_2