
Elana sekarang berada di panti asuhan yang di kelola oleh suster Maria. Dia berkenalan dengan para pengasuh panti asuhan dan mengobrol.
Lama dia berada di panti asuhan, berkeliling dan bercengkaram juga dengan anak-anak panti asuhan. Dia senang bergaul dengan anak-anak panti yang ceria dan menggemaskan.
" Kak vas zovut?" ("Kamu namanya siapa?") tanya Elana pada anak laki-laki bermata biru dan berambut cokelat.
"Menya zovut Aleks a tu kto?""(Namaku Alex. Kamu siapa?") tanya anak kecil bernama Alex.
"Menya zovut Elana." ("Namaku Elana.") jawab Elana dengan senyumnya.
Elana lalu bermain dengan Alex, teman-teman Alex pun ikut bermain. Mereka awalnya malu bermain dengan Elana, tapi akhirnya mereka mau juga bermain dengan Elana.
Berbagai macam permainan serta tebak-tebakan Elana berikan pada anak-anak panti asuhan tersebut. Semakin lama semakin banyak yang ikut bermain dengan Elana, dia senang anak-anak panti asuhan mau bermain dan bercengkrama dengannya.
Mereka tidak berpikir siapa Elana, dari mana asalnya. Tapi bagi anak-anak itu bermain penuh keceriaan dan juga suka cita membuat mereka senang.
Suster Maria dan dua pengasuh lainnya merasa senang dengan kehadiran Elana yang menghibur anak-anak panti asuhan.
"On tozhe khorosho razvlekayet detey, ne tak li, sestra?" ("Dia pandai juga menghibur anak-anak itu ya suster?") kata suster yang bernama Valen.
"Da, yemu tozhe, nuzhny razvlecheniya. Zal' chto yego zhizn' ne prinimayetsya yego okruzheniyem. Khotya on i khoroshiy mal'chik, tol'ko potomu, chto yego mat' pokhitila dtey, kogda in byl malen'kim." ("Iya, dia juga butuh hiburan. Kasihan sekali hidupnya, tidak di terima oleh lingkungannya. Padahal dia anak yang baik, hanya karena ibunya seorang penculik anak sewaktu dia kecil." ) kata suster Maria.
"Kakaya zhalost'. No ostanetsya li on zdes?" ("Kasihan sekali. Tapi, apakah dia akan tinggal di sini?") tanya suster Valen lagi.
"Ne znayu, kogda ya podoshel k nemu v parke , on byl v mechtakh. I ya boyus', chto on v otchayanii. Tak chto ya privel yego syuda, togda ya yego otdam." ("Aku tidak tahu, saat aku hampiri dia di taman dia sedang melamun. Dan aku takut dia jadi putus asa. Jadi aku bawa dia kemari, untuk selanjutnya terserah dia.") kata suster Maria lagi.
Mereka melihat Elana sendiri sangat terhibur dengan dia banyak berinteraksi dengan anak-anak panti asuhan itu.
Dia merasa tenang dan menyenangkan, ada pikiran apakah lebih baik dia akan tinggal di panti asuhan saja?
Waktu terus berjalan, Elana sampai malam tidak juga pulang ke rumah kontrakan Celine dan Chiko.
Dia pun menemui suster Maria dan bicara padanya.
"Chto ne tak Yelana?" ("Ada apa Elana?") tanya suster Maria di kantornya.
"Em, prostite, sestra. Mogu ya ostat'sya zdes' na neskol'ko dney?" ("Emm, maaf suster. Apakah saya boleh tinggal beberapa hari di sini?") tanya Elana ragu.
"Ostavaysya zdes'? Konechno, mozhno, szadi yest' pustaya komnata. No izvinite, idezhda tol'ko kak u menya." ("Tinggal di sini? Tentu saja boleh, kebetulan ada kamar kosong di belakang. Tapi maaf, bajunya hanya adanya seperti baju saya.") kata suster Maria menunjuk baju jubahnya.
__ADS_1
Elana memandangi baju jubah yang di pakai suster Maria, dia ragu. Namun akhirnya dia mengangguk, di coba dulu. Pikirlah.
"Vse v poryakde sestra, mozhet byt', poprobovat'. Mozhet byt', ya mogu pomoch' zdes'." ("Tidak apa-apa suster, mungkin untuk mencoba. Barangkali saya bisa membantu di sini.") kata Elana lagi.
"Ladno, kozhesh' zanyat' zadnyuyu komnatu. Pozzhe sestra Valen otvedet Elanu v svoyu komnatu i otdast yey odezhdu. No spat' tam odnomu, a ne v takoy odezhde." ("Baiklah, kamu bisa menempati kamar belakang. Nanti suster Valen akan memgantarkan Elana ke kamarnya dan memberikan bajunya. Tapi untuk tidur ada sendiri, bukan baju seperti ini.") kata suster Maria.
"Da sestra, spasibo zaraneye." ("Ya suster. Terima kasih sebelumnya.") kata Elana.
Lalu suster Maria memanggil suster Valen, dia akan mengantar Elana ke kamarnya.
_
Selama dua hari Elana menginap di panti asuhan, dia merasa tenang. Masalah dengan Chiko dan Celine terlupakan, dia terlalu asyik mengurus anak-anak panti dan bermain di sana. Suster Maria pun merasa senang, dia melihat Elana tampaknya melupakan permasalahannya di panti asuhannya itu.
"Ty scastliv zdes'?" ("Kamu senang di sini?") tanya suster Maria ketika waktu Elana sedang membuat makanan.
"Da, ya spokoyneye i razvlekayus' s detdomovskimi det'mi zdes." ("Iya, saya lebih tenang dan terhibur dengan anak-anak panti di sini.") jawab Elana dengan senyumannya.
"Nu, po krayney mere, ty mozhesh' zabyt', chto bylo u tebya na ume." ("Baguslah, setidaknya kamu bisa melupakan apa yang menjadi pikiranmu.") kata suster Maria lagi.
"Da sestra." ("Iya suster.")
Anak-anak yang berusia lima tahun makan di meja makan, sedangkan anak usia dua tahun ke atas duduk di kursi khusus untuk anak bayi makan. Mereka semua tampak ceria dan senang.
Sebelum makan, suster Maria melakukan ritual doa seperti biasa. Kali ini Elana di minta untuk memimpin doa bersama dengan anak-anak.
Elana pun tidak keberatan, dia memimpin dengan khusuk dan penuh penghayatan. Berharap apa yang dia doakan berserta anak-anak menjadi terkabul.
Setelah selesai, semuanya tampak tidak sabar untuk makan bersama.
"Vse deti, eta yeda sdelana kak elana. Govoryat, chto eto tipichnaya yeda iz yego strany, a imenno zharenyy ris. Tak chto my dolzhny tsenit' yedu, prigotovlennuyu sestroy Elany, khakh. Nuzhno s" yest' i potratit'." ("Anak-anak semua, makanan ini buatan kak Elana. Ini katanya makanan khas dari negaranya, yaitu nasi goreng. Jadi, kita harus menghargai makanan yang di buat oleh kakak Elana ya. Harus di makan dan di habiskan.") kata suster Maria.
Anak-anak melihat piring masing-masing, memang makan kali ini berbeda menunya. Nasi goreng buatan Elana sepertinya tidak mengenakan, tapi ada yang penasaran ingin mencicipinya sedikit.
Dan dia terkejut, lalu mengatakan enak.
"Krasivyy" ("Enak.")
Semuanya pun mencicipi nasi goreng tersebut, dan reaksinya juga sama. Enak dan mereka menyukai masakan Elana, Elana tersenyum puas. Ternyata membuat orang-orang di panti asuhan juga sangat menyenangkan. Membuat anak-anak panti asuhan dengan cara sederhana, bermain membuatkan makanan sederhana seperti makanan khas negaranya membuat Elana bahagia.
__ADS_1
Mencari kebahagiaan tidak harus dengan orang yang kita sayangi, terkadang orang yang kita sayangi dan kita cintai malah tidak bisa menerima kasih dan sayang kita. Maka dari itu, Elana berpikir biarlah dia mencari kebahagiaannya sendiri dengan cara menyenangkan orang lain.
Seperti sekarang, dia merasa bahagia dengan memberi kebahagiaan pada anak-anak panti asuhan. Mencari kebahagiaan itu sangat sederhana sekali, menurut Elana.
Hingga dia ingin memutuskan akan tinggal di panti asuhan saja, dari pada dia tinggal dengan Celine dan Chiko lebih merepotkan keduanya. Apa lagi Chiko malah menjauh darinya, bahkan Celine juga sepertinya marah pada Elana.
_
Selama empat hari itu Elana merasa senang tinggal di panti asuhan, memberi ketrampilan yang dia bisa juga mengajarkan anak-anak usia sekolah TK membaca dan menulis atau menggambar.
"Elana, tvoy drug tebya ne ishchet?" ("Elana, apakah temanmu tidak mencarimu?") tanya suster Maria.
"Ya ne znayu sestru. Mozhet menya ne ishchut, dazhe zabyvayut." ("Saya tidak tahu suster. Mungkin saja mereka tidak mencariku, bahkan melupakanku.") jawab Elana lirih.
"Ne bud' takim, mozhet byt', eto prosto neponimaniye, pochemu oni takiye. Postaraytes' khoroshen'ko vspomnit', pochemu onu eto sdelali." ("Jangan seperti itu, mungkin hanya salah paham saja kenapa mereka seperti itu. Coba ingat baik-baik kenapa mereka melakukan itu.") kata suster Maria lagi.
Elana diam dan mencerna ucapan suster Maria, apakah mungkin hanya salah paham?
Tapi sejujurnya, Elana sangat senang tinggal di panti asuhan itu. Dia banyak berpikir dan mungkin dia akan memutuskan tinggal di panti asuhan.
"Elana, idi domoy pervoy. Po krayney mere, vy mozhete skazat', gde vy zhili." ("Elana, pulanglah dulu. Setidaknya kamu bisa memberitahu di mana kamu selama ini tinggal.") kata suster Maria lagi.
"Sestra ne vozrazhayet, yesli ya ostanus' zdes'?" ("Apakah suster keberatan saya tinggal di sini?") tanya Elana.
"Net, ya prosto rad, chto ty ostayesh'sya zdes'. Mozhet razvlech' setey zdes', oni schastlivy byt' zdes'. No ty dolzhen skazat' svoim druz'yam, ya boyus', chto oni zaputalis', ishcha tebya. I rshit' svoyu problemu, kogda ona budet zakonchena, vy mozhete vernuy'sya v etot priyut. Kogda ugodno." ("Tidak, justru saya senang kamu tinggal di sini. Bisa menghibur anak-anak di sini, mereka senang kamu ada di sini. Tapi kamu harus memberitahu temanmu, saya takut mereka kebingungan mencarimu. Dan selesaikan masalahmu, jika sudah selesai kamu boleh kembali lagi ke panti asuhan ini. Kapanpun kamu mau.") kata suster Maria.
Elana pun kembali berpikir, dia membenarkan apa yang di katakan suster Maria.
"Khorosho sestra, zavtra ya vozvrashchayus' dom moyego druga. A mozhet zaodno i poproshchat'sya s nimi, yesli ya budu zhit' s det'mi v etom internate." ("Baiklah suster, besok saya akan kembali ke rumah temanku. Dan mungkin sekaligus akan berpamitan sama mereka, kalau saya akan tinggal dengan anak-anak di panti asuhan ini.") ujar Elana.
Sustet Maria pun tersenyum, dia memeluk Elana. Berharap Elana bisa menuntaskan masalahnya dengan Celine dan Chiko.
Elana pun senang bisa berkenalan dengan suster Maria dan mengenalkannya pada anak-anak panti asuhan di tempatnya St. Clause.
_
_
_
__ADS_1
😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤