E L A N A

E L A N A
35. Dimitri Dan Angela


__ADS_3

Elana sedang makan siang di meja makan, meski makanan yang di sajikan di atas meja makan tidak sesuai dengan lidahnya. Hanya makanan shchi, draniki dan juga beberapa roti serta sup di meja makan.


Jarang sekali keluarga Ana memakan nasi seperti pada umumnya orang Indonesia. Jadi, terkadang Elana hanya makan roti dengan sup. Atau cemilan lain, kadang sate khas Rusia shashlik dan teman dari daging di tusuk itu roti atau kentang.


Jika ingin memakan nasi, Elana harus masak sendiri dan dia akan membuatnya menjadi nasi goreng.


Sedang menikmati makan siangnya, pundak Elana di sentuh oleh tangan seseorang. Dia melihat laki-laki seusia Chiko dengan rambut pirang dan bermata biru juga. Entah siapa, Elana tidak mengenalnya.


"Kto ty?" (Kamu siapa?) tanya laki-laki itu.


"Elana." jawab Elana singkat.


"Kto tokaya yelena? Otkuda?" (Elana? Siapa Elana? Dari mana?)


Ana, ibu sambung Elana pun ikut bergabung dengan Elana dan juga laki-laki yang tadi bertanya pada Elana.


"Dimitri, sadis', yesli khocesh' prisoyedinit'sya ka obedu." (Dimitri, duduk kalau mau ikut makan siang.) kata Ana.


"O, brat, ya byl tak udivlen, chto na moyem meste sidela devush ka kto ona?" (Ouwh kakak, aku kaget ada gadis duduk di tempat dudukku. Dia siapa?) tanya Dimitri lagi.


"Ona Elana, doch' Evana ot yego presydushchey zheny." (Dia Elana, anak Evan dari istri sebelumnya.) jawab Ana datar.


Elana mendengar jawaban Ana jadi merasa tidak enak. Dia pun menunduk dalam, mengunyah makanannya dengan pelan.


"O, on sya sestry Evan? (Ooh, dia anak dari kak Evan?) kata Dimitri lagi.


"Da, sadis', yesli khochesh' yest." (Ya, duduklah kalau mau makan.)


Dimitri pun duduk di sebelah kakaknya itu, sesekali melirik Elana yang menunduk diam.


"Privet vsem moi dorogiye brat' ua i sestry." (Halo semua, kakak-kakakku sayang.)


Satu sapaan riang dari gadis berambut pirang juga dan panjang. Tapi warna matanya tidak sama dengan Dimitri dan juga Ana.


Gadis itu pun ikut duduk di sebelah Dimitri sambil memperhatikan Elana juga.


"Bratan, kto on?" (Kak Ana, siapa dia?) tanya gadis tersebut yang ternyata adiknya Ana juga.


"Ona Elana, sya Evana ot yego presydushchey zheny." (Dia Elana, anaknya Evan dari istrinya terdahulu.") jawab Ana.

__ADS_1


"Vab okazyvayetsya, yest' devushka i moyego vozrasta, kha. Ya tol' ko chto prishel snova no yest' chto udivitel" noye etom dome." (Waah, ternyata ada gadis seusiaku juga ya. Aku baru datang lagi, tapi ada sesuatu yang mengejutkan di rumah ini.") kata gadis itu.


"Andzehela, yesli khochesh' yest' i yeat' seychas ne smushchay Elana." (Angela, jika kamu mau makan. Sekalian makan sekarang, jangan membuat Elana malu.")


"Van, in stesnyayesya? Tsk tsk tsk." (Waaah, dia pemalu? Ck ck ck.")


"Ya uzhe syt, togda ya poydu pervym ma." (Saya sudah kenyang, kalau begitu saya duluan pergi ma.") ucap Elana.


"Hemm."


Hanya gumaman saja tanggapan Ana, Elana pun pergi ke kamarnya. Dia merasa seperti dulu tinggal di rumah Sandra, hanya bberbeda ibu sambungnya banyak diam sedangkan Sandra lebib banyak mengomel.


Elana duduk di depan jendela kamarnya, entah kenapa rasa sedihnya kembali datang. Dan lagi, dia ingat ibunya Mourin.


"Ma, apa mama di sana sudah tenang?" gumam Elana.


Hatinya kembali sepi, hari ini hari Minggu. Hanya diam di rumah, papanya Evan sedang pergi keluar kota selama tiga hari sejak kemarin. Besok baru bisa kembali lagi.


Elana seperti orang asing di rumah Ana, dan memang orang asing. Yang beda budaya beda bahasa dan juga beda semuanya. Elana yang anak pendiam dan penyendiri benar-benar hidup di negeri antah berantah.


Tok tok tok


Suara pintu kamar Elana di ketuk dari luar. Lalu di dorong pintu itu, nampak Angela masuk dan menghampiri Elana yang duduk di depan jendela kamarnya.


"Yelana, gde vy uchilis?" (Elana, kamu kuliah di mana?" ) tanya Angela.


"V kampuse kh kh kh." (Di kampus xxx.") jawab Elana.


"Okh, uzh etot kampus ochen vkusno." (Ouwh, kampus itu. Enak ya.") kata Angela.


Elana diam saja, meski dia bisa bahasa Rusia. Namun ada juga beberapa kata yang tidak di mengerti Elana.


Angela duduk di ranjang, dia masih memperhatikan setiap sudut kamar Elana. Tidak ada yang menarik, tapi matanya berhenti di meja belajar Elana. Dia melihat sebuat pigura kecil di sana. Elana memperhatikan apa yang di lihat Angela.


Angela pun bangun, dia menuju meja belajar dan mengambil sebuah pigura tersebut.


"Kto eto?" (Siapa ini?") tanya Angela.


"Moya mama." (Mamaku." ) jawab Elana.

__ADS_1


"Gde tvoya mama?" (Kemana mamamu?")


"Uzhe mertv." (Sudah meninggal."


"O, tak v tebya net mamy?" (Ooh, jadi kamu tidak punya mama?")


Diam, Elana tidak menanggapi ucapan Angela. Angela meletakkan lagi pigura di tempatnya dan mendekat pada Elana.


"Ty zhvesh' zdes iz-za svoyego papy, verno? Tak chto ne vedi sebya tak kak budto eto tvoy dom. Ya sestra Ana, u menya ***'she prava zhit' zdes chem u tebya." (Kamu hidup di sini karena papamu kan? Jadi jangan bertingkah seolah ini rumahmu. Aku adiknya kak Ana, lebih berhak tinggal di sini dari pada kamu.")


Setelah berkata seperti itu, Angela keluar dari kamar Elana. Elana sendiri hanya diam saja menatap kepergian Angela.


Lagi, ada yang tidak suka dirinya lagi. Elana menghembuskan nafas panjang. Dia harus bersabar, di sini dia memang menumpang. Tapi dia akan menghadapinya dengan diam saja, demi papanya, Evan yang membawanya kemari.


_


Elana hendak pergi ke kampus naik mobil trem yang lewat di ujung jalan. Dia hanya butuh jalan kaki seratus meter menuju halte trem tersebut, baru bisa naik.


"Privet Elana, Khochesh' projatit'sya na moyem mototskle?" (Hei, Elana. Mau menumpang di motorku?") tanya Dimitri dengan senyumnya.


Elana menoleh dan menatap Dimitri. Dimitri masih tersenyum padanya lalu menaikkan alis.


"Nu devay zhe?" (Ayo?")


"Net, spasibo." (Tidak, terima kasih.")


"Zachem?" (Kenapa?")


"Vse poryade, ya predpochitayu yekhat' na avtobuse." (Tidak apa-apa, saya lebih suka naik bis.")


"Da uzhe bwz problem." (Ya sudah, tidak masalah.")


Dimitri pun melajukan motornya dengan kencang, membuat Elan kaget dan hanya mengelus dada saja.


Lalu Elana melanjutkan langkahnya menuju halte bis yang sebentar lagi lewat menuju kampusnya.


_


_

__ADS_1


_


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2