
Saat ini tuan kim lagi hanyut didalam memori indah nya bersama orang-orang yang pernah hadir di dalam hidup nya, walau itu hanya sebatas mengenang dan memandang foto mereka.
Bagai mana tidak semua orang yang dipandang tuan kim saat ini telah bahagia memiliki kehidupan mereka masing-masing.
Tok... Tok... Tok..
" Tuan ada yang ingin bertemu dengan mu "
Ucap eun hoon asisten pribadinya tuan kim.
" Siapa dia ?"
Tanya tuan kim dengan nada datar
" Tuan muda... "
Ucap eun hoon sedikit hati-hati
" Tuan muda ? Siapa yang kamu pangil tuan muda ? "
Tanya tuan kim yang saat itu masih asik melihat kebun bungga poppy yang sangat indah berbagai warna.
Maaf tuan atas kelancangan ku, di pintu gerbang ada jung woon dan kang Dee hyun, mereka ingin meminta izin masuk
Ucap eun hoon.
" dia mewarisi kecerdikan ku, sungguh penerus yang dapat dibanggakan "
Ucap tuan kim dalam hati
" Rupanya mereka sudah mengetahui dimana serigala termuda. "
Ucap tuan kim
" Ehm... Lebih cepat dari perkiraan kita tuan. "
Ucap eun
" Bagaimana keadaan nya? Apa ada perkembangan ?"
Ucap tuan kim menanyakan keadaan hae joon.
__ADS_1
" Keadaan nya masih sama,,, dia belum menunjukan tanda-tanda ingin bangun dari tidur nya "
Ucap eun hoon
" Ehm... Baiklah biar kan mereka masuk dan biarkan mereka menunggu ku, "
Ucap tuan kim, dia setuju untuk bertemu dengan dua srigala namun sebelum bertemu dengan dua srigala dia memutuskan untuk melihat keadaan hae joon.
" apa dia masih betah membuat putri ku menderita ? "
Ucap tuan kim sambil melangkah kan kaki nya menuju ruangan tempat hae joon dirawat sebelum dia bisa bertemu dengan jung woon dan dee hyun.
Disaat tuan kim membuka pintu ruangan tempat hae joon berada, tanpak jelas pria tampan itu masih menutup mata nya dengan sangat rapat, suara alat penanda detak jantung dapat terdengar jelas di telinga saat kita memasuki ruanggan itu.
Tuan kim perlahan menuju tempat terbaring nya hae joon ditatap nya lekat-lekat wajah pria tampan pujaan hati sang putri, dia tampak menyunging kan senyuman kecil diwajah nya
" Buah... Jatuh tak jauh dari pohon nya. "
Ucap tuan kim
" Riri kamu sunghuh memarisi sifat ibu mu, jatuh cinta kepada pria yang tidak mudah untuk berdiri disamping nya,
Ayah berjanji melindungi mu agar kisah ku bersama ibu mu tidak akan terulang kembali "
" Kamu,,, apa kah kamu masih betah berada di dekat ku ? Apa aku kurang kejam ?, atau aku harus membunuh mu karena telah menyiksa putri ku. !?"
Ucap tuan kim bertanya kepada pria tampan yang saat ini masih terbaring koma sambil mengaruk dagu nya yang tidak gatal
" Ah... kenapa aku bertanya pada orang yang tidak akan menjawab semua pertanyaan ku !"
Ucap tuan kim sambil menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.
" Awas saja kamu membuat putri ku menderita, akan ku pasti kan kepala mu terlepas dari tubuh mu "
Ucap tuan kim sambil meninggal kan hae joon.
Flashback
Tiga minggu sebelum menghilang nya samchon, hari itu tepat dimana saat riri bersama seluruh keluarga kang yang perempuan pergi mengadakan fiting baju untuk acara pernikahan sairen dan in jung.
Saat itu hae joon sedang membereskan semua masalah yang berkaitan dengan dunia kelam nya, yang di kelolah bersama jung woon karena dee hyun dan in jung sudah memberi semua tanggung jawab kepada mereka berdua.
__ADS_1
Saat itu jung woon berseta hae joon menemukan penghianat diantar anak buah mereka yang mengelola salah satu club malam di bawah naungan srigala, pria itu, diam-diam melaporkan semua tindakan dan perkembangan club malam srigala kepada rekan bisnis mereka yang selama ini ingin merebut kembali saham yang sudah mereka berikan.
Hae joon yang menggetahui itu semua lansung bertindak tanpa memberi tahu jung woon yang sedang sibuk dengan perkerjaan nya, namun sayang pria itu dapat melarikan diri dan sebelum dapat melarikan diri dia sempat mendapat luka tusuk di paha nya, bukan secara lansung melainkan luka saat hae joon melempar pisau itu tepat saat dia ingin kabur.
Tidak semudah itu pria itu lansung di kejar hae joon dan terjadi kejar-kejaran di jalan raya dan berhenti disaat akhir nya pria itu mengealami kecelakan mobil nya menaprak trotoar menyebapkan mobil nya terbalik
Hae joon sempat kesal karena dia tidak dapat membunuh nya secara langsung , namun dia tidak kehilangan cara dia meminta salah satu anak buah nya mengawasi kemana pria itu dibawa,
Hae joon merasa bahagia saat dia mengetahui penginghianat itu dibawa kerumah sakit nya membuat dia leluasa membunuh penghianant itu, namun tidak semudah yang hae joon bayang kan,
Penghianat diselamatkan oleh riri karena hae joon sedikit terlambat datang kerumah sakit, sebisa mungkin hae joon bersikap normal menanti sang kekasih keluar dari ruang operasi.
Setelah operasi selesai hae joon lansung bertemu dengan riri, mencari alasan dan cara membuat riri tertidur sebentar untuk melaksanakan keinginan nya membunuh pria penghianat, karena hae joon tidak akan pernah puas sebelum dia melampiaskan keinginan nya membunuh musuk yang berani menggusik ketenangan nya.
Terlebih lagi orang itu menghianati kepercayaan yang dia beri, demi mendapatkan upah dari musuh bebuyutan nya siapa lagi kalau bukan tuan duck hwan.
Disaat riri tertidur,,, hae joon pun memutuskan lansung pergi menuju ruang tempat si penghianat terbaring lemah
dengan santai hae joon membekap pria itu dengan cairan yang ada di sapu tangan nya, cairan itu dapat membunuh penghirup nya dalam hitungan menit memperlambat detang jantung dan akhirnya berhenti dengan perlahan membuat orang yang menghirup nya mati tanpa jejak.
Setelah hae joon berhasil mencapai keinginan nya dia pun lansung kembali keruangan riri, melihat pujaan hati nya yang sedang tertidur.
" Sayang maafkan aku yang sudah membuat pasien mu kehilangan nyawa nya, karena dia tidak pantas hidup.
Sekali berhianat pasti akan selalu berhianat "
Ucap hae joon sambil meindahkan rambut riri yang menutupi wajah cantik riri,
hae joon memiliki pendapat itu karena memang seperti itu lah kenyataan di dunia yang selama ini dijalani hae joon. orang yang bergelimang di dunia seperti nya tidak dapat dipercaya sepenuh nya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.