Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gcc


__ADS_3

Saat ini riri baru saja terjaga dari tidur nya, perlahan dia membuka mata nya yang begitu berat dan dia juga dapat merasakan sakit di punggung tangan nya yang tertancap jarum insuf dan di hidung nya juga masih terdapat selang oksigen


" Aku dimana ?"


Ucap riri dengan suara lemas melihat di sekeliling nya Dia sedang berada di dalam kamar yang sangat asing untuk nya


Tidak ada satu pun orang yang berada di kamar itu, dengan perlahan riri bangkit dari tempat tidur dan langsung mencoba membuka kamar tersebut namun nihil pintu tidak bisa terbuka


Riri langsung memutuskan pergi melihat kejendela dan dia langsung di sugukan pemandngan taman yang ada di bawah nya membuat riri sadar dia berada dilantai atas dan cukup tinggi.


Riri mengurungkan niat nya untuk melompat karena dia mengingat betul dia tidak sendiri dia sedang mengandung anak nya bersama hae joon


" dimana aku... Kenapa aku berada di sini dimana hae joon "


Ucap riri sambil duduk diatas tempat tidur dan disaat pintu terbuka riri langsung bediri dari tempat tidur dia langsung melihat dua wanita yang memakiai seragam pembantu


" Nona sudah bangun ?"


Ucap salah satu dari mereka


" apa ada sesuatu yang anda ingin kan, karena sejak satu hari lalu anda tertidur "


Ucap wanita itu


" satu hari? Sekarang hari apa dan tangal berapa ?"


Ucap riri


" hari selasa dan tanggal 20 Nona "


Ucap pelayan


" aku melewatkan hari dengan tertidur? "


Ucap riri


" anda kelelahan Nona "


Ucap pelayan


" aku ingin keluar "


Ucap riri


" Maaf anda tidak bisa keluar "


Ucap pelayan namun riri langsung kabur dan saat di depan pintu langsung di halangi 6 orang body guard.


" Nona silahkan makan sarapan anda "


Ucap salah satu body guard


" aku tidak lapar aku ingin keluar "


Ucap riri


" anda harus menurut bila tidak dua pelayan itu akan mati Karena ulah anda "


" aku tidak peduli "

__ADS_1


Ucap riri


Dan benar saja salah satu body guard langsung menghadiakan satu peluru bersarang di kaki pelayan wanita yang menghampiri riri


Aaahhh teriakan pelayan yang mendapat hadia tima panas, riri yang melihat langsung menghampiri dan menolong wanita malang itu


" kamu tidak apa - apa? "


Ucap riri berkata dan dia langsung mengikat kaki pelayan agar darah nya tidak kembali bercucuran untung saja tima panas hanya mengores kaki wanita itu


" itu semua ulah anda dan bila anda tidak menurut semua pelayan ini akan menerima tima panas "


Ucap body guard


" baiklah aku akan menurut dan tolong bawakan aku peralatan untuk menolong nya "


Teriak riri dan salah satu body guard mengambil yang di ingin kan riri


Riri dengan telaten membersihkan luka pelayan itu dan menjahit luka robek akibat tima panas , setelah selesai riri bertanya apa yang di ingin kan pria yang sejak tadi berdiri di ambang pintu


"Apa yang kamu ingin kan ?"


Ucap riri


" tidak ada, aku hanya harus memantau Nona untuk menghabiskan semua makanan Nona "


" Baiklah aku akan memakan nya dan kalian semua boleh pergi "


Ucap riri


Semua yang berada di dalam kamar riri langsung pergi dan meningalkan riri seorang diri


Do sisi lain


Saat ini hae joon baru sadarkan diri, perlahan dia mencari keberadaan sang istri manun niat nya terhalang dengan ucapan dee hyun yang setia menanti disana.


" Stop dan berbaring lah hae joon, kamu masih luka "


Ucap dee hyun


" tapi bagai mana riri "


Ucap hae joon


" tenang saja kami sudah mencari nya dan yang terpenting saat ini kamu istirahat sebelum kita mencari riri "


Ucap hae joon


" aku tidak bisa tenang anak dan istri ku dalam bahaya "


Ucap hae joon


" tuan kim sudah menemukan dimana keberadaan riri dan tenang saja sebentar lagi kita akan mencari nya "


Ucap dee hyun


" ehm... Baiklah "


Ucap hae joon menurut dan berbaring kembali

__ADS_1


Disaat hae joon masih terbaring, tuan kim dan jung woon sudah berhasil menemui titik dari sinyal kalung riri yang menunjukan tempat yang sangat familiar untuk tuan kim tempat dia di berasarkan dan disana tempat dia dididik menjadi pemburu.


" Jung woon .... Saat ini riri aman dan aku yakin yang membawa riri itu adalah orang suruhan rubah licik itu "


Ucap tuan kim sambil duduk bersama putra nya dia sedang memantau keberadaan riri, Jh dan tuan duck.


" aku dari awal juga curiga dia yang melakukan ini, Karena aku yakin Jh sangat menginginkan riri "


Ucap jung woon


" tidak di sangka kisah ku terulang dengan putri ku "


Ucap tuan kim


" jung woon foto siapa ini ?"


Ucap tuan kim melihat foto pria yang di kirim oleh kyo


" dia sahabat aku dan dee hyun, merintis kerja sama dan saat perusahaan kami berhasil dia menikung bahkan dia merebut kekasih dee hyun, membuat kami bertiga pecah "


Ucap jung woon


" lantas apa kaitan nya dengan masalah ini ?"


Ucap tuan kim


" Zahra curiga masalah ini ada campur tangan nya dan tuan duck, Karena saat Zahra menyelinap dokter rim berkata tuan duck menemui yoon soo joun "


Ucap jung woon


" atas alasan apa mereka kerja sama ?"


Ucap tuan kim


" entahlah ayah setahu ku dia sangat membenci dee hyun karena gadis yang dia rebut mencintai dee hyun sampai akhir ajal nya "


" kenapa dee hyun tidak merebut nya ?"


Ucap tuan kim


" gadis itu hamil anak soo joun, dee hyun tidak ingin merusak kebahagian soo joun dan memisahkan anak dan Ayah "


Ucap jung woon


" baiklah aku mengerti "


Ucap tuan kim


" Saat ini kita harus fokus menyelamat kan riri dan masalah dee hyun aku yakin dia bisa mengatasi nya "


Ucap tuan kim


.


.


...


.

__ADS_1


__ADS_2