
Masih Flashback ya...
Hae joon yang sudah mengetahui riri sedang marah hanya bersikap santai karena dia sudah membuat kejutan untuk riri yang sudah direncanakan nya bersama ketiga srigala.
Tepat di hari pernikahan in jung dan sairen, hae joon akan melamar riri dihadapan semua tamu dan akan segera menikahi riri sebelum riri bertugas di desa selama 3 bulan dan hae joon juga sudah menyiap kan rumah kecil nan nyaman untuk di tepati nya bersama riri karena saat itu hae joon dan riri sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Bahkan hae joon sudah menyelesaikan semua perkerjaan lebih awal.
Setelah kepergian riri hae joon lansung bersiap mengunakan pakaian santai karena dia berencana ingin mengajak riri jalan-jalan.
Ting.... Tong...
Bunyi bel apartermen riri, namun gadis cantik itu tidak jua kunjung membuka pintu, hae joon yang sudah mulai panik pun lansung menekan password apartemen riri yang sudah di ketahui hae joon sejak lama.
" Sayang...sayang .... "
Ucap hae joon memangil riri namun tidak kunjung dijawab dengan gadis cantik itu
Satu persatu ruangan di periksa oleh hae joon namun gadis cantik itu juga tidak ada dan tidak menjawab setiap panggilan nya, hae joon yang sudah mulai cemas pun memberanikan diri membuka pintu kamarnya riri kembali dan ingin memastikan satu kali lagi.
Bahwa gadis nya tidak berada dikamar namun apa yang terjadi disaat hae joon kembali membuka pintu kamar riri dia melihat yang tidak seharusnya dilihat .
Riri baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk mini saja membuat hae joon yang semula panik menjadi memanas melihat kemolekan tubuh mulus riri yang saat itu hanya memakai handuk.
" Samchon... "
triak riri sambil panik menutupi tubuh seksi nya.
Hae joon yang terpanah akaan tubuh indah riri pun lansung membalikan tubuh dan menyimpan wajah yang memerah sekaligus menahan rasa sakit dari bawah tubuh nya.
" Gadis jelek,,,, bila dipanggil harus di jawab, jangan membuat orang panik "
Ucap hae joon masih setia di depan pintu kamar riri,
" Ii sedang mandi dan mendengar kan lagu, jadi tidak mendengar suara Samchon "
Ucap riri memberi tahu yang sebenarnya,
Karena kekesalan nya terhadap hae joon tadi membuat dia mendengar kan lagu untuk menghibur hati yang sedang sakit.
" Ya sudah cepat pakai baju mu, kita pergi jalan-jalan. "
Ucap hae joon sambil kembali menutup pintu kamar riri.
" Aduh... Lama-lama bisa rubuh bendeng besar ku, kalau melihat kecerobohan nya, jangankan melihat dia ceroboh melihat dia tertutup saja sudah mampu membuat hae joon kecil terjaga."
Ucap hae joon sambil menuju ruang keluarga.
Disaat hae joon menuju ruang keluarga, riri yang berada di kamar, sedang membanca mantra mengatai Samchon dengan segala julukan, dari bunglon, tupai jelek dan Samchon mesum.
Dia benar-benar heran dengan hae joon, bukan kah tadi dia bersikap dinggin dan acuh terhadap riri saat, riri memberi tahu kepada nya riri akan pergi kedesa, Bahka saat riri pergi meninggalkan apartermen nya sama sekali tidak menahan riri untuk pergi, dia lebih asik menikmati masakan riri.
" Dasar Samchon mesum, tupai jelek, bunglon, selalu saja berbuat semena-mena, "
Ucap riri dengan suara agak keras, sambil mengunci pintu kamar nya.
" Bagai mana bisa dia masuk keapartermen ku ? Apa mommy yang memberi password nya ya? "
__ADS_1
Batin riri sambil berjalan menuju lemari pakaian nya.
Riri yang sudah tidak mut pergi keluar dari kamar hanya memakai baju seder hana, seperti biasa nya celana panjang dan baju kaos putih. Belum sempat dia melangkah keluar hae joon sudah menghadang riri didepan pintu sabil memberi bingkisan
" Ganti baju mu dengan yang ini, aku tunggu kamu di bawah, cepat gak pakai lama, kalau tidak.... "
Ucap hae joon mengantung sambil melangkah kan kaki nya kedepan riri membuat riri perlahan mundur menjaga batas aman dengan hae joon.
" Aku pasti kan, sembilan bulan yang akan datang kamu akan melahirkan anak kita. "
Ucap hae joon sambil tersenyum indah kepada riri .
" Dasar... Tupai jelek bisa nya cuman mengancam "
Ucap riri didalam hati jujur dia sangat takut melihat samchon bila dia sudah menunjukan wajah serius nya.
" Ehm... Oke "
Ucap riri singkat.
" Gadis pintar ,cepat saya tunggu dibawah, gak pakai lama. "
Ucap hae joon sambil mencium pucuk kepala riri.
20 menit berlalu kini riri sudah tampil cantik dan mereka pun siap pergi jalan-jalan namun kali ini hae joon kembali mengenakan masker dan topi, membuat riri sedikit curiga.
" Ayo turun !"
Ucap hae joon sambil memakai masker dan topi.
" Kenapa pakai masker dan topi ?"
" Saya hanya kurang sehat, saya takut kamu tertular "
Ucap hae joon santai. padahal dia sedang waspada takut ada yang mengintai nya saat bersama riri hae joon tidak ingin riri dalam bahaya, karena saat ini hae joon tahu betul rubah licik itu sedang mengawasi nya karena telah membunuh tikus - tikus nya yang berada di club malam.
" Kurang sehat apa nya, makan nya saja sebakul "
Ucap riri sambil membuka pintu mobil.
yang saat itu hae joon sudah berada di hadapan riri siap mengandeng tangan riri.
Waktu berlalu begitu cepat hari -hari mereka berdua terisi dengan canda tawa dan perdebatan kecil seperti pasangan muda yang lain. Hae joon yang sudah siap dengan semua rencana nya untuk melamar dan mempersunting riri, hae joon menyiapkan segala sesuatu dengan teliti, Bahkan dia tidak segan-segan meninjau rumah kecil dan nyaman di desa terpencil tempat riri akan bertugas dan akan menjadi tempat mereka berdua memadu kasih sayang sebagai suami istri.
Satu hari sebelum menghilang nya hae joon
" Asisten hong hari ini saya akan pergi meninjau rumah yang ada didesa, bila riri bertanya bilang saja saya sedang melakukan perjalanan bisnis, karena saya memutuskan selama satu minggu ini berada di sana."
Ucap hae joon memberi penjelasan kepada asisten pribadi nya,
" Tapi tuan apa anda yakin anda hanya pergi sendirian selama satu minggu disana ?"
Ucap asisten hong.
" Iya aku yakin, karena semua masalah sudah selesai dan tidak akan ada hal yang akan terjadi "
Ucap hae joon dengan percaya diri, karena setahu dia semua masalah telah selesai.
__ADS_1
" Bik lah tuan saya mengerti. "
Ucap asisten hong.
" Dan ingat kamu jangan membocorkan rahasia kita "
Ucap hae joon.
Memastikan asisten hong menjaga rahasia mereka karena rahasia itu hanya di ketahui para serigala dan asisten hong saja.
Semua berjalan dengan lancar, hae joon masih menghubungi riri selama 5 hari disana bahkan mereka selalu bertukar cerita sebelum mereka tertidur.
malam itu hae joon berencana ingin pulang namun tertunda karena disaat sore hari ada salah satu warga yang sedang sakit meminta pertolongan kepada hae joon karena warga disana mengetahui bahwa hae joon seorang dokter dari kota seoul. bahkan seluruh warga di desa tersebut juga tahu hae joon pemilik rumah sakit tempat mereka sering berobat.
hae joon sama sekali tidak bisa membiarkan setiap orang yang ingin meminta pertolongan nya, dia pasti akan selalu mendahului pasien nya, itu sudah janji hae joon dan dia memutuskan untuk kembali menetap di rumah kecil itu sebelum besok pagi dia pulang ke seoul bertemu pujaan hati yang akan segera menjadi istri nya.
malam itu Hae joon sedang asik bercerita dengan riri melalui smartphone nya tanpa disengaja hae joon melihat ada satu mobil yang cukup dicurigai, hae joon yang merasa ada hal ganjil Memutuskan untuk pergi sesegera mungkin mengunakan mobil berwarna putih yang selalu dia bawa disaat menuju tempat cukup jauh.
" sayang... sudah dulu ya.. saya sakit perut, selamat malam dan selamat tidur sweety "
ucap hae joon kepada riri karena dia sudah dapat melihat gerak gerik mencurigakan dari halam rumah nya, ada satu mobil yang sedari tadi mengawasi rumah tempat hae joon tempati bahkan mobil itu sudah beberapa kali berhenti dihalam rumah nya .
" baiklah,,, kamu jangan nakal ya,,, dan segera tidur"
ucap riri yang sangat percaya dengan hae joon. tanpa dia ketahui bahwa saat itu pujaan hati nya dalam bahaya, walau ada rasa mengganjal dihati nya dia tetap mencoba percaya ,karena hae joon tidak pernah mengakhiri sambungan telepon nya dengan alasan sakit perut.
setelah sambungan telepon selesai hae joon lansung bersiap dan mengambil senjata di lemari dia lansung mengawasi mobil tersebut dan Benar saja tebakan hae joon ternyata dia sedang diawasi oleh beberapa orang, bahkan mereka tidak segan-segan menembak mobil hae joon sampai membuat mobil mewah hae joon masuk kedalam jurang.
Hae joon yang sudah mengetahui dia akan masuk kedalam jurang dengan sigap melompat dan berlari mencari perlindungan, untuk segera membunuh orang-orangan yang menggincar nya.
Adu tembak sempat terjadi beberapa kali bahkan hae joon dapat menembak beberapa lawannya tepat di titik kelemahan mereka, setelah hae joon dapat membunuh orang-orang itu dia lansung pergi namun sayang sebelum hae joon dapat sampai di permukiman hae joon sudah terlebih dahulu pingsan karena banyak mengeluarkan darah dari luka tembak yang ada di perut bagian kiri nya.
Beberapa Anak buah tuan kim dan eun hoon sebagai asisten tuan kim yang mengetahui ada penyusup lansung pergi menuju tempat tersebut dan betapa terkejut nya dia melihat sosok srigala muda sedang terkapar lemah tak berdaya.
Eun hoon yang mengetahui tentang kedekatan hae joon dan nona muda mereka lansung membawa tubuh lemah hae joon kedalam mansion tuan kim,
Dan meminta dokter lansung menyelamatkan nyawa hae joon.
Dan beberapa dari anak buah tuan kim diperintah oleh eun hoon untuk membereskan hal yang sudah terjadi tanpa sepengetahuan warga dan pihak berwajib.
Namun sayang saat ingin mengeluarkan mobil hae joon dari jurang, mereka sudah tidak ada lagi waktu, karena hari sudah mulai pagi dan pihak berwajib sudah datang ketempatan untuk berpatroli mengingat tempat mobil hae joon dan jalan tidak terlalu jauh.sedang kan tempat mayat-mayat berada jauh di dalam hutan.
.
.
.
.
.
oh.. iya ini akhir dari Flashback cerita Samchon hae joon hilang dan berakhir koma ya... di mansion tuan kim.
dan selanjutnya cerita menuju...pernikahan.
jangan lupa like ya... dan jangan lupa vote juga
__ADS_1
terimakasih....