E L A N A

E L A N A
82. Bertemu Jhosua


__ADS_3

Sepulang dari Rusia, kebetulan Elana bertemu Jhosua di bandara. Saat itu dia bingung harus kemana setelah sampai di kotanya, namun ternyata dia bernasi baik bertemu dengan Jhosua, suami Sandra di bandara.


"Kakak El?" sapa Jhosua ketika Elana keluar dari bandara.


Dia menoleh ke arah sumber suara dan menatap Jhosua yang menatapnya dengan senang. Elana diam di tempat, dia mengeratkan pegangan di kopernya lalu menunduk. Ada rasa senang dan haru di hatinya bisa bertemu lagi dengan Jhosua.


Jhosua mendekat pada Elana dan memeluknya dengan erat, hatinya bahagia bisa bertemu Elana lagi setelah satu tahun lebih tidak bertemu dengan Elana.


"Kakak ke Rusia?" tanya Jhosua.


"Iya om." jawab Elana singkat


"Terus kenapa sekarang ada di bandara? Apa libur kuliah?"


Jhosua melepas pelukannya pada Elana. Dia melihat Elana menunduk sedih, entah harus bagaimana Elana bercerita pada Jhosua.


"Kak, apa kakak ada masalah di sana?" tanya Jhosua lagi.


"Aku di suruh pulang sama papa om." jawab Elana dengan suara lirih.


"Kenapa? Apa papamu tidak sanggup membiayai kuliahmu lagi?" tanya Jhosua semakin menyelidik.


Elana menggeleng, dia masih diam. Belum berani bercerita, tapi dadanya begitu sesak karena rasa kesal dan marah pada Evan papanya.


"Kak, ayo ikut om ke mobil. Kakak bisa cerita sama om di dalam mobil." kata Jhosua.


Elana pun mengangguk, dia mengikuti langkah Elana. Memarik kopernya dan masuk ke dalam mobil Jhosua yang sejak tadi menunggunya. Sang supir Jhosua memasukkan koper majikannya dan Elana ke dalam bagasi mobil. Setelah semua sudah di masukkan, supir tersebut masuk dan langsung menjalankan mobilnya. Pulang ke rumah Jhosua.


"Coba kakak ceritakan pada om, apa yang terjadi di Rusia." kata Jhosua lagi.


Elana lalu menceritakan apa yang di alaminya setelah pergi ke Rusia dengan Evan, selama hampir satu tahun Elana di perlakukan baik di rumah papanya. Baru setelah dia di musuhi oleh Angela bahkan ibu tirinya pun mulai tidak suka padanya. Dia sampai kesal dan bertengkar dengan Elana, hingga Evan tahu kejadian itu dan menyuruhnya pulang ke Indonesia. Tanpa mau cari tahu kenapa Elana sampai bertengkar dengan Angela dan ibu tirinya.

__ADS_1


Jhosua merasa kasihan dengan nasib Elana, dia kembali memeluk Elana yang kini menangis tersedu. Elana sampai lupa jika air matanya membasahi baju Jhosua. Setelah merasa lebih baik, Elana pun melepas pelukan Jhosua.


"Maaf om, El mengotori baju om Jho." kata Elana mengelap sisa air matanya.


"Ngga apa-apa kak. Oh ya, kakak mau kemana sekarang?" tanya Jhosua.


"Mau pulang ke rumah yang dulu om, kemana lagi." jawab Elana.


"Kakak di Rusia kuliah ngambil apa?"


"Desain om."


"Membuat rancangan baju?"


"Iya om."


"Kalau begitu, pulang ke rumah om aja. Di butik yang baru tante Sandra belum ada yang pegang. Coba nanti om bicarakan dengan tante ya, kakak kan sesuai jurusan dengan apa yang akan di kerjakan nanti di butik." kata Jhosua.


Dia tidak enak jika harus kembali tinggal di rumah Sandra.


"Ngga apa-apa, nanti kakak boleh kok nanti kost aja dekat dengan butik. Supaya tidak bolak-balik lama nantinya."


"Kalau harus ngekost, mending kembali ke rumah El aja om. Ngga apa-apa kok harus bolak-balik ke butik naik angkot." kata Elana berusaha menolak untuk tinggal di kost, apa lagi di rumah Sandra.


"Kak, om mohon dengarkan apa kata om. Om itu sayang sama kakak El, om tahu kakak El merasa segan tinggal di rumah om karena tante Sandra kan? Makanya om tawarkan untuk kost di dekat butik. Om mau mempermudah kakak beraktifitas, kalau untuk kost tante Sandra juga ngga masalah." kata Jhosua lagi membujuk Elana.


Elana diam, dia memikirkan apa yang di katakan Jhosua, dia tahu Jhosua sangat sayang padanya. Namun, dia masih merasa tidak enak pada Sandra. Karena dia sudah berjanji dalam hati tidak akan kembali lagi tinggal di rumah Sandra, meskipun Jhosua memintanya. Tapi sekarang Jhosua memohon padanya untuk kembali ke rumahnya.


"Kak, mau ya tinggal di rumah om?" tanya Jhosua lagi.


"Hanya sementara aja ya om, nanti El cari kostan di dekat butik aja untuk tinggal seterusnya." kata Elana akhirnya mengalah.

__ADS_1


Jhosua pun tersenyum senang, dia kembali memeluk Elana. Elana pun ikut tersenyum, memang sekarang dia membutuhkan pertolongan. Sejak di dalam pesawat selain dia menahan marah pada papanya, tapi dia juga memikirkan bagaimana nanti setelah tiba di Indonesia. Mau mengerjakan apa selanjutnya, sedangkan uang dia sudah berkurang di tabungannya.


Mobil akhrinya masuk di halaman rumah Jhosua yang luas. Jhosua keluar dari mobil, di susul Elana. Dia menatap rumah besar yang masih sama penampilannya, hanya beda warna catnya. Dulu cokelat susu, sekarang warna pink pastel di padu putih tulang soft.


Jhosua mengajak Elana masuk ke dalam rumah, Elana melangkah dengan ragu. Ragu apakah Sandra akan seantusias Jhosua menyambutnya atau mungkin kaget karena dia pulang dengan Jhosua.


"Ayo kak masuk, tante Sandra pasti kaget kakak El ada di rumah ini." kata Jhosua menarik tangan Elana.


Elana pun mengikuti langkah Jhosua untuk masuk ke dalam rumah besar yang penuh kenangan pahit sewaktu dulu dia masih sekolah. Tapi kini dia kembali lagi di rumah itu, tapi dia berjanji hanya sementara saja. Hanya untuk memenuhi kemauan Jhosua saja, setelah nanti Elana akan segera keluar dari rumah Sandra itu.


"Ma, lihat siapa yang papa bawa!" teriak Jhosua ketika dia masuk ke dalam rumahnya.


Sandra yang saat itu ada di meja makan menyuapi anaknya yang paling kecil, mendekat pada suaminya yang berteriak padanya. Dan setelah dekat dengan Jhosua, Sandra kaget. Dia mendekat pada Elana dan langsung memeluknya erat.


"Kakak El, tante San kangen sama kakak El." kata Sandra memeluk Elana.


Elana hanya tersenyum saja, dia juga membalas pelukan Sandra. Dia juga merindukan apa yang dulu pernah dia rasakan pada Sandra, tapi sekarang dia merasa berbeda. Lalu Sandra melepas pelukanmya, menatap Elana dengan rasa haru. Dia tidak menyangka Elana mau di ajak ke rumahnya.


Jhosua melihat kedua orang yang dia sayang hanya tersenyum saja, koper Elana dia masukkan ke dalam kamar Elana yang dulu. Setiap hari kamar itu di rapikan, karena dia berharap Elana mau menginap di rumahnya suatu hari nanti.


Dan Mince sudah dia pecat karena kelakuannya di luar batas. Pada anaknya saja Lauren berani membentaknya, apa lagi Elana yang pendiam dan bukan siapa-siapanya.


"Kak, kakak tenang aja ya. Tante akan menerima kak El di sini, sampai kapanpun. Tante sadar dan minta maaf waktu dulu pernah menyakiti kakak El, dan juga Mince sudah tante pecat kok. Tante tahu Mince suka bicara seenaknya saja ya, bahkan dia suka menghina kakak kan?" kata Sandra.


Elana hanya diam saja. Namun, begitu dalam hati Elana tetap akan pindah suatu saat nanti dari rumah Sandra. Mungkin hanya satu minggu atau dua minggu dia tingga di sana.


_


_


_

__ADS_1


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2