E L A N A

E L A N A
87. Chila Bertemu Dengan Elana


__ADS_3

Chiko dan Chila bersiap untuk pergi ke rumahnya di kota. Mereka juga akan ke makam papanya Rendi, Anita sendiri tidak bisa mencegah kedua anak kembarnya untuk mengunjungi makam papanya sendiri. Lagi pula, Rendi itu papanya meski dulu tidak peduli pada keduanya.


Seiring berjalannya waktu dan memang tidak perlu ada dendam, Chila dan Chiko hanya bisa mengunjungi makamnya saja dan berdoa untuk almarhum Rendi.


"Kakak juga ikut?" tanya Anita pada Chila anak sulungnya.


"Iya ma, Chiko ngajak aku ke rumahnya di sana. Dan sekalian mampir ke makam papa, sudah lama juga aku ngga ke sana." kata Chila.


"Ya, terserah kakak. Mama hanya tanya aja kok, papa Rendi juga papa kalian juga." kata Anita.


Chila tersenyum, memang mamanya itu paling bijaksana. Dia membebaskan anaknya untuk berkunjung ke makam Rendi. Chila dan Chiko juga tidak dendam pada Rendi dulu yang tidak mempedulikannya sejak kecil.


Tapi sesuatu tak terduga malah harta Rendi di berikan semua pada kedua anaknya itu juga Anita. Dan Anita tidak ada alasan untuk melarang anak-anaknya masih peduli pada papanya meski hanya sesekali ke makam Rendi.


"Kak, udah siap?" tanya Chiko pada Chila.


"Udah, emang kita mau menginap di sana?" tanya Chila melihat Chiko membawa tas ransel besar.


"Ngga kok, cuma siap-siap aja. Kalau nanti tidak keburu ya kita bisa menginap di sana." jawab Chiko.


Anita memperhatikan kedua anak kembarnya, dia sangat senang kedua anak itu sangat akrab dan saling menyayangi. Tidak hanya pada mereka saja, tapi juga pada ke lima adiknya. Bahkan Chiko sangat penyayang pada adik-adiknya, terutama Celine yang satu kampus di Rusia.


Tiba-tiba Anita jadi kangen dengan anak satu itu, sikap periangnya membuat semua orang sangat memyayanginya. Apa lagi kepekaannya membantu orang yang membutuhkan.


"Bang, Celine di sana bagaimana? Apa kamu yakin di sana dia bisa jaga diri?" tanya Anita tiba-tiba pada Chiko.


"Sebenarnya aku juga suka khawatir kalau dia di sana sendirian. Tapi ada sahabatku yang mau menjaganya di sana, abang percayakan Celine padanya. Memang kenapa mama tanya Celine?" tanya Chiko pada Anita.


"Ngga apa-apa, mama tiba-tiba ingat dia. Mama khawatir abang lama di sini jadi, Celine bagaimana di sana. Apakah dia bisa menjaga diri di tempat jauh itu." kata Anita.


"Mama jangan khawatir, aku percaya sama sahabatku itu. Dan aku juga setiap dua hari tanya keadaan di sana dari sahabatku, bukan hanya aku tanya Celine aja. Dan memang dia baik-baik saja. Mama jangan cemas ya, setelah magang ini abang akan kembali ke sana dan menyelesaikan kuliah. Celine juga sepertinya sudah mulai banyak tugas dan semester akhir ma." kata Chiko lagi.


Anita tersenyum, ternyata memang Chiko tidak melepas Celine begiti saja. Dia benar-benar menjaga adiknya meski dia jauh dari sana, tapi tetap mengawasinya.


"Yuk berangkat." kata Chila sudah siap untuk pergi.


"Iya. Ma, kami pergi dulu ya. Kalau ngga sempat pulang ya berarti kami menginap di sana." kata Chiko.


"Iya, hati-hati ya sayang." ucap Anita.


Chiko, Chila dan Anita pergi keluar rumah. Anita mengantar kedua anaknya pergi ke kota, mengunjungi makam papanya dan menginap di rumah Chiko.

__ADS_1


Minggu kemarin dia dan kedua anaknya juga menginap di sana, merapikan rumah besar yang tidak sempat di bersihkan. Sejak Noni, pembantu Anita dulu menikah. Dia sudah tidak menjaga rumah itu, apa lagi rumah peninggalan Rendi yang pernah di tinggali sudah Anita jual sewaktu melahirkan Karin.


Chiko dan Chila masuk mobil, Anita melambaikan tangannya ketika mobil Chiko sudah keluar dari gerbang pintu rumahnya. Dia menghela nafas panjang, lalu masuk lagi ke dalam rumah.


_


Rumah besar yang dulu pernah di tempati oleh Rendi dan Mourin serta Elana itu, namun hanya sebentar. Karena waktu itu Mourin ketahuan selingkuh dengan Evan dan lahirlah Elana. Sejak itu Mourin meninggalkan Rendi, dan Rendi tinggal di rumah itu sampai akhir hidupnya.


Perjalanan kedua orang tua Chila dan Chiko memang rumit, dan hubungan dengan Elana juga begitu rumit bagi Chiko. Saat ini dia masih mencari keberadaan Elana, dia sering berkunjung ke rumah Elana yang pernah di kasih oleh Evan.


Namun, setiap kali Chiko ke sana, tetap tidak pernah ketemu Elana. Dan tetangganya itu juga tidak pernah tahu Elana pulang.


"Kak, nanti kita ke suatu tempat ya." kata Chiko pada Chila.


"Mau kemana?" tanya Chila heran.


Kemana lagi Chiko mau berkunjung? Apa dia akan mencari Elana lagi di rumahnya?


"Ke rumah Elana, siapa tahu dia pulang ke sana. Dan bisa menemuinya, atau tetangganya pernah tahu Elana pernah pulang ke rumahnya." kata Chiko memarkirkan mobilnya di area parkiran pemakaman umum.


"Kamu masih mencarinya?" tanya Chila.


"Tapi, apa kamu yakin dia ada di sini? Maksudnya dia benar-benar pulang dan tidak kembali ke Rusia lagi, meneruskan kuliahnya mungkin." kata Chila memberi saran.


"Ngga mungkin kak, di sana Elana itu akrab dengan Celine. Jadi jika di kampus ada, Celine pasti tahu. Lagi pula di kampus itu Elana sudah benar-benar keluar dan tidak kuliah lagi." ucap Chiko menerangkan apa yang dia tahu.


Chila diam, dia melirik adiknya sekilas. Dan di raut wajahnya sangat terlihat jelas ada harapan bahwa dia akan bertemu dengan kekasihnya itu.


Mereka pun turun, melangkah menuju pemakaman di mana Rendi di makamkan, tak lupa membeli taburan bunga di pinggir jalan di sekitar tempat pemakaman.


Sesampainya di sebuah makam yang sudah di renovasi, dan sudah di keramik. Kedua anak kembar itu berdiri sejenak, lalu menaburkan bunga dan berjongkok. Berdoa dalam hati meminta kebahagiaan untuk papanya.


_


"Dek, aku pengen jalan-jalan ya. Kamu mau di rumah aja?" tanya Chila pada Chiko yang sedang mengetik di laptopnya.


"Iya kak, aku di rumah aja. Memang kak Chila mai kemana?" tanya Chiko.


"Mau lihat-lihat keliling sekitar daerah sini aja, ngga jauh-jauh. Kakak juga ngga tahu tempat daerah sini kok." jawab Chila.


"Ya udah, hati-hati. Kakak bawa mobil atau naik ojek online?"

__ADS_1


"Bawa mobil ajalah, malas kalau naik ojek online. Ya udah, kakak pergi dulu. Kamu mau di bawakan makanan apa?" tanya Chila.


"Apa aja, boleh cemilan siomay deh sama jus alpukatnya kak."


"Ya udah, kakak pergi."


"Ya, hati-hati."


Chila mengambil kunci mobilnya dan segera berangkat setelah menjalankan mesinnya. Dia lajukan ke arah jalan kiri, sangat ramai karena hari sudah sore dan para pekerja pabrik atau perkantoran sudah mulai pulang.


Chila mengamati setiap jalanan di sepanjang jalan. Banyak sekali gedung-gedung baru bahkan beberapa gedung lama di buat tampilan baru dengan berganti suasana. Chila juga mengitari daerah itu, ada sebuah bangunan toko baju. Tepatnya seperti butik yang baru saja dia lihat.


Dulu, dua tahun lalu dia ke rumah itu dan menginap di rumah Chiko juga bersama kedua orang tuanya dan adik-adiknya dia belum melihat toko itu. Dan di lihat dari jauh toko atau butik itu cukup ramai oleh pengunjung, terutama anak remaja.


Chila melihat nama butik itu, dia penasaran pada nama butik tersebut.


"Ramai banget ya di butik itu? Tapi kebanyakan anak remaja, apa butik itu menjual khusus baju-baju anak remaja?" gumam Chila.


Akhirnya Chila menghentikan mobilnya dan memarkirkannya di depan butik tersebut. Dia keluar dan melihat nama butik itu, EL Boutiqe. Dia tersenyum, lalu masuk ke dalam.


Melihat sekeliling dan terlihat beberapa remaja seusia adinknya sedang memilih baju yang di sukainya.


"Selamat sore kakak." sapa seorang gadis pada Chila.


Chila berbalik menoleh ke arah sumber suara, dia melihat seorang gadis dengan berdiri tegap menyapanya dan tersenyum padanya, Chila pun membalas senyumannya.


"Kakak mau melihat-lhat baju?" tanya gadis itu yang tak lain adalah Elana.


"Oh ya, boleh. Saya mau lihat-lihat baju-baju dulu, karena saya penasaran dengan butik ini ramai oleh pengunjung remaja." kata Chila.


"Oh, memang kebanyakan di sini menjual baju-baju remaja. Tapi untuk ibu-ibu dan juga perempuan dewasa juga ada, modelnya di jamin tidak terlalu tua kok. Dan model masa kini." kata Elana dengan senyum ramahnya.


Chila tersenyum, dia berpikir gadis ini sangat pandai mempromosikan produksi baju di sini. Apa dia pelayan sini?


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2