Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia

Gadis Bodyguard Milik Boss Mafia
Rencana Penyerangan Dimulai!


__ADS_3

Hari sudah berganti. Yve sedang berada di depan cafe untuk memanasi motornya sebelum pergi ke rumah Bai Lian.


Kemarin, Devian sudah mengatakan kalau Yve harus bersikap seperti biasa. Berangkat ke rumah Bai Lian, lalu setelah melihat kepergian kakeknya dan Lin ke bandara, barulah rencana akan dimulai. Dengan begitu, baik Lin ataupun bodyguard lain, tidak akan curiga kalau Yve dan teman-temannya akan melakukan penyerangan. Sebenarnya Yve ingin memberitahu Beng dan yang lain, tapi Devian melarangnya. Karena jika ingin meminta Beng dan yang lain bergabung, fakta tentang Devian yang sebenarnya anak seorang Bai Jun harus dibongkar, dan Devian tidak ingin itu.


"Ini."


Yve melirik sepasang tangan yang menyodorkan kain lap kearahnya, dan si pelaku tersenyum sambil menatap Yve. Dia adalah Levin.


"Aku bisa mengambilnya sendiri!" Yve segera merebut lap itu, lalu mulai mengelap motornya seperti kebiasaannya di pagi hari.


Yve sebenarnya cukup canggung dengan Levin sekarang. Bagaimana tidak, tadi pagi ia baru sadar sudah tertidur di pundak Levin. Mereka tidur di samping bak sampah semalaman. Astaga!


"Kurasa kita berdua berbau sampah." Levin mencoba mengendus tangannya, lalu mendekat kearah Yve untuk mengendus udara di dekat gadis itu juga.


"Menjauh dariku!"


"Ya ampun, pagi-pagi sudah mesra." Sky muncul dengan membawa sekantong plastik berisi sayuran.


"Tidak boleh! Kapal tuan Bai Lian dan Yve harus berlayar!" Seru Leo yang ternyata berada di samping Sky dengan membawa sebungkus kerupuk.


"Kita masih setia menunggu kapal Devian X Levin berlayar." Yin Yang tiba-tiba muncul dengan ember untuk menyiram tanaman di masing-masing tangan mereka.


"Sesat!" Levin hendak menendang Yin tapi si kembar itu dengan sigap menghindar.


Mereka semua gila. Yve yang tidak ingin tertular gila, memilih untuk masuk cafe dengan langkah cepat.


"Ah Yve marah." Sky melihat punggung Yve yang semakin menjauh.


"Aku yakin Yve pergi membeli tiket kapal Devian X Levin." Goda Yin lagi.


"Kemari kau!" Levin mengejar Yin yang mulai berlari.



Brum!


Yve sudah sampai di rumah keluarga Bai. Dan seperti biasa, ia langsung menuju gazebo setelah memarkirkan motornya.


Dari jauh, Yve melihat Devian sedang duduk sendiri sambil mengotak atik laptopnya.


Kebetulan sekali kak Devian sedang sendiri. Aku bisa bertanya tentang rencana lebih detail.


Yve segera menuju gazebo dan duduk didepan Devian.

__ADS_1


"Kak Devian!"


"Oh Yve." Devian melirik Yve sebentar, kemudian fokus pada laptopnya lagi.


"Soal rencana-"


"Ayahku dan Lin akan pergi ke bandara 15 menit lagi. Setelah mereka pergi, kita akan memulai rencananya." Sela Devian dengan mata yang masih terfokus pada laptop.


"Bagaimana nan-"


"Yve aku menemukan sesuatu." Devian kembali menyela, lalu menutup laptopnya. "Tadi aku memakai cctv di gedung-gedung dekat markas Lin untuk melihat keadaan sekitar. Tapi siapa sangka, aku malah menemukan sesuatu. Ada cctv aneh yang terpasang di beberapa tempat yang tidak lazim, kebanyakan cctv itu ditaruh di pohon yang daunnya rimbun. Semua cctv aneh itu terpasang di jarak 50 meter dari pintu depan markas Lin. Jelas sekali, itu semua cctv milik Lin. Jadi aku ingin kau mulai berakting di 50 meter sebelum markas."


"Melelahkan sekali." Yve menghela nafas dengan kasar. Apalagi jika membayangkan peran yang akan ia lakukan nanti. Ide Devian sama seperti Bai Lian. Sangat jelek!


"Pagi, kalian sedang membahas apa? Terlihat serius sekali." South, North, dan Beng datang bersamaan.


"dari mana saja kalian?" Tanya Yve.


"Membeli sarapan. Kak Devian mentraktir kami." South dengan senyuman lebar menunjuk Devian.


Devian mengangguk. Aku sudah tahu kalau Yve akan datang, dan sengaja mengusir kalian agar bisa berdiskusi sebentar dengan Yve.


"Adikku, apa kau sudah makan?" Beng duduk di samping Yve dan merangkul bahunya.


"Makanlah dulu." South membagikan bubur ayam kepada masing-masing orang. Tapi Yve tidak mendapatkan jatah, karena sebelumnya dia tidak pesan.


"Benar, makan dulu." Devian menyodorkan bubur miliknya ke depan Yve.


"Baiklah." Yve sebenarnya tidak bisa menahan godaan bau bubur yang harum. Apalagi setelah South membuka bubur miliknya, dan membuat bau itu menyeruak.


"Ah sendoknya kurang satu." North melihat ke dalam kantong plastik berulang kali, tapi tetap saja hanya ada 3 sendok. "Yve tidak dapat sendok."


"Pakai saja milikku." Beng menyerahkan sendoknya pada Yve.


"Kak Beng bagaimana?"


"Tenang, ada ini." Beng mengeluarkan pisau lipatnya dan menggunakan itu sebagai sendok bubur.


"Kenapa kak Beng makan dengan pisau?"


"Sudah biasa." Devian melihat Beng tanpa terkejut. "Bahkan dia makan pasta dengan pisau lipat."


"Haha aku malas mengambil sendok di dapur." Beng benar-benar menyendok bubur dengan pisau dan memasukkannya santai ke dalam mulut. "Pisau lipat bisa digunakan untuk apa saja hahaha."

__ADS_1


"Kak Beng aneh haha." South ikut tertawa, kemudian mendapat pukulan di kepala dari Beng.


Yve menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Aku lupa mereka semua aneh.


Baru saja Yve memasukkan satu sendok bubur ke dalam mulut, ia melihat mobil sedan hitam mulai terparkir di depan pintu rumah keluarga Bai. Setelah itu, dua orang yang terlihat familiar keluar dari dalam rumah dan buru-buru memasuki mobil.


Sudah 15 menit?!


Ya ampun! Aku menggunakan waktu 15 menit yang berharga untuk pembicaraan absurd.


Yve terus melihat dari jauh kegiatan yang sedang terjadi di depan rumah itu. Setelah Bai Jun dan Lin benar-benar masuk ke dalam mobil, beberapa bodyguard mengikuti mereka, lalu mobil mulai berjalan keluar gerbang rumah.


Yve menaruh kembali sendoknya. Lalu berdiri menatap Beng.


"Kak Beng, aku ingin ijin pulang sekarang." Ucap Yve tiba-tiba.


"Eh? Kenapa? Kau baru saja datang. Habiskan dulu buburnya." Jawab Beng.


"Tidak bisa. Aku harus pergi sekarang."


"Baiklah, katakan alasannya dulu."


Yve terlihat kesal. Biasanya Beng tidak pernah begini. Jika Yve ingin pulang maka akan diijinkan dengan mudah. Oke, mungkin saja Beng khawatir karena Yve juga belum makan apapun.


Ayo otak ranking 7 ku, pikirkan sesuatu!


Aku tahu!


"Se-sebenarnya perutku sedang sakit sekarang." Yve pura-pura memegang perutnya.


"Eh? Kenapa?" Beng terlihat khawatir.


"Siklus bulanan."


Beng tertawa lalu menepuk kepalanya sendiri. "Bisa-bisanya aku lupa kalau kau perempuan haha. Baik, pulang dan istirahatlah di rumah." Beng berdiri dan mengusap kepala Yve sebentar.


"Terimakasih kak Beng."


"Yve, perbanyak minum minuman hangat ya." South melambaikan tangan sambil tersenyum.


Yve mengangguk sambil berlari kecil meninggalkan gazebo.


Baiklah, ini waktunya.

__ADS_1


Rencana penyerangan dimulai!


__ADS_2