
Di saat riri dan dee hyun saling berbicara sangat berbeda dengan in jung dan zahra mereka berdua masih terdiam ranpa satu kata terucap sampai mata sairen terbuka pun zahra masih dengan kekerasan hati nya yaitu diam tanpa kata .
" kak... Kamu sudah bangun ?"
Ucap zahra berbahasa indonesia seperti biasa saat mereka berdua saja zahra selalu bahasa indonesia.
" zahra... maaf kan aku "
Ucap sairen sambil menatap wajah adik nya yang bertanya penuh kepanikan
" sudah jangan banyak bicara, istirahatlah dulu dan aku pamit pulang ya kak !"
Ucap zahra kedapa kakak nya
"zahra ... Aku "
Ucap sairen terpotong karena zahra langsung meletakan telunjuk nya di bibir sairen
" berhenti berbicara kita lanjudkan nanti saat kakak sudah sehat "
Ucap zahra langsung berdiri dan tersenyum sebelum pergi meningalkan sairen dan in jung
" zahra ... Maaf atas keselahan ku "
Ucap in jing sebelum zahra membuka pintu kamar tempat sairen dirawat tapi wanita cantik itu tetap diam tidak merespon
" terimakasih ... Zahra "
Ucap in jung dan lagi - lagi zahra hanya diam dan setelah sedikit menjauh zahra terduduk dan menghapus air mata nya dia teramat kesal tapi dia juga teramat seding karena sudah mengukit rasa sakit hati nya, dia teringat akan cacian orang saat dia membawa suzi tinggal bersama di kediaman orang tua nya yang lama mereka semua bergunjing mengatakan suzi anak hasil hubungan gelam zahra dengan om om hidung belang dan saat itu zahra ingin berteriak dan berkata suzi anak kakak nya bukan anak dia .
Tapi apalah daya dia sudah berjanji dan dia akan melindungi keponakan ny itu daru orang yang ingin membunuh kakak dan keponakan nya, demi mencapai keinginan untuk menguasai harta keluarga kang.
" Sayang kenapa menangis ?"
Ucap dee hyun menghampiri sang istri
" apa aku keterlaluan ?"
Ucap zahra sambil memeluk dee hyun dengan sangat erat, dia membemkan wajah nya cantik nya yang sembap di dada suami nya
" tidak apa apa sayang, menangislah yang keras dan setelah itu tertawa lah lupakan hal yang sudah terjadi aku ingin melihat kamu tertawa kembali "
Ucap dee hyun sambil mengelus punggung zahra dia sangat tahu istri nya saat ini sedang terluka dan menyesal dengan ucapan nya tadi dan dee hyun juga tahu zahra sangat menghawatirkan sodara nya
" sayang... Semua nya akan berjalan lancar kita serahkan kepada pemilik kehidupan dia sudah mengatur semua nya "
Ucap dee hyun
Tiga minggu berlalu keadaan sairen sudah membaik dan hububang zahra dan in jung masih setikit kaku sejak sairen masuk rumah sakit in jung dan zahra belum bertemu.
Hari ini adalah hari bahagia untuk suzi, ya.. Suzi genap berusia 8 tahun gadis kecil itu tumbuh dengan kasih sayang dari seluruh keluarga dan klan srigala .
Pagi hari ini riri sedang heboh dengan sumai nya yang bertingkah seperti anak kecil dan terlebih lagi sudah dua bulan ini selalu muntah di pagi hari.
__ADS_1
Sudah beberapa kali dia pergk kedokter memeriksa kesehatan nya karena sang istri tidak dapat mengetahui apa penyakit sumi nya itu.
" Sayang apa kamu yakin akan ikut hadir di pesta suzi ?"
Ucap riri bertanya kepada suami nya yang masih asik dengan rutinitas nya di pagi hari menikmati titing riri.
" sayang... Ayo lah... Berhenti kamu ini seperti anak kecil saja, bahkan baby pun tidak separah kamu menghisap titing ibu nya dari mulai terlelap sampai bangun tibur dan sekarang mencari nya lagi..."
Ucap riri sudah mulai kesal dengan kelakuan hae joon yang tidak mebiarkan nya pergi dan melakukan aktifitas nya seperti biasa di pagi hari.
" yang... Sudah titing sakit ku sakit, dan bisa bisa putus kena gigi mu yang tajam itu "
Ucap riri sambil menjewer telingga hae joon
" Aaauuu... Sakit "
ucap hae joon dan melepaskan isaan nya pada titing riri.
" sampai kapan kamu seperti ini ?
Apa hanya ini yang meredahkan rasa mual mu ?"
Ucap riri dengam kesal
" iya ... Sayang aku sudah menemui profesor dan kata nya aku tidak sakit "
Ucap hae joon dengan wajah memelas
" Jadi cuman ini yang buat kamu tidak mual ?"
Wajah hae joon yang murung langsung tersenyum bahagia saat melihat dua benda kesukaan nya dia tersenyum dengan semangat
" Dasar mesum..."
Ucap riri langsung menutup kembali milik nya dan berlari pergi menuju kamar mandi meningalkan hae joon yang masih terbaring di tempat tidur
" sayang jangan mengoda ku ,,, cepat buka pintu nya "
Ucap hae joon berteriak " aku mau pipis udah gak tahan "
Ucap hae joon mencari alasan dan riri teraksa membuka pintu kamar mandi
Dan dengan cepat hae joon menerkam riri, dia berteriak ingin pipis hanya mencari alasan karena sejak riri menunjukan dua benda kesukaan hae joon si junior hae joon langsung bereaksi karena sudah dua minggu ini dia sangat sibuk bahkan tidak sempat menyentuh istri nya, dan setiap malam dia hanya mengincar dua benda kenyal milik riri
Riri yang mendapat serangan hae joon pun langsung membalas dengan mengimbangi hae joon,
Sepasang suami istri itu melakukan hal wajib untuk mereka lakukan sebagai pasangan suami istri, hae joon kali ini bermain lebih kasar dari sebelum - sebelum nya dia memperlihat kan keperkasaan nya kepada riri dan dengan kuat menekan kedalam sampai riri terpekik kesakitan .
" Aaaaaahhhh.... Sakit sayang "
ucap riri sambil mencakar hae joon riri merasa keram di perut nya membuat hae joon langsung mencabut milik nya dari riri dan menatap sang istri.
__ADS_1
" sayang kamu kenapa ?"
Tanya hae joon panik melihat wajah riri kesakitan
" perut ku sakit dan keram sekali "
Ucap riri sambil memegang perut nya
" Ya udah capat pakai baju kita kerumah sakit "
Ucap hae joon dia langung bergegas memakaikan riri pakaian dan dia langsung berpakaian juga hae jooon yang sudah siap langsung mengendong riri namun saat dia menuruni anak tangga rumah nya dia bertemu dengan sang ibu yang berkunjung kekediaman hae joon karena sudah selama satu bulan tidak melihat putra dan anak menantu nya.
Sekalian ingin menghadiri pesta ulang tahun suzi dari kediaman hae joon, tapi saat dia baru saja tiba sudah melihat menantu kesayangan nya sedang menahan sakit dalam gendongan putra nya.
" hae joon apa yang terjadi ?"
Ucap ibu hae joon
" perut riri keram mah "
Ucap hae joon panik
" hae joon berhenti bersikap bodoh ,kamu itu dokter kenapa tidak memeriksa istri mu sendiri ?"
Ucap ibu hae joon
" cepat kamu bawa riri masuk kamar tamu sekarang juga biar ibu periksa "
Ucap ibu hae joon
" Tapi ibu ... !"
Ucap hae joon
" kamu tidak percaya ?"
Ucap ibu nya
" baikah ... "
Ucap hae joon langsung menuju kamar tamu membaringkan riri diatas ranjang dan dengan cepat ibu hae joon memeriksa nenatu kesayangan nya, wanita lansia itu tersenyum bahagia dan langsung berkata
" allhamdulillah ... Kamu sebentar lagi memiliki keturunan hae joon "
Ucap ibu nya sambil tersenyum melihat riri dan hae joon.
Riri yang mendengar ucapan mertua nya langsung tersenyum bahagia dia di percaya kembali hamil. Sedangkan hae joon dia pergi berlalu meningalkan riri dari dalam kamar itu pria tampan itu tidak bisa berbuat apa apa memperlihat kan wajah bahagia atau wajah takut nya ,
Hae joon masih, teroma dengan kejadian beberapa tahun lalu dia takut kejadian itu terulang kembali , hae joon yang sudah mendengar ucapan ibu nya langsung menguyur mengurung diri nya di kamar mandi
" apa yang dikatakan ibu benar ? Aku kembali di percaya memiliki anak bersama riri ?apa aku bisa menjaga anak ku ? Ya allah apa yang aku rasakan ini aku bahagia tapi aku juga takut !"
Ucap hae joon sambil berdiam diri di kamar mandi dia duduk termenung.
__ADS_1
wajah hae joon termenung dia masih tidak yakin dengan hadiah yang diberikan kepada nya dan riri.