Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia

Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia
Ingin Dianggap


__ADS_3

Sesampainya di rumah keluarga Bai, Yve dan Devian turun dari mobil bersama.


"Para bodyguard inti kemana?" Tanya Yve sambil melihat ke arah gazebo. Meskipun bangunan itu tidak kelihatan, biasanya tetap ada suara gaduh yang terdengar dari sana.


"Terakhir kali aku melihat Beng dan si kembar sedang memasang kabel telpon di atap rumah."


Yve mengangguk. Ia sudah mulai terbiasa dengan rutinitas bodyguard yang antimainstream.


"Ingin bertemu dengan ayahku sekarang? Dia biasanya sudah duduk di tepi kolam ikan koi. Tapi kalau tidak ada, tunggu saja. Mungkin sedang mengambil minum di dapur."


"Baik aku akan kesana. Terimakasih kak." Yve segera berjalan ke tempat yang dimaksud.


Devian terus melihat Yve yang pergi sesuai arahannya. Memang adik kecil yang mudah ditipu.


Dengan langkah cepat, Devian masuk ke dalam rumah dan menuju ruang kerja Bai Lian.


Tok! Tok!


"Masuk."


Setelah mendengar ijin dari pemilik ruangan, Devian segera masuk dengan ekspresi cemas yang dibuatnya senatural mungkin.


"Tu-tuan."


"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" Bai Lian menaruh berkasnya yang tadi ia baca. Sepertinya Devian akan mengatakan sesuatu yang penting.


"Ikan koi di kolam semuanya mati!" Pekik Devian.


"Apa?! Bolu juga mati?" Tanya Bai Lian sambil menyebut nama ikan koi kesukaan ayahnya.


"Iya tuan. Silahkan lihat dulu. Saya akan membersihkannya setelah ini." Devian pura-pura menghapus air matanya dengan sedih.


"Baiklah. Dan cari juga penyebab kematian ikan disana. Aku akan melihatnya sebentar." Bai Liar buru-buru keluar ruangan.


Hehe rencana sukses.


Kemarin wajah Bai Lian sangat marah saat kak Sky mengatakan sesuatu tentang Levin dan Yve. Sekarang mereka bisa mengobrol agar bisa berbaikan lagi hahaha.



Saat Yve sampai di tepi kolam ikan koi, ternyata disana sangat sepi. Tidak ada kakeknya di manapun.

__ADS_1


Oh mungkin sedang mengambil minum di dapur.


Yve memilih melihat ikan koi yang berenang-renang sambil menunggu Bai Jun datang.


Ikannya banyak sekali. Apa kakek suka ikan koi? Kelihatannya ikan-ikan ini dirawat dengan sangat baik. Tidak disangka mantan boss mafia yang kejam suka memelihara ikan koi.


"Bolu!"


Yve menoleh. Ia melihat Bai Lian juga terkejut saat melihat dirinya. Tapi seketika perhatian laki-laki itu teralih pada kolam ikan. Dia segera berlari mendekati kolam.


"Bolu..."


Bai Lian terkejut melihat ikan koi yang banyak itu sehat walafiat. Mereka tidak menunjukkan tanda-tanda sekarat atau bahkan mati. Ia juga melihat Bolu, ikan koi kesukaan ayahnya sedang berenang santai dengan tubuh tambunnya.


Sepertinya perkataan Lin benar. Aku terlalu mendengarkan perkataan bodyguard. Devian bahkan berani menipuku. Lihat saja, akan kuhukum dia memakai kostum ikan koi selama seminggu.


"Kau kenapa hah?" Yve menepuk bahu Bai Lian.


Sial! Apa aku terlihat memalukan?


"Ehem!" Bai Lian mencoba mengembalikan kewibawaannya, membenahi jas nya yang berantakan karena berlari menuju kolam, dan merapikan rambutnya yang acak-acakan. "Aku baik-baik saja."


"Kau berteriak Bolu! Bolu! Seperti anak kecil. Apa kau ingin makan kue bolu?" Yve tersenyum. Ia selalu merasa puas ketika mengejek Bai Lian.


"Oh iya, dimana kakek? Sedang mengambil minum ya? Lama sekali." Tanya Yve sambil melihat sekeliling.


"Ayahku pergi ke luar negeri tadi pagi, untuk mengurus bisnis yang terakhir kali tertunda. Apa tidak ada yang memberitahumu?"


"Hah?! Jadi sekarang kakek tidak ada disini?"


Bai Lian mengangguk menjawab pertanyaan Yve.


"Wah sialan kak Devian! Dia menipuku!"


"Dia juga menipuku. Katanya ikan koi disini mati semua. Jadi aku bergegas kemari. Tapi ternyata tidak ada yang mati."


Yve mengusap kepalan tangannya. Oh, kak Devian membuatku dan Bai Lian bertemu begitu? Kira-kira dia ingin berapa gigi yang lepas?


Bai Lian melihat Yve. Gadis itu seperti sedang murka tapi tetap terdiam. Mungkin sesuatu yang buruk akan menimpa Devian.


"Kenapa kau memakai seragam sekolah? Seharusnya ini masih jam pelajaran kan?" Tanya Bai Lian sambil melihat penampilan Yve dari atas sampai bawah.

__ADS_1


Melihat Yve yang seperti ini, mengingatkan Bai Lian pada pertemuan kedua mereka. Saat itu Bai Lian masih berpura-pura menjadi sosok yang kejam sambil memaksa Yve menjadi bodyguardnya. Benar-benar kenangan yang tidak bisa dilupakan.


"Aku terkena sedikit masalah di sekolah. Tapi sudah dibereskan oleh kak Devian. Lalu aku diajak kesini."


Bai Lian terdiam. Ia menatap kedua mata Yve lekat-lekat.


Dia melakukannya lagi. Apakah bercerita masalahnya pada orang lain jauh lebih seru?


"Yve."


"Huh?"


"Selama ini kau menganggapku apa?"


Yve bingung mendengar pertanyaan Bai Lian. "Ada apa dengan pertanyaanmu? Bukankah sudah jelas? Kau bossnya, dan aku bodyguard yang menjagamu."


Kepala Bai Lian tertunduk. Itu bukan jawaban yang ingin ia dengar. Tapi perkataan itu keluar dengan santainya dari mulut Yve.


"Begitu ya. Pantas saja kau tidak bercerita padaku tentang apapun. Saat kau sakit, sedang menyusun rencana besar, atau bahkan terkena masalah. Aku ingin kau bercerita padaku. Apa tidak bisa?"


Benar... Bukankah seharusnya begitu? Kita sudah berjanji akan bekerjasama, tapi dia malah melakukan semuanya sendiri. Aku... Merasa seperti tidak dianggap.


"Itu urusanku."


Deg!


Perkataan menyakitkan lainnya kembali di dengar oleh Bai Lian.


Sebenarnya ada apa denganku? Itu benar, kenapa aku mengurusinya? Mungkin aku memang aneh beberapa hari terakhir. Berharap kita dekat dan menjadi teman. Sepertinya itu mustahil.


"Kau benar." Bai Lian mengangguk dan tersenyum tipis. "Aku akan pergi untuk melanjutkan pekerjaanku."


"Ya."


Yve melihat kepergian Bai Lian. Entah kenapa laki-laki itu terlihat sedih.


Apa aku salah bicara? Yve menggaruk kepalanya bingung.


Ah mungkin tidak. Boss mafia juga memiliki kesibukan. Pasti pekerjaannya banyak dan ingin cepat selesai. Sebaiknya aku pergi untuk mencari kak Beng dan yang lain. Siapa tahu mereka ingin bekerjasama denganku mengeroyok kak Devian.


Yve juga pergi dari dekat kolam ikan.

__ADS_1


Dari atas, nampak balkon lantai dua yang dihuni oleh seseorang. Itu adalah Devian. Dia sedari tadi menyimak pembicaraan Yve dan Bai Lian.


"Aduh kenapa mereka malah bertengkar bukannya berbaikan? Dasar Yve tidak peka!"


__ADS_2