
Tak perlu lama zahra yang mengetahui kakak nya berada di Yogyakarta lansung menuju kenasa karena sudah lima bulan terakhir tidak ada kabar, zahra kesana untuk mendengar kan semua keluh kesah sang kakak, yang mana beberapa bulan lalu suami dari kakak nya sempat nenemui zahra dan kedua orangtua sairen juga untuk menanykan tenang keberadaan kakak nya, namun zahra dan keluarga menjawab juga tidak mengetahui keberadaan sairen yang mereka tahu sairen berada di Singapura bersama sang suami.
Setelah sampai di Yogyakarta zahra bertemu denggan sairen, disambut denggan senyuman dan pelukan hanggat yang sudah beberapa bulan tidak berjumpa, sairen menceritakan semua yang terjadi di antara dia dan suaminya, zahra yang mendengar keluh kesah sang kakak sanggat emosi dan ada rasa ingin mendatangi perempuan jahat itu, namau di cegah sang kakak, dia lebih menginginkan zahra untuk menjaga bayi yang masih berada di kandungan nya, bila ada sesuatu terjadi padanya, dia meminta zahra menjadi ibu dari anak nya, itu semua dia lakukan untuk menyelamatkan sang buah hati nya yang akan menjadi ancaman untuk wanita jahat itu, akhirnya zahra bersedia menjadi ibu dari anak sang kakak, untuk melindungi keponakan nya yang masih kecil tampa dosa .
Selama beberapa bulan zahra memetap di Yogyakarta menemani sang kakak, zahra sudah lama tidak berkerja sebagai model karena dia sedang mengurus pengunduran diri dari agensi nya, hari-hari suram dua bersaudara itu menjadi hari-hari bahagia karena mereka berdua saling menghibur satu sama lain yang mana sairen menahan kerinduan kepada sang suami, dia memilih untuk kebahagiaan suaminya dan melindungi anak mereka yang keberadan nya belum sempat di ketahui sang suami, Sedang kan zahra dia sedang meretapi nasip nya yang dikhianati pujan hati karena dia tidak bisa memenuhi keinginan dari kekasihnya dan kehilangan mahkota nya disaat mabuk dan disaat sang kekasih inggin kembali kepadanya dia tidak dapat kembali karena dia sudah tak seperti yang dulu, dia merasa tak pantas untuk pujaan nya karena dia bukan gadis suci lagi.
Setelah tiga bulan zahra bersama sairen akhirnya berpisah karena zahra kembali ke jakarta untuk menandatangani kontrak nya yang sudah benar-benar selesai dan menjemput kedua orang tua mereka yang selama ini sudah menahan kerinduan kepada sang putri sulung dan inggin menyambut kedatangan cucu pertama di keluarga mereka.
"Kak besok aku mau kembali ke jakarta karena ada yang harus aku tandatangani dan setelah itu aku akan menjemput ayah dan bunda di bandara Yogyakarta,apa kakak mau ikut bersama ku ? "
tanya zahra kepada sairen
"Tidak kakak disini saja karena waktu melahirkan ku dalam beberapa minggu lagi " sairen menjawab denggan pasti
"Tapi kak,,, kalau ada sesuatu terjadi pada mu bagaimana?"
"Tidak sayang tidak akan terjadi apa pun karena disini aman lihat lah sudah lama disini tidak ada satu pun hal yang mencurigakan."
"Baik lah tapi kak janggan kemana-mana bila ada masalah telfon aku,"
"Iya, kan disini ada nani berseta keluarga nya yang menjaga ku."
__ADS_1
"Baik lah aku janji akan pulang secepat mungkin"
"Iya sayang aku sangat percaya kepada adik cantik ku ini."
Semenjak zahra tahu kakak nya hamil da mendapat ancaman dari calon istri dari suami kakaknya dia sangat perhatian dan selalu khawatir terhadap sang kakak,
Setibanya di jakarta zahra memutuskan beristirahat dulu di apatermennya karera waktu menunjukan sudah jam 5 sore, karena waktu yang zahra lewatkan sanggat panjang dari kediaman kakaknya ke bandara menempuh lima jam untuk sampai kebandara dan setibanya di bandara dia harus menunggu keberangkatan pesawat dua jam lama nya, kini zahra merubah penampilan nya seperti ibu hamil bukan tampa sebab karena itu semua sudah direncanakan dua saudara perempuan untuk manipulasi dari orang lee haa na, yang memperlihatkan gerak gerik keluarga nya,
"Ha... Akhirnya aku sampai juga dan bebas dari bantal ini sungguh melelahkan kan teriak zahra sambil menghempaskan diri keatas ranjang milik nya."
Dret... Dret... Dret.... Buyi smarfon milik zahra dan ternyata itu sairen yang menelfon, dan denggan senyum dia menjawab telefon dari kakak nya
"Hai sayang bagai mana apa kamu sudah sampai ? " tanya sairen kepada sang adik
"Ya kak baru saja, sekarang aku sedang berada di apatermen untuk istirahat"
"Apa kamu leleah ? " Tanya jahil sairen yang sudah pasti tahu adik nya sanggat lelah
"Tentunya leleh dan begah membawa bantal si tubuh ku. " jawab zahra denggan nada marah dan manja
"Hahahahaha, tak apalah hitun-hitung belajar untuk hamil biar besok hamil benaran gak kaku. " menertawakan adik perempuan nya
__ADS_1
"Ah kakak bisa saja, kalau bukan untuk mu dan keponakan ku, aku ogah kak."
"Terimakasih ya sayang, bagaimana apa rencana mu besok ?"
"Besok aku akan lansung ke kantor mengurus semua yang harus ku tanda tanggani. Sekaligus melihat reasi mereka semua denggan penampilan ku saat ini, hamil bantal."
"Hahahahaha kamu bisa saja,"
"iya lah kak mau gimana lagi biar orang percaya ,tidak mungkinkan hari ini aku lansing satu bulan kemudian aku melahirkan beby,"
"Iya udah maaf ya karena kakak kamu jadi seperti ini"
"Tak perlu begitu kak, apapun akan aku lakukan untuk saudara ku tercinta"
"Makasih sayang, kau rela mengorbankan karir mu demi anak ku."
"Tidak kak demi anak kita. Janggan menangis kita akan hidup bahagia bersama keluarga kita, keluarga wahyu irfandi dan maharani oke kak"
"Terimakasih sayang hanya itu yang bisa aku ucapkan saat ini."
"Ya kak."
__ADS_1