
Riri, Suzi dan wanita cantik itu pun saling bercerita dan menikmati cheese cake mereka walau ini pertemuan mereka yang pertama namun mereka seperti sudah lama bertemu, mereka pun saling mengenal kan nama mereka masing-masing.
" Gadis cantik siapa nama mu ?"
Tanya wanita yang duduk bersama riri.
" Oh ...maaf nyonya perkenal kan nama saya riri dan ini adik saya suzi."
Ucap riri memperkenal kan diri.
" Riri, Suzi nama kalian seperti bukan warga Korea ? Tapi wajah kalian sangat Persis orang Korea !"
Ucap wanita cantik itu.
" Iya nyonya mommy kami asli Indonesia dan daddy kami berkewargaan korea."
Ucap riri memberi penjelasa
" Baik lah pantas saja kalian memiliki nama Indonesia" ucap wanita itu " oh ya nama ku hyo rim panggil saja bibi rim."
"Baik lah bibi rim senang mengenal anda" ucap riri " oh Iya bibi apa anda baru pertama kesini ?"
Tanya riri.
" Em..... Untuk sekarang Iya setelah 18 tahun, dulu ini tempat favorite saya menghabis kan waktu menanti seseorang.
Ucap bibi rim.
" Apa seseorang berharga untuk anda ?"
Tanya riri dengan penasaran, riri sangat lupa akan sifat nya yang pemalu saat bertemu seseorang yang baru untuk nya.
" Iya namun dia sudah tiada dan kenangan itu masih ada. "
Ucap bibi rim dengan wajah sedih
" Maaf bibi membuat mu sedih."
Ucap riri.
" Tidak apa-apa sayang itu adalah kenangan indah saat kami bersama, aku selalu berharap dia selamat dan kami bisa bertemu hanya untuk menyapa, namun saat ini mungkin dia tidak dapat mengenali ku dengan wajah ku yang sudah tidak sama lagi."
Ucap bibi bibi rim.
" Kenapa tidak sama ?"
Ucap riri penasaran.
" Delapan belas tahun lalu aku terpisah dengan suami ku , kami mengalami kecelakan wajah ku rusak akibat sayatan kaca dan dia hilang sampai sekarang jasat nya tidak di temu kan"
Ucap bibi rim yang tidak mengatakan hal sesunguh nya.
" Maaf bibi karena saya yang banya bicara membuat hati bibi kembali terluka."
__ADS_1
Ucap riri meminta maaf dan mengengam tanggan bibi rim.
Riri dan bibi rim terlihat sangat dekat walau ini pertemuan pertama mereka berdua, bibi rim yang semula memiliki sifat pendiam pun mulai kembali kesifat semula nya. Disaat mereka asik bersama tiba-tiba saja smartphone riri berbunyi.
" Sayang kamu dimana ?"
Ucap pria itu.
" Emm... Di toko kue tempat biasa"
Ucap riri dengan ragu-ragu.
" Baik lah tunggu disana janga kemana-mana"
Ucap orang dari sebrang Sana.
" Iya... Baik lah."
Ucap riri dengan malas menerima printah itu
Siapa lagi yang selalu membuat riri menunggu kalau bukan samchon, dia pria yang selalu membuat riri menunggu, bila riri menolak pasti ada saja hukuman yang akan di terima riri.
" Tapi... Aku saat ini bersama Suzi"
Ucap riri memberi tahu dan ingin menolak kedatangan hae joon.
" Tidak masalah memang nya kenapa ? Apa yang inggin kamu lakukan bersama ku ?"
Tanya hae joon dengan suara manja.
" Samc..."
" Riri kenapa ? apa ada masalah ?"
" Ah... Tidak bibi, seperti nya kita sudah harus berpisah karena jemputan kami sudah tiba"
Ucap riri dengan lembut
" Baik lah kalau seperti itu, silah kan Karena saya masih harus menunggu seseorang"
Ucap bibi rim.
"Baik lah bibi saya pamit dulu dan semoga kita dapat bertemu lagi"
Ucap riri
Sampai jumpa bibi rim dan terimakasih "
ucap Suzi dengan suara lucu nya.
"Sampai jumpa suzi cantik"
Ucap bibi rim.
Riri dan Suzi pun berjalan menghampiri hae joon, yang masih berdiri mencari diri nya dan tersadar saat Suzi berteriak memangil nya.
__ADS_1
" Samchon...hae joon"
Teriak suzi yang sudah sangat familiar melihat hae joon memakai masker dan topi.
bagai mana tidak familiar suzi sering ikut bersama riri dan hae joon pergi dan pasti nya pemampilan hae joon selalu memakai masker dan topi itu permintaan riri. Gadis kecil itu selalu menjadi alasan hae joon membawa riri keluar dari rumah , sekaligus menjadi temeng riri dari serangan maut hae joon.
😆😆😆
Disaat riri dan suzi pergi bibi rim hanya bisa tersenyum, Dan berkata.
Bila kamu selamat pasti kamu seumuran riri sayang ucap bibi rim.
Riri, Suzi dan hae joon pun memutuskan kan pergi meninggalkan kafe tersebut dan masuk kedalam Mobil kesayangan hae joon berwarna hitam, yang selalu digunakannya disaat bersama riri saja.
Ya memang mobil itu hanya diperuntukan untuk membawa gadis cantik nya.
" Samchon dimana Ahjussi ?"
Tanya riri yaitu sopir pribadi mommy nya.
" Ah... Aku suruh pulang karena aku yang akan mengantar mu pergi kemana pun tempat tujuan mu."
Ucap hae joon dengan senyuman nya.
" Apa kamu sudah meminta izin ke daddy ku."
Tanya riri dengan wajah manis nya .
" Oh... Masalah monster itu hal kecil
Dia tidak kan marah karena menantu nya yang membawa anak nya."
Ucap hae joon.
"Hem... "
Ucap riri sambil menyatukan Alis nya.
" harus berapa Kali lagi saya berkata ,,, kalau saya sudah melamar mu... dan jangan pernah berfikir untuk berdekatan dengan pria lain "
Ucap hae joon dengan suara penuh penekanan
Riri hanya tersenyum mendengar perkatan hae joon, karena itu lah yang bisa riri lakukan pria yang saat ini bersama nya tidak pernah mengutara kan cinta nya kepada riri, dia selalu berkata dia sudah melamar nya lansung ke sang daddy, riri yang memiliki sifat penakut tidak berani bertanya kepada sang daddy, dia takut daddy nya akan marah saat tahu riri mencintai adik nya. ( adik angakat daddy nya)
melamar, berkata aku mencintai mu saja tidak pernah itu yang ada di batin riri.
Tidak berapa lama mereka akhir nya sampai kesebuah mall besar yang memiliki taman hiburan terbesar itu adalah tempat favorite mereka bertiga jalan-jalan karena disana lah Suzi bisa anteng dan bisa diajak kompromi.
Dan dilain tempat akhir nya bibi rim bertemu dengan dua orang yang dia tunggu siapa lagi kalau bukan suami dan anak nya.
ini dia tampilan samchon saat jalan bersama riri selalu memakai masker dan topi, riri berasa pacaran sama grup boy band, Karena menyembunyikan wajah kekasih nya walau seperti itu Samchon masih sangat tampan loh, dan tidak jarang mereka sering menjadi pusat perhatian.
dan riri selalu tampil angun
__ADS_1