
Disaat Tuan Kim, Dee hyun, jung woon sedang bercengkrama sangat berbeda jauh dengan riri dan hae joon mereka berdua sedang pusing mencari alasan kepada Dee hyun kenapa mereka berdua memajukan jadwal mereka.
Pasti daddy posesif itu ingin alasan yang sangat tepat untuk membuat dia diam dan tidak mencari tahu kenapa mereka ingin buru-buru menikah.
" Sweety... Kenapa makan nya ?
Apa kamu tidak suka ?"
Ucap hae joon melihat riri hanya memandang makanan yang ada di atas meja Dan memandang segelas susu yang ada di tanggan nya.
"Ii tidak berselera,,,,, ii masih memikirkan bagai mana bila daddy menanyaka prihal kita memajukan jadwal pernikahan kita "
Ucap riri.
" Sudah jangan terlalu kamu fikir kan.
Bilang saja dari pada kita memberi dia cucu terlebih dahulu baru menikah. "
Ucap hae joon dengan santai
" Jangan sampai itu terjadi, aku tidak bisa membayangkan kekecewaan mommy dan daddy saat menggetahui itu. "
Ucap riri dengan wajah menunduk.
" Riri... Saat ini itu sudah sangat lumberah, baby yang akan hadir di rahim mu dia tidak bersalah, yang bersalah kita dan terlebih lagi ular berbisa itu. "
Ucap hae joon mendekati riri yang masih menunduk dan memeluk riri
" Apa samchon yakin daddy tidak akan marah dan membunuh mu ?
Ii takut harus kehilangan orang yang sangat ii cintai "
Ucap riri memeluk pinggang hae joon yang saat itu berdiri disamping nya dan riri saat itu masih setia duduk di bangku.
" Bila tebakan ku benar,,, Dia pasti akan murka dengan ku, dan dia akan menghukum ku disaat aku melanggar janji dan berbuat ini terlebih dahulu "ucap hae joon sambil melepaskan pelukan riri dan berlutut di hadapan riri "
Namun tidak untuk membunuh ku, dia tidak inggin melihat putri nya sedih dan dia tidak ingin melihat cucu nya tidak memiliki ayah "
Ucap hae joon sambil memandang kearah perut riri .
Hae joon sangat yakin kerja keras nya semalam akan berhasil karena dia sudah sangat ingin memiliki anak dari gadis cantik yang selama ini membuat nya menjadi duduk cinta riri.
" Kenapa kamu begitu yakin ? Bukankah kamu sendiri yang selalu mengatakan bahwa daddy ku akan menjadi monster saat sedang emosi dia tidak segan-segan mebunuh orang "
Ucap riri sambil menatap wajah tampan hae joon yang sedang berlutut
" Iya bila berhadapa dengan musuh nya, tapi aku.. Menantu nya "
Ucap hae joon sambil tersenyum
"percaya lah semua nya akan berakhir indah & Dia akan tumbuh di tenggah-tenggah keluarga bahagia "
__ADS_1
Ucap hae joon sambil mencium perut riri yang datar.
" samchon berhetilah geli, belum tentu di dalam perutku akan ada baby "
Ucap riri menahan rasa geli di saat hae joon menciumi perut nya bahkan Pria tampan itu menyingkap baju riri keatas dan terlihat betul perut ramping riri yang mendapat tanda dari hae joon.
" Dia sebenar lagi akan hadir tunggu beberapa minggu lagi "
Ucap hae joon dengan wajah tersenyum bahagia.
" semoga saja.... Dan kehadiran nya di sambut bahagia dengan semua orang "
Ucap riri dengan wajah tersenyum dan mencium kening hae joon.
••••••°••••••
Waktu berlalu saat ini hae joon dan riri hanya menghabiskan waktu mereka berdua berada di dalam kamar saja mengingat riri belum bisa berjala dengan Norma Karena perduatan hae joon semalam.
Semua perkerjaan hae joon sudah di ambil alih oleh asisten hong dan keegoissan hae joon kini benar-benar belebihan, setelah menghukum tuan Hong mengurus surat pernikahan nya bersama riri dia kembali menghukum Tuan hong mengerjakan semua perkerjaan nya dan dia sama sekali tidak ingin di ganggu untuk perkerjaan penting.
" Sweety kamu mau kemana ?"
Ucap hae joon melihat riri sedang berjalan dengan sangat lambat seperti siput
" Mau mengambil laptop ii , untuk memeriksa apa ada email masuk, Karena besok Hari pertama ii magang di rumah sakit Charles medical centre "
Ucap riri
Ucap hae joon bertanya kepada riri yang saat itu sedang berjala Kembali kepada hae joon
''Ehm... Ii sengaja merahasiakan kabar ini, berhadapa bisa menjadi kejutan untuk mu, tapi... Ii yang di beri kejutan "
Ucap riri
" Sweety saya sangat bahagia disaat menggetahui kamu berada di Swiss, tapi emosi ku memuncak disaat kamu tidak dapat di hubungi dan terlebih lagi Tuan hong berkata kamu bersama pria lain. "
Ucap hae joon sambil menatap riri yang sedang asik mengutak ngatik laptop nya
" Kamu percaya saya berani pergi berlibur bersama pria lain tanpa memberi tahu kamu ?"
Ucap riri namun dia tidak melihat wajah hae joon
" Tidak... Karena saya tahu gadis cantik ini mencintai saya "
Ucap hae joon sambil menarik hidung riri
" Samchon sakit lihat pasti hidung ku marah seperti hidung badut "
Ucap riri sambil memperlihat kan wajah kesal nya membuat hae joon bertambah tertawa.
"Mau bagai mana pun kamu, kamu tetap cantik "
__ADS_1
Ucap hae joon
" Gombal... "
Ucap riri
" Tidak saya berkata yang sejujur nya "
Ucap hae joon
" Awas ya... Bila ii gendut dan jelek kamu tingalin ii. "
Ucap riri sambil menujuk wajah hae joon
" Tidak akan sayang terlebih lagi bila kamu senang hamil "
Ucap hae joon
" Hamil-hamil aja yang kamu bahas, orang baru sekali juga mana bisa lansung jadi "
Ucap riri protes dengan ucapan hae joon yang menginginkan riri hamil
" Jadi kamu mau mengulangi nya. "
Ucap hae joon menggoda riri
" Ih... Mesum... Nya kumat sana pergi kerja, bila kamu bersama ku selalu saja fikiran mesum mu datang "
Ucap riri
" Hari ini aku tidak akan pergi kemana-mana, Karena aku ingin melepas kerinduan ku "
Ucap hae joon sambil memeluk riri dari belakang .
" Baiklah tapi tidak ada kata-kata mesum. "
Ucap riri
" Oke nyonya song. "
Ucap hae joon sambil mencium pipi riri dari samping dan saat itu wajah cantik riri merona seperti tomat siap panen.
.
,
.
.
.
__ADS_1
.