Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia

Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia
Devian yang Sibuk


__ADS_3

Hari sudah malam. Yve melihat langit malam melalui jendela kamarnya. Belakangan ini pikirannya dipenuhi sesuatu yang rumit. Kadang membuatnya bingung, dan kadang membuatnya sedih. Sesuatu yang seperti ini tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Kehidupannya yang sekarang, seperti menaiki sebuah rollercoaster, penuh ketegangan tapi cukup seru. Tidak seperti sebelumnya yang monoton, hanya diisi balapan dan minuman keras. Ngomong-ngomong sudah lama juga ia tidak menyentuh benda cair berakhohol itu.


Tok! Tok!


Yve menoleh kearah pintu kamarnya. Mungkin sesuatu yang menghebohkan terjadi lagi.


"Siapa?"


"Ini aku Leo. Si penimbun dosa itu sudah sadar. Tapi dia diam saja seperti orang bisu."


Itu pasti Lin. Leo sepertinya menaruh dendam pada Lin semenjak insiden pengeroyokan preman, jadi dia tidak ingin menyebut nama adik Bai Lian itu.


"Aku akan kesana."


Yve dengan cepat meraih jaketnya dan keluar kamar.


Sebelumnya, Yve memang sudah berpesan pada Leo untuk memberitahunya kalau Lin siuman. Tadi setelah pemeriksaan dokter, Lin masih tidak sadarkan diri.


"Ayo." Yve berjalan menuruni tangga, dan Leo mengekor dibelakangnya.


Membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk berjalan ke gedung apartemen di seberang. Yve dan Leo bersama-sama memasuki kamar apartemen.


Suasana dingin yang aneh langsung menyambut kedatangan Yve. Disana masih ada Levin, Sky, dan Yin Yang. Mereka sama-sama diam, sementara Lin hanya membuka mata sambil tiduran diatas sofa.


"Ehem!"


Dehaman Yve membuat semua orang melirik kearahnya.


"Iblis kecil! Kau sudah menghancurkan hidupku!" Lin seketika duduk dan menunjuk Yve dengan emosi.


"Marah? Ingin memukulku? Kau saat ini lemah. Jika adu pukul, akulah yang akan menang."


"Berisik! akan kubuat hidupmu sengsara dengan membunuh keluarga-"


"Oke cukup." Levin menutup mulut Lin lalu mendorongnya hingga kembali dalam posisi tidur.


"Levin! Beraninya kau!" Lin langsung menepis tangan Levin dengan penuh emosi.


Dia ini setelah sadar, sifatnya kembali seperti sebelumnya. Padahal kemarin sempat berbicara lembut. Levin hanya diam dan berjalan mendekati Yve.


"Aku sudah mencoba menghubungi Devian beberapa kali, tapi telponku tidak diangkat. Mungkin dia sedang sibuk." Yin mengangkat ponselnya dan memperlihatkannya pada Yve.

__ADS_1


"Kalian mau apa hah?! Lihat saja kalau aku sudah sembuh. Kalian akan kuhabisi." Lin masih berteriak.


"Iya iya tuan Lin imut. Sekarang diam dulu ya." Sky tersenyum ramah kearah Lin sambil tangannya memasangkan borgol pada Lin.


"Apa-apaan ini?! Lepaskan! Kau lupa siapa aku? Aku Lin! Kalian para bodyguard rendahan! Aku bisa membunuh kalian semu- em! Em!"


"Nah begini baru bagus." Yve tersenyum puas saat memasang lakban di mulut Lin.



Bai Lian memasuki kamar sambil menghela nafas berat. Hari ini ia terus berada di luar ruangan. Tubuhnya yang lemah bahkan hampir pingsan, tapi masih bisa ia tahan. Untungnya Bai Lian memiliki sedikit kemampuan dalam menembak, kalau tidak, ia benar-benar tidak pantas menyandang status sebagai boss mafia.


"Tuan."


Suara Beng terdengar dari balik pintu. Bagi kepala bodyguard sepertinya, memang bebas berbicara dengan Bai Lian kapanpun.


"Ada apa?" Tanya Bai Lian tanpa membuka pintu.


"Ini sudah malam, dan Devian masih membersihkan kolam renang. Saya kasihan melihatnya. Bisakah dilanjutkan besok?"


"Tidak boleh. Katakan padanya, setelah itu cabuti rumput di halaman."


"Tidak ada penolakan. Ini perintah."


"Ba-baik."


Setelah menjawab dengan suara iba, Beng pergi.


Tuk!


Bai Lian mengambil bingkai foto kecil diatas meja yang memperlihatkan gambarnya bersama Lin, dan ayahnya Bai Jun.


Kau belum mati. Tapi aku benar-benar kehilangan jejakmu, Lin.


Tidak mungkin dia pergi meninggalkan markas ter-amannya dalam keadaan seperti itu. Dan hancurnya tempat itu juga bukan sesuatu yang wajar. Apalagi melihat preman penjaga yang jumlahnya banyak mati sebelum tempat itu runtuh.


Tidak salah lagi, pasti ada penyerangan yang terjadi sebelumnya. Lalu, puncak penyerangan itu mengakibatkan markas hancur.


Siapa yang melakukannya? Jika itu Yve, dia tidak mungkin bisa membuat tempat itu porak poranda. Jadi, apakah orang dalam?


Bai Lian kembali menghela nafas. Rasanya kepalanya hampir pecah jika membayangkan permasalahan yang sedang terjadi.

__ADS_1


Rencana awalnya yang hanya ingin menghancurkan markas Lin secara perlahan gagal. Dan tiba-tiba markas itu hancur sendiri dengan sang adik yang menghilang. Tidak ada bukti untuk kejahatan Lin sekarang.


Meskipun Lin berusaha membunuhnya setiap waktu, tapi mereka masihlah keluarga. Bai Lian tidak bisa sejahat itu untuk tidak mengkhawatirkan adiknya.


Entah siapa pelaku penyerangan markas itu. Aku hanya ingin melihat Lin sekarang.



"Apa?! Mencabuti rumput?! Ini sudah jam 10 malam, dan tuan Bai Lian ingin aku mencabuti rumput?" Devian setengah berteriak kearah Beng yang baru saja menyampaikan titah bossnya. Bagaimana ia tidak marah, sejak pulang dari markas Lin, ia sudah disuruh ini itu oleh Bai Lian. Bahkan untuk duduk beristirahat Devian tidak bisa.


"Iya, tuan menyuruhmu begitu."


"Dasar cemburuan! Aku hanya menelpon gadisnya, lalu dia menghukumku seperti ini." Gerutu Devian.


"Cemburuan? Kenapa tuan Bai Lian harus cemburu?"


"Astaga Beng! Kau tidak peka sekali. Dengar ya, tuan Bai Lian itu sebenarnya menyukai Yve."


"Hah?! Bukannya Yve pacarmu?" Beng menggaruk kepalanya dengan bingung.


"Bodoh!!! Sejak kapan?"


"Kau itu yang bodoh. Sudah tahu tuan Bai Lian suka tapi kau malah mendekati Yve."


"Aku tidak mendekatinya!"


"Kau mendekatinya!"


Tanpa sadar Devian dan Beng saling dorong, lalu mulai adu pukul.


"Akhirnya aku bisa menyelamatkan cemilanku." South berjalan dengan riang gembira sambil membawa kardus berisi cemilannya.


Mendengar ada suara gaduh dari arah kolam renang, membuat rasa penasaran menuntun langkah kaki South kesana. Dan saat tiba, ia melihat dua orang sedang adu pukul.


"Ada yang berkelahi!!!" Teriak South.



Halo. Author minta maaf karena tidak update beberapa hari. Dan di update kali ini, author ingin memberikan visual untuk Yve. Semoga bisa menambah imajinasi para pembaca.


__ADS_1


__ADS_2