Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Riri yang masih terngangu ucapan ibu saka lansung memutuskan untuk kembali kemasnsion mewah keluarga nya dia ingin memastikan bahwa keluarga bahagia nya tidak dalam bahaya.


" Riri... Tunggu "


Ucap jh lansung menyusul riri yang saat itu seperti orang lain di hadapan nya


Berkali-kali JH memangil riri yang saat itu sedang berlari menuju tempat parkir, namun tidak dihiraukan oleh riri , seakan riri tidak memiliki telingga untuk mendengar ucapan jh yang memangil nya.


Namun saat riri tiba di parkiran dia bertemu Jung woon dan lansung menghampiri Jung woon sambil berkata


" Jung woon Oppa bantu aku.... Dia kembali ingin menyakiti keluarga ku.."


Ucap riri sambil menagis dan memeluk jung woon seperti biasa dia selalu menumpahkan isi hati nya kepada jung woon yang selalu dia percaya, selain kedua orang tua nya.


" Hai.... Gadis cantik kenapa kamu seperti ini ? Tenang lah semua akan baik-baik saja "


Ucap Jung woon menenangkan riri yang saat itu terlihat kacau.


Untuk jung woon melihat riri seperti itu sudah biasa karena riri selalu mengeluarkan isi hati nya kepada jung woon dan mereka pun selalu akrab sejak pertama bertemu karena memang mereka berdua memiliki ikatan batin dan mereka memiliki darah yang sama


JH yang melihat riri sedang menangis di pelukan Jung woon sempat merasa kecewa, dan sangat banyak terlintas pertanyan-pertanya di dalam hati nya kenapa riri begitu nyaman bersama pria yang saat ini menjadi orang kepercayaan daddy nya, tapi sebisa mungkin dia menghilang kan rasa itu dan membuat riri berani menghadapi ibu saka yang tadi menghina riri. Dan setahu JH saka lah kekasih riri bukan pria yang ada di hadapan nya saat ini


" Riri... Tenang lah semua nya akan baik-baik saja "


Ucap Jung woon sambil mengelus punggung riri tapi riri sama sekali tidak merespon ucapan Jung woon dia masih setia bersandar di dalam dekapan Jung woon.


" Riri bersedih Karena mendapat telefon dari wanita gila yang tidak ingin anak nya memiliki hubungga dengan riri "


Jelas JH sambil berjalan menuju Jung woon dan riri . JH mencoba menahan rasa di dalam hati nya


" Riri tenang lah dia tidak akan dapat menyentuh mu, dan lupa kan pria itu. masih banyak pria yang berhati baik dan calon mertua yang baik hati "


Ucap Jung woon sambil menghapus air mata tiri.


" Sekarang tenanglah,,,, Karena saat ini kamu harus bersikap dewasa. Hadapi dia dan katakan aku tidak butuh anak mu "


Ucap Jung woon


" Ehm... Terimakasih oppa


Ucap riri dengan mata yang masih memerah, sedang kan Jung woon dia terenyum.


" Oppa dari mana ? "


Ucap riri bertanya


" Hanya meninjau beberapa anak prusahaan daddy mu saja. "


Ucap Jung woon.


" Kamu Kenapa bersama JH ?"


Ucap Jung woon bertanya seperti tidak menggetahui rencana riri.


" Kami...... "


Ucap riri mengantung mencari alasan seperti sedang terpergok pacaran


" Saya hanya ingin mengajak nya akan siang "


Ucap jh santai


" Oppa kenapa kerumah sakit ?"


Tanya riri kembali


" Melaksanakan tugas dari daddy mu. Dia tidak inggin putri nya masuk perangkap buaya darat $


Ucap Jung woon.


" Hahahahaha... Ada-ada saja oppa ini,


Riri yakin sebelum buaya itu mendekat dia sudah mati tertembak "


Ucap riri sambil tersenyum dan melihat kearah wajah JH

__ADS_1


" Hai.... Cantik kamu mengangap ku buaya ?"


Ucap jh sambil memperlihat kan wajah tidak suka nya


" Aku tidak mengatakan itu ya.


Aku hanya tersenyum kepada mu "


Ucap riri membela diri


" Terserah kamu mau berfikir apa yang penting saya tidak akan pernah mengecewakan ibu dan istri saya "


Ucap JH dengan santai.


" Jadi anak baik ni "


Ucap riri yang kini sudah melupakan ucapan ibu saka.


" Tentu ibu ku sangat berharga "


Ucap jh dihadapan Jung woon dan riri.


" Beruntung nya bibi rim memiliki putra seperti mu yang mencintai nya "


Ucap riri dengan suara lembut.


" Seperti nya jam istirahat ku sudah selesai, aku pamit pulang dulu ya. "


Ucap Jung woon yang kini tidak inggin berlama-lama bersama putra dari Pria yang amat dia benci.


" Oppa tapi kamu baru saja bertemu dengan ku. "


Ucap riri menahan Jung woon.


" Nanti daddy mu bisa marah dengan ku, berlama-lama di luar. "


Ucap Jung woon


" Hem... Baiklah... salam buat dia "


ucap riri sambil mengedip kan satu mata .


Ucap jung woon.


" Salam buat kakak ipar ku jangan lupa "


Ucap riri sedikit berteriak melihat Jung woon yang saat itu sudah membuka pintu mobil nya, dan jung woon memperlihat kan jempol nya.


" Kakak ipar... "


Ucap JH bertanya kepada riri


" Iya... Kakak ipar..."


Ucap riri menjawab pertanyan JH


" Kamu tidak memiliki hubungga dengan pria dingin itu ?"


Tanya jh lansung mengeluarkan pertanyan nya sedari dahulu.


Saat dia melihat riri bersama di apartermen mewah naungan DHstar. Dia sempat berfikir riri menjalin hubungan dengan Jung woon karena mereka berdua tampak kompak dan sedikit mirip.


" Tidak.... Dia kakak ku, setelah aku tinggal di Korea dia menjadi teman terbaik dan dia selalu ada menjadi pelindung disaat mommy dan daddy tidak bersama ku "


Ucap riri mejelaskan hubungan nya dan jung woon.


" Ehm.... Seperti itu... ! Ku kira kamu memiliki hubunggan kusus, seperti diam-diam di belakangan daddy mu "


Ucap JH sambil tersenyum


" Tidak mungkin, bila aku memiliki hubungga dengan pria lain daddy lah orang pertama yang menggetahui itu, bahkan bila ada pria yang menyukui ku dia lah yang paling heboh. "


Ucap riri


" Kamu bahagia memiliki daddy superti itu ?"

__ADS_1


Tanya JH kepada riri


" Ehm... Aku sangat bahagia memiliki daddy dan mommy seperti mereka, terlebih lagi disaat aku mengetahui Bahwa aku bukan anak kandung ayah dan ibu ku, aku hanya anak angakat mereka, setelah mereka meningal tuhan memberi mommy dan daddy di dalam hidup ku. Dan lengkap sudah memiliki dua adik yang sangat cantik dan tampan. "


Ucap riri dengan wajah bahagia.


" Tidak jauh beda dengan ku "


Ucap JH di dalam hati dia merasakan yang di rasa oleh riri dan karena itu dia ingin melihat ibu dan ayah nya bahagia dan akan dia lakukan apa pun itu untuk membuat kedua orang tua nya bahagia.


" Kamu sungguh gadis beruntung "


Ucap JH kepada riri sambil tersenyum.


" Iya aku beruntung... Dan aku tidak inggin kembali kehilangan "


Ucap riri


'' Aku jamin itu..."Ucap JH " lantas bagai mana dengan kekasih mu ?"


" Entahlah.... Aku tidak tahu, kami dahulu sangat bahagia menghabiskan waktu kami bersama-sama dari kecil dan setelah dewasa kami sadar kami saling mencintai, namun kedua orang tua saka tidak menyukai ku anak dari pembantu mommy, derajat kami berbeda jauh sekali .


Ibu nya sempat mengancam ku berkata akan membuat orang tua ku yang merasa akibat dari ulah ku. Dan sampai aku mendengar dia berkata seperti tadi setelah hampir emat tahun berlalu dari kejadia dia mengancam ku terakhir Kali ."


Ucap riri dengan wajah sedih.


" Jadi dia pernah mengancam mu sebelum ini ?"


Tanya JH dengan antusias


" Iya.... Dia berkata akan membuat ku kembali kehilangan orang yang aku sayang, dan dia meminta aku menjauhi anak nya. "


Ucap riri


" Jadi kamu menuruti keinginan nya ?"


Ucap JH


" Iya... Dan dengan alasan itu aku datang kesini bersama mommy dan daddy, berharap aku bisa Melupakan dia dan ternyata tidak bisa. "


Ucap riri sambil memperlihat kan wajah sedih nya dihadapan jh.


" Aku akan membantu mu."


Ucap JH menawarkan diri.


" Kamu mau membantu ku, "


Ucap riri kembali bertanya


" Iya... Tentu,,, kita akan membuat nenek sihir itu menyesal, dan wanita ini dia harus membuat dia tidak dapat berdiri di depan kamera lagi "


Ucap jh sambil memperlihat kan foto monalisa bersama pria lain yang sedang berada di club malam dengan pakaian seksi.


" Terimakasih jh. "


Ucap riri


" Ehm "


guman JH


" Apa pun akan aku lakukan riri untuk mu, aku bahagia melihat mu bisa tersenyum walau aku tahu kamu mencintai pria lain "


Ucap JH didalam hati


" Aku berharap bisa membuat ibu ku bahagia bisa melihat ku bersama mu, aku inggin ibu ku tersenyum tanpa menangis diam-diam di malam hari. "


Ucap JH kembali sambil mentatap wajah riri yang melihat sangat mirip dengan ibu nya dokter min hyo rim.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2