Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gcc


__ADS_3

Setelah zahra memastikan betul dokter min terlelap tidur dia lansung menuju ruang tamu tempat Dee hyun dan duck hwan berada, dia bersikap santai tanpa memperlihat kan sifat egois nya sedikit pun dihadapan kedua pria itu


" Sayang... dimana dokter min ?"


Ucap Dee hyun bertanya kepada sang istri


" Eonni tadi merasa sakit kepala nya bertambah dan aku mengambil inisiatif meminta nya untuk tidur sejenah "


Ucap zahra sambil duduk di samping sang suami.


" Tuan duck,,,, maaf atas kelancangan saya "


Ucap zahra kembali meminta maaf kepada tuan duck karena meminta dokter min beristirahat di kediama nya.


" Apa dia merasa sakit kepala berlebihan ?"


Ucap tuan duck sedikit panik,


Ya... Seperti itu lah reaksi tuan duck saat mendengar dokter min sakit, terlebih lagi dia akan mengila saat melihat istri nya terluka.


" Tidak... Eonni hanya merasa pusing dia memberi tahu akhir-akhir ini kurang istirahat "


Ucap zahra mencari alasan .


" Dia mengalami ganguan insomia sejak dahulu "


Ucap tuan duck.


"Tuan duck biarkan saja dokter min tidur sejenah di sini kasiahan dia pasti lelah "


Ucap Dee hyun


" Iya tuan,,,, saya akan menemani eonni, bila anda ingin kembali berkerja tidak masalah dan anda bisa menjemput nya kembali saat pulang karena disini saya kesepian... "


Ucap zahra sambil tersenyum cantik


"Apa tidak merepotkan kamu dan Tuan kang ? "


Ucap tuan duck


" Tidak... Saya malah merasa bahagia "


Ucap zahra....


" Iya tuan duck, tidak apa-apa, bila anda ragu boleh menepatkan boby gard di depan pintu kediama ku "


Ucap Dee hyun dengan santai


" Tidak perlu sebegitu, saya percaya istri saya aman bersama istri mu "


Ucap tuan duck.


" Terimakasih tuan, saya akan menjaga eonni seperti sodara saya sendiri. "


Ucap zahra.


" Terimakasih,,,, oh Iya dimana putri sulung kalian ?"


Tanya tuan duck.


" Kang Riri dia sedang berada di eropa untuk beberapa bulan kedepan."


Ucap Dee hyun


" Dia pergi sendiri ?"


Ucap tuan duck bertanya tentang kepergian riri


" Bersama pengawal nya. "


Ucap Dee hyun


"Kamu melepaskan putri mu begitu saja ? "


Tanya kembali tuan duck


" Tentu tidak,,,, dalam beberapa hari kedepan kami akan pergi menyusul nya. "


Ucap Dee hyun.


" Bagai mana menurut mu Kedekatan riri dan jh ?


Kapan kita mencari waktu pas untuk makan malam bersama ?"


Ucap tuan duck memancing respon Dee hyun tentang hubungan JH dan riri.


" Bila untuk makan malam tidak masalah Kapan pun itu, tapi untuk hubungan mereka saya tidak bisa memutuskan,


Yang menjalani kedepan nya mereka berdua."


Ucap Dee hyun lansung ke inti masalah .


" Kamu.... Sungguh paham kemaksud ku.! "


Ucap tuan duck

__ADS_1


" Tentu... Aku mengerti, Karena putri ku cantik banyak yang ingin bersama nya "


Ucap Dee hyun sambil tersenyum


" Iya tentu terlebih lagi putra ku tampan, bila mereka menikah anak mereka pasti cantik dan tampan. "


Ucap tuan duck


" Tentu... "


Ucap Dee hyun


Panjang lebebar Tuan duck memancing Dee hyun untuk mengizin kan putra nya bersama riri, dia ingin membuat riri menjadi menantu nya sekaligus dia ingin memiliki kembali apa yang pernah dia berikan kepada srigala, Dia ingin melancarkan kembali bisnis gelap nya.


Beberapa jam telah berlaku.


Saat ini kediama dee hyun sudah tampak sepi Dee hyun dan tuan duck telah kembali kekantor mereka masing-masing, begitu pun Jung woon dia sudah kembali dan saat ini sedang berfikir keras


Apa maksud dari perkatan dokter Rim,


Yang mana saat melihat foto riri dan Jung woon seperti melihat hyo jin.


Berulang Kali Jung woon memutar ucapan dokter min


Dia merasa sedikit penasaran,,,, dan dia teringat akan ucapan Tuan Kim yang berkata" aku memiliki putra dan putri tapi tidak bisa bersama mereka bahkan anak-anak nya tidak pernah memangil nya dengan sebutan ayah. "


" Siapa putra Tuan Kim ?"


Ucap Jung woon sambil menatap foto tuan Kim yang berada di layar laptop nya.


Dengan seksama jung woon perhatikan foto Tuan Kim, riri dan dokter min, Jung woon sangat melihat jelas kemiripan antara mereka bertiga dan tidak bisa di pungkiri, riri anak dari Tuan Kim dan dokter min.


" Hem.... Bila tuhan berkehendak tidak ada yang bisa merubah. "


Ucap Jung woon sambil menatap wajah tuan Kim, dokter min dan riri.


'"Pantas kamu selalu bertanya tentang riri, dan mengawasi riri selama ini,


Ternyata kamu sudah menggetahui nya.


Bila putri mu sudah ada di hadapan mu, dimana putra mu ?"


Ucap Jung woon bertanya di dalam hati.


" Haa... Sudah lah untuk apa aku memikir kan anak nya, Tuan kim... Ini hukuman mu, Karena memilih kehidupan seperti yang kamu jalani selama ini "


Ucap Jung woon kembali sebelum mencabut cip yang terhubung dengan laptop nya dan tidak berapa lama dia mendapat telefon.


Dret... Dret.... Dret...


" Anda dimana ?"


" Tentu tunggu saya di Sana "


Ucap Jung woon menjawab telephone dari sebrang sana.


" Siapa yang menghubungi mu? "


Ucap Dee hyun tiba-tiba saja saat melihat Jung woon yang baru saja mematikan smartphone nya , Dan dengan wajah datar seperti biasa jung woon perhatikan Dia menjawab pertanyan Dee hyun


" Tuan Kim..., saat ini dia berada di Seoul "


Ucap Jung woon.


" Apa kalian kini sudah berteman ?"


Tanya Dee Hyun


" entahlah... Dia sering Kali menemui ku saat berada di Seoul "


Ucap jung woon berjala menuju sofa tempat Dee hyun sedang duduk di ruang kerja nya


" Ini rekaman suara zahra dan dokter min"


Ucap Jung woon sambil memberi cip yang sedang di pegang nya


" apa rahasia sudah terbongkar ?"


Ucap Dee hyun


" Memuas kan "


Ucap jung woon.


" Apa kabar riri dan hae joon di Swiss ?"


Ucap Jung woon bertanya kepada Dee hyun


" Bocah tenggil itu sedang bersama putri ku "


Ucap Dee hyun


" Dia menemukan riri , terlebih dahulu ?"


Ucap Jung woon

__ADS_1


" Ehm..... Dia akan menjadi lintah untuk putri ku, bila mereka sudah bertemu sangat susah di lepaskan sebelum dia puas menghisap darah. "


Ucap Dee hyun sambil tersenyum.


" biarkan saja,,, seperti kamu tidak pernah merasa muda "


Ucap Jung woon


" Selagi wajar,,, bila dia berlebih, kan ku tumbuk kepala nya "


Ucap Dee hyun.


" Hahahahaha dasar Kau, srigala tua yang pemarah "


Ucap Jung woon menertawakan Dee hyun


" Kamu belum merasa bagai mana memiliki putri"


Ucap Dee hyun.


" Baiklah aku kalah satu langkah "


Ucap Jung woon memgakui dia belum berumah tangga.


" Mangka nya cepat menikah "


" secepat nya "


" Jung woon , bisa kamu mengundang Tuan kim makan malam bersama kita "


Ucap Dee hyun bertanya kepada jung woon dan meminta mengundang Tuan Kim makan malam


" Untuk... ?"


" Untuk memberi menggetahui kebenaran, Karena tupai jelek itu sudah mendesak ku menikah riri dengan nya "


Ucap Dee hyun


" Kenapa dia tidak sabaran sekali ? Bukankah masih ada waktu dua bulan lagi "


Tanya jung woon


" mungkin dia sudah tidak bisa menahan "


Ucap Dee hyun.


" Hahahahaha... Sama saja seperti mertau nya "


Ucap Dee hyun.


" Kyaaaa... Apa maksud mu "


Ucap Dee hyun sambil melempar bantal


" Santai brother... "


Ucap Jung woon tertawa lepas... Sifat dinggin Dan Muka datar berubah seketika... Saat dia tidak berbicara tentang perkerjaan.


" seperti kamu bisa menahan nya saja "


ucap Dee hyun


" siapa bilang aku bisa menahan "


ucap Jung woon


" jadi selama ini Kamu dan nee shey? "


ucap Dee hyun sambil menyipitkan mata nya


" itu tidak masuk dalam pembahasan, "


ucap Jung woon. mengelak


" jadi... "


ucap Dee hyun mengoda Jung woon


" ah... sudah lah... aku pamit dulu kasihan pria tua itu mananti ku, "


ucap Jung woon sambil berdiri meninggalkan dee hyun


" Kyaaaa... kamu menghindar... ?


Kim Jung woon.....


jangan lupa bilang kepada nya aku mengundang dia makan malam!


Zi menanyaka kapan dia bertemu kembali dengan Tuan kim"


ucap Dee hyun sedikit berteriak tanpa memperdulikan jabatan dia sebagai CEO kantor tersebut.


" Iya akan ku sampaikan "


ucap Jung woon yang berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


__ADS_2