
"Apa maksudmu jaga sikap? Kenapa harus aku yang menjaga sikap?" Bentak Orion pada Leo.
"Kau tidak sopan!" Leo segera berdiri dihadapan Bai Lian untuk melindunginya dari serangan anarkis yang mungkin saja akan dilakukan Orion lagi.
"Ck! Kalian berdua berisik. Terutama kau, Orion."
Orion? Katanya, dia orang yang membuat Yve berada di tangan Lin? Kenapa Yve masih menyimpan orang seperti ini disisinya?
Bai Lian berjalan mendekati Orion. Tatapan mata tajam milik boss mafia itu sukses membuat nyali besar Orion tadi menciut.
"Bocah Orion, benar?" Tanya Bai Lian dengan nada dingin.
"I-iya."
"Menjauhlah dari Yve. Atau terima sendiri akibatnya. Dasar pengganggu." Bai Lian segera berlalu setelah mengatakan ancamannya pada Orion.
Orion menundukkan kepalanya. Ia tidak tahu apa salahnya pada orang itu. Memangnya ia tidak boleh bertanya? Bagaimanapun, ia yang lebih dulu mengenal Yve.
"Oi bodoh! Tunggu!" Yve mengejar Bai Lian yang sudah lebih dulu menuruni tangga.
"Aduh Yve, jangan menggunakan bahasa kasar." Leo mengikuti Yve dengan khawatir. Hati baiknya tidak kuat kalau harus mendengar Yve memanggil tuannya dengan sebutan seperti itu.
OrionĀ ditinggal sendirian.
Tidak kusangka Yve sudah punya pacar. Dia sangat tampan dan terlihat tegas seperti Yve. Aku... Benar-benar tidak ada harapan lagi.
Dengan langkah gontai, Orion menuruni tangga. Ia seperti orang yang hampa. Dirinya yang sekarang, sangatlah menyedihkan.
"Kubilang tunggu!" Yve menarik tangan Bai Lian yang sudah hampir keluar cafe. "Kenapa buru-buru sekali hah?"
"Aku tidak suka melihat orang tadi. Dia yang mencelakaimu."
"Maksudmu Orion?" Pertanyaan Yve langsung dijawab anggukan kepala Bai Lian.
"Tuan!" Leo akhirnya berhasil menyusul Yve dan Bai Lian.
__ADS_1
"Oh Leo. Jadi kau yang dipilih Beng untuk berjaga disini?"
"Iya tuan." Leo mengatur nafasnya sebentar. Ia seperti orang yang baru saja ikut lari maraton.
Entah bagaimana cara berjalan Yve sangat cepat, dan aku tidak bisa menyamainya. Inikah kekuatan satu-satunya bodyguard inti yang dipilih langsung oleh tuan Bai Lian?
"Yang lebih penting. Saya ingin bertanya, bagaimana caranya anda kemari? Lalu... Seorang diri? Saya tidak melihat bodyguard inti lain di sekitar sini tadi."
"Ya, aku kesini sendiri. Khusus untuk menemui Yve." Jawab Bai Lian santai.
Khusus?! Jangan-jangan tuan benar-benar pacaran dengan Yve?! Ini berita panas! Leo terkejut sebentar, kemudian mengangguk sambil tersenyum.
"Ini pakai!" Yve melemparkan helm pada Bai Lian. Meskipun kesusahan, laki-laki yang ia lempari bisa menangkapnya dengan sukses.
"Pakai ini?" Bai Lian mengangkat helm dengan bingung.
"Tentu saja. Kalau di jalan ada orang yang mengenalimu, kau mau kuajak naik motor seperti tour neraka?"
"Tidak terimakasih." Bai Lian segera memakai helm milik Yve.
Setelah memakai helm, Yve segera mengajak Bai Lian pergi, dan lagi-lagi Leo dibuat heran karena boss nya itu selalu menurut.
Brum!
Motor yang dikendarai Yve langsung melaju dengan kencang, dan hampir saja Bai Lian terjungkal ke belakang. Kecepatan yang tidak wajar ini membuatnya merasa tidak aman. Protes pun tidak bisa, karena Bai Lian sangat takut sampai tidak bisa bersuara.
"Seru kan?" Teriak Yve yang berniat ingin menaikkan kecepatan.
Motor mulai memasuki jalanan sepi. Yve sengaja memilihnya agar orang yang kenal dengan Bai Lian, atau orang merepotkan lainnya tidak bisa melihat mereka. Lagipula dengan suasana jalan yang sepi, membuat Yve lebih leluasa untuk menaikkan kecepatan sesukanya.
"Hei! Bai Lian, kau mendengarku?" Yve kembali berteriak, tapi tidak ada jawaban dari penumpang dibelakangnya.
Karena khawatir, Yve menepikan motornya dan berhenti sejenak. "Hei Bai Lian?"
Betapa terkejutnya Yve saat melihat tidak ada orang dibelakangnya. "Bai Lian?!"
__ADS_1
Celaka! Apa dia diculik saat naik motorku?! Tapi bagaimana bisa? Penculiknya memakai tali?
Masih dengan pikiran yang bingung, Yve berbalik arah dan mencoba melewati jalan yang sebelumnya ia lalui.
Yve langsung menghela nafas lega saat melihat orang yang dicarinya sedang berjalan kaki dengan lesu.
Kenapa dia?
"Bai Lian!" Yve segera mengerem dan turun dari motornya untuk mendekati boss mafia itu.
"Kau kenapa bisa-"
"Aku jatuh dari motormu tahu!!!" Bentak Bai Lian dengan kesal.
"Pfft hahahaha." Yve tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. Tidak disangka orang seperti Bai Lian bisa jatuh dari motornya. Kira-kira pose seperti apa saat dia jatuh tadi? Membayangkannya membuat tawa Yve semakin menjadi-jadi.
"Sial! Ini sakit." Bai Lian memegangi sikunya dengan erat. Saat jatuh tadi, sikunya menatap aspal dengan keras. Rasa perih ini sudah membuktikan luka yang ia terima.
"Biar kulihat." Yve yang sudah puas tertawa, menarik tangan Bai Lian dengan paksa lalu melihat lukanya. "Goresannya cukup dalam. Oh tidak, kakek akan membunuhku. Ayo kuantar pulang dengan cepat, dan mengobati lukamu di rumah."
"Aku tidak mau jatuh lagi."
"Kalau begitu bepeganganlah padaku." Yve tersenyum.
Kembali mereka berdua menaiki motor. Bai Lian tidak tahu harus berpegangan dimana. Ini adalah ide terburuk.
"Kenapa diam saja?" Yve menoleh kearah Bai Lian dibelakangnya. "Kalau tidak tahu cara berpegangan, sini kuajari." Yve meraih kedua tangan Bai Lian kemudian menaruh di bahunya. "Beres."
Deg!
Deg!
Sebuah perasaan yang sangat aneh dirasakan oleh Bai Lian. Ini pertama kalinya ia memegang perempuan. Saat kecil, hidupnya hanya dikelilingi bodyguard yang semuanya laki-laki. Itu semua salah ayahnya yang tidak suka pada wanita.
Motor kembali berjalan, dan sekarang lebih pelan dari sebelumnya. Yve tidak tega kalau harus membuat Bai Lian jatuh lagi.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan hanya diisi oleh ketenangan, sampai akhirnya mereka sampai dirumah keluarga Bai.