Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia

Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia
Keluarga Transparan


__ADS_3

Yve terdiam. Pikirannya menerka-nerka tentang maksud dari perkataan Levin barusan. Ada banyak spekulasi di kepalanya sekarang.


"Menyukaiku? Seperti menyukai teman kan?"


"Bukan." Levin menggeleng


"Menyukai layaknya saudara?"


"Bukan juga." Lagi-lagi Levin menggeleng sambil tersenyum.


Arah dari pembicaraan ini mulai jelas. Untuk memastikannya, Yve bertanya lagi.


"Lalu? Menyukai apa maksudmu?"


"Menyukai sebagai lawan jenis."


Yve menggaruk kepalanya sambil memasang ekspresi bodoh. "Kukira kau menyukai kak Devian."


"Bodoh! Aku ini masih normal. Tidak akan menyukai laki-laki."


"Hahaha aku bercanda. Habisnya kak Yinyang sering menggodamu begitu."


"Mereka itu aneh. Jangan didengarkan."


Levin mengalihkan pandangannya kearah gerbang depan rumah, lalu tersenyum pahit. Yve yang penasaran dengan apa yang dilihat Levin, ikut mengikuti arah pandang laki-laki itu.


Eh? Mobil polisi? Mereka sudah datang.


"Saatnya aku pergi." Levin mulai berjalan menjauh.


"Tunggu!" Teriakan Yve membuat langkah kaki Levin berhenti, dan kembali menoleh.


"Kenapa tidak mendengarkan jawabanku dulu?"


Yve memang tidak paham soal dunia percintaan, tapi dia tahu kalau harus menjawab setiap pernyataan cinta dari seseorang. Meskipun itu sebuah penolakan, tapi setidaknya bisa membuat hati tenang.


"Aku sudah tahu jawabanmu. Pasti menolakku kan?" Levin memberi jeda sejenak lalu menunjuk rumah keluarga Bai. "Menurutku tuan Bai Lian juga menyukaimu."


"Omong kosong."

__ADS_1


"Hahaha sudah ya, mobil jemputanku datang."


"Levin."


"Huh?" Levin kembali menoleh saat Yve memanggilnya.


"Kenapa kau juga ikut pergi bersama Lin?"


"Aku sudah banyak membunuh orang. Selain atas suruhan Lin, aku juga secara sadar membunuh para mata-mata yang dikirim untuk membuntutiku. Semua orang memiliki keluarga. Aku mungkin sudah membunuh seorang ayah, atau seorang anak kesayangan. Dosaku sama banyaknya dengan Lin. Bukankah aku juga yang membunuh Kurt? Kau membenciku kan?"


Semua yang diucapkan Levin benar. Tapi Yve tidak mampu untuk menjawab. Awalnya Yve memang membenci Levin karena sudah membunuh Kurt. Hanya saja, setelah semuanya terjadi, kebencian itu menghilang. Sekarang bagi Yve, Levin adalah sosok kakak yang baik. Mungkin pemikiran itu muncul saat tahu kalau Levin adalah anak yang ia kenal sejak kecil.


"Aku akan mengunjungimu." Yve melambaikan tangan pada Levin.


"Kutunggu ya."


Yve terus memandang punggung Levin yang mulai menjauh. Tak lama, Lin muncul dan para polisi langsung memborgolnya. Tidak ada  perlawanan dari Lin atau Levin saat dibawa oleh rombongan polisi ke dalam mobil. Mereka berdua sangat patuh dan berekspresi datar.


Dari tempat Yve berdiri, ia juga bisa melihat Bai Lian yang  terus melihat sang adik memasuki mobil polisi. Dari wajahnya yang babak belur itu, Bai Lian masih menunjukkan ekspresi sedih. Entah itu sedih karena lukanya, atau karena kepergian adiknya.


Srak! Srak!


Entah itu hewan atau penyusup, Yve dengan cepat menuju ke belakang gazebo. Tapi sesuatu yang absurd menyambutnya. Ternyata itu adalah Sky yang sedang berjongkok, dan mengintip keadaan sekitar melalui celah tempat duduk di gazebo.


"Oi."


"Eh ayam! Ayam!" Sky terkejut melihat Yve lalu mengusap dadanya untuk menenangkan diri.


"Kak Sky kenapa disini?" Tanya Yve dengan nada malas. Sky sudah seringkali bertingkah aneh, jadi Yve tidak terkejut lagi.


"Sstt! Jangan bicara keras-keras cintaku." Ucap Sky setengah berbisik.


"Memangnya ada apa?"


"Aku ini mantan kepala Polisi. Dan semua polisi yang datang itu adalah juniorku dulu. Aku tidak ingin bertemu dengan mereka, makanya bersembunyi disini."


Kak Sky mantan kepala polisi? Keren juga.


"Lalu kenapa kak Sky keluar dari kepolisian?"

__ADS_1


"Mereka melarang hobiku. Jadi aku memutuskan untuk pergi."


"Hobi?"


"Berdandan seperti perempuan hehe."


Yve mengangguk paham. Memang aneh kalau melihat polisi yang melambai seperti kak Sky.


Akhirnya Yve memilih ikut berjongkok di samping Sky. Ia juga tidak ingin bertemu dengan Devian dulu. Karena pasti orang itu akan menyuruhnya membantu mengurus luka Bai Lian. Meskipun Yve tidak masalah, tapi jelas bodyguard berkacamata itu akan menyebar gosip yang aneh. Jadi lebih baik Yve bersembunyi sampai seseorang berinisiatif mengobati luka Bai Lian.


Rombongan mobil polisi akhirnya pergi. Yve merasa sedikit sedih karena harus berpisah dengan sosok Levin yang satu panti asuhan dengannya. Tapi di satu sisi, ini adalah jalan terbaik.


"Kak Sky, aku ingin bertanya sesuatu."


"Apa itu?"


"Polisi kan selalu memberantas kejahatan. Bukankah mafia itu terkenal jahat? Kenapa polisi tidak menangkap keluarga Bai?"


"Utututu lucu sekali pertanyaanmu. Keluarga mafia itu memiliki banyak koneksi, bahkan di kalangan polisi dan tentara sekalipun. Mereka bisa memanipulasi keadaan. Membuat keberadaan menjadi transparan."


"Aku tidak paham." Yve menggaruk kepalanya dengan bingung.


"Ya ampun sayang. Oke begini. Sebenarnya polisi sekarang juga sedang mencari keberadaan keluarga Bai. Tapi mereka sendiri tidak tahu kalau tempat ini milik keluarga Bai. Orang-orang saling menutupi dan bekerjasama. Mereka seolah berbeda dimensi tapi masih dalam satu bumi."


"Sepertinya aku sedikit paham."


"Keluarga Bai membuka banyak kasino di negara ini. Itu sebenarnya sesuatu yang sangat dilarang. Makanya polisi ingin mencari keluarga Bai dari dulu. Tapi itu mustahil haha."


Yve mengangguk pelan. "Berarti masalah apapun yang keluarga ini lakukan tidak bisa dilaporkan polisi? Kenapa Lin bisa?"


"Karena tuan Lin melanggar aturan keluarga Bai, dengan melakukan jual beli senjata ilegal. Dia bisa dilaporkan polisi karena kasus itu, dan keluarga Bai tidak akan bertanggung jawab. Dan aku berani jamin, meskipun tuan Lin dipenjara, tapi tidak akan ada satu polisi pun yang tahu dia anggota keluarga Bai."


"Begitu ya. Sungguh rumit sekali."


"Oh iya cintaku, tadi aku mendengar semua pembicaraanmu dengan Levin." Sky tersenyum jahil sambil melirik Yve.


"Apa?!"


"Aku akan menyebarkan berita panas ini hahaha." Sky langsung berdiri dan berlari secepat kilat meninggalkan Yve.

__ADS_1


"Tunggu kakak bencong! Kembali kesini kau!"


__ADS_2