Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia

Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia
Melihat Setan


__ADS_3

Hari sudah berganti. Ini adalah saat yang sangat dinantikan oleh Yve dan yang lain. Pagi-pagi sekali Sky dan si kembar senior sudah berada di cafe Yve. Mereka membawa mobil jeep hitam.


Yve dan Levin berada di apartemen Leo dan bersiap untuk melepaskan rantai yang membelenggu Lin. Mereka bersiap kalau Lin tiba-tiba melawan.


"Tenang saja. Aku tidak ingin kabur. Jadi kalian tidak perlu mengerubungiku seperti ini." Ucap Lin sambil berdiri melepas rantainya.


"Heh? Siapa yang tahu rencana jahatmu." Yve melipat tangannya.


"Kalian ingin membawaku ke rumah dulu kan? Aku ingin bicara pada kak Lian."


Levin mengangguk kemudian membantu Lin untuk berjalan keluar. Luka yang Lin terima belum sepenuhnya sembuh, ditambah dengan pukulan Yve sebelumnya membuat wajahnya semakin penuh luka.


Diluar dugaan, Lin masuk ke dalam mobil tanpa kendala apapun. Dia sangat patuh dan lebih banyak diam. Lin hanya akan bicara ketika ditanya Levin atau Sky mengenai lukanya. Leo yang ikut berada di dalam mobil menjadi satu-satunya orang dengan wajah paling gembira diantara semuanya.


Tidak butuh waktu lama untuk mereka mencapai rumah keluarga Bai. Sky yang menyetir mobil langsung menyapa bodyguard penjaga pintu gerbang.


"Halo paman Ping, aku membawa kado untuk tuan Bai Lian. Ayo buka pagarnya."


"Sudah lama aku tidak melihatmu Sky. Tapi sesuai aturan, jika ada mobil masuk selain milik keluarga, maka harus diperiksa."


"Baiklah, lihatlah orang-orang yang ada di dalam. Tapi jangan terkejut ya. Atau aku akan menciummu." Ucap Sky sambil menunjukkan bibir merahnya.

__ADS_1


Orang yang disebut paman Ping itu  melihat ke dalam mobil melalui jendela di samping Sky. Kedua matanya seketika membulat saat bertemu pandangan mata Lin yang duduk diantara Yve dan Levin. Baru kemarin acara pemakaman untuk Lin digelar, dan tiba-tiba orang yang meninggal itu muncul. Apakah zombie itu nyata?!


"Aaaaa zombie!!!"


Berbanding terbalik dari kata-katanya sebelumnya, paman Ping itu malah berteriak dengan keras.


"Haduh, habislah." Leo menepuk dahinya.


Selang beberapa detik, para bodyguard langsung datang dari berbagai arah. Mereka meninggalkan pos jaga mereka saat mendengarkan teriakan paman Ping. Meskipun sudah tua, tapi suara teriakan itu menggema hingga ke seluruh bagian rumah.


"Ayo kita turun." Perintah Yve yang langsung dipatuhi oleh orang-orang di dalam mobil.


Yve adalah orang pertama yang turun dari mobil, disusul oleh Lin, lalu Levin. Sky dan Leo yang duduk di kursi depan, turun terakhir. Dan seperti sebuah kebetulan yang luar biasa, si kembar veteran baru sampai dengan mengendarai motor. Mereka yang melihat situasi tidak kondusif langsung turun dari motor dan berdiri dibelakang Yve.


"Ada apa ini?" Beng keluar dari sela-sela bodyguard yang menggerombol. "Adikku? Dan.." Beng menggeleng dengan ekspresi tidak percaya.


"Halo kak Beng." Yve melambaikan tangan dengan santai, sama seperti menyapa Beng setiap hari.


"Tunggu... Tuan Lin?!" South yang baru muncul dari belakang Beng ikut kebingungan.


"Bicaranya nanti saja, ayo masuk." Devian tiba-tiba mendekat dan memberi isyarat untuk mengikutinya.

__ADS_1


Yve hendak melakukan apa yang Devian suruh, tapi tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki mendekat dari dalam rumah.


"Kenapa kalian berkumpul disini?!" Bentak Bai Lian sambil berjalan keluar rumah bersama Bai Jun disampingnya.


Gerombolan bodyguard mulai membelah, dan membuat komplotan Yve terlihat jelas oleh Bai Lian.


Bai Lian?! Kebetulan sekali. Dia pasti senang melihat Lin disini.


Yve tersenyum kearah Bai Lian, tapi anehnya boss mafia itu malah terlihat kebingungan.


"Jadi kalian berkumpul hanya untuk melihat Yve datang bersama bodyguard lain? Aneh sekali, bubar!!!" Perintah Bai Lian.


"Eh? Lian, kamu tidak terkejut?" Tanya Bai Jun heran. Seharusnya anaknya ini senang bukan main saat mengetahui adiknya masih hidup.


"Terkejut soal apa?" Bai Lian menggaruk kepalanya, tapi kemudian dia seolah paham sesuatu. "Apa ayah juga memiliki indera keenam? Aku belum terbiasa dengan indera keenamku."


"Ha? Indera keenam?"


"Ya. Belakangan ini aku sering melihat setan. Dan sekarang aku melihat penampakan Lin bersama Levin. Mereka berada di samping Yve sekarang." Bai Lian dengan polosnya menunjuk Lin.


"Ini Lin asli, dasar bodoh!" Yve mendekati Bai Lian lalu menjitak kepalanya.

__ADS_1


Ups! Ini pasti salahku hihi. Leo terkekeh.


__ADS_2