Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia

Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia
Kecelakaan


__ADS_3

Sudah 30 menit berlalu sejak keberangkatan rombongan Bai Lian. Sejauh ini tidak ada hal mencurigakan yang terjadi. Devian masih senantiasa memberi informasi secara berkala melalui alat komunikasi jarak jauh. Dan laporannya masih sama, tidak ada hal yang mencurigakan.


Entah kenapa sesuatu yang terlalu tenang ini membuat hati Bai Lian gusar. Biasanya ia akan dihadapkan dengan situasi hidup dan mati bahkan belum ada 20 menit keluar dari rumah. Bukannya dia seperti masokis yang berharap untuk disiksa, tapi pasti sesuatu yang lebih menyeramkan akan muncul setelah ini.


Duk!


Bai Lian merasakan sebuah kaki yang dengan sengaja menyenggolnya. Ia menatap kearah si pelaku yang duduk di sebelah kanannya, yaitu Yve.


"Apa lihat-lihat?" tanya Yve dengan nada sensiannya.


"Hah? bukannya tadi kau-"


"Oh ingin minta kripik kentang? bilang saja, jangan melirikku seperti itu." Yve menyodorkan kripik kentang yang sedari tadi dimakannya.


Alis Bai Lian berkerut. Bukannya tadi gadis itu yang sengaja menyenggol kakinya? lalu pura-pura tidak terjadi apapun.


Sebenarnya sekarang ini, Yve merasa lebih gusar dari siapapun. Devian terus berkata 'syukurlah tidak ada bahaya' melalui alat komunikasi jarak jauh. Tapi semakin Yve mendengar itu, perasaannya semakin takut.


Kapan ia akan melaksanakan rencananya, itu tergantung kapan Lin mulai menyerang. Tapi sampai sekarang masih sangat tenang.


Yve yang tidak tahu harus apa, memilih melihat jalanan melalui kaca depan. Dari sana terlihat mobil pertama yang sedang berjalan tak jauh dari mobil yang ia naiki.


Mobil itu diisi oleh 5 bodyguard yang terampil. Meskipun tidak sebagus bodyguard inti, tapi kekuatan mereka lebih hebat dari bodyguard biasa lainnya.

__ADS_1


Orang-orang yang berada di mobil pertama dan ketiga diperjalanan kali ini berbeda dari sebelumnya. Karena bodyguard sebelumnya dianggap gagal menjaga Bai Lian, dan malah menjadi beban yang di keroyok oleh preman. Untung saja saat itu ada Levin yang menyelamatkan mereka. Sekarang, Levin adalah satu-satunya orang yang tidak diganti di mobil ketiga.


Yve masih menatap kedepan. Memperhatikan dengan seksama mobil bodyguard pertama. Ia menyapu pandangannya ke setiap inchi mobil yang bisa dilihat dari jauh. Ia takut kalau tiba-tiba ada bom lagi atau semacamnya. Tapi sedari tadi dilihat, tetap tidak menemukan keanehan.


Brak!!!


Hal yang begitu tak terduga terjadi. Itu sangat cepat, bahkan belum ada satu kedipan mata.


Mobil pertama ringsek setelah dihantam oleh truk dengan kecepatan tinggi.


Yve menutup mulutnya tak pecaya. Ia melihat setiap detik yang terjadi. Dan itu sangatlah cepat.


"Kak Kurt."


"Kak Beng! disana ada kak Kurt!" Yve berteriak dengan khawatir. Jantungnya berdegup dengan kencang setelah melihat sendiri saat mobil itu tertabrak. "Bagaimana keadaan mereka? ayo segera menolongnya."


"Biarkan saja." Beng berkata tanpa ekspresi.


Mata Yve melotot mendengarnya. Teman sejawatnya sedang tertabrak dengan kondisi yang masih belum diketahui, tapi Beng malah bersikap acuh? apa-apaan ini? sebenarnya siapa yang tidak setia kawan?!


"Kak Beng!"


"Yve, kau harus belajar sesuatu. Disaat seperti ini, keselamatan tuan Bai Lian lah prioritasnya. Yang lain... tidak penting." ucap South dengan tangan yang mengepal.

__ADS_1


Yve melihat mimik wajah South seperti menyembunyikan kesedihan dan kekhawatiran. Mungkin dia juga merasakan hal seperti yang Yve rasakan, tapi sikap bodyguard profesionalnya menekan semua perasaan itu. Meskipun ditekan sebisa mungkin, raut wajahnya tidak bisa berbohong.


"South benar. Kembali fokus. Aku akan merubah rute. Disini tidak aman." kata Beng yang langsung memberi komando melalui alat komunikasi jarak jauh.


Yve mengigit bibir bawahnya dengan frustasi. Jadi ini sifat yang harus dimiliki bodyguard. Selama itu bukan tuannya, maka abaikan saja? sungguh lucu. Dan sekarang Yve akan berubah menjadi salah satu orang lucu itu. Mengabaikan semuanya dan mengutamakan tuannya. Selain Bai Lian, sisanya hanya sampah tidak penting.


Yve menatap kaca spion yang tidak lagi menunjukkan pemandangan kecelakaan itu. Mereka sudah berjalan cukup jauh.


Kak Kurt, semoga kau baik-baik saja.


Bai Lian melirik gadis disampingnya. Ekspresi wajah Yve terlihat sedih, dan terus menatap keluar jendela. Dia masih ramaja yang mudah terbawa emosi. Mungkin gadis itu tidak akan melupakan kejadian hari ini. Ya itu bagus. Meskipun terlihat sedikit kejam, tapi mungkin berkat kejadian ini, akan merubah pikirannya menjadi lebih dewasa. Dan tahu mana yang harus diprioritaskan.


"Kita hampir sampai." ucapan Beng memecahkan suasana hening yang menyesakkan.


Yve dengan malas menutup kembali cemilan kripik kentangnya yang masih tersisa. Ia akan memakannya lagi saat perjalanan pulang. Agar rencana buatannya sukses.


"Maaf, tadi aku terlambat mengetahui kecelakaan itu." suara Devian yang terdengar sedih, muncul melalui alat komunikasi. "Aku sudah memanggil ambulan dan mengirim beberapa orang kesana. Kalian berhati-hatilah, dan tetap fokus."


Yve tersenyum kecut. Bukannya berkata 'semoga teman kita baik-baik saja' malah mengatakan 'tetap fokus' yang ditunjukkan untuk menjaga Bai Lian. Memang tidak ada yang dijunjung tinggi disini selain sikap profesional pada tuannya.


Yve menghela nafas panjang dan menatap jemarinya yang ungu akibat bubuk rasa taro di kripik kentang yang ia makan.


Semoga semua baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2