
Setibaknya hae joon dikamar pasang suami istri itu dia lansung memeriksa keadaan zahra yang ternyata tidak begitu baik, zahra terpaksa diinfus kerena kekurangan cairan dan asupan gizi mengginat dia belum makan atau minum, tadi pagi zahra hanya meminum susu untuk ibu hamil saja karena kurang berselera.
" bagai mana keadaan nya ?"
tanya dee hyun kepada hae joon
" nuna hanya kekurangan cairan dan gizi
setelah infus nya habis dia akan membaik "
jawab hae joon kepada dee hyun yang menatap zahra denggan wajah bersalah.
" apa yang terjadi ? bukan kah aku sudah pernah memberitahu jangan pernah membuat Emosi nya terusik "
tanya hae joon kepada dee hyun
" iya itu semua karena berita yang sedang tersebar luas dan tuan kang satu itu. "
" masalah berita kan hal gampang kamu bisa menghapus itu semua, dan tuan kang apa lagi yang terjadi ?"
" aku menjadi emosi saat melihat dia mendiamkan zahra dan menatap zahra seakan semua berita yang sedang meluas itu kenyataan "
" saran ku coba kamu tanya ke nuna selama suzi kecil dia tinggal dimana atau pernah pergi kemana saja bersama suzi ? dilihat dari foto itu seperti nya mereka berada di sebuah restoran jepang, bisa jadi nuna bertemu dengan teman nya atau salah satu fens nya nuna saat dia menjadi model "
__ADS_1
ucap hae joon memberi saran kepada dee hyun.
" baik lah aku akan menanyakan kepada nya setelah dia membaik. "
ucap dee hyun sambil mengusap wajah nya
" baiklah kalau begitu aku mau melanjutkan permainan ku bersama suzi "
ucap hae joon kepada dee hyun yang sedang duduk manis disamping sang istri.
" ups.. tunggu dulu, tupai jelek kamu ingin bermain bersama putri ku atau ingin menerkam nya ?"
tanya dee hyun kepada hae joon yang sudah berada tepat di depan pintu kamar Dee hyun dan zahra,
ucap hae joon memperhatikan senyuman nya.
" jangan harap aku mengizinkan mu, bila bayangan masa lalu mu belum hilang. "
ucap dee hyun memperingatkan hae joon
" itu sudah sangat lama, aku sudah melupakan semuanya, dia hanya bagian masa lalu dia tersimpan disini.
__ADS_1
ucap santai hae joon kepada dee hyun yang mana dia menunjuk tepat di dadanya
" kalau kamu sudah yakin pergi lah, tapi inggat aku tidak akan membiarkan mu menyakiti nya, "
ucap dee hyun mengingat kan hae joon
"baiklah akan aku tepati janji ku, akan ku jadi kan dia satu-satu nya milikku !"
ucap hae joon dengan yakin kepada dee hyun
" baiklah aku percaya kamu bisa menepati janji mu."
ucap dee hyun kepada hae joon.
dee hyun memperlihatkan wajah serius nya ke hae joon, bahwa dia percaya akan ucapan hae joon, dee hyun tahu betul bahwa hae joon masih teringat akan mantan kekasihnya yang meningal dalam kecelakaan lalu lintas tujuh tahun lalu.
Setelah hae joon keluar dari kamar dee hyun dan zahra, dia kembali mengginat wajah mantan kekasihnya yang sudah meninggal, tujuh tahun lalu, mulut nya bisa berbohong kalau dia sudah melupakan mantan kekasihnya,
tapi tidak dengan hati nya masih menyimpan perasaan cinta dan selalu terbayang wajah gadis cantik itu, yang selama ini selalu ada dibenak nya, membuat dia tidak bisa berpaling kehati gadis lain, bahkan dia pernah di gosip kan pria yang menyukai sesama jenis,
hae joon tidak pernah mempermasalahkan semua gosip itu, karena menurut nya itu tidak penting di hati nya saat itu masih tersimpan satu nama wanita yaitu min yoona
hae joon berjalan menuruni anak tangga menuju tempat dia dan riri tadi menemani suzi bermain namun, ruang itu sudah kosong tidak tahu kemana pergi nya mereka, hae joon akhirnya menduduki kembali sofa yang tadi semempat dia duduki, sambil mengambil smartphone nya, dia membuka foto yang sudah sangat lama dia simpan
__ADS_1
aku berharap kamu bahagia dan tenang, maaf aku harus menggisi kembali hati ku denggan gadis yang saat ini selalu ada di benak ku, bukan maksud hati ku melupakan mu, kamu akan ada selalu di hati menjadi kenangan indah sekaligus menjadi kenangan yang menyedihkan,yang tidak mampu ku lupakan.