E L A N A

E L A N A
15. Sandra Minta Maaf


__ADS_3

Kini Elana sudah kembali ke rumahnya, dia merapikan kembali kursi dan meja yang di keluarkan dari dalam rumah. Tak banyak barang yang keluar, karena memang tidak lama setelah di dandani ibunya langsung di masukka ke peti jenazah dan langsung di bawa ke pemakaman.


Setelah rapi semua, Elana pun duduk di kursi ruang tamu itu. Dia diam menatap kamar Mourin lama, rasanya belum rela Elana akan meninggalnya mamanya. Air matanya menetes deras lalu terisak.


"Mama.." gumam Elana.


Elana membungkuk, kedua tangannya di tangkupkan ke wajahnya. Rasa sedih dan kesepian menyerang secara bersamaan. Elana semakin terisak, entah apa yang akan dia lakukan. Pundak Elana di sentuh oleh tangan ibu Mira.


Elana mendongak dan menatap ibu Mira dengan masih deraian air mata.


"Nak El jangan menangis terus, yang sabar ya. Mama nak El sudah tenang di sana." ucap ibu Mira.


Elana pun memeluk ibu Mira, rasa sedihnya akan kehilangan Mourin masih saja menggelayutinya ketika dia sedang sendiri. Ibu Mira tahu, jika sedang sendiri orang yang telah di tinggal pergi untuk selamanya jangan sampai melamun berlama-lama.


Tak berapa lama, deru suara mobil memasuki halaman rumah Elana. Ibu Mira pun melihat siapa yang datang dari balik pintu, sedangkan Elana tahu itu pasti Jhosua dan Sandra.


"Ibu ngasih tahu bu Sandra, El. Maaf kalau ibu harus kasih tahu mereka." ucap ibu Mira.


"Ngga apa-apa bu, terima kasih ibu mau kasih tahu mereka." ucap Elana mengusap air matanya.


Dan Sandra langsung keluar dari dalam mobil untuk segera masuk ke dalam rumah Elana. Dia benar-benars edih dan menyesal tidak pernah datang menjenguk sahabatnya itu.


"Kakak El." ucap Sandra ketika dia sudah berada di dalam rumah.


Dia menarik tubuh Elana dan memeluknya sambil menangis kencang.


"Maafkan tante San, kak El. Tante tidak tahu kalau mama kak El sakit dan sekarang sudah tidak, hik hik hik. Maafkan tante San kak El." ucap Sandra memeluk Elana dengan erat sekali.


Dia benar-benar menyesal sekali, Jhosua hanya bisa melihat pemandangan itu dengan sedih. Dia juga menyesal tidak lagi mengunjungi Elana karena kesibukannya bekerja. kedua jarinya di tempelkan pada air mata yang menggenamg di pelupuk matanya.


Lalu dia juga memeluk Elana dan Sandra, ketiganya pun berpelukan. Elana hanya diam, dia juga terisak kembali.


Lama mereka menangis secara bersamaan, Elana berhenti lebih dulu dan melepaskan pelukan Sandra. Sandra menatap Elana yang menunduk dalam.


"Kak El, kembali ke rumah tante San yuk?" ajak Sandra pada Elana.

__ADS_1


Elana menggeleng cepat, dia masih menunduk menahan tangisnya.


"Kak El, tante minta maaf banget sama kak El. Maaf karena tante ngga pernah menjenguk El dan mama Mourin. Hik hik hik." ucap Sandra lagi.


Sandra memegang kedua tangan Elana dan meremasnya, dia benar-benar menyesal sekali dan berniat membujuk Elana mau kembali tinggal di rumahnya.


Jhosua maju dan memegang pundak Elana, Elana pun mendongak dan menatap Jhosua, air matanya kembali meleleh lalu dia memeluk Jhosua dan menangis lagi.


Ibu Mira melihat adegan seperti itu pun ikut menangis terharu, dia seperti melihat ayah dan anak saling menyayangi. Sandra melihat itu juga terharu.


"Kak, om minta kakak kembali ke rumah om ya?" ucap Jhosua dengan mengelus punggung Elana.


Elana melepas pelukannya dan mengusap wajahnya yang basah karena air mata.


"Ngga om, terima kasih. El di sini aja, rumah ini tempat satu-satunya kenangan El sama mama. El ngga mau pergi dari rumah ini, biar El di sini aja om, tante." ucap Elana.


"Tapi kakak tinggal sendirian di sini, ngga ada temannya kak." kata Sandra menimpali.


"Ngga tante, El lebih senang tinggal di rumah ini. Ada ibu Mira kok dan teman-teman kerja El di loundy." ucap Elana.


"Iya om, El senang kerja di loundry. Semua di sana baik sama El dan mau bicara sama El." ucap Elana lagi.


Tentu saja ucapan Elana membuat Sandra tertampar, dia yang dekat sejak kecil dengan Elana entah kenapa jadi sering kesal sama Elana. Bahkan dia secara tidak sengaja pernah mengusir Elana, juga ketika Mourin datang ke butiknya bahkan sering mengacuhkannya.


Sandra pun luruh tubuhnya kebawah, tangannya memegang kedua tangan Elana. Sambil menangis dia kembali meminta maaf pada Elana.


"Kak, maafkan tante San. Tante pernah nyakitin hati kakak El. Tante minta maaf banget kak, kembali ke rumah tante ya." ucap Sandra menangis tersedu.


Elana pun berjongkok, dia mengangkat tangan Sandra dan memegangnya kuat.


"Tante jangan begini, El hanya ngga mau meninggalkan kenangan sama mama aja kok tante. El ngga mau meninggalkan semua yang pernah El lalui sama mama, jadi tante ngga usah begini. El sudah senang di sini, maaf El ngga bisa kembali ke rumah tante San dan om Jho." ucap Elana lagi.


Lagi pula, sesuatu yang pernah sakit tidak akan bisa kembali sempurna menutupnya meski di obati dengan jutaan kata maaf dan perbuatan baik. Bagi Elana sudah cukup, dan dia juga merasa bersyukur sudah di jaga oleh sahabat mamanya itu.


Lama adegan mengharukan itu terjadi, hingga ibu Mira yang menyaksikan berkali-kali menangis karena terharu dan sedih. Sedih karena Elana begitu tegar dengan kematian ibunya, terharu karena Elana tetap teguh tidak mau meninggalkan rumahnya itu meski di paksa beberapa kali oleh kedua suami istri tersebut.

__ADS_1


Kemudian, Sandra dan Jhosua pun hendak berpamitan. Dia memberikan pesan pada Elana agar sering berkunjung ke rumahnya, atau Jhosua nanti sering menjenguknya di rumah Elana.


"Jaga diri baik-baik ya kak, tante harap kakak berubah pikiran dan mau tinggal lagi dengan tante dan om." ucap Sandra.


Elana hanya tersenyum saja, dia pun mengantar kedua suami istri itu sampai depan rumah. Jhosua pun memeluk Elana lagi, memberi semangat pada Elana.


"Om nanti akan sering ke rumah kakak, jangan sedih berlarut-larut ya. Kalau kakak butuh uang, ke hubungi om Jho ya kak." ucap Jhosua.


"Iya om, terima kasih." ucap Elana.


Lalu Jhosua pun melepas pelukannya dan menuju mobilnua. Dia masuk ke dalam mobilnya dan melambaikan tangan pada Elana, di susul Sandra juga melambaikan tangan pada Elana.


Elana membalas lambaian tangan Jhosua dan Sandra lalu tersenyum. Mobil Jhosua keluar dari halaman rumah Elana dan melajukannya pelan untuk pulang ke rumannya.


Ibu Mira pun mendekat pada Elana dan menarik pundaknya untuk masuk ke dalam rumah.


"Kenapa ngga mau tinggal sama mereka lagi nak El?" tanya ibu Mira.


"Ngga apa-apa bu, aku ngga mau meninggalkan rumah ini. Aku juga ngga mau mengulang kesediahan yang sama jika tinggal di rumah om Jho." ucap Elana tanpa sadar.


"Nak El pernah tidak di terima sama ibu Sandra?" tanya ibu Mira pemasaran.


"Ngga bu, tante Sandra itu baik. Tapi mungkin El yang ngga tahu terima kasih, makanya El ngga mau merepotkan mereka aja." ucap Elana menutupi perlakuan Sandra dulu padanya.


Ibu Mira pun diam, dia ingat ketika Mourin minta di antar ke butik Sandra. Hanya setengah jam kurang, Mourin kembali lagi dengan wajah sedih. Niatnya waktu itu hanya berkunjung, jika di terima dan lama di sana ibu Mira pergi dan meninggalkan Mourin dengan sahabatnya. Tapi kenyataannya hanya sebentar dan wajah Mourin kecewa dan sedih.


Sejak saat itu, Mourin tidak pernah kemana-mana. Selalu di rumah saja, bahkan Sandra sejak itu juga tidak pernah datang berkunjung.


Terkadang seorang kaya akan menolak orang yang sudah jatuh miskin, meski dia dulu pernah jadi sahabat kental. Tapi karena status berbeda, jadi selalu menghindarinya dan tidak peduli lagi. Manusia memang mahluk kompleks dengan segala pikirannya.


_


_


_

__ADS_1


😊😊😊😊😚😚❤❤❤❤❤❤


__ADS_2