Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia

Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia
Makanan Penuh Cinta


__ADS_3

Beberapa menit sudah berlalu. Bai Lian sudah paham apa yang terjadi. Bau gosong dan asap yang mengepul pasti berasal dari masakan penuh cinta yang dibuat oleh Yve.


"Nih makan." Yve tiba-tiba muncul dengan keadaan yang berantakan. Rambut kucir kudanya sudah melorot dan menyisakan helaian rambut acak-acakan.


Bai Lian berganti menatap piring yang dibawa Yve. Disana terdapat lima batang kayu arang yang tampak sangat keras.


"Apa itu?" Tanya Bai Lian.


"Sosis panggang. Hanya ada itu di dalam kulkas. Telur suka dicuri kak Sky." Jawab Yve santai sambil meletakkan piring itu di hadapan Bai Lian.


"Kenapa warnanya hitam?"


"Oh itu kecapnya." Yve mengalihkan pandangannya dengan cepat.


Dia berbohong.


Bai Lian bersiap untuk memakannya. Ia bersusah payah menusuk sosis yang sudah tidak mirip dengan spesiesnya itu menggunakan garpu.


"Kau pernah memasak sebelumnya?" Bai Lian tidak yakin untuk memakannya.


"Ini kedua kalinya aku memasak. Saat pertama kali mencoba memasak, aku hampir membakar cafe ini. Setelah itu kak Tina melarangku menyalakan kompor. Tapi tenang saja, masakanku kali ini hasil mencontek iklan sosis di tv. Jadi pasti enak." Yve mengangguk dengan mantap.


Bai Lian terdiam.


Jadi ini pertama kalinya dia berusaha memasak demi seseorang?! Apakah Yve menganggapku spesial?! Sampai berantakan begitu agar aku bisa makan.


Aku semakin menyukainya!


Kali ini Bai Lian dengan gembira memasukkan makanan aneh itu ke dalam mulutnya, lalu mengunyah dengan semangat.


Aneh, padahal tampilannya tidak meyakinkan, tapi rasanya enak.


"Enak?" Tanya Yve sambil menahan tawa. Ia sudah mencobanya tadi, dan sudah membuatnya mutah. Ia sengaja memberikannya pada Bai Lian untuk mengerjainya.


"Enak!" Seru Bai Lian sambil mengambil sosis lainnya.


Eh?


Hanya dalam sekejap, sosis di piring itu sudah habis. Bai Lian memakannya dengan ekspresi yang sangat menikmati, seolah itu adalah makanan koki bintang lima.


Sekarang aku paham tentang cinta. Cinta itu bukan hanya buta. Tapi cinta juga mati rasa. Makanan seperti ini pun terasa sangat enak di mulutku saat tahu Yve pertama memasaknya hanya untukku.


Bai Lian tersenyum puas sambil mengusap perutnya yang kenyang.


"Kau... Baik-baik saja?" Tanya Yve sambil menatap Bai Lian tidak percaya.


"Ya. Aku baik."

__ADS_1


Yve menggaruk kepalanya bingung. Jangan-jangan dia jadi gila karena makananku?


"Sebelum matahari benar-benar terbit. Apa kau mau mengantarku pulang?" Tanya Bai Lian.


"Kau tidak kapok kubuat jatuh terakhir kali? Biar kubangunkan kak Sky saja. Dia juga punya motor."


Ketika Yve hendak pergi, Bai Lian menahan tangan gadis itu.


"Aku hanya ingin diantar olehmu."


"Tapi-"


"Ini perintah."


Yve menghela nafas dengan panjang, lalu mengangguk. "Baiklah, kau bossnya."


"Oke, ayo." Bai Lian langsung berdiri sambil tersenyum.


Kenapa dia terlihat bahagia sekali? Yve hanya menatap bingung.


Tapi tidak buruk juga. Dia lebih tampan kalau tersenyum.


Setelah bersiap, Yve mengeluarkan motornya dari dalam cafe, lalu naik dan disusul oleh Bai Lian di belakangnya.


"Kenapa kau berpegangan pada pinggangku?!" Pekik Yve sambil melihat tangan Bai Lian.


"Tapi ini motor sport! Jika kau melakukannya, akan terlihat sangat memalukan. Letakkan tanganmu disini!" Yve memindah tangan Bai Lian pada bahunya. "Nah seperti ini. Soni sering melakukannya."


"Apa kau bilang?" Tatapan Bai Lian kembali tidak bersahabat.


"Soni. Yang pernah kau temui sebelumnya. Aku sering memboncengkannya untuk pergi ke area balap liar."


"Aku Bai Lian, tidak ingin sama dengan siapapun. Khusus untukku seperti ini saja." Bai Lian kembali merangkul Yve dari belakang.


"Bo-bodoh! Cepat lepaskan!"


"Yve, kau sengaja ya."


"Sengaja apanya?!"


"Berlama-lama disini agar aku terus memelukmu."


"Aku tidak berpikir begitu!!!"


"Ya sudah ayo jalan, supaya cepat selesai."


"Ck! Berengsek!" Yve segera tancap gas.

__ADS_1


Sementara Bai Lian tersenyum penuh kemenangan.


Akhirnya Yve dan Bai Lian benar-benar pergi.


Sementara itu di dalam cafe. Dua orang bersembunyi dibalik meja kasir. Mereka adalah si kembar bodyguard senior, Yin Yang.


"Sip aku sudah merekamnya! Kita bisa menjual ini pada Devian." Yin menyimpan video di ponselnya sambil tersenyum.


"Untung saja Sky dan Leo tidur seperti kerbau, jadi tuan Bai Lian tidak curiga pada kita yang pura-pura tidur."


"Kau benar sekali! Dan video ini sangat bagus. Aku akan meminta bayaran yang tinggi untuk video ini."


"Oh iya, kenapa Devian meminta rekaman Yve dan Tuan Bai Lian?" Yang kebingungan.


"Katanya, kalau suatu saat Yve dan Tuan Bai Lian menikah, Devian ingin memberikan hadiah berupa gabungan video dari saat mereka masih pendekatan sampai menikah."


"Oh begitu. Romantis sekali."



Hoaaammm


Seperti biasa, Leo selalu terbangun sendiri di jam 5 pagi. Ia melihat sekeliling, dan mendapati Sky yang tidur dengan posisi kayang. Dengan mata yang masih sayu, Leo melihat kearah tempat tidur. Disana sudah tidak ada bossnya.


"Tuan?!" Teriak Leo histeris.


"Hah? Ada apa? Dimana? Siapa?" Sky ikut terbangun dan celingukan seperti orang bodoh.


"Tuan hilang!!!" Leo kembali berteriak.


"Benarkah?! Kyaaa bagaimana ini? Padahal aku belum minta gajiku. Dan hari ini paket skincare ala Korea yang kupesan akan datang!"


"Kenapa kau malah peduli dengan hal seperti itu?"


"Leo pinjem duitmu dong. Kan gajimu diberi lebih awal oleh tuan Bai Lian."


"Enak saja! Uangku juga sudah habis! Niatnya aku ingin minta ganti rugi pada tuan Bai Lian. Karena dalang yang menghabiskan uangku adalah pacarnya! Si Yve!"


"Ehem!"


Leo dan Sky terkejut dengan suara dehaman itu. Mereka kompak melihat kearah pintu kamar. Disana sudah ada Yve yang berdiri dengan aura membunuh.


"Leo, kau tadi bilang apa?" Tanya Yve sambil tersenyum.


"Ti-tidak ada. Aku cuma cari tuan. Dimana ya kira-kira?" Leo celingukan dengan keringat dingin. Baru tadi malam ia dihajar Yve, tidak mungkin sekarang akan dihajar lagi kan?


"Tuan Bai Lian sudah kuantar pulang." Yve menaruh kunci motor keatas meja. "Kemarilah Leo. Biar kulihat lukamu. Sepertinya sebentar lagi akan bertambah."

__ADS_1


"Waaaa tolong aku!!!" Leo langsung bersembunyi di belakang Sky.


__ADS_2