E L A N A

E L A N A
130. Kebahagiaan Di Ujung Penantian


__ADS_3

Pengambilan janji suci keempat pengantin sudah di lakukan, kini mereka akan melakukan resepsi di sebuah rooftof sebuah gedung hotel dengan tema alam santai. Di sana para undangan dari Arga dan Anita sudah berkumpul di depan lobi hotel untuk naik ke rooftof. Elana dan Chiko, Chila dan Antonio kini sudah berada di atas rooftof untuk resepsi pernikahan.


Chiko dan Elana hanya menambah tamu undangan sedikit saja, hanya teman dekat dan sahabat. Sedangkan Elana hanya pegawainya dan juga ibu Sinta, guru SMA Elana dulu yang suka membantunya. Tidak banyak Elana mengundang tamu, karena dia sendiri tidak punya banyak teman.


Kini mereka sudah menikmati pesta pernikahan. Di lantunkan lagu romantis, keduanya pun saling berdansa dengan para tamu semua. Elana dan Chiko juga berdansa, keduanya sangat terlihat jelas merasakan kebahagiaan. Saling menatap dengan lembut, memikirkan bahwa mereka kini sudah menjadi sepasang suami istri.


"Abang ngga percaya sekarang kamu sudah jadi istri abang, Elana." kata Chiko membelai pipi iatrinya itu.


Elana tersenyum, dia juga tidak menyangka pernikahannya begitu mendadak dan seperti di kejar waktu. Tapi dia senang, pada akhirnya sekarang Chiko benar-benar mengikatnya dalam janji suci sebuah pernikahan.


"Terima kasih abang menikmati janjinya, menikah denganku dalam enam bulan ini. Meski mendadak, tapi kenyataannya abang menepati janji menikahiku." kata Elana.


Chiko baru ingat janjinya dulu enam bulan lalu, dia pun tersenyum dan mengangguk. Di ciumnya bibir Elana lembut, hanya sekilas. Karena dia tahu keadaannya sedang di ruang terbuka.


"Apa kamu bahagia?" tanya Chiko dengan tatapan lembutnya.


"Iya bang, sangat." jawab Elana dengan perasaan bahagianya.


"Abang juga, aku benar-benar ingin kita hidup berdua dan nanti mempunyai anak banyak di rumah kita." kata Chiko.


"Emm, rumah yang di kota itu milik abang?" tanya Elana.


"Iya, rumah itu milik abang. Nanti kita akan tinggal di sana, kamu mau?" tanya Chiko lagi.


"Di mana abang tinggal, aku akan ikut denganmu bang. Yang penting kita hidup berdua." kata Elana.


"Uuh, ngga sabar rasanya ingin mencumbumu." kata Chiko yang kini pikirannya mulai kemalam pertama.


Membuat Elana merasa malu sendiri dengan ucapan suaminya itu. Kepalanya dia telusupkan di dada Chiko, karena malu dengan ucapan suaminya itu. Chiko tertawa senang menggoda istrinya. Hingga suara deheman Celine membuat Elana pun menoleh.


"Ehem! Yang sudah resmi dan halal. Ngga canggung lagi ya mesra-mesraan di depan jomblo ini." kata Celine menyindir keduanya.


"Eh, Celine. Kamu baru kelihatan, kamu tadi ada di mana?" tanya Elana.

__ADS_1


"Hemm, kamu akan lupa sama aku kalau sama bang Iko. Semua dunia teralihkan sama bang Iko." kata Celine.


Elana tertawa, dia melepas pelukan Chiko dan ingin mengobrol dengan Celine. Sedangkan Chiko kini menghampiri sahabat-sahabatnya semasa SMA dulu.


Di tempat lain, agak jauh dari Chiko dan Elana, Chila yang sedang mengobrol dengan teman satu kuliah di Jojga yang sengaja datang. Kini dia di hampiri oleh suaminya, Chila lalu pamit sama teman-temannya. Berjalan sambil bergandengan tangan, Antonio tidak bisa membiarkan Chila begitu lama mengobrol dengan teman-temannya.


"Cantik, kamu membiarkan aku sendirian." kata Antonio memcium pipi istrinya itu.


"Hahaha, maafkan aku. Aku harus menyapa mereka sebantar, apa kamu lapar?" tanya Chila.


"Hemm, inginnya aku langsung masuk kamar di hotel. Dan bercinta denganmu." kata Antonio dengan mata berbinarnya.


"Apa sih ngomongnya." kata Chila dengan wajah bersemu merah.


Dia malu sekali Antonio membicarakan urusan pribadi seperti itu. Dia juga sangat gugup sekali, Antonio tahu itu melihat dari wajah Chila. Di belainya pipi Chila yang masih merah merona.


Hari terus berjalan, suasana pesta pernikahan pun berjalam dengan lancar hingga sore hari. Banyak juga kalangan pengusaha menengah ke atas, klien Arga dan juga pegawainya di firma hukum. Kebahagiaan keluarga Arga nampak sekali. Lebih bahagia lagi adalah pasangan pengantin si kembar Chila dan Chiko.


Terutama Chila, dia tahu Chila sangat mencintai Antonio, dari sudut matanya menandakan kalau dia sangat mencintai suaminya itu. Begitu juga dengan Antonio. Dia berharap anak sulungnya tidak mengalami apa yang dulu pernah dia alami.


_


Di dalam kamar pengantin, Chiko nampak mengagumi istrinya yang sekarang sedang berada dalam pelukannya. Elana masuk kamar lebih dulu, karena dia tadi mengobrol sebentar dengan sahabatnya di tempat pesta tadi.


Setelah masuk ke dalam kamarnya, ternyata Elana sudah tertidur. Karena kelelahan semalam memang di rumahnya Elana tidak bisa tidur. Dan akhirnya dia tertidur, Chiko melewatkan beberapa jam malam pertamanya dengan Elana. Namun, dia akan menunggu Elana bangun.


"Kamu benar-benar cantik dan sangat manis. Aku beruntung menikah denganmu Elana. Cup." Gumam Chiko.


Beberapa kali dia mengecup bibir Elana, hingga dia terusik dengan ulah Chiko dan akhirnya terbangun. Elana tersenyum, menatap suaminya itu.


"Maaf bang, aku ketiduran." kata Elana.


"Ngga apa-apa sayang." jawab Chiko.

__ADS_1


Elana pun merubah posisinya menjadi menghadap suaminya itu. Dia menatap balik, tangannya membelai pipi Chiko. Lalu dia pun mengecup bibir suaminya itu dengan lembut. Chiko pun membalasnya, kemudian keduanya pun terlena dalam ciuman mesra dan berubah jadi ciuman menuntut.


Rasa gelisah dan menginginkan lebih kini menguasai hati mereka. Posisi mereka pun berubah. Kini Chiko sudah berada di atas Elana, dan tangan Elana di kalungkan di leher suaminya. Chiko tersenyum menatap Elana yang sepertinya memang siap untuk malam pertamanya dengan Chiko.


"Apa kamu siap malam ini memberikan cinta sesungguhnya padaku, sayang?" tanya Chiko.


"Tentu saja, sekarang aku milikmu. Kamu bebas melakukan apa pun padaku bang Iko."


"Oh, baiklah istriku sayang. Malam ini akan menjadi malam panjang bagi kita. Cup."


Lalu Chiko pun kini membuai Elana lebih dulu, dia terus menjelajah tubuh istrinya sampai keduanya pun saling memberika sentuhan yang memberikan kenikmatam pada keduanya. Malam panjang bagi sepasang pengantin baru yang memberikan cinta, mengekspresikan cinta yang sesungguhnya pada diri masing-masing.


Memuja begitu indah apa yang di miliki oleh pasangannya itu. Sama halnya dengan Chila dan Antonio. Mereka juga sedang menikmati malam pertamanya sebagai sepasang suami istri. Tidak akan membiarkan waktu hilang begitu saja tanpa melakukan kegiatan yang membahagiakan.


"I love you cantik." ucap Antonio di sela kegiatan bercintanya dengan Chila.


"I love you to Antonio." jawab Chila.


Keduanya pun merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Beberapa kali Antonio melakukannya lagi, membuat Chila kaget. Namun memang dia pun akhirnya selalu menuruti apa yang di inginkan Antonio.


Chila dan Chiko, kedua anak kembar Anita yang sedang berbahagia. Anita dan Arga merasakan kebahagiaan apa yang di rasakan kebahagiaan anaknya. Lika liku hidup yang di jalani Elana dan Chiko memang sangat panjang dan penuh penderitaan serta perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sekarang mereka sedang rasakan.


Tidak ada hidup yang selalu menderita, pengorbanan, penderitaan, ujian dan juga kebahagiaan akan selalu datang pada setiap manusia yang hidup di bumi ini. Tinggal bagaimana manusia menyikapi bumbu-bumbu hidup itu. Menyerah pada keadaan bukanlah hal yang bagus, maka lebih baik berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia ini.


_


_


************ the end *************


\=>> Sampai jumpa di novel berikutnya, 😉😊😍


😊😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2