E L A N A

E L A N A
73. Jebakan Angela


__ADS_3

Sampai malam hari Evan baru pulang ke rumahnya, entah dia pergi ke mana. Dia menenangkan hati dan pikirannya agar tidak bertengkar lagi dengan istrinya.


Dia berpikir mungkin Ana sudah tidur di kamarnya, namun setelah dia masuk ke dalam kamarnya ternyata tidak ada.


Evan menemukan secarik kertas di meja rias Ana. Di sana tertulis bahwa istrinya itu pergi ke rumah pamannya untuk sementara waktu.


'*Aku ke rumah paman Simon beberapa hari, entah kapan pulangnya. Jangan cari aku.'


Istrimu, Ana*.


Begitu tulisan di secarik kertas untuk Evan. Evan pun duduk di sisi ranjangnya, dia menghela nafas panjang. Entah ini suatu tanda keburukan untuknya atau malah ketenangan baginya.


Karena dia takut Angela semakin berani datang ke rumahnya setelah tahu kakaknya berada di rumah paman Simon. Dia bahkan merasa takut, hubungannya dengan Ana mesti dia bereskan.


Pikir Evan besok dia akan meminta maaf pada istrinya itu dan mengajaknya pulang ke rumah lagi.


Evan membaringkan tubuhnya di ranjang, rasa lelah baru dia rasakan setelah beberapa jam dia berkeliling untuk menenangkan diri. Matanya menerawang ke depan, setelahnya dia pun tertidur.


Pagi pun menjelang, Evan bangun lebih pagi karena memang biasanya dia yang bangun lebih dulu dari pada Ana. Dia bangkit dari tkdurnya dan menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi, dia memakai baju yang biasa dia pakai untuk ke kantor. Tanpa bantuan Ana, dia melakukannya sendiri, membuat sarapan bahkan membuat kopi. Karena biasanya Ana yang membuatkan kopi dan sarapan pagi.


Tidak mengapa, pikirnya. Yang terpenting Angela juga tidak ada di rumahnya. Evan sudah rapi, dia segera sarapan pagi hanya dengan roti dan selai saja. Duduk menikmati makanannya dan kopinya.


Baru beberapa suap roti masuk ke dalam mulutnya, suara riang dari Angela menyapa Evan membuat kaget dirinya.


Ada wajah senyum di bibir Angela, semyum sinis dan juga kemenangan di sana.


"Selamat pagi kak Evan." sapa Angela dengan menjanya.


Evan pun berhenti mengunyah, dia menatap kaget pada Angela. Dia tidak percaya kalau Angela sepagi ini sudah ada di rumahnya. Apa jangan-jangan Angela tidur di rumahnya, namun dia tidak tahu?


Angela duduk di depan Evan dan ikut sarapan, dia membuat roti selai juga. Senyum di bibirnya tak pernah lepas, Evan dengan cepat menghabiskan rotinya. Meminum kopinya lalu bangkit dari duduknya meninggalkan Angela duduk santai makan rotinya.


Dia masuk ke dalam kamarnya dan segera mengambil tasnya. Dia ambil kunci mobilnya lalu keluar lagi untuk pergi ke kantor.


Rasa deg-degan karena kaget Angela ada di rumahnya. Tanpa menyapa Angela dan mengajaknya pergi ke kampus seperti biasanya. Dia pun masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukannya dengan pelan.

__ADS_1


"Huft, kenapa sekarang seperti hantu yang selalu menghantuiku ya. Alu seperti ketakutan pada gadis itu. Benar-benar membuatku muak." ucap Evan sendiri dalam mobilnya.


Dia menjalankan mobilnya dengan cepat, agar cepat sampai kantornya. Karena hari ini dia banyak sekali pekerjaan.


_


Sudah dua hari Evan sendirian di rumah. Dan tumben sekali pagi ini Angela tidak ada, dia senang sekali.


Kemarin dia ke rumah paman Simon menyusul Ana istrinya, namun Ana belum mau kembali ke rumahnya. Meski Evan sudah meminta maaf beberapa kali, namun Ana tidak mau pulang.


"Nanti aku pulang, tapi tidak sekarang." kata Ana waktu itu.


Evan menghela nafas panjang, dia pun akhirnya mengalah.


"Baiklah sayang, tapi aku mohon secepatnya pulang ya. Nanti kabari aku jika kamu pulang ke rumah." kata Evan dengan lesu.


Ana hanya diam saja, dia masih terus bermain dengan Diego.


Tanpa tahu Angela ada di kamarnya, Evan langsung berangkat ke kantor. Tapi sebelum ke kantor, terlebih dahulu Evan meminum kopi buatannya di meja makan.


Dia menghabiskan kopi tersebut dan dia pun berjalan keluar dari rumahnya. Baru beberapa langkah, kepalanya tiba-tiba terasa pusing. Dia mencoba duduk sebentar di kursi teras.


Akhirnya dia pun masuk lagi ke dalam rumah. Tiba-tiba rasa gairah di tubuhnya datang menyeruak. Rasa panas itu menjalar sekujur tubuh. Dia heran, kenapa tiba-tiba ingin melakukan pelepasan.


"Aku kenapa begini?" gumam Evan.


Dar jauh Angela pun melihat Evan yang sedang kepanasan. Dia tersenyum, di bukanya bethropnya lalu di lempar begitu saja.


Angela mendekat pada Evan dengan memakai baju tipis dan transparan. Bagian intinya terlihat jelas karena tidak memakai kain pengamannya.


Angela mendekat pada Evan yang sedang bergairah itu. Berdiri di depan Evan yang sedang mengipaskan tangannya.


Evan kaget, dia melihat Angela seperti itu pun semakin bergairah. Dia ingin menahan diri agar tidak menerjang Angela.


"Kak Evan pengen melakukan sesuatu?" tanya Angela dengan manja dan menggoda.


"Angela, sedang apa kamu, uuuh!" teriak Evan.

__ADS_1


Bagian bawahnya terasa sesak, dia ingin melepaskannya. Tapi sialnya Ana tidak ada di rumah. Dia menatap Angela yang terlihat seksi dan menggoda.


"Kak, ada apa?" tanya Angela lagi semakin dekat dan menyentuh pundak Evan.


Lalu menatap sayu pada kakak iparnya itu, Evan sendiri masih bertahan. Tapi ketika tangan Angela yang tadi di pundak kini semakin turun ke bawah, menempel di dadanya terus turun dan mengelusnya lembut.


"Aaaahh, Angela lepaskan tanganmu!" ucap Evan.


Tapi dia sepertinya semakin bergairah, Angela senang meski dia di bentak tadi. Kini tangan satunya ikut meraba perut Evan lalu terus ke bawah dan mengusap bagian depan yang menonjol itu.


"Uuurgh, Angela jangan." ucap Evan.


"Kak Evan jangan khawatir, aku siap kok untuk melampiaskan hasratmu. Lihatlah tubuhku ini, sangat menggoda bukan." kata Angela dengan nada menggoda.


Evan pusing bukan main karena dia terus menahannya. Kepalanya semakin sakit dan tanpa di duga dia menarik Angela untuk mendekat dan menciumnya dengan gairah.


Kini Angela dan Evan berciuman panas di ruang tengah, Angela senang bukan main. Sebentar lagi rencananya untuk tidur dengan Evan akan terlaksana. Dia menikmati apa yang Evan lakukan padanya.


Kini Angela di giring ke kamarnya, mereka ke kamar tanpa melepas pagutan bibirnya. Gairah Evan semakin memuncak ketika Angela terus membelai bagian inti yang menonjolnya.


"Uurgh, aku tidak tahu kenapa seperti ini. Namun jangan katakan apa pun pada kakakmu kalau aku melakukan bercinta denganmu Angela." kata Evan.


"Tenang saja kak Evan, ini akan jadi rahasia kita berdua, aaah." kata Angela.


Dan sampailah mereka di dalam kamar, Evan mendorong Angela di kasurnya dan terlentang menantang Evan untuk segera mencumbunya.


Dan tanpa pikir panjang, Evan membuka semua baju yang dia pakai tadi. Dia kini telanjang bulat, lalu mendekat ke ranjangnya dan mereka kembali berciuman panas lalu keduanya pun kini sama-sama tanpa busana.


Evan lalu memasukkan senjatanya pada inti Angela, dan keduanya pun saling mendesah nikmat. Evan memaju mundurkan tubuhnya pada Angela, sedangkan Angela sendiri sangat senang. Dia menikmati percintaan terlarang dengan kakak iparnya itu.


Yang memang sudah di rencanakan olehnya pagi ini. Dia sengaja melakukan pagi, agar nanti kakaknya datang hari ini mengetahuinya. Harapannya Evan bertengkar lagi dengan Ana dan dia akan menjadi kekasih Evan nantinya.


_


_


_

__ADS_1


😊😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2