Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Setelah dee hyun dan raka keluar dari ruanggan rapat dee hyun lansung menerima telefon dari hae joon yang tidak seperti biasanya menghubungi dee hyun di jam kerja saat ini,


" Hallo ada apa ? Apa ada terjadi sesuatu ?"


Tanya dee hyun dengan tegas,


" Maaf tuan apa anda bisa datang ke kampus anak anda saat ini ?"


Ucap hae joon yang berbicara sanggat formal sepeti tidak mengenal dee hyun,


" Apa yang terjadi ? "


Tanya dee hyun


" Putri anda sedang berada di ruang dekan saat ini ada masalah penting, namun saya tidak bisa untuk menjadi wali dari putri anda, nyonya hyun naa tidak mengizinkan saya. "


Ucap hae joon denggan lembut saat menguhugi dee hyun.


" Baiknlah saya akan kesana sebentar lagi. "


Ucap dee hyun dengan nada dingin seperti biasa,


Saat dee hyun mengakhiri pembicaraan nya, raka dan jung woon lansung melihat kearah dee hyun yang sedari tadi sangat serius,


" Maaf apa ada masalah ?"


Tanya raka dengan sopan


" Ah tidak ada masalah apa -apa biasa, oh iya tuan raka nanti malam saya dan keluarga akan menanti anda berserta keluarga di kediaman saya, pasti istri ku sangat bahagia berjumpa anda, "


Ucap dee hyun mengundang raka untuk makan bersama di mansion nya,


"Tentu dengan senang hati, karena orang tua saya sudah sanggat merindukan putri mereka, "


Jawab raka dengan antusias dan tersenyum menerima tawaran dari kang dee hyun.


"Baiklah anda saat ini mau pergi kemana?


Apa perlu staf ku menemani anda "


Tanya dee hyun kepada raka.


"Tidak perlu tuan kang saya akan kembali ke apartemen saya dan berjumpa kekasih saya. "


Ucap raka menolak tawaran dee hyun.


"Baiklah kalau begitu jangan sampai lupa untuk datang ke rumah saya,kita akan makan malam bersama, karena saya dan istri menanti kedatangan keluarga anda."


"Ya tentu, kalau begitu saya undur diri."


Ucap raka berpamitan kepada dee hyun,


Setelah kepergian raka, dee hyun lansung bergegas pergi bersama jung woon untuk menemui riri di kampus nya, melihat keadaan riri kenapa hae joon sampai harus menghubungi nya saat jam kerja, sesampai nya dee hyun dan jung woon dikampus lansung disambut semua para dekan yang merasa kaget melihat dua pria tampan itu.


apa lagi semua mata gadis yang ada dikampus riri mereka semua inggin memiliki dua pria tampan itu, terlebih lagi lima gadis yang baru saja keluar dari ruang dekan memperlihatkan senyuman manis mereka ke arah dee hyun dan jung woon. dan tidak berepa lama mereka sadar salah satu dari pria tampan itu yang sedang mereka gosip kan membuat lima gadis itu tersungkur dilantai.


mereka semua bertanya kenapa pria tampan itu berada di kampus mereka, bukan hanya para siswa-siswi yang bertanya-tanya kenapa dee hyun datang ke kampus, para dekan pun juga bertanya,karena selama ini dia tidak pernah datang ke kampus walau diharap kan kehadiran nya di rapat yang harus di hadiri para pemegang saham.


Dee hyun sangat di hormati karena dia pemenang saham terbesar di kampus tempat riri kuliah dan setelah itu hae joon dan tuan jeoun ayah dari youra, yang bereda di bawah dee hyun.


" Selamat siang tuan kang, apa ada masalah yang penting membuat anda datang kemari ?"


Tanya nyonya hyun naa.


Nyonya hyun na sanggat kaget melihat kang dee hyun yang masuk ke dalam ruangan nya saat ini, karena disana sedang berlangsung prersidangan antara semua orang tua siswi yang sedang bermasalah, yang mana disana riri sedang menerima caci makai dari semua orang tua siswa yang tadi di hajar nya. Sedang kan anak mereka baru saja keluar dari ruang dekan dengan tersenyum manis.

__ADS_1


"Apa saya tidak boleh datang kesini ?


Apa saya harus datang disaat ada masalah penting? "


Tanya dee hyun dengan suara datar dan tatapan dingin nya.



(wajah dee hyun menghadapi semua orang yang berada di ruangan dekan sedang melihat siapa saja yang sedang memarahi putri nya)


"Maaf tuan atas kelancangan saya, "


Ucap nyonya hyun naa


"Ada apa ini kenapa gadis cantik itu berdiri disana? "


Tanya dee hyun kepada nyonya hyun naa, sambil duduk dan memperhatikan riri yang sedang menundukan wajah nya.


"Gadis miskin itu pantas mendapatkan nya karena sudah melukai putri cantik ku"


Ucap tuan jeoun dengan nada kesal nya


"Apa kamu yakin dia miskin? dan melukai putri mu? "


Tanpa dee hyun kembali kepada tuan jeoun


"Ya tentu lihat lah gaya nya, bahkan dia seperti ****** gila memukuli anak ku dan teman-teman nya. "


Jawab tuan jeoun.


"Oh... Apa anda sudah menanyakan apa yang membuat nya mengamuk seperti ****** gila? "


Dee hyun kembali bertanya kepada tuan jeoun.


" Nyonya hyun naa, kamu sebagai kepala dekan disini kenapa kamu tidak bisa menjawab ?"


Dee hyun kembali bertanya kepada nyonya hyun naa


Semua orang yang berbeda disana hanya bisa terdiam tanpa suara termaksud nyonya hyun naa, tidak dapat memberi penjelasan, dee hyun yang geram lansung berdiri menyingkirkan meje di hadapan nya dan menghampiri riri yang masih berdiri dan setia menundukan wajah nya,


sambil sekali-kali menghapus air mata yang sudah tidak dapat dia bendung.


bukan karena dia takut kepada sang daddy namun dia tidak dapat menerima caci dari orang yang membicarakan sang mommy saat ini, riri tidak dapat membuka status nya sebagai anak angkat dari keluarga kang, dia tidak inggin membuat keluarga nya malu karena ulah nya yang tadi sangat sepontan tidak dapat menahan emosi nya,saat mendengar sang mommy di hina.


" gadis cantik perlihatkanlah wajar mu, dan lihat saya. "


Ucap dee hyun meminta riri melihatkan wajah cantik nya kepada sang daddy.


Namun riri masih diam dan menunduk, dengan lembut dee hyun mengakat wajah putri nya, betapa terkejut nya dia melihat wajah riri yang merah bahkan di sudut bibir riri terdapat luka kebiruan,


"Siapa yang melakukan ini kepada mu ?"


Tanya dee hyun dengan suara lembut dan menatap riri dengan kasih sayang seorang ayah, wajah garang dan tatapan dingin kepada semua orang di ruang berubah saat melihat kearah riri, tatapan dee hyun itu hanya berlaku kepada riri dan suzi dua putri kesayangan nya.



( dee hyun menatap wajah riri dengan kasih sayang seorang ayah )


Riri masih diam dengan derai air mata yang mengalir deras di pipi mulus nya, dan setikit kebiruan di ujung bibirnya, riri tidak bisa berkata apa pun, deh hyun yang melihat derai air mata putri nya lansung mengapus dengan sapu tangan milik nya, semua orang yang berbeda disana sangat shock melihat perlakuan dee hyun yang memperlakukan riri dengan kasih sayang seorang ayah,


"Apa luka mu sudah di obati ?"


Tanya dee hyun kepada putri nya.


"Ya tadi dibersihkan tuan hae joon. "

__ADS_1


Jawab riri dengan suara paruh nya menahan tangis,dan lansung meledak saat dia melihat wajah sang daddy yang sama sekali tidak marah terhadap nya dan memperlihatkan wajah khawatir saat melihat luka di ujung bibir riri air mata nya bertambah deras mengalir


"Baiklah duduk lah dulu disini, "


Ucap dee hyun memerintah riri untuk duduk.


"Tapi tuan kang, dia tersangka yang membuat anak ku terluka dan teman-teman anak ku. "


Jawab tuan jeuon yang saat ini menahan amarah.


"Tuan jeoun, apa anda sudah ada jawaban dari pertanyaan saya? Sehingga anda berani nenantang saya meminta gadis cantik ini untuk duduk disini? dan satu lagi apa anda tidak melihat gadis cantik ini juga terluka"


Tanya dee hyun kepada tuan jeuon.


"Dan anda nyonya hyun naa, ?"


dee hyun kembali bertanya kepada nyonya hyun naa.


"Baiklah bila anda semua tidak dapat menjawab pertanyaan saya ,biar saya yang menanyakan nya secara langsung "


Ucap dee hyun kepada mereka yang berada di dalam ruangan


"Riri apa yang membuat mu seperti ****** gila yang di katakan tuan jeoun.?"


Tanya dee hyun kepada putri nya.


Dee hyun bertanya denggan suara sangat lembut menatap dengan wajah teduh dan tersenyum kearah riri



(wajah riri saat menjelaskan apa yang terjadi, sehingga membuat nya emosi. )


"Maaf aku ...tidak bisa menahan emosi ku, disaat mereka menjelekkan nama mommy dihadapan ku secara lansung, karena semua yang dikatakan mereka tidak sama denggan kenyataan yang selama ini, terlebih lagi saat mereka mengatakan mommy sedang mengandung anak pria lain bukan anak dari daddy membuat ku sangat emosi"


Ucap riri dengan suara paruh dan derai yan air maya kembali mengalir dari mata indahnya, suara riri sangat pelan namun masih bisa terdengar dengan semua orang yang berbeda didalam ruangan.


Semua orang yang melihat dan mendengar perkataan riri sangat kaget, terlebih dia memangil tuan kang Dee hyun denggan sebutan daddy dan istri nya mommy


"Baik lah gadis pintar, kamu sungguh tangguh aku bangga pada mu, dan satu lagi kenapa kamu tadi tidak mematahkan atau merobek bibir indah gadis yang menghina mommy mu "


Ucap dee hyun yang bangga dengan riri sekaligus marah kenapa tidak membuat lawannya terluka lebih parah dan masih bisa tersenyum manis kepada nya saat berselih jalan.


" Maaf tuan kang apa anda bisa memberi penjelasan kepada kami ?"


ucap nyonya hyun naa dengan wajah takut dan sambil menahan keringat dingin nya,


"Oh rupa nya kalian mau tahu apa hubungan ku dan gadis cantik ini, baik lah dia adalah putri angkat ku bersama istri tercinta ku, dia juga putri ku yang sangat pintar selalu bisa dibanggakan, dia tidak inggin memanfaatkan kekayan dan kekuasan orang tua nya untuk masuk ke kampus yang dia ingin kan, putri ku sama sekali tidak tahu bahwa daddy nya yang memiliki saham terbesar disini, masuk kesini melalui tes yang cukup banyak saingan nya, bahkan dia memiliki nilai tertinggi dari ratusan calon mahasiswa-siswi yang inggin bergabung disini.


Ucap dee hyun menjelaskan siapa riri sebenar nya,


"Apa anda semua sudah puas, dan satu lagi tuan jeoun anda harus tahu siapa yang mengajarinya brutal seperti ****** gila itu saya, untuk menghadapi semua orang yang inggin melukainya.


masalah terluka atau kerugian itu biar saya yang bertanggung jawab atas kelakuan putri saya, dan satu lagi bisa kah anda mengajari putri cantik anda sopan satun dan mengajari dia berbicara dengan kenyataan bukan hanya melihat yang belum tentu itu benar"


Ucap dee hyun denggan sangat dingin, dan menatap tuan jeoun dengan tatapan singa yang siap berburu.



(daddy dee hyun sedang melihat kearah tuan jeoun)


"nyonya hyun naa, untuk anda mohon bersih kan semua milik anda dari ruangan ini, karena besok saya sudah tidak ingin melihat anda disini. "


Ucap dee hyun dengan nada dinggin dan mengandeng tangan riri untuk keluar dari ruangan dekan,


Semua mata di kampus hanya bisa melihat riri dengan tatapan penuh curiga dan penuh tanda tanya siapa riri sebenarnya kenapa saat ini dia bersama tuan kang dee hyun, pemilik saham terbesar di kampus tempat mereka semua menimba ilmu.

__ADS_1


__ADS_2